分享

Bab Enam

作者: Mama Reni
last update publish date: 2026-05-07 20:41:28

Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu.

"Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodohan ini saja? Siapa tau dia pria baik," gumam Chelsea.

Chelsea lalu masuk ke rumah. Dia melihat ayah dan ibu tirinya langsung berhenti berdebat.

"Dari mana aja kamu? Semakin liar saja kelakuanmu!" seru sang ayah dengan nada yang tinggi.

"Aku menginap di rumah teman," jawab Chelsea dengan pelan.

"Apa kau tak bisa mengabari orang rumah?" tanya ayahnya lagi.

"Dengan apa aku mengabari? Apa Ayah lupa jika putrimu ini tak memiliki ponsel?" Chelsea balik bertanya.

"Bisanya menjawab saja. Kau kan bisa mengatakan pada ayah sebelum pergi atau dengan ibumu," balas ayahnya Chelsea.

Chelsea tampak menarik napas, tak menjawab lagi ucapan ayahnya. Dia lalu berjalan menuju kamar. Belum sempat dia masuk, ibu tirinya sudah menghadang.

"Baju siapa yang kau pakai? Setahuku kau tak memiliki baju seperti ini," ucap ibu tirinya Chelsea. Wanita itu lalu memegang baju gadis itu. Dia membaca merek yang ada disamping baju tersebut.

Ibu tirinya Chelsea yang bernama Erna jadi terkejut hingga mulutnya terbuka. Dia lalu membaca sekali lagi.

"Dari mana kau dapatkan baju ini?" tanya Erna sekali lagi.

Doni, ayahnya Chelsea yang mendengar ucapan sang istri lalu berdiri dan mendekati anak gadisnya tersebut. Dia juga ikut menatap dari ujung kepala hingga ujung kaki. Penampilan sang putri memang tampak berbeda.

"Apa kau menjual dirimu?" tanya ayahnya dengan sinis.

Chelsea sangat terkejut dengan pertanyaan sang ayah. Tak menyangka jika ayah kandungnya bisa berpikir seperti itu.

"Apakah ayah pikir aku serendah itu? Aku ini putrimu, kenapa ayah bisa berpikir buruk begitu denganku?" tanya Chelsea dengan suara pelan. Dia kecewa sekali mendengar apa yang ayahnya pertanyakan.

"Siapapun akan berpikir sama dengan ayahmu. Dari mana kau bisa dapatkan baju dengan harga jutaan begitu juga dengan celana dan sepatu yang kau pakai. Ditotalkan harganya hingga jutaan," ucap Tante Erna.

Sepertinya ucapan Tante Erna mampu membuat ayah Chelsea menjadi berpikir. Dia lalu mendekati gadis itu.

"Katakan dengan jujur ... siapa yang membelikan kamu baju?" tanya Ayah dengan nada suara yang tinggi.

Chelsea memandangi baju kaos yang dia pakai. Modelnya biasa saja. Memang bahannya halus sehingga di tubuh terasa nyaman. Jika memang harganya jutaan, sayang sekali pikir gadis itu.

"Temanku yang belikan karena aku tak memiliki baju ganti," jawab Chelsea.

"Pasti tak sembarang teman. Mas, bukankah Chelsea sudah kita jodohkan dengan Yandra anaknya Pak Rizal dan Bu Tia. Kalau mereka tau anakmu sudah ada kekasih, nanti bisa batal pertunangan ini," ucap Tante Erna.

"Kau tak diizinkan keluar rumah mulai hari ini. Besok malam ada pertemuan dengan keluarga Yandra untuk membahas pertunangan kalian. Ayah harap, kau tak melakukan kesalahan lagi!" seru Chandra, ayahnya Chelsea.

"Apa Ayah tak mengerti juga, aku tak mau menikah dengan orang yang tak aku kenal!"

"Kau tak ada pilihan. Kau harus menerima semua ini. Jangan buat aku makin marah!" seru Chandra dengan suara keras.

"Kenapa Ayah selalu saja memaksaku? Apakah sebagai anak aku tak memiliki pilihan?" tanya Chelsea. Air mata sudah mulai jatuh membasahi pipinya.

Ibunya meninggal saat dia masih berusia dua tahun. Sejak kecil dia dijaga sang nenek. Sang ayah hanya melihat sesekali. Hingga akhirnya dia harus tinggal di sini karena neneknya telah meninggal.

"Tidak ...! Kau harus ikuti kataku. Aku ini ayahmu. Orang tuamu!"

"Sekarang saja ayah mengaku sebagai orang tuaku. Kemana saja selama ini? Kenapa bukan Desy, anak kesayanganmu yang kau jodohkan dengan mereka. Kenapa harus aku?"

"Karena keluarga mereka menginginkan kamu. Mereka kenal dekat dengan ibumu," jawab ayah Chelsea.

"Omong kosong. Ayah hanya ingin menumbalkan aku sebagai penopang hidup kalian. Aku hanya dijadikan sebagai alat untuk memenuhi keinginan kalian. Aku hanyalah tumbal bagi keluarga ini!" teriak Chelsea lagi.

"Jaga ucapanmu, Chelsea!"

"Apa salah ucapanku, aku memiliki ayah tapi seperti anak yatim piatu. Tak ada kasih sayang darimu. Ayah hanya menyayangi Desy dan ibunya. Padahal yang anak kandungmu itu aku!" teriak Chelsea.

Mendengar suara Chelsea yang berteriak, tanpa sadar Ayah mengangkat tangannya dan menampar dengan keras pipi putrinya. Chelsea merasakan darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang pecah.

"Kenapa ayah tak membunuhku saja. Sejak ibu meninggal, tidak pernah sekalipun Ayah memeluk aku lagi walau aku sakit. Mengapa aku dibiarkan hidup? Seandainya aku mati, sekarang ini aku sudah tenang, tertidur dan beristirahat. Tidak merasakan penderitaan hidup ini!" teriak Chelsea.

Chelsea menghapus air matanya yang mengalir. Dia menjeda ucapannya. Mengusap pipinya yang terasa sakit dan panas.

"Andai aku dapat memilih! Mau menjadi siapa dan melakukan apa. Aku akan memilih tidak untuk dilahirkan. Aku tidak ingin menjalani hidup tanpa kejelasan dan tidak ingin menjadi beban bagi siapapun yang ku kenal. Terutama beban bagi kamu, Ayah. Pernahkah Ayah bertanya, kenapa aku tidak makan, kenapa aku tidak pulang, kenapa aku begini, kenapa aku menjadi seperti saat ini. Aku benci, Ayah."

Air mata Chelsea makin jatuh membasahi pipinya. Tangisan yang dari tadi dia tahan, tak bisa di bendung lagi. Mendengar ucapan putrinya Ayah merasa sedikit bersalah. Dia maju ingin memeluk putrinya tapi tangannya di tahan sang istri, ibu tirinya Chelsea, sehingga dia berhenti.

"Ayah, di banyak cerita yang kudengar, di banyak film yang aku tonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik ayahnya. Tapi Ayah, kenapa bahumu itu terlalu jauh untukku bersandar?" tanya Chelsea dengan suara pelan karena menangis.

"Aku selalu mendengar orang berkata, jika Ayah adalah cinta pertama bagi setiap anak perempuan, tapi apa yang aku dapat, Ayahku adalah pria pertama yang membuat hatiku terluka dan hancur berkeping-keping," ucap Chelsea lagi dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.

Setelah mengucapkan itu, tanpa mau mendengar jawaban dari ayahnya, Chelsea masuk kamar dan menguncinya.

Ayah Chelsea ingin mengejar putrinya, kembali tangannya di tahan.

"Biarkan saja. Mulai hari ini sampai hari pertunangan, kita harus menjaganya. Jangan Mas pikirkan ucapannya. Itu hanya karena dia sedang emosi. Jika Mas membujuknya, dia akan jadi ngelunjak. Apa Mas mau pertunangan ini gagal?" tanya Tante Erna.

Ayah Chelsea tampak menarik napas dalam. Tentu saja dia tak mau jika sampai pertunangan ini gagal. Dia butuh suntikan dana untuk perusahaan yang hampir bangkrut. Ayah Chelsea lalu berjalan menuju sofa, tak jadi membujuk sang putri. Tante Erna tampak tersenyum karena bujukannya berhasil.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tujuh

    Tante Erna masuk ke kamar Chelsea. Dia mendekati gadis itu yang sedang melamun di dekat jendela.Chelsea teringat saat neneknya meninggal. Ayahnya datang menjemput dan membujuknya pulang. Selama dua hari di kampung, sang ayah bersikap baik. Sehingga dia pikir, ayahnya mungkin telah menyesal dan ingin memperbaiki hubungan mereka.Ternyata dugaannya salah. Ayahnya datang menjemput hanya untuk menjodohkan dirinya. Sebenarnya dia tak sepenuhnya menentang perjodohan ini. Cuma yang membuat dia marah dan kesal, karena ini semua atas ide ibunya agar bisa menyelamatkan perusahaan.Chelsea berpikir perjodohan ini memang karena ayahnya peduli, ternyata hanya untuk kesenangan mereka. Bukannya untuk kebahagiaan dirinya."Ini bajumu ...!" Tante Erna melempar baju ke arah Chelsea."Jika aku tak mau memakainya, kau mau apa? Apa kau akan membunuhku?" tanya Chelsea dengan suara penuh penekanan."Aku akan membuat kamu cacat. Jika kematian itu begitu ringan untukmu. Kau akan merasakan hidup segan mati ta

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Enam

    Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu."Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodohan ini saja? Siapa tau dia pria baik," gumam Chelsea.Chelsea lalu masuk ke rumah. Dia melihat ayah dan ibu tirinya langsung berhenti berdebat."Dari mana aja kamu? Semakin liar saja kelakuanmu!" seru sang ayah dengan nada yang tinggi."Aku menginap di rumah teman," jawab Chelsea dengan pelan."Apa kau tak bisa mengabari orang rumah?" tanya ayahnya lagi."Dengan apa aku mengabari? Apa Ayah lupa jika putrimu ini tak memiliki ponsel?" Chelsea balik bertanya."Bisanya menjawab saja. Kau kan bisa mengatakan pada ayah sebelum pergi atau dengan ibumu," balas ayahnya Chelsea.Chelsea tampak menarik napas, tak menjawab lagi ucapan ayahnya. Dia lalu berjalan menuju kamar. Belum sempat dia masuk, ibu

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Lima

    Setelah mengganti bajunya, Chelsea bermaksud keluar dari kamar. Dengan kaos crop top dan celana pendek jeans sepaha. Dia kembali bercermin untuk mematut pakaiannya."Ukurannya pas banget. Kenapa Nathan bisa tau, apakah dia mengukurnya saat aku pingsan?" tanya Chelsea dalam hatinya.Chelsea menggelengkan kepala untuk menepis pikirannya tentang Nathan. Dia tak mau peduli lagi, apakah pria itu telah melihat seluruh bagian tubuhnya atau bukan. Dia juga akan segera pergi dan tak akan kembali lagi. Mungkin tak akan bertemu lagi.Saat kakinya akan melangkah keluar kamar, mata Chelsea melihat ada dompet di bawah ranjang. Dia berjongkok untuk mengambilnya."Oh, dompet Nathan. Pasti jatuh saat dia tidur di sini tadi malam," ucap Chelsea.Chelsea meraih dompet dan melihat isinya. Ada foto dan beberapa kartu saja. Dia memeriksa bagian dalam. Ada beberapa lembar uang kertas seratus ribu."Aku ambil saja. Dia tak akan tau. Lain kali jika bertemu akan aku kembalikan. Saat ini aku butuh buat pegangan

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Empat

    Chelsea bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Di dalam, dia membuka seluruh pakaiannya dan memperhatikan badannya. Tak ada jejak sedikitpun atas tindakan pelecehan. Dia juga tak merasakan apa pun."Seperti yang aku dengar dari teman di kampung, katanya saat pertama melakukan sakit. Tapi aku tak merasakan apa pun. Apakah benar kalau Nathan tak berbuat sesuatu denganku?" tanya Chelsea pada dirinya sendiri.Dia kembali berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi. Mencoba mencari sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Namun, tak ada sedikit pun perbedaan yang dia rasakan."Aku tadi telah menuduhnya yang bukan-bukan. Sepertinya dia hanya membalurkan minyak angin ke tubuhku," ucap Chelsea bermonolog pada dirinya sendiri.Chelsea kembali mengancingkan kemeja yang dia pakai. Wajahnya kembali ceria dengan senyuman sumringah."Eh ... tunggu dulu. Kalau dia yang membalurkan minyak angin ke seluruh tubuh ini, berarti dia telah melihat badan ini dalam keadaan polos ... aahhhh ... tidakkk," ucap Chelse

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga

    Salah seorang wanita yang bekerja di rumah Nathan, mengantar Chelsea ke kamar tamu. Dia memandangi jalanan. Tampak hujan mulai turun."Apakah Ayah akan mencari ku? Tak mungkinlah. Ayah pasti tak tau jika aku kabur dari rumah. Tapi, aku rasa memang sebaiknya aku terima saja pertunangan ini. Bukankah dengan menikahi pria kaya, aku akan dianggap. Tak diremehkan lagi," ucap Chelsea pada dirinya sendiri.Gadis itu lalu berjalan menuju kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya yang terasa gerah karena keringat, saat tadi kabur dari para penjahat.Setelah mandi, dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang ada dikamar mandi, barulah dia sadar jika tak memiliki pakaian pengganti. Bajunya juga telah basah."Aduh ... bagaimana ini? Aku harus pakai baju apa?" tanya Chelsea pada dirinya sendiri.Chelsea berjalan menuju lemari yang ada di kamar itu. Tapi, ternyata lemari di kunci. Dia lalu mondar mandir di dalam kamar, memikirkan mau pakai baju apa.Tak ada jalan lain, dia bermaksud mau meminjam baju

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Dua

    "Sekarang katakan padaku kenapa kamu bisa ada dijalanan itu?" Kembali pria itu bertanya.Chelsea menarik napas dalam. Dia masih berpikir untuk menjawab apa. Tak mungkin jujur dengan mengatakan jika dia sedang kabur dari rumah karena marah dengan kedua orang tuanya."Aku lapar. Jika perutku kosong, aku agak pelupa," ucap Chelsea. Dari pagi dia belum makan karena berdebat dengan kedua orang tuanya.Pria itu bernama Nathan. Seorang pengusaha muda sukses. Tapi, dia terkenal sedikit kejam. Tak segan melakukan tindakan kekerasan jika ada seseorang menyenggolnya.Nathan mendekati Chelsea. Mencengkeram rahangnya, membuat gadis itu sedikit meringis. Dia melihat dengan mata yang sedikit ketakutan."Kau mau coba-coba mempermainkan aku?" tanya Nathan dengan penuh penekanan."Bukan ... aku tak bermaksud mempermainkan kamu. Aku benar-benar tak tau alasan kenapa bisa sampai di jalan itu," jawab Chelsea dengan sedikit gugup."Kalau begitu ... katakan alasan kau bisa sampai di sana, kalau kau masih ma

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status