공유

Bab Lima

작가: Mama Reni
last update 게시일: 2026-05-07 20:40:14

Setelah mengganti bajunya, Chelsea bermaksud keluar dari kamar. Dengan kaos crop top dan celana pendek jeans sepaha. Dia kembali bercermin untuk mematut pakaiannya.

"Ukurannya pas banget. Kenapa Nathan bisa tau, apakah dia mengukurnya saat aku pingsan?" tanya Chelsea dalam hatinya.

Chelsea menggelengkan kepala untuk menepis pikirannya tentang Nathan. Dia tak mau peduli lagi, apakah pria itu telah melihat seluruh bagian tubuhnya atau bukan. Dia juga akan segera pergi dan tak akan kembali lagi. Mungkin tak akan bertemu lagi.

Saat kakinya akan melangkah keluar kamar, mata Chelsea melihat ada dompet di bawah ranjang. Dia berjongkok untuk mengambilnya.

"Oh, dompet Nathan. Pasti jatuh saat dia tidur di sini tadi malam," ucap Chelsea.

Chelsea meraih dompet dan melihat isinya. Ada foto dan beberapa kartu saja. Dia memeriksa bagian dalam. Ada beberapa lembar uang kertas seratus ribu.

"Aku ambil saja. Dia tak akan tau. Lain kali jika bertemu akan aku kembalikan. Saat ini aku butuh buat pegangan, jika seandainya Ayah dan Ibu menghukum ku dan tak memberiku makan, setidaknya aku ada pegangan," ucap Chelsea.

Chelsea memasukan uang sekitar satu juta ke dalam saku celananya. Dia berjalan keluar. Saat melihat Nathan, gadis itu lalu menghampiri.

"Aku mau pulang. Terima kasih karena telah menolong dan mengizinkan menginap di sini. Aku pasti akan ingat semua kebaikanmu," ucap Chelsea.

Nathan tak menjawab ucapan gadis itu. Dia memandangi Chelsea dari ujung kepala hingga kaki. Dia lalu berdiri dan mendekatinya.

"Hans ...," teriak Nathan. Gadis itu heran melihat Nathan yang tiba-tiba berteriak.

Seorang pria yang selalu berdampingan kemana Nathan pergi, datang dengan berjalan tergesa. Dia menghampiri pria itu dengan menunduk.

"Ada apa, Pak?" tanya Hans dengan kepala tetap menunduk.

"Siapa yang beli baju Chelsea?" tanya Nathan dengan suara datar.

"Saya yang pesan, dengan mengatakan baju untuk gadis usia sekitar dua puluh tahun. Ada apa, Pak?" Hans balik bertanya.

"Kau lihat baju yang dia pakai. Apa tak ada baju lain. Itu cocoknya untuk anak SD. Baju gantung, dan terlihat pusar!" seru Nathan.

Chelsea lalu melihat ke arah perutnya. Memang terlihat pusarnya. Tapi, dia menyukai baju itu. Seperti yang sering dilihat di media sosial. Baju kaos crop dan celana pendek. Style Korea kata remaja sekarang.

"Tapi aku suka ...," jawab Chelsea secara tiba-tiba.

Nathan kembali menatap ke arah gadis itu dengan intens. Membuat dia jadi salah tingkah.

"Aku tak minta pendapat darimu!" seru Nathan dengan suara datar.

Chelsea jadi terdiam. Hans kembali menunduk setelah sempat melirik sebentar tadi.

"Maaf, Pak. Saya memang salah. Tak bertanya dulu baju apa yang pantas untuk Mbak Chelsea," ucap Hans dengan sedikit gugup.

Dia takut Nathan benar-benar marah dan habislah dirinya. Pria itu menatap Hans tajam.

"Gajimu aku potong satu bulan. Lain kali tak ada kata maaf untuk kesalahanmu! Seharusnya kau bertanya dulu sebelum pesan!" ujar Nathan dengan suara tegas.

"Baik, Pak. Saya salah," ucap Hans lagi.

Chelsea maju mendekati Nathan. Lalu memukul lengannya. Membuat pria itu jadi heran.

"Kenapa kamu memukulku?" tanya Nathan dengan wajah keheranan.

"Kamu itu kejam! Kenapa memotong gaji orang sesuka hati saja. Dia tak salah karena kamu tak mengatakan apa pun mengenai keinginanmu. Lagi pula aku suka. Dari dulu aku pengen beli baju kayak gini. Biar bisa seperti Lisa blackpink," ucap Chelsea dengan tersenyum. Dia membayangkan dirinya seperti artis idolanya itu, dikerumuni fans dan jalan-jalan keliling dunia.

Nathan melihat Chelsea yang tersenyum sendiri menjadi bergidik. Takut gadis itu kerasukan. Dia lalu menoyor kepalanya.

"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa senyum-senyum?" tanya Nathan.

Chelsea jadi cemberut karena khayalannya jadi buyar. Dia memandangi Nathan tanpa ada lagi rasa takut seperti kemarin.

"Kamu mengganggu khayalanku. Aku tadi sedang membayangkan jalan-jalan ke Korea dan bertemu Lisa. Berfoto dengannya," ucap Chelsea dengan wajah yang berseri.

Dan kembali kepala Chelsea di toyor Nathan. Dia lalu mendekati gadis itu dan menarik pinggangnya, sehingga saat ini keduanya begitu dekat.

"Apakah kau ingin sekali ke Korea?" tanya Nathan sambil menatap wajah Chelsea dengan intens.

Chelsea yang tak biasa dekat dengan lawan jenis, memundurkan tubuhnya. Dia lalu menggeleng.

"Aku hanya berani mengkhayal," jawab Chelsea.

"Kalau memang kau ingin kesana dan bertemu Lisa, aku bisa mengaturnya. Tunggu aku Carikan jadwal dulu," ucap Nathan.

"Tak perlu. Aku harus pulang. Ayah pasti mencari ku. Terima kasih," ucap Chelsea.

Tanpa menunggu jawaban dari Nathan, Chelsea langsung berlari. Pria itu lalu memerintahkan Hans untuk mengikuti.

"Ikuti kemana dia pergi!" perintah Nathan.

Saat dia hendak menuju ke ruang kerja. Ponselnya berdering. Nathan melihat nama papanya di layar. Dia lalu membiarkan tanpa ada keinginan mengangkat. Namun, karena ponsel terus berdering, akhirnya dia menyerah.

"Ada apa ...?" tanya Nathan begitu mengangkat sambungan ponselnya.

"Lusa ada pertemuan keluarga. Adikmu akan bertunangan. Aku harap kau bisa hadir. Jangan ada alasan lagi!" ucap papanya.

"Apa urusannya denganku?" tanya Nathan.

"Tentu saja ada, kau abangnya!" seru sang papa.

"Dia bukan adikku. Aku tak memiliki adik. Apa papa lupa jika aku anak satu-satunya mama!" seru Nathan dengan suara penuh penekanan.

"Jangan kekanakan, Nathan. Usiamu sudah lebih dari tiga puluh tahun. Kau bukan anak muda lagi. Pikiranmu jangan picik!" ucap papa dengan nada tak kalah besar.

"Aku lihat dulu," jawab Nathan. Dia langsung mematikan sambungan telepon.

Nathan menarik napas dalam. Hubungannya dengan sang papa tak pernah baik sejak pria itu ketahuan selingkuh dengan adik sepupu ibunya.

Benar, ibu tirinya saat ini adalah tantenya sendiri. Mereka ketahuan sedang bercinta saat ibunya sedang berperang melawan penyakitnya. Dengan alasan ibunya yang sudah tak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya, mereka akhirnya memutuskan menikah..

Adiknya yang di sebut sang papa tadi adalah anak dari Tante atau ibu tirinya. Mereka tak sedarah. Papa Nathan lebih menyayangi anak itu karena menurutnya lebih patuh dan penurut.

"Sampai kapan pun aku tak bisa melupakan tangisan mama karena pengkhianat yang papa lakukan. Apa lagi wanita itu adalah adiknya mama," ucap Nathan.

Nathan lalu berjalan kembali menuju ke ruang kerjanya. Semua yang dia miliki saat ini adalah peninggalan sang mama. Dia yang meneruskan usahanya.

