LOGINSetelah bertemu dengan pria misterius itu Yong-hwa merenungkan dirinya didalam kamar, ia meresapi perkataan dari pria itu seolah memberikan isyarat untuk menyampaikan pesan kepadanya
"Apa yang dimaksud pria itu?"
"Apa ini ada hubungannya dengan Gumiho itu?"
Yong-hwa masih sangat penasaran dengan perkataan dari pria itu, ia belum bisa melepaskan simpul dihatinya mengenai masalah dengan gumiho yang berada di samping Jendral Kang Yi
Dalam hati Yong-hwa ia semakin bertekad untuk segera menjauhakn Jendral Kang Yi dengan makhluk jahat itu.
Malam kedua perjalanan menuju Ibukota berjalan dengan lancar tanpa ada serangan dari kawanan srigala seperti malam sebelumya
Pagi ini mereka melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota, Jendral Kang Yi memimpin perjalanan
Ditandu Hae-rin duduk dengan tenang dengan banyaknya makanan buah segar yang sudah disiapkan sebelum perjalanan ini dimulai kembali
Hae-rin begitu senang sehingga secara tidak sengaja ekornya muncul meskipun hanya sesaat dan Kang Yi mengetahui itu.
Pada sore hari rombongan Jendral Kang Yi berada digerbang utama kota, saat memasuki kota sambutan dari masyarakat begitu meriah, Hae-rin yang berada ditandu begitu penasaran sehingga ia mengeluarkan kepalanya keluar tandu melihat apa yang terjadi, ia begitu takjub dengan banyaknya orang yang menyambut kedatangan mereka.
Rakyat yang berada saat menyambut kedatangan rombongan melihat seorang wanita cantik yang berada ditandu sang Jendral, mereka begitu penasaran siapa gerangan wanita cantik yang dibawa sang Jendral.
Berita mengenai Jendral Kang Yi membawa wanita cantik menyebar begitu cepat termasuk dengan keluarga besarnya yang berada dipaviliun Kang.
Saat tiba di paviliun keluarga Kang, Kang Yi secara pribadi membatu Hae-rin turun dari tandu dan semua ini disaksikan oleh keluarga besar Kang.
Dibalik kerumunan keluarga Kang ada sepasang mata yang terlihat dingin dan tidak menyukai kedatangan wanita yang dibawa Kang Yi ia adalah sang Kakek.
Saat memasuki paviliun Kang Yi memberikan salam kepada petua yang ada disana, Hae-rin yang belum mengetahui tradisi manusia fana hanya mengikuti apa yang dilakukan Kang Yi
Kang Yi membawa Hae-rin ke ruang jamuan utama disana ia menjelaskan siapa Hae-rin, Kang Yi mengatakan Hae-rin adalah penyelamatnya tanpa bantuanya mungkin ia tidak bisa berkumpul kembali dengan keluarga Kang.
Dalam jamuan makan malam itu Kang Yi juga mengungkapkan niatnya untuk menikahi Hae-rin, perdebatan pun terjadi sang kakek menentang keras niat Kang Yi karena Kang Yi akan segera dinikahkan dengan putri dari perdana menteri dan rencana ini sudah disetujui oleh sang raja.
Kang Yi menolak keras dengan rencana yang dikatakan sangat kakek, ia bersikeras untuk menikah dengan Hae-rin apapun yang terjadi.
Sang kakek menyetujui Kang Yi menikah dengan Hae-rin namun dengan syarat Hae-rin hanya bisa menjadi seorang selir bukan istri sah, karena identitas Hae-rin yang bukan seorang bangsawan.
Keputusan yang sangat berat untuk Kang Yi tetepi berpisah dengan Hae-rin ia tidak akan sanggup.
Dengan berat hati Kang Yi menyetujui rencana sang kakek.
Kabar mengenai pernikahan sang jendral yang akan dilakukan dimusim selanjutnya membuat Yong hwa merasa sangat kawatir
Ia akhirnya memberanikan diri untuk bertemu dengan sang jendral secara pribadi.
