/ Rumah Tangga / Sebelum Kita Bercerai / Bab 18. Rumah Sakit

공유

Bab 18. Rumah Sakit

작가: Clau Sheera
last update 게시일: 2024-02-11 14:21:49
Dewangga menoleh ikut menatap Maura yang masih berdiri.

"Ya," jawabnya singkat sambil mengangguk sekali sehingga membuat Maura sedikit tercengang.

"Wah, kamu memiliki istri yang cantik. Kenapa baru sekarang kamu bawa dia? Kenapa selalu disembunyikan?" gurau pria itu senang. "Takut pesaing bisnismu merebutnya?"

Cantik? Apa tak salah? Itu pasti hanya gurauan pria tua itu. Maura tak pernah merasa bahwa dirinya cantik karena baginya Alena jauh lebih cantik dan menarik.

Dewangga tersenyum lebar d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sebelum Kita Bercerai   Extra 1

    Ponsel Maura yang tergeletak di ruang tengah berdering beberapa kali saat wanita itu tengah memasak di dapur untuk makan siang. Mia yang mendengarnya segera mengambil ponsel itu dan mengantarkannya pada Maura. “Nyonya, HP-nya bunyi terus dari tadi,” ujarnya sambil menyodorkan ponsel Maura. “Oh, siapa yang menelepon?” tanya Maura sambil meletakkan pisau yang tengah digunakannya mengiris bawang merah. “Nggak ada namanya, Nyonya,” jawab Mia. “Oke, makasih.” Maura menerima ponselnya sambil menggeser tombol hijau di layarnya, sementara Mia berpamitan pergi. “Halo?” “Halo, Maura,” sapa seorang wanita di seberang sana, membuat Maura mengerutkan alisnya. “Ini Marina. Kamu masih ingat aku, ‘kan?” “Oh, iya. Ada apa?” tanya Maura yang sedikit bingung karena Marina tahu nomor ponselnya padahal dia sudah mengganti nomornya dengan yang baru sesaat sebelum berangkat ke London hari itu. “Siang ini ada waktu, ‘kan?” tanya Marina di ujung sana. “Siang ini?” “Iya, siang ini. Waktu itu

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 136. TAMAT

    Hari telah pagi sekitar pukul enam. Dewangga masih memejamkan matanya saat Maura terbangun. Wanita itu menatap Dewangga dalam diam, dengan berbagai pikiran di benaknya. Maura pikir pria itu sama sekali tak peduli saat anaknya meninggal karena wajahnya selalu terlihat datar tanpa kesedihan. Maura pikir pria itu tak menginginkan anaknya karena pernah menawarinya opsi untuk menggugurkan kandungannya. Namun ternyata Dewangga memendam segalanya sendiri. “Kamu kelihatan capek banget,” kata Maura perlahan seolah dia tengah berbicara pada dirinya sendiri. Wanita itu turun perlahan dan segera membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan memakai pakaiannya yang telah kering, Dewangga masih tertidur pulas. Maura turun ke lantai bawah. Tampak Mia dan mbok Narti masih menyapu sisa-sisa pecahan kaca yang berserakan, bahkan beberapa guci dan benda lainnya ikut rusak. “Selamat pagi, Nyonya.” Zefan menampakkan dirinya sambil tersenyum, dengan secangkir kopi di tangannya. “Zefan? Kamu udah di

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 135. Izin

    Dewangga dengan cepat melihat ke luar ke arah bawah. Tampak seorang wanita mendongak sambil memakinya dengan kasar dan terus melemparkan batu. Ada yang mengenai dinding, ada juga yang mengenai bingkai jendela.“Berengsek! Balikin rumah saya! Balikin perusahaan saya!!” teriak wanita itu dari arah luar.“Jangan turun! Banyak pecahan kacanya, nanti kena kaki,” peringat Dewangga saat Maura menyibak selimutnya dengan hati-hati dan mulai menurunkan kakinya.Maura menarik kakinya kembali ke atas ranjang sambil menggenggam erat botol hangat di tangannya, kemudian Dewangga segera mendekat dan menyingkirkan selimutnya jauh-jauh.“Buat sementara, tidur dulu di kamar sebelah, Maura,” ujar Dewangga sambil menggendong Maura dan membawanya dengan enteng.“Itu … itu kayaknya suara tante Silvia, ya?” tanya Maura dengan wajah yang masih syok sambil melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu, meninggalkan botol hangatnya.