"Ma, maaf, aku masih belum bisa memaafkan kesalahan papa. Walau mama selalu memintaku untuk memaafkan dan menerima papa, tapi hatiku belum bisa. Aku masih belum bisa menerima kenyataan, kalau dia lebih memilih Tante Tia dan menceraikan mama di saat mama harus berjuang dengan penyakit," gumam Nathan dalam hatinya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Lima Belas

    Chelsea keluar dengan membawa satu tas saja. Sepertinya barang miliknya memang tidak banyak."Bu, Kak Desy, tolong katakan sama ayah, aku pindah ke apartemen. Mulai besok aku kerja di perusahaan Bang Nathan. Kalau ada yang mau ayah tanyakan, bisa cari aku ke sana," ucap Chelsea."Kenapa kamu nggak langsung pamit sama ayah. Apa kamu takut tak diizinkan?" tanya Desy."Tak ada alasan Pak Chandra tak mengizinkan Chelsea bekerja di perusahaan milikku!" ucap Nathan dengan suara tegas.Desy tampak menarik napas dalam. Dia tak berani terlalu banyak bicara. Takut mengundang kemarahan Nathan."Nak Nathan, apa tidak sebaiknya menunggu ayahnya pulang dulu. Atau besok saja Chelsea pindah ke apartemen. Bagaimana manapun dia anak gadis. Masih tanggung jawab ayahnya," ucap Tante Erna.Tante Erna berusaha menahan Chelsea. Dia harus tahu, apa yang dilakukan di rumah Neneknya Nathan, sehingga dia bisa langsung diterima bekerja dia perusahaan pria itu. Selama ini yang dia tahu, antara Nathan dan Yendra t

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Empat Belas

    "Kenapa banyak banget belinya?" tanya Chelsea saat berada di dalam mobil."Apa masih kurang? Kamu mau kita beli lagi? Mau dibeli dengan butiknya sekalian?" tanya Nathan dengan suara datar.Chelsea mengambil majalah yang ada di dalam mobil dan memukulnya ke lengan Nathan. Merasa kesal dengan pertanyaan pria itu."Ini sudah kebanyakan. Kenapa harus beli lagi?" Chelsea bertanya dengan cemberut."Biasanya yang protes itu karena kurang. Kalau kelebihan, kenapa komplain?" tanya Nathan lagi."Aku harus jawab apa kalau ayah dan ibu bertanya, dari mana semua baju ini," ucap Chelsea."Kenapa mereka bertanya?""Kamu ini ngerti nggak, sih. Kamu beli baju terlalu banyak. Pasti ayah akan bertanya, karena aku tak memiliki uang. Apa lagi ibu dan Kak Desy. Mereka akan bertanya sampai dapat jawaban pasti," jawab Chelsea."Kamu tak perlu menjawab dan kedua orang tuamu tak akan bertanya. Karena kamu tak akan bawa baju-baju ini pulang. Kamu akan tinggal di apartemen dekat perusahaan'ku. Aku akan mengantar

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga Belas

    Setelah sarapan, Chelsea pamit dengan nenek. Tadi dia sempat menolak untuk bekerja di perusahaan Nathan, tapi nenek tetap memaksa. Dia bertanya, apa alasan dirinya tak mau bekerja di perusahaan Nathan. Tak mungkin memberikan alasan sebenarnya, akhirnya Chelsea menerima tawaran itu.Chelsea mengikuti langkah kaki Nathan menuju garasi mobil. Berhenti saat Nathan membuka pintu mobil. Gadis itu memilih duduk di belakang, sehingga pria itu kesal."Duduk depan ...!" perintah Nathan sambil membuka pintu belakang agar gadis itu keluar."Aku di sini saja," jawab Chelsea."Aku bukan supir'mu!" seru Nathan dengan sedikit membentak.Chelsea sedikit takut mendengar bentakan Nathan. Tapi, gadis itu masih belum bergerak. Dia masih tetap duduk di bangku belakang. Hal itu membuat kesabaran Nathan yang setipis tisu menjadi geram. Dia lalu menarik sedikit tangan gadis itu agar mendekat ke pintu. Setelah itu menggendongnya."Nathan, turunkan aku! Nanti ada yang lihat," ucap Chelsea.Nathan tak mau menden

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Dua Belas

    Pagi harinya, Chelsea terbangun. Dia langsung menuju kamar mandi. Gadis itu ingin segera pulang. Dia harus mencari kerja. Ayahnya tak ada memberikan uang buat pegangan.Chelsea tak mau membuat kesalahan yang sama. Dia tak mandi, karena takut tak ada baju ganti. Tapi saat dia akan mengambil tas di atas meja, dia melihat paperbag dan ada tulisan tangan. "Untuk calon adik ipar tercinta."Chelsea membukanya dan melihat ada gaun yang sangat manis. Gaun lengan pendek dan dalamnya selutut. Tak sek'si. Seperti yang dia pakai saat ini.Di dalamnya juga lengkap dengan pakaian dalam. Gadis itu menarik napas dalam."Kenapa Nathan bisa tau ukuran pakaian dalamku? Apakah dia melihat dari pakaian dalamku dan bajuku yang tertinggal?" tanya Chelsea dalam hatinya.Chelsea membuka bajunya. Dia ingin mandi karena sudah memiliki pakaian ganti. Saat dia membuka baju, jadi teringat jika seluruh bagian tubuhnya, sudah pernah dilihat oleh Nathan."Bajuku masih berada di rumah Nathan. Takutnya pria itu menyimp

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Sebelas

    Chelsea menjadi ketakutan. Dia tak akan menyerah begitu saja."Jika kamu berani melakukan pelecehan padaku, aku akan berteriak dan mengatakan pada nenek," ancam Chelsea."Memang kamu pikir aku akan melakukan apa?" Nathan balik bertanya.Nathan lalu bangun dan duduk di samping Chelsea. Gadis itu pun langsung bangun. Dia takut jika pria itu benar-benar ingin melecehkannya."Aku ... aku, tak suka caramu," ucap Chelsea terbata. Tak tahu harus mengatakan apa."Makanya, pikiran itu jangan kotor aja. Aku sudah pernah bilang, kalau aku tak akan melakukan hubungan dengan paksaan. Aku mau wanita itu yang menginginkan. Jatuh dong harga diriku yang ganteng paripurna ini, jika sampai memaksa seorang wanita untuk melakukan hal tersebut," ucap Nathan.Chelsea tampak menarik napas lega. Dia sedikit percaya jika Nathan tak akan memaksa. Buktinya, di saat dia pingsan, jika pria itu ingin melakukan hal tak baik, bisa saja dia lakukan saat itu."Sini, aku olesi lehermu. Biar hilang tandanya. Biar nanti a

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Sepuluh

    Chelsea berjalan dengan cepat menuju tempat mobil sang terparkir. Tak ingin pria itu marah dan . memakinya lagi.Tanpa Chelsea sadari, Nathan mengikuti dari belakang. Dia ingin memastikan jika gadis itu tak akan kabur."Ayah, aku mau menginap di sini," ucap Chelsea pelan. Dia takut ayahnya akan marah."Apa-apaan sih kamu, kayak wanita tak bener aja. Baru kenalan dah menginap di rumah pria," ucap Desy."Ada nenek. Lagi pula tak ada Yendra, mereka sudah pulang," ucap Chelsea."Baiklah. Tapi, jangan buat malu nama keluarga!" jawab ayah Candra.Chelsea tersenyum karena telah diizinkan. Padahal dalam hatinya berharap sang ayah memaksanya pulang. Biar ayahnya yang berdebat dengan Nathan.Nathan tersenyum mendengar jawaban sang ayah. Pria itu langsung melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu.Di dalam mobil, Desy langsung protes atas keputusan sang ayah. Dia tadi melihat Nathan tersenyum saat ayah mengizinkan. Dia curiga dengan mereka berdua."Kenapa Ayah izinkan Chelsea menginap. A

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tujuh

    Tante Erna masuk ke kamar Chelsea. Dia mendekati gadis itu yang sedang melamun di dekat jendela.Chelsea teringat saat neneknya meninggal. Ayahnya datang menjemput dan membujuknya pulang. Selama dua hari di kampung, sang ayah bersikap baik. Sehingga dia pikir, ayahnya mungkin telah menyesal dan ing

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Enam

    Chelsea keluar dari taksi setelah membayar uangnya. Dia berjalan memasuki halaman rumah dengan santainya. Saat sampai depan pintu rumah, dia mendengar perdebatan papa dan ibu tirinya. Mereka masih menginginkan dirinya bertunangan dengan anak orang kaya itu."Apa tidak sebaiknya aku menerima perjodo

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Empat

    Chelsea bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Di dalam, dia membuka seluruh pakaiannya dan memperhatikan badannya. Tak ada jejak sedikitpun atas tindakan pelecehan. Dia juga tak merasakan apa pun."Seperti yang aku dengar dari teman di kampung, katanya saat pertama melakukan sakit. Tapi aku tak m

  • Selingkuh Dengan Calon Abang Ipar    Bab Tiga

    Salah seorang wanita yang bekerja di rumah Nathan, mengantar Chelsea ke kamar tamu. Dia memandangi jalanan. Tampak hujan mulai turun."Apakah Ayah akan mencari ku? Tak mungkinlah. Ayah pasti tak tau jika aku kabur dari rumah. Tapi, aku rasa memang sebaiknya aku terima saja pertunangan ini. Bukankah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status