Home / Fantasi / Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam / Bab 4. Terbongkarnya Identitas Gumiho

Share

Bab 4. Terbongkarnya Identitas Gumiho

last update publish date: 2026-01-18 17:58:20

Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.

Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.

Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi

"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bata

Kang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.

Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.

Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa dijelaskan.

"Hae-rin" ucap Kang Yi tegas tidak seperti biasanya

"Siapa kamu Hae-rin?"

Hae-rin masih diam, tidak menjawab, tubuhnya gemetar karena pertanyaan dari kang Yi

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu jika kamu jujur, jadi katakan siapa kamu?"

"Aku..aku seorang gumiho" ucap Hae-rin lirih

Mendengar kata gumiho Yong hwa yang masih terpaku ditempatanya tubuhnya menjadi bergetar sangat hebat, ia pernah mendengar mitos jika gumiho makhluk jahat yang akan memakan hati manusia. Dengan keberanian ia berkata,

"Jendral, dia makhluk mitologi jahat, kita harus melenyapkannya"

Mendengar kata lenyap Hae-rin ketakutan, Kang Yi menyadari itu

"Diam Yong-hwa, Hae-rin tidak akan menyakiti kita, di telah menyembuhkanku jadi tidak ada alasan untuk melenyapkanya"

"Tapi Jendral.. "

"Diamlah Yong hwa, pergilah dan rahasiakan semua ini, tutup mulutmu jika hal ini tersebar aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang"

"Baik Jendral"

Yong hwa segera pergi dari sana yang masih menyisakan rasa takut dihatinya, kini di dalam tenda hanya tersisa mereka berdua, Kang Yi berusaha membujuk Hae-rin untuk tidak takut dengannya

"Hae-rin, kemarilah"

Hae-rin diam tidak bergeming,

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu"

Dengan gemetar Hae-rin mendekat ke arah Kang Yi, Kang Yi menarik tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat,

"Aku tidak akan menyakitimu, siapapun kamu Hae-rin"

"Kamu tidak takut padaku Kang Yi?"

"Apa yang harus aku takutkan?"

"Aku akan memakan hatimu"

"Ha.ha.ha" tawa Kang Yi

"Dengan senang hati aku akan menyerahkan untukmu Hae-rin"

"Jadi, kamu benar-benar tidak takut padaku?"

"Tidak Hae-rin, kamu penyelamatku, dan aku sudah berjanji untuk melindungimu"

"Syukurlah" ucap Hae-rin bernafas lega

"Jadi ceritakan padaku tentangmu Hae-rin" ucap Kang Yi sambil melepaskan pelukannya

Hae-rin kemudian menceritakan saat awal mereka bertemu dengannya di hutan, ia bukannya tidak punya rumah, ia hanya mengalami kecelakaan dan luka, setelah memulihkan diri, ia berencana untuk kembali ke dunia perinya, namun ia memutuskan untuk mengikutinya.

Kang Yi terharu dengan keberanian Hae-rin meninggalkan rumahnya hanya demi dirinya.

"Aku bersumpah akan selalu melindungimu" ucap Kang Yi sungguh-sungguh.

Ditenda lain Yong hwa masih terlihat ketakutan, cerita mitos itu benar-benar ia percayai sepenuh hati, sedari kecil keluargannya selalu menceritakan makhluk mitologi rubah ekor sembilan yang terkenal jahat dan suka memakan hati manusia.

Namun ancaman dari sang Jendral tidak bisa dianggap remeh, untuk sementara ia akan menyembunyikan semua ini, ia kan menunggu waktu yang tepat untuk memisahkan sang jendral dari makhluk jahat berbulu putih itu.

Sang-min yang melihat ketakutan dan kegelisahan pada temanya merasa harus tau, Sang-min menyakan apa yang terjadi, Yong hwa berbohong jika ia takut jika kawanan srigala akan menyerang mereka lagi,

"Kamu terlihat gelisah dan ketakutan?"

"Aku hanya takut jika kawanan srigala itu akan kembali lagi"

"Hari sudah menjelang pagi, kawanan srigala itu tidak mungkin datang lagi"

"Aku harap begitu"

Pagi menjelang

Cahaya pagi sudah menampakan wujudnya, kicauan burung membangunkan Hae-rin yang tertidur lelap dalam dekapan Kang Yi.

Kang Yi merasa ada pergerakan lain disamping tidurnya, saat membuka mata ia melihat siluet wanita yang sangat cantik yang baru saja bangun dari tidur.

Jiwa lelakinya meraung, ia ingin sekali menerjang Hae-rin dan tidak akan membiarkannya turun dari tempat tidur, memberinya kecupan dan tanda kepemilikan, sedari malam ia menahan hasrat lelakinya dan pagi ini ia juga harus tetap menahan semua itu.