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 134. Serangan Malam

    Hari sudah cukup larut saat Dewangga pulang ke rumahnya dengan menenteng sebuah tas dan jas kerjanya di tangan.Seluruh lampu utama di semua ruangan telah padam dan ruangan hanya diterangi cahaya lampu dinding yang temaram.Pria itu duduk bersandar setengah berbaring di sofa ruang tengah, melepas lelah setelah seharian ini kegiatannya sangat padat dan menguras tenaga. Banyak hal yang harus diurus termasuk perusahaan Ruslan yang sudah diambil alih olehnya. Belum lagi harus mengurus perusahaan ayahnya sehingga dia belum sempat menemui oma Ambar secara pribadi.Dewangga mengecek arlojinya. Jam sudah menunjukkan waktu pukul sebelas lebih.“Seharusnya Maura masih dalam perjalanan ke London,” ujarnya perlahan sambil memejamkan matanya sejenak.Rasa kantuk yang mulai datang memaksanya untuk membuka mata dan naik ke lantai atas. Namun ketika dia tiba di depan kamarnya, dia melihat pintu kamar sebelah sediki

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 133. Foto Pernikahan

    “Tapi ada baiknya kamu menginap di sini,” ujar Dewangga lagi.“Aku nggak bawa baju ganti.”“Nyonya, ini pakaian ganti Anda. Piyama buat tidur malam ini dan satu set pakaian buat besok,” kata Mia yang tiba-tiba datang membawa dua buah paper bag dan meletakkannya di kursi, kemudian berpamitan lagi.Maura terkejut sambil menatap Dewangga yang tengah minum setengah gelas air mineral. Wanita itu melihat isi kedua paper bag itu.Piyama yang disiapkan untuknya model piyama lengan panjang pada umumnya, namun bahannya terbuat dari silk lembut dengan motif bunga mawar.Satu pakaian lagi terbuat dari linen berkualitas, dengan label bertuliskan ‘Belgian Linen’.“Kamu sampai menyiapkan pakaian ini buatku?”“Cuma pakaian. Apa susahnya?” jawab Dewangga enteng. “Menginaplah di sini, Maura. Seenggaknya ada Mia dan mbok Narti kalau besok pagi aku berangkat bekerja.”Maura ragu sejenak, tapi

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 132. Makan Bersama

    Maura menatap kosong ke arah kaca pintu mobil yang tengah melaju dengan Zefan sebagai sopirnya.Laju mobilnya stabil, tidak terlalu cepat maupun lambat.Saat wanita itu dan bosnya masih berada di area pemakaman, Zefan dengan sigap meminta seseorang mengantarkan mobil Dewangga ke sana, supaya saat kembali nanti Maura dan Dewangga merasa lebih nyaman dalam perjalanan pulang.Hari telah sore. Meski Dewangga tak mengatakan harus pergi ke mana, Zefan memutuskan membawa mereka pulang ke rumah Dewangga dan memberi tahu Mia lewat pesan teks agar gadis muda itu bisa bersiap-siap menyambut mereka.Hening, tak ada musik, tak ada obrolan apapun seolah setiap orang tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Zefan sendiri tak berani bersuara meski sesekali dia melirik ke arah belakang melalui kaca spion tengah.Di sisi Maura, di kursi belakang, Dewangga tengah membersihkan jari-jari tangan wanita itu dari sisa tanah merah menggunakan tisu basah.“Lapar?” tanya Dewangga memecah sepi meski dengan suar

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 81. Kegelisahan Alena

    “Maura, ini minumnya,” kata Dewangga ketika mereka sampai di dalam kamar. “Aku udah nggak haus,” jawab Maura acuh tak acuh sambil naik ke ranjang dan segera berbaring. “Apa?” Dewangga tertegun tak mengerti, kemudian menghela napasnya saat menatap Maura yang memejamkan mata. “Aku simpan gelasnya d

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 80. Obrolan Dua Wanita

    Clara menatap Narendra dengan marah dan sedih. Gadis itu menangkap mata kakaknya penuh keseriusan, luka, dan harapan yang selalu ada.Sudah bertahun-tahun, tapi perasaan kakaknya terhadap Maura tak pernah berubah, padahal Maura selalu menganggap kakaknya hanya sebagai lalat pengganggu di hidupnya.

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 79. Perkelahian

    Dewangga menghela napasnya.“Kamu punya rokok?” tanyanya.“Nggak, jangan merokok di rumah ini. Itu aturan dari oma di rumah ini, terlebih Maura sedang hamil sekarang,” ujar Narendra tersenyum. “Rokok nggak bisa menyelesaikan masalah.”"Aku tahu. Aku belum berencana ngasih tahu siapapun terkait perc

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 78. Obrolan Sore

    "Dokter bilang, kondisimu masih lemah. Jadi sebaiknya kamu nginap aja di sini, ya. Ini juga rumahmu, Maura. Mulai sekarang, kamu dan Dewangga tinggal aja di kamar ini. Nggak boleh naik tangga." Oma Ambar tersenyum sumringah, mengantar Maura ke kamar tamu di rumah keluarga besar mereka di lantai sa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status