Home / Fantasi / Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam / Terbongkarnya Identitas Gumiho

Share

Terbongkarnya Identitas Gumiho

last update Last Updated: 2026-01-18 17:58:20

Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.

Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.

Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi

"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bata

Kang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.

Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah  terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.

Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa dijelaskan.

"Hae-rin" ucap Kang Yi tegas tidak seperti biasanya

"Siapa kamu Hae-rin?"

Hae-rin masih diam, tidak menjawab, tubuhnya gemetar karena pertanyaan dari kang Yi

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu jika kamu jujur, jadi katakan siapa kamu?"

"Aku..aku seorang gumiho" ucap Hae-rin lirih

Mendengar kata gumiho Yong hwa yang masih terpaku ditempatanya tubuhnya menjadi bergetar sangat hebat, ia pernah mendengar mitos jika gumiho makhluk jahat yang akan memakan hati manusia. Dengan keberanian ia berkata, 

"Jendral, dia makhluk mitologi jahat, kita harus melenyapkannya"

Mendengar kata lenyap Hae-rin ketakutan, Kang Yi menyadari itu

"Diam Yong-hwa, Hae-rin tidak akan menyakiti kita, di telah menyembuhkanku jadi tidak ada alasan untuk melenyapkanya"

"Tapi Jendral.. "

"Diamlah Yong hwa, pergilah dan rahasiakan semua ini, tutup mulutmu jika hal ini tersebar aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang"

"Baik Jendral"

Yong hwa segera pergi dari sana yang masih menyisakan rasa takut dihatinya, kini di dalam tenda hanya tersisa mereka berdua, Kang Yi berusaha membujuk Hae-rin untuk tidak takut dengannya

"Hae-rin, kemarilah"

Hae-rin diam tidak bergeming,

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu"

Dengan gemetar Hae-rin mendekat ke arah Kang Yi, Kang Yi menarik tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat,

"Aku tidak akan menyakitimu, siapapun kamu Hae-rin"

"Kamu tidak takut padaku Kang Yi?"

"Apa yang harus aku takutkan?"

"Aku akan memakan hatimu"

"Ha.ha.ha" tawa Kang Yi 

"Dengan senang hati aku akan menyerahkan untukmu Hae-rin"

"Jadi, kamu benar-benar tidak takut padaku?"

"Tidak Hae-rin, kamu penyelamatku, dan aku sudah berjanji untuk melindungimu"

"Syukurlah" ucap Hae-rin bernafas lega

"Jadi ceritakan padaku tentangmu Hae-rin" ucap Kang Yi sambil melepaskan pelukannya 

Hae-rin kemudian menceritakan saat awal mereka bertemu dengannya di hutan, ia bukannya tidak punya rumah, ia hanya mengalami kecelakaan dan luka, setelah memulihkan diri, ia berencana untuk kembali ke dunia perinya, namun ia memutuskan untuk mengikutinya.

Kang Yi terharu dengan keberanian Hae-rin meninggalkan rumahnya hanya demi dirinya.

"Aku bersumpah akan selalu melindungimu" ucap Kang Yi sungguh-sungguh.

Ditenda lain Yong hwa masih terlihat ketakutan, cerita mitos itu benar-benar ia percayai sepenuh hati, sedari kecil keluargannya selalu menceritakan makhluk mitologi rubah ekor sembilan yang terkenal jahat dan suka memakan hati manusia. 

Namun ancaman dari sang Jendral tidak bisa dianggap remeh, untuk sementara ia akan menyembunyikan semua ini, ia kan menunggu waktu yang tepat untuk memisahkan sang jendral dari makhluk jahat berbulu putih itu.

Sang-min yang melihat ketakutan dan kegelisahan pada temanya merasa harus tau, Sang-min menyakan apa yang terjadi, Yong hwa berbohong jika ia takut jika kawanan srigala akan menyerang mereka lagi,

"Kamu terlihat gelisah dan ketakutan?" 

"Aku hanya takut jika kawanan srigala itu akan kembali lagi"

"Hari sudah menjelang pagi, kawanan srigala itu tidak mungkin datang lagi"

"Aku harap begitu"

Pagi menjelang

Cahaya pagi sudah menampakan wujudnya, kicauan burung membangunkan Hae-rin yang tertidur lelap dalam dekapan Kang Yi.

Kang Yi merasa ada pergerakan lain disamping tidurnya, saat membuka mata ia melihat siluet wanita yang sangat cantik yang baru saja bangun dari tidur.

Jiwa lelakinya meraung, ia ingin sekali menerjang Hae-rin dan tidak akan membiarkannya turun dari tempat tidur, memberinya kecupan dan tanda kepemilikan, sedari malam ia menahan hasrat lelakinya dan pagi ini ia juga harus tetap menahan semua itu.

Kang Yi bergegas bangun dari tidurnya sebelum ia hilang kendali karena tidak bisa menahan diri, kemudian ia keluar dari tendanya dan memerintahkan semua prajurit untuk berkemas untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota.

Para bawahan dan prajurit yang melihat sang Jendral sudah kembali pulih merasa senang, obat herbal yang ditemukan Sang-Min dan tiga teman lainya sangatlah manjur.

Perjalanan dilanjutkan kembali, Sang min dengan setia berada disamping tandu Hae-rin, duduk dengan gagah diatas kudanya.

Selama perjalanan Sang-min merasa Yong-hwa lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet banyak mengatakan hal-hal yang lucu untuk menghibur.

Sang-min menanyakan apa yang terjadi kenapa tidak seperti biasanya, Yong-hwa mengatakan ia baik-baik saja.

Malam kedua ini mereka sudah berada di desa, mereka tidak perlu membangun tenda lagi untuk bermalam, untuk itu Kang Yi memerintahkan Sang min untuk mencari penginapan.

Penginapan yang digunakan untuk bermalam mereka sangatlah sederhana, namun lebih baik daripada harus berada di hutan dengan tenda dan tidak akan tau kapan datanya kawanan srigala yang siap menerkam mereka.

Kang Yi berada satu kamar dengan Hae-rin, setelah mengetahui identitas asli Hae-rin, Kang Yi tidak akan meninggalkan Hae-rin barang sedetikpun.

Ia kawatir jika ada seseorang yang melakukan hal buruk kepada Hae-rin.

Saat makan malam Yong hwa selalu mengawasi gerak gerik Hae-rin, Kang Yi menyadari hal itu, untuk itu Kang Yi memberikan tatapan tajam kepadanya. Matanya mengisyaratkan seolah berkata tutup mulutmu dan rahasiakan apa yang kamu lihat waktu itu.

Sang-min melihat apa yang dilakukan Yong-hwa, ia begitu penasaran hingga akhirnya bertanya dengan nada lirih,

"Apa kamu membuat kesalahan Yong-hwa?"

"Hah, apa maksudmu?"

"Kamu terlihat takut saat Jendral melihatmu, katakan apa yang kamu lakukan?"

"Tidak ada, aku tidak membuat kesalahan"

"Hei jangan berbohong, aku melihat semuanya"

"Sudahlah, aku sudah kenyang, aku akan kembali terlebih dahulu"

Yong-hwa kembali terlebih dahulu kedalam kamar yang ada dipenginapan itu, namun dipertangahan jalan ia secara tidak sengaja menubruk seseorang pria dan membuat orang itu jatuh tersungkur,

Brukkk

"Maaf" ucap Yong-hwa spontan

Tanpa niat membantu Yong-hwa pergi begitu saja, namun suara dingin tiba-tiba terdengar dari pria yang tersungkur itu,

"Kamu harus menjauhinya, keberadaanya memang membawa berkah namun juga petaka"

Ucap pria itu sebelum pergi 

Yong-hwa menoleh melihat seorang pria yang terlihat seperti orang pintar

"Tuan, apa maksud anda?"

Pria itu tidak menggubris Yong-hwa, ia segera pergi dari sana dan hal itu membuat Yong-hwa menjadi sangat penasaran apa yang dimaksudnya. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 6 Hilangnya delapan ekor miliknya

    Hae-rin merintih kesakitan, satu ekornya telah lepas, pria tua yang berdiri disamping Kang Yi segera mengambil kekuatan ekor Hae-rin dan memindahkan ke salah satu artefak yang berbentuk kipas. Artefak kipas itu kini memiliki kekuatan magis, cahaya hijau mengelilingi kipas itu. Slinggg Tebasan kedua memotong kembali ekor Hae-rin, Kang Yi masih berdiri teguh memegang pedangnya yang sudah berlumuran dar*h Hae-rin. "Aakhhhhh" Kini jeritan Hae-rin terdengar semakin menyakitkan, hingga tubuhnya terlihat bergetar, tangannya mengepal erat Manahan rasa sakit yang ia rasakan. Ekor kedua itu disimpan dalam artefak cermin tua. cahaya merah terlihat mamancar dari cermin itu "Kang Yi..hen..tikan" ucap Hae-rin lirih "Kamu bisa membunuhku, tolong hentikan, ini sangat menyakitkan""Sakit...tolong hentikan" Hae-rin sudah memohon berbelas kasih agar Kang Yi tidak melanjutkan aksinya, namun bagi Kang Yi semua itu hanya angin lalu, pandanganya sudah gelap karena tipu muslihat pria tua itu. "Ka

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Mencuri Delapan Ekornya

    Setelah bertemu dengan pria misterius itu Yong-hwa merenungkan dirinya didalam kamar, ia meresapi perkataan dari pria itu seolah memberikan isyarat untuk menyampaikan pesan kepadanya"Apa yang dimaksud pria itu?""Apa ini ada hubungannya dengan Gumiho itu?"Yong-hwa masih sangat penasaran dengan perkataan dari pria itu, ia belum bisa melepaskan simpul dihatinya mengenai masalah dengan gumiho yang berada di samping Jendral Kang YiDalam hati Yong-hwa ia semakin bertekad untuk segera menjauhakn Jendral Kang Yi dengan makhluk jahat itu.Malam kedua perjalanan menuju Ibukota berjalan dengan lancar tanpa ada serangan dari kawanan srigala seperti malam sebelumya Pagi ini mereka melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota, Jendral Kang Yi memimpin perjalananDitandu Hae-rin duduk dengan tenang dengan banyaknya makanan buah segar yang sudah disiapkan sebelum perjalanan ini dimulai kembaliHae-rin begitu senang sehingga secara tidak sengaja ekornya muncul meskipun hanya sesaat dan Kang Yi menge

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Terbongkarnya Identitas Gumiho

    Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bataKang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Wujud Gumiho

    Jantung Hae-rin bedegup dengan kencang saat mendengar suara Kang Yi memanggilnya, tubuhnya terasa dingin, ia merasa identitasnya sebagai gumiho sudah terbongkar, namun takdir berkata lain. Kang Yi datang ke tendanya dengan wajah kawatir untuk memberikan informasi bahwa srigala menyerang tenda yang lain, srigala ini sangat bringas seperti tidak terpengaruh dengan bunga Marigold."Hae-rin, dengar kamu harus tetap berada ditenda, jangan pernah keluar tanpa seizinku""Ada apa Kang Yi? Apa terjadi hal buruk?""Srigala itu menyerang dengan sangat bringas ke tenda prajurit yang lain, aku akan turun tangan, kamu tetep disini, di depan ada Sang-min yang menjagamu, ingat Jangan pernah keluar, mengerti?""Hemm" Hae-rin membalas Kang Yi keluar dengan tergesa, sebelum benar-benar pergi Hae-rin masih mendengar Kang Yi bercara dengan Sang-min untuk melindunginya.Tiga puluh menit telah berlalu namun Kang Yi belum kembali, Hae-rin merasa kawatir, instingnya mengatakan terjadi hal buruk dengan Kang Y

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Kembali Ke Ibukota

    Hae-rin yang sudah satu Minggu berada ditenda Jendral Kang Yi, ia merasa sedikit demi sedikit bisa beradaptasi, disana ia diperlakukan dengan sangat baik dan masa itu juga kakinya sudah sembuh dengan sempurna.Setiap pagi ia melihat Kang Yi melatih semua prajuritnya, pria yang terlihat garang dan tegas bersama prajuritnya namun saat bersama dirinya menjadi pribadi yang sangat berbeda, lembut dan pengertian.Hae-rin menghampiri mereka, membawa seteko air untuk membantu menghilangkan dahaga, Hae-rin membawa minuman itu untuk Jendral Yi."Tuan, ini minuman untukmu" ucap Hae-rin lembutJendral Yi menerima minuman itu dengan senang hati,"Terima Kasih Hae-rin"Gleg..gleg..gelgAir itu turun membasahi tenggorokan Kang Yi, Hae-rin yang melihat itu terpesona akan sosok manusia fana yang ada didepannya ini."Kakimu sudah lebih baik Hae-rin?" "Sudah, tuan Kang""Syukurlah, baiklah ikutlah denganku dan hal penting yang harus aku bicarakan padamu"Hae-rin mengangguk sebagai balasan, Kang Yi kemu

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bertemu Manusia Fana

    Yoon Hae-rin adalah siluman rubah berekor sembilan (Gumiho) yang hidup abadi. Parasnya yang cantik memikat banyak kaum lawan jenisnya di alam perinya.Suatu hari Hae-rin yang berada di dunia fana mengalami kecelakaan, salah satu ekornya terluka, ia bersandar dibawah pohon yang lebat, kondisinya yang lemah butuh waktu untuk memulihkan diri dengan sendirinya.Ia menampakan wujudnya sebagai manusia, berpakaian sutra berwarna putih gaya jaman kuno yang terlihat klasik namun menawan, wajahnya yang sangat cantik memikat, kulitnya seputih porselen yang berkilau, menarik perhatian seseorang pria yang berada tidak jauh dari tempatnya.Pria itu tampak seperti bangsawan berpakaian mahal yang terbuat dari sutra, wajah yang tegas dan rupawan, duduk dengan gagahnya diatas kuda yang ia tunggangi.Rasa penasaran membuat pria itu mendekat, saat jarak mereka semakin dekat, pria itu dapat mencium aroma wangi dan segar yang ada pada wanita didepannya ini."Wanita ini sungguh menawan" ucap pria itu lirih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status