Malam itu di ruang baca milik sang Jendral, kang Yi duduk didepan meja miliknya dengan wajah yang keras, ia sangat marah saat Yong-hwa memintanya untuk meninggalkan Hae-rin.
"Jendral, Hae-rin adalah makhluk jahat, dia bukan manusia, jendral harus meninggalkanya"
"Diam Yong-hwa, siapapun dia aku tetap akan menikahinya, karena aku mencintainya"
"Jendral tidak pernah berfikir jika Hae-rin bisa saja kembali ke alamnya karena ia bukan manusia, ia seorang gumiho"
Deg
"Ia akan meninggalkan jendral Seorang diri disini, bisa saja saat Jendral lengah Hae-rin akan memakan hati Jendral"
Kang Yi diam mematung dimejanya perkataan Yong-hwa menyadarkan identitas Hae-rin, ia tidak ingin Hae-rin meninggalkanya dan kembali ke alam perinya.
"Aku akan memikirkan ini Yong-hwa, kamu bisa pergi sekarang"
Yong-hwa segera pamit pergi, ia merasa sudah bisa mempengaruhi Jendral untuk mengurungkan niatnya menikahi Hae-rin
Pagi menjelang Kang Yi menemui Hae-rin di tempatnya, sejak memasuki kediaman Kang Hae-rin ditempatkan di paviliun selatan yang dekat dengannya.
Kang Yi menjadi pria manja saat bertemu dengan Hae-rin, disana Kang Yi bersikap seolah pertemuan dengan Yong hwa semalam tidak pernah terjadi.
"Kang Yi, kamu terlihat murung apa yang terjadi?" Ucap Hae-rin sambil mengelus lembut kepala Kang Yi yang berada dipangkuanya
"Tidak ada, aku hanya takut kamu meninggalkanku"
"Aku tidak akan meninggalkanmu Kang Yi, kecuali kamu menghianatiku"
"Aku tidak akan menghianatimu aku janji"
Hari demi hari berlalu Kang Yi masih memikirkan bagaimana cara membuat Hae-rin menjadi manusia, setelah pertemuannya dengan Yong-hwa ia selalu memikirkan bagaimana jika Hae-rin kembali ke alamnya, untuk itu ia akan mencari cara untuk membuat Hae-rin menjadi manusia seutuhnya dan hidup dengannya selamanya.
Percakapan malam itu dengan Yong-hwa secara tidak sengaja didengar sang kakek, namun Kang Yi tidak mengetahui itu, sang kakek menyimpan niat jahat untuk menipu cucunya dan mengambil keuntungan dari rencananya nanti.
Mitos mengatakan rubah ekor sembilan adalah makhluk jahat, namun dari ekornya itu membawa keberkahan dan kejayaan bagi siapa saja yang mendapatkannya, bahkan kejayaan dan kemakmuran itu akan bertahan sampai ratusan tahun sampai dengan generasi tujuh turunan.
Suatu hari Kang Yi bertemu dengan seorang pria tua pintar, Kang Yi mengatakan tujuanya kesana, pria tua itu memberikan sebuah ramuan dan pedang untuknya.
Pria itu mengatakan,
"Jika kamu ingin membuatnya menjadi manusia seutuhnya kamu harus memotong semua ekornya dengan pedang ini, sebelum itu berikan ramuan ini padanya"
"Lalu apa yang terjadi dengan sembilan ekornya tuan?"
"Aku akan membantumu, menyimpan energi dari ekor itu ke sembilan artefak yang berbeda"
"Jadi kapan semua ini bisa dilakukan tuan?"
" Tiga hari lagi, saat bulan purnama muncul dengan sempurna"
Kang Yi tidak tau bahwa ia telah ditipu dan masuk kedalam rencana yang sudah dibuat sangat kakek sebelumya, ia benar-benar percaya bahwa pria tua tadi membantunya dan bisa membuat Hae-rin menjadi manusia seutuhnya.