Kang Yi bergegas bangun dari tidurnya sebelum ia hilang kendali karena tidak bisa menahan diri, kemudian ia keluar dari tendanya dan memerintahkan semua prajurit untuk berkemas untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota.

Para bawahan dan prajurit yang melihat sang Jendral sudah kembali pulih merasa senang, obat herbal yang ditemukan Sang-Min dan tiga teman lainya sangatlah manjur.

Perjalanan dilanjutkan kembali, Sang min dengan setia berada disamping tandu Hae-rin, duduk dengan gagah diatas kudanya.

Selama perjalanan Sang-min merasa Yong-hwa lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet banyak mengatakan hal-hal yang lucu untuk menghibur.

Sang-min menanyakan apa yang terjadi kenapa tidak seperti biasanya, Yong-hwa mengatakan ia baik-baik saja.

Malam kedua ini mereka sudah berada di desa, mereka tidak perlu membangun tenda lagi untuk bermalam, untuk itu Kang Yi memerintahkan Sang min untuk mencari penginapan.

Penginapan yang digunakan untuk bermalam mereka sangatlah sederhana, namun lebih baik daripada harus berada di hutan dengan tenda dan tidak akan tau kapan datanya kawanan srigala yang siap menerkam mereka.

Kang Yi berada satu kamar dengan Hae-rin, setelah mengetahui identitas asli Hae-rin, Kang Yi tidak akan meninggalkan Hae-rin barang sedetikpun.

Ia kawatir jika ada seseorang yang melakukan hal buruk kepada Hae-rin.

Saat makan malam Yong hwa selalu mengawasi gerak gerik Hae-rin, Kang Yi menyadari hal itu, untuk itu Kang Yi memberikan tatapan tajam kepadanya. Matanya mengisyaratkan seolah berkata tutup mulutmu dan rahasiakan apa yang kamu lihat waktu itu.

Sang-min melihat apa yang dilakukan Yong-hwa, ia begitu penasaran hingga akhirnya bertanya dengan nada lirih,

"Apa kamu membuat kesalahan Yong-hwa?"

"Hah, apa maksudmu?"

"Kamu terlihat takut saat Jendral melihatmu, katakan apa yang kamu lakukan?"

"Tidak ada, aku tidak membuat kesalahan"

"Hei jangan berbohong, aku melihat semuanya"

"Sudahlah, aku sudah kenyang, aku akan kembali terlebih dahulu"

Yong-hwa kembali terlebih dahulu kedalam kamar yang ada dipenginapan itu, namun dipertangahan jalan ia secara tidak sengaja menubruk seseorang pria dan membuat orang itu jatuh tersungkur,

Brukkk

"Maaf" ucap Yong-hwa spontan

Tanpa niat membantu Yong-hwa pergi begitu saja, namun suara dingin tiba-tiba terdengar dari pria yang tersungkur itu,

"Kamu harus menjauhinya, keberadaanya memang membawa berkah namun juga petaka"

Ucap pria itu sebelum pergi

Yong-hwa menoleh melihat seorang pria yang terlihat seperti orang pintar

"Tuan, apa maksud anda?"

Pria itu tidak menggubris Yong-hwa, ia segera pergi dari sana dan hal itu membuat Yong-hwa menjadi sangat penasaran apa yang dimaksudnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 32. Gelang Jimat Pelindung

    Di sebuah ruangan tertutup Kang Dae Ho bersama guru spiritualnya melakukan suatu ritual yaitu membuat jimat pelindung dari sang gumiho, sebuah gelang yang terbuat dari benang merah yang direndam dari d*rah hati manusi*.Hari sebelum ritual Kang Dae ho, pria tua itu menyuruh semua kepala keluarga Kang untuk memberinya d*rah hati mereka masing-masing, tujuh cabang keluarga Kang yang masih berdiri kokoh melakukan semua yang diminta pria tua itu meskipun dengan tanda tanya besar.Pengambilan d*arah hati mereka sangatlah beresiko dan hal ini terbilang sesuatu yang aneh dan tabu untuk manusia jaman modern saat ini, sehingga mereka meminta bantuan dokter profesional yang bisa di percaya untuk menjaga rahasia.Ritual itupun dilakukan, guru spiritual mulutnya terlihat terus bergerak seperti mengucapkan sebuah mantra, udara di sekitar terasa menjadi lebih dingin dari biasanya, hingga sebuah cahaya tiba-tiba menyinari gelang yang di rendam d*rah itu dan secara perlahan meredup,"Semuanya sudah

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 31. Ketakutan Kang Dae Ho

    Lee Dae-in istri dari Kang Jae Hoon masih terus memohon dan bersujud dibawah kaki pria tua itu, memohon belas kasihan dan pertolongan dari sang Penatua, alih-alih mendapatkan pertolongan Kang Dae ho malah memutuskan hubungan keluarga Kang Jae Hoon dengan keluarga Kang, pