Share

Bab Dua

Penulis: Mama Reni
last update Tanggal publikasi: 2026-05-07 19:05:22

"Sekarang katakan padaku kenapa kamu bisa ada dijalanan itu?" Kembali pria itu bertanya.

Chelsea menarik napas dalam. Dia masih berpikir untuk menjawab apa. Tak mungkin jujur dengan mengatakan jika dia sedang kabur dari rumah karena marah dengan kedua orang tuanya.

"Aku lapar. Jika perutku kosong, aku agak pelupa," ucap Chelsea. Dari pagi dia belum makan karena berdebat dengan kedua orang tuanya.

Pria itu bernama Nathan. Seorang pengusaha muda sukses. Tapi, dia terkenal sedikit kejam. Tak segan melakukan tindakan kekerasan jika ada seseorang menyenggolnya.

Nathan mendekati Chelsea. Mencengkeram rahangnya, membuat gadis itu sedikit meringis. Dia melihat dengan mata yang sedikit ketakutan.

"Kau mau coba-coba mempermainkan aku?" tanya Nathan dengan penuh penekanan.

"Bukan ... aku tak bermaksud mempermainkan kamu. Aku benar-benar tak tau alasan kenapa bisa sampai di jalan itu," jawab Chelsea dengan sedikit gugup.

"Kalau begitu ... katakan alasan kau bisa sampai di sana, kalau kau masih mau hidup!" seru Nathan.

Nathan lalu mengeluarkan sebuah sen'jata ta'jam dan menodong ke arah kepala Chelsea. Wajah gadis itu langsung pucat dan tubuhnya menggigil.

"Aku ... aku kabur dari rumah," jawab Chelsea akhirnya.

Mendengar jawaban Chelsea, pria itu langsung tersenyum. Dia merasa bahagia melihat wajah ketakutan gadis itu.

"Tadi kau bilang laper?" tanya Nathan. Chelsea langsung mengangguk.

Nathan kembali mendekatkan wajahnya ke muka Chelsea. Sehingga gadis itu bisa mencium aroma wangi dari tubuh pria itu.

"Wangi banget ...," ucap Chelsea tanpa sadar. Hal itu membuat Nathan kembali tersenyum. Dia baru pertama kali bertemu seorang gadis yang begitu lugu dan naif. Biasanya para wanita saat melihat dan dekat dengannya akan menjaga sikap. Mereka akan berusaha jaga image.

"Tentu saja wangi. Pria tampan itu harus wangi dan rapi," ucap Nathan percaya diri. Chelsea yang baru menyadari akan ucapannya langsung terdiam dan memandangi wajah pria dihadapannya. Jarak wajah mereka begitu dekat, sehingga Chelsea bisa merasakan hembusan napas pria itu. Dia memandangi pahatan sempurna dari wajah pria itu.

"Rupanya dugaanku benar, kau pasti belum pernah melihat wajah pria setampan diriku," ucap Nathan dengan percaya diri yang tinggi.

Chelsea yang tersadar lalu memundurkan kepalanya. Dia tak pernah berada sedekat itu dengan lawan jenisnya.

"Aku laper. Apa kamu ada makanan?" tanya Chelsea mengalihkan perhatian pria itu.

"Tentu saja ada, bahkan banyak makanan di rumah ini. Apa kau tak berpikir, mana mungkin rumah sebesar dan semewah ini tak ada makanan di dalamnya. Apa pun yang kau pinta, akan dibuatkan koki!" seru Nathan dengan bangganya.

"Kalau begitu, aku mau makan. Dari kemarin malam aku belum makan," ucap Chelsea.

Nathan lalu berdiri dan berjalan menuju dapur. Chelsea mengikuti dari belakang sambil melirik ke sana ke mari. Dalam hatinya begitu kagum melihat kemewahan rumah tersebut.

Sampai di ruang makan, beberapa pekerja langsung mendekati pria itu. Mereka berdiri berjajar.

"Selamat Malam, Pak. Maaf, Pak Nathan mau makan apa?" tanya salah seorang dari mereka.

"Hidangkan saja apa yang telah kamu masak. Semuanya ...," ucap Nathan.

Para pekerja itu segera berlalu. Dengan cekatan menyajikan menu makanan ke meja. Chelsea melihat banyak menu yang telah dihidangkan di meja.