Tiga hari berlalu Hae-rin merasa ada sesuatu hal buruk terjadi, hari ini adalah bulan purnama ia akan kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi Gumiho seutuhnya.
Malam ini ia hanya ingin ditemani oleh Kang Yi, entah mengapa hatinya merasa ada yang janggal, Kang Yi datang membawa minuman ditanganya, ia mengatakan ia membawa sup buah kesukaannya.
Hae-rin meminumnya tanpa ragu, namun setelah beberapa saat hatinya berdenyut nyeri seperti ditusuk ribuan jarum, ia mengeluarkan banyak darah dimulutnya
"Kang Yi, apa yang kamu lakukan?"
Uhukkk
Hae-rin kembali mengeluarkan banyak darah dimulutnya
Kang Yi yang melihat itu merasa tidak tega, ia meneteskan air mata, dan berkata dengan suara gemetar
"Maaf Hae-rin aku harus melakukan ini, semua demi kebaikanmu"
Kondisi Hae-rin semakin lemas, sembilan ekornya tiba-tiba muncul bersamaan dengan seorang pria yang entah dari mana datangnya
Pria itu berkata dengan dingin,
"Sekarang potong ekornya"
Mendengar potong ekornya, Hae-rin gemetar ketakutan
"Jangan, Kang Yi kumohon" ucap Hae-rin lemas dan belinang air mata
Kang Yi yang memegang pedang ditanganya gemetar hatinya sungguh sakit melihat wanita yang dicintai memohon padanya, namun ia tidak bisa goyah untuk bisa hidup bersama Hae-rin selamanya.
Sling
Ekor pertama putus
"Akhhhhh"
Teriakan kesakitan Hae-rin mengema dipenjuru paviliun
Hae-rin merintih kesakitan, satu ekornya telah lepas, pria tua yang berdiri disamping Kang Yi segera mengambil kekuatan ekor Hae-rin dan memindahkan ke salah satu artefak yang berbentuk kipas. Artefak kipas itu kini memiliki kekuatan magis, cahaya hijau mengelilingi kipas itu. Slinggg Tebasan kedua memotong kembali ekor Hae-rin, Kang Yi masih berdiri teguh memegang pedangnya yang sudah berlumuran dar*h Hae-rin. "Aakhhhhh" Kini jeritan Hae-rin terdengar semakin menyakitkan, hingga tubuhnya terlihat bergetar, tangannya mengepal erat Manahan rasa sakit yang ia rasakan. Ekor kedua itu disimpan dalam artefak cermin tua. cahaya merah terlihat mamancar dari cermin itu "Kang Yi..hen..tikan" ucap Hae-rin lirih "Kamu bisa membunuhku, tolong hentikan, ini sangat menyakitkan""Sakit...tolong hentikan" Hae-rin sudah memohon berbelas kasih agar Kang Yi tidak melanjutkan aksinya, namun bagi Kang Yi semua itu hanya angin lalu, pandanganya sudah gelap karena tipu muslihat pria tua itu. "Ka
Setelah bertemu dengan pria misterius itu Yong-hwa merenungkan dirinya didalam kamar, ia meresapi perkataan dari pria itu seolah memberikan isyarat untuk menyampaikan pesan kepadanya"Apa yang dimaksud pria itu?""Apa ini ada hubungannya dengan Gumiho itu?"Yong-hwa masih sangat penasaran dengan perkataan dari pria itu, ia belum bisa melepaskan simpul dihatinya mengenai masalah dengan gumiho yang berada di samping Jendral Kang YiDalam hati Yong-hwa ia semakin bertekad untuk segera menjauhakn Jendral Kang Yi dengan makhluk jahat itu.Malam kedua perjalanan menuju Ibukota berjalan dengan lancar tanpa ada serangan dari kawanan srigala seperti malam sebelumya Pagi ini mereka melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota, Jendral Kang Yi memimpin perjalananDitandu Hae-rin duduk dengan tenang dengan banyaknya makanan buah segar yang sudah disiapkan sebelum perjalanan ini dimulai kembaliHae-rin begitu senang sehingga secara tidak sengaja ekornya muncul meskipun hanya sesaat dan Kang Yi menge
Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bataKang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa
Jantung Hae-rin bedegup dengan kencang saat mendengar suara Kang Yi memanggilnya, tubuhnya terasa dingin, ia merasa identitasnya sebagai gumiho sudah terbongkar, namun takdir berkata lain. Kang Yi datang ke tendanya dengan wajah kawatir untuk memberikan informasi bahwa srigala menyerang tenda yang lain, srigala ini sangat bringas seperti tidak terpengaruh dengan bunga Marigold."Hae-rin, dengar kamu harus tetap berada ditenda, jangan pernah keluar tanpa seizinku""Ada apa Kang Yi? Apa terjadi hal buruk?""Srigala itu menyerang dengan sangat bringas ke tenda prajurit yang lain, aku akan turun tangan, kamu tetep disini, di depan ada Sang-min yang menjagamu, ingat Jangan pernah keluar, mengerti?""Hemm" Hae-rin membalas Kang Yi keluar dengan tergesa, sebelum benar-benar pergi Hae-rin masih mendengar Kang Yi bercara dengan Sang-min untuk melindunginya.Tiga puluh menit telah berlalu namun Kang Yi belum kembali, Hae-rin merasa kawatir, instingnya mengatakan terjadi hal buruk dengan Kang Y
Hae-rin yang sudah satu Minggu berada ditenda Jendral Kang Yi, ia merasa sedikit demi sedikit bisa beradaptasi, disana ia diperlakukan dengan sangat baik dan masa itu juga kakinya sudah sembuh dengan sempurna.Setiap pagi ia melihat Kang Yi melatih semua prajuritnya, pria yang terlihat garang dan tegas bersama prajuritnya namun saat bersama dirinya menjadi pribadi yang sangat berbeda, lembut dan pengertian.Hae-rin menghampiri mereka, membawa seteko air untuk membantu menghilangkan dahaga, Hae-rin membawa minuman itu untuk Jendral Yi."Tuan, ini minuman untukmu" ucap Hae-rin lembutJendral Yi menerima minuman itu dengan senang hati,"Terima Kasih Hae-rin"Gleg..gleg..gelgAir itu turun membasahi tenggorokan Kang Yi, Hae-rin yang melihat itu terpesona akan sosok manusia fana yang ada didepannya ini."Kakimu sudah lebih baik Hae-rin?" "Sudah, tuan Kang""Syukurlah, baiklah ikutlah denganku dan hal penting yang harus aku bicarakan padamu"Hae-rin mengangguk sebagai balasan, Kang Yi kemu
Yoon Hae-rin adalah siluman rubah berekor sembilan (Gumiho) yang hidup abadi. Parasnya yang cantik memikat banyak kaum lawan jenisnya di alam perinya.Suatu hari Hae-rin yang berada di dunia fana mengalami kecelakaan, salah satu ekornya terluka, ia bersandar dibawah pohon yang lebat, kondisinya yang lemah butuh waktu untuk memulihkan diri dengan sendirinya.Ia menampakan wujudnya sebagai manusia, berpakaian sutra berwarna putih gaya jaman kuno yang terlihat klasik namun menawan, wajahnya yang sangat cantik memikat, kulitnya seputih porselen yang berkilau, menarik perhatian seseorang pria yang berada tidak jauh dari tempatnya.Pria itu tampak seperti bangsawan berpakaian mahal yang terbuat dari sutra, wajah yang tegas dan rupawan, duduk dengan gagahnya diatas kuda yang ia tunggangi.Rasa penasaran membuat pria itu mendekat, saat jarak mereka semakin dekat, pria itu dapat mencium aroma wangi dan segar yang ada pada wanita didepannya ini."Wanita ini sungguh menawan" ucap pria itu lirih







