Share

Era Baru

Author: Ivorybeige
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-28 20:02:30

Memasuki pertengahan musim semi, seluruh wilayah kerajaan menikmati stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dekade terakhir.

Nama Ratu Meghan tak lagi diucapkan dengan nada meremehkan oleh para bangsawan; ia kini dihormati sebagai pengatur strategi hukum dan ekonomi yang ulung di samping kekuatan militer Sang Raja.

​Namun, di tengah ketenangan yang tampak sempurna di permukaan, sebuah laporan rahasia mendarat di meja kerja Ralph pada suatu malam yang sunyi.

​Bapa Anselm masuk tan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Era Baru

    Memasuki pertengahan musim semi, seluruh wilayah kerajaan menikmati stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dekade terakhir. Nama Ratu Meghan tak lagi diucapkan dengan nada meremehkan oleh para bangsawan; ia kini dihormati sebagai pengatur strategi hukum dan ekonomi yang ulung di samping kekuatan militer Sang Raja.​Namun, di tengah ketenangan yang tampak sempurna di permukaan, sebuah laporan rahasia mendarat di meja kerja Ralph pada suatu malam yang sunyi.​Bapa Anselm masuk tanpa mengetuk pintu—sebuah tindakan tidak biasa yang menandakan kegentingan situasi. Di tangannya, ia memegang sebuah tabung tembaga berisi kertas perkamen tipis dari jaringan mata-mata kerajaan yang beroperasi di pinggiran Pegunungan Utara.​"Paduka," panggil Bapa Anselm dengan suara diredam. "Laporan dari pos pemantau jauh di Benteng Celah Hitam. Ini bukan mengenai Kerajaan Barat atau klan Vance."​Ralph yang sedang mempelajari peta pertahanan pesisir mendongak. Matanya yang tajam menangkap ket

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Perjanjian Ini Sah

    Dua bulan pasca-penarikan mundur pasukan Kerajaan Barat, konsolidasi kekuatan internal mencapai puncaknya. Salju di sekitar benteng mulai mencair, membuka akses jalan utama menuju Wilayah Selatan dan Barat. Di bawah arahan Ratu Meghan, jalur logistik baru tidak hanya mengamankan pasokan pangan, tetapi juga memperkuat pos-pos pemeriksaan militer di seluruh perbatasan.​Namun, kedamaian di permukaan itu pecah saat Fajar pertama musim semi tiba.​Bapa Anselm memasuki Aula Kerja Kerajaan dengan langkah tergesa-gesa. Di tangannya, ia membawa sebuah kotak kayu hitam tanpa ukiran yang dikirimkan oleh kurir anonim dari pelabuhan perbatasan Wilayah Timur. Jalur laut yang selama ini dianggap paling aman dan netral.​"Paduka, Ratu Meghan," panggil Bapa Anselm, suaranya mengandung nada kecemasan yang tak mampu ia sembunyikan. "Kotak ini tiba bersama stempel segel milik Konsul Dagang Wilayah Timur. Namun operatesi pemeriksaan di perbatasan menemukan noda darah yang mengering di bawah alasnya."​

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Keputusan Baru

    Penarikan mundur pasukan Kerajaan Barat dari garis perbatasan di Pegunungan Utara membawa keheningan yang serasa asing bagi Benteng Celah Hitam. Asap dari perkemahan militer di seberang jurang perlahan meluruh, menyisakan hamparan salju putih yang tak lagi ternoda oleh derap sepatu paku para prajurit.​Di balai utama benteng, Ralph berdiri melipat tangan di depan perapian batu yang menyala membara. Suara kayu terbakar dan desis angin luar yang menghantam dinding tebal menjadi satu-satunya bunyi yang mengisi ruangan. Meski ancaman perang terbuka berhasil ditangkis tanpa perlu meneteskan darah di perbatasan, ekspresi di wajah Sang Raja tetap menyiratkan kewaspadaan yang tak sedikit pun memudar.​Meghan melangkah mendekat, membiarkan jubah wol tebalnya terurai sedikit saat ia berdiri di samping Ralph. Di dalam pelukan inang pengasuh di ruang dalam yang hangat, Ashton sedang terlelap, jauh dari ketegangan politik yang baru saja mengancam masa depannya.​"Kau tampak tidak sepuas yang kuba

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Invasi

    Tiga minggu berikutnya berlalu dalam kesibukan yang dingin dan terukur di seluruh penjuru benteng. Musim dingin menyelimuti ibu kota dengan lapisan es tebal, membekukan kolam-kolam batu dan melapisi benteng granit dengan warna putih yang pucat. Namun di dalam Ruang Strategi Istana Agung, pergerakan justru berlangsung hangat dan intens.​Ralph tidak membuang waktu. Sebagai penguasa yang dibesarkan di medan perang, ia tahu betul bahwa ancaman dari Kerajaan Barat di balik Pegunungan Utara bukanlah gertakan belaka. Tiga divisi infantri yang disiagakan di perbatasan adalah kekuatan tempur nyata yang sanggup menembus celah-celah gunung jika jalur pertahanan tidak diperkuat sebelum es mencair.​"Panglima Gomund telah menempatkan empat ratus prajurit pemanah di Benteng Celah Hitam," ujar Lord Silas, menunjuk maket kayu yang menggambarkan garis perbatasan utara di atas meja besar. "Namun masalah utamanya bukan pada jumlah prajurit kita, Paduka. Masalahnya ada pada legalitas traktat tersebut di

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Badai Reda

    Pembersihan Pasca-Pemberontakan dan konsolidasi kekuasaan tidak berjalan dalam semalam. Meski Elanor dan Lord Vane telah dijatuhi hukuman pengkhianatan tingkat tinggi, dampak kekacauan politik yang mereka tinggalkan merembet ke tatanan birokrasi dan militer.​Dua minggu setelah peristiwa di Menara Utara, Aula Barat dipenuhi oleh tumpukan naskah penyitaan aset. Ralph duduk di meja kerja utamanya, didampingi Lord Silas dan Bapa Anselm. Mereka tidak lagi membahas legitimasi, melainkan restrukturisasi Dewan Kabinet yang kehilangan hampir separuh anggotanya akibat pembersihan pengikut Vane.​"Tujuh fraksi bangsawan dari Wilayah Selatan mengajukan penundaan pembayaran pajak musim dingin, Paduka," ujar Lord Silas seraya menyodorkan perkamen berstempel lilin hijau. "Mereka beralasan bahwa penangkapan Lord Vane mengganggu jalur perdagangan gandum mereka."​Ralph mengambil perkamen tersebut, membacanya sekilas, lalu melemparkannya kembali ke meja. "Vance menggunakan dana pajak Selatan untuk m

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Menang?

    Udara di atas jurang terasa membeku. Dalam hitungan detik yang memotong napas, Ralph melemparkan separuh tubuhnya melewati celah benteng yang runtuh. Jemari besarnya mencengkeram tebalnya selimut kain beludru Ashton yang melayang. Hanya beberapa inci sebelum bayi itu sepenuhnya tersedot oleh gravitasi kehampaan!​Dengan sisa kekuatan di lengan kanannya, Ralph menahan bobot tubuhnya sendiri yang tergantung di tepi dinding batu yang licin oleh salju. Buku-buku jarinya memutih, mencengkeram tepian batu kasar sambil memeluk erat Ashton ke dadanya. Suara tangis Ashton kecil yang memecah dinginnya malam menjadi bukti bahwa bayi itu masih bernapas di dalam dekapannya.​"Aku menangkapmu ... aku memegangmu, Nak," bisik Ralph, suara bass-nya serak, terengah-engah melawan deru angin yang meraung dari dasar jurang.​Di atas pelataran benteng, situasi pecah menjadi kegelapan yang buas.​Melihat pembunuh bayaran itu melepaskan Ashton, Meghan tidak lagi bertindak sebagai seorang wanita yang membutu

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Protokol Selir

    Pelayan-pelayan di paviliun Barat bekerja dengan keheningan yang disiplin. Tidak ada percakapan santai, yang terdengar hanyalah gesekan sisir tulang dan gemerincing botol parfum. Meghan duduk tegak, membiarkan rambutnya ditarik ke atas dengan kencang, dipilin dengan teknik gelung tinggi yang rum

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Sekolah Selir

    Meghan melangkah menyusuri lorong panjang yang dihiasi permadani dinding tebal. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu jati raksasa menuju perpustakaan agung. Dua penjaga bersenjata tombak menyilangkan senjata mereka, sementara seorang pelayan senior dengan pakaian kaku menghalangi jalannya.

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Ducat Meghan

    Meghan membiarkan pakaian sutra birunya merosot ke lantai marmer yang dingin dengan gerakan yang lambat. Ia berdiri dengan kepala terangkat, memamerkan lekuk tubuhnya yang sehat dan sempurna di bawah cahaya temaram lampu minyak. Dalam benak Nadira, ini adalah senjatanya. Ia tahu betapa kuat daya t

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Buka Pakaianmu Sekarang

    Meghan dipaksa berdiri dan diseret menjauh dari kerumunan. Ia sempat melirik ke arah ayahnya, Baron Valerius, yang hanya bisa menunduk lesu tanpa berani menatap mata putrinya. Langkah kaki Meghan bergema di lorong-lorong istana yang panjang dan sunyi. Setiap langkah itu terasa seperti dentuman gen

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status