Melihat hidangan yang begitu banyak dan sangat menggoda, Chelsea kembali melongo. Dia tak mengira melihat hidangan yang begitu banyak dan lezat.

"Makanlah ...! Jangan hanya dipelototi!" seru Nathan.

Chelsea yang memang lapar dengan kalap makan semua yang dia sukai. Ada udang goreng mentega, sup iga, ikan bakar dan lainnya. Nathan melihatnya dengan bergidik. Tak menyangka gadis dengan tubuh mungil tapi bisa makan sebanyak itu.

"Kau ... sudah berapa bulan tak makan?" tanya Nathan.

Chelsea menghentikan suapannya. Dia memandangi Nathan dengan tersenyum.

"Baru satu hari. Tapi makanan di sini semuanya enak. Dari pada mubazir, mending dihabisin," ucap Chelsea.

Chelsea lalu meneruskan makannya. Hingga dia bersendawa. Hal itu membuat dia sedikit malu, dan menutup mulutnya.

"Maaf, Pak ...," ucap Chelsea.

"Bapak ... Bapak ... Kapan aku nikah dengan ibumu?" tanya Nathan dengan suara sedikit tinggi.

Chelsea lalu membasuh tangannya. Dan mengambil tisu untuk membersihkan dari kotoran dan basah.

"Maaf, aku tak tau nama kamu," ucap Chelsea.

"Nathan, ingat itu. Jangan salah panggil. Kamu siapa?" tanya Nathan.

"Aku ... aku tentu saja anak ibu bapakku," jawab Chelsea.

Nathan langsung menggaruk kepalanya. Dia mencoba menahan amarahnya.

"Kalau itu aku sudah tau! Yang aku tanyakan itu, siapa nama kamu?" tanya Nathan dengan suara yang keras.

Hal itu membuat Chelsea tampak sedikit takut. Selama ini, neneknya tak pernah mengeraskan suara jika bicara dengannya.

"Chelsea ...," jawabnya dengan suara pelan.

"Sekarang kau sudah kenyang, pergilah dari rumahku!" usir Nathan.

Chelsea langsung berdiri dari duduknya. Dia lalu berlutut dihadapan Nathan.

"Aku mohon ... izinkan malam ini saja, aku menginap di sini. Aku takut mereka masih mengikuti," ucap Chelsea.

Nathan memandangi wajah gadis itu. Dia menatap intens.

"Gadis itu cantik banget. Tapi sepertinya dia gadis yang lugu. Apa dia tak takut harus serumah dengan pria sepertiku?" tanya Nathan dalam hatinya.

Chelsea lalu berdiri dan makin mendekati Nathan. Dia lalu menyusun piring bekas mereka makan.

"Aku akan bersihkan rumah ini sebagai balasan. Tapi, aku mohon, biarkan aku menginap di sini," ucap Chelsea dengan suara yang seperti orang memohon.

"Apa jaminannya kalau kamu bukan orang jahat, atau salah seorang dari komplotan mereka yang pura-pura teraniaya?" tanya Nathan.

Dalam hati Nathan, dia yakin Chelsea wanita baik-baik. Tapi, dia ingin mengerjai gadis itu karena melihat sikapnya yang masih lugu.

Chelsea lalu memegang kalung pemberian neneknya. Satu-satunya barang berharga yang masih dia miliki. Dengan berat hati, gadis itu menyerahkan pada Nathan.

"Ini kalung pemberian dari nenekku. Mungkin harganya tak seberapa. Tapi kenangannya sangat berharga bagiku. Kamu bisa mengambil ini sebagai jaminan. Aku mohon, jangan sampai hilang. Aku akan menebusnya saat ada uang nanti. Akan aku bayar semua makanan yang telah aku makan," ucap Chelsea sambil menunduk.

Nathan meraih kalung itu. Dia mengamatinya. Itu hanya kalung emas dengan berat yang ringan, uangnya tak seberapa. Dan bukan emas murni.

"Baiklah ... kau boleh menginap di sini!" ucap Nathan. Chelsea tersenyum mendengar jawaban pria itu.

Nathan berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke ruang kerjanya tanpa menghiraukan gadis itu lagi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Lima Belas

    Chelsea keluar dengan membawa satu tas saja. Sepertinya barang miliknya memang tidak banyak."Bu, Kak Desy, tolong katakan sama ayah, aku pindah ke apartemen. Mulai besok aku kerja di perusahaan Bang Nathan. Kalau ada yang mau ayah tanyakan, bisa cari aku ke sana," ucap Chelsea."Kenapa kamu nggak langsung pamit sama ayah. Apa kamu takut tak diizinkan?" tanya Desy."Tak ada alasan Pak Chandra tak mengizinkan Chelsea bekerja di perusahaan milikku!" ucap Nathan dengan suara tegas.Desy tampak menarik napas dalam. Dia tak berani terlalu banyak bicara. Takut mengundang kemarahan Nathan."Nak Nathan, apa tidak sebaiknya menunggu ayahnya pulang dulu. Atau besok saja Chelsea pindah ke apartemen. Bagaimana manapun dia anak gadis. Masih tanggung jawab ayahnya," ucap Tante Erna.Tante Erna berusaha menahan Chelsea. Dia harus tahu, apa yang dilakukan di rumah Neneknya Nathan, sehingga dia bisa langsung diterima bekerja dia perusahaan pria itu. Selama ini yang dia tahu, antara Nathan dan Yendra t

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Empat Belas

    "Kenapa banyak banget belinya?" tanya Chelsea saat berada di dalam mobil."Apa masih kurang? Kamu mau kita beli lagi? Mau dibeli dengan butiknya sekalian?" tanya Nathan dengan suara datar.Chelsea mengambil majalah yang ada di dalam mobil dan memukulnya ke lengan Nathan. Merasa kesal dengan pertanyaan pria itu."Ini sudah kebanyakan. Kenapa harus beli lagi?" Chelsea bertanya dengan cemberut."Biasanya yang protes itu karena kurang. Kalau kelebihan, kenapa komplain?" tanya Nathan lagi."Aku harus jawab apa kalau ayah dan ibu bertanya, dari mana semua baju ini," ucap Chelsea."Kenapa mereka bertanya?""Kamu ini ngerti nggak, sih. Kamu beli baju terlalu banyak. Pasti ayah akan bertanya, karena aku tak memiliki uang. Apa lagi ibu dan Kak Desy. Mereka akan bertanya sampai dapat jawaban pasti," jawab Chelsea."Kamu tak perlu menjawab dan kedua orang tuamu tak akan bertanya. Karena kamu tak akan bawa baju-baju ini pulang. Kamu akan tinggal di apartemen dekat perusahaan'ku. Aku akan mengantar

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga Belas

    Setelah sarapan, Chelsea pamit dengan nenek. Tadi dia sempat menolak untuk bekerja di perusahaan Nathan, tapi nenek tetap memaksa. Dia bertanya, apa alasan dirinya tak mau bekerja di perusahaan Nathan. Tak mungkin memberikan alasan sebenarnya, akhirnya Chelsea menerima tawaran itu.Chelsea mengikuti langkah kaki Nathan menuju garasi mobil. Berhenti saat Nathan membuka pintu mobil. Gadis itu memilih duduk di belakang, sehingga pria itu kesal."Duduk depan ...!" perintah Nathan sambil membuka pintu belakang agar gadis itu keluar."Aku di sini saja," jawab Chelsea."Aku bukan supir'mu!" seru Nathan dengan sedikit membentak.Chelsea sedikit takut mendengar bentakan Nathan. Tapi, gadis itu masih belum bergerak. Dia masih tetap duduk di bangku belakang. Hal itu membuat kesabaran Nathan yang setipis tisu menjadi geram. Dia lalu menarik sedikit tangan gadis itu agar mendekat ke pintu. Setelah itu menggendongnya."Nathan, turunkan aku! Nanti ada yang lihat," ucap Chelsea.Nathan tak mau menden

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Dua Belas

    Pagi harinya, Chelsea terbangun. Dia langsung menuju kamar mandi. Gadis itu ingin segera pulang. Dia harus mencari kerja. Ayahnya tak ada memberikan uang buat pegangan.Chelsea tak mau membuat kesalahan yang sama. Dia tak mandi, karena takut tak ada baju ganti. Tapi saat dia akan mengambil tas di atas meja, dia melihat paperbag dan ada tulisan tangan. "Untuk calon adik ipar tercinta."Chelsea membukanya dan melihat ada gaun yang sangat manis. Gaun lengan pendek dan dalamnya selutut. Tak sek'si. Seperti yang dia pakai saat ini.Di dalamnya juga lengkap dengan pakaian dalam. Gadis itu menarik napas dalam."Kenapa Nathan bisa tau ukuran pakaian dalamku? Apakah dia melihat dari pakaian dalamku dan bajuku yang tertinggal?" tanya Chelsea dalam hatinya.Chelsea membuka bajunya. Dia ingin mandi karena sudah memiliki pakaian ganti. Saat dia membuka baju, jadi teringat jika seluruh bagian tubuhnya, sudah pernah dilihat oleh Nathan."Bajuku masih berada di rumah Nathan. Takutnya pria itu menyimp

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Sebelas

    Chelsea menjadi ketakutan. Dia tak akan menyerah begitu saja."Jika kamu berani melakukan pelecehan padaku, aku akan berteriak dan mengatakan pada nenek," ancam Chelsea."Memang kamu pikir aku akan melakukan apa?" Nathan balik bertanya.Nathan lalu bangun dan duduk di samping Chelsea. Gadis itu pun langsung bangun. Dia takut jika pria itu benar-benar ingin melecehkannya."Aku ... aku, tak suka caramu," ucap Chelsea terbata. Tak tahu harus mengatakan apa."Makanya, pikiran itu jangan kotor aja. Aku sudah pernah bilang, kalau aku tak akan melakukan hubungan dengan paksaan. Aku mau wanita itu yang menginginkan. Jatuh dong harga diriku yang ganteng paripurna ini, jika sampai memaksa seorang wanita untuk melakukan hal tersebut," ucap Nathan.Chelsea tampak menarik napas lega. Dia sedikit percaya jika Nathan tak akan memaksa. Buktinya, di saat dia pingsan, jika pria itu ingin melakukan hal tak baik, bisa saja dia lakukan saat itu."Sini, aku olesi lehermu. Biar hilang tandanya. Biar nanti a

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Sepuluh

    Chelsea berjalan dengan cepat menuju tempat mobil sang terparkir. Tak ingin pria itu marah dan . memakinya lagi.Tanpa Chelsea sadari, Nathan mengikuti dari belakang. Dia ingin memastikan jika gadis itu tak akan kabur."Ayah, aku mau menginap di sini," ucap Chelsea pelan. Dia takut ayahnya akan marah."Apa-apaan sih kamu, kayak wanita tak bener aja. Baru kenalan dah menginap di rumah pria," ucap Desy."Ada nenek. Lagi pula tak ada Yendra, mereka sudah pulang," ucap Chelsea."Baiklah. Tapi, jangan buat malu nama keluarga!" jawab ayah Candra.Chelsea tersenyum karena telah diizinkan. Padahal dalam hatinya berharap sang ayah memaksanya pulang. Biar ayahnya yang berdebat dengan Nathan.Nathan tersenyum mendengar jawaban sang ayah. Pria itu langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu.Di dalam mobil, Desy langsung protes atas keputusan sang ayah. Dia tadi melihat Nathan tersenyum saat ayah mengizinkan. Dia curiga dengan mereka berdua."Kenapa Ayah izinkan Chelsea menginap. A

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tujuh

    Tante Erna masuk ke kamar Chelsea. Dia mendekati gadis itu yang sedang melamun di dekat jendela.Chelsea teringat saat neneknya meninggal. Ayahnya datang menjemput dan membujuknya pulang. Selama dua hari di kampung, sang ayah bersikap baik. Sehingga dia pikir, ayahnya mungkin telah menyesal dan ing

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Enam

    Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu."Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodo

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga

    Salah seorang wanita yang bekerja di rumah Nathan, mengantar Chelsea ke kamar tamu. Dia memandangi jalanan. Tampak hujan mulai turun."Apakah Ayah akan mencari ku? Tak mungkinlah. Ayah pasti tak tau jika aku kabur dari rumah. Tapi, aku rasa memang sebaiknya aku terima saja pertunangan ini. Bukankah

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Satu

    Chelsea yang sedang kesal dengan kedua orang tuanya, berjalan pelan menyusuri jalanan kota. Dia belum bisa menerima keputusan mereka yang menjodohkan dirinya dengan anak sahabatnya.Saat sedang berjalan, tiba-tiba muncul dua orang pria. Salah seorang dari mereka langsung menarik tas milik Chelsea.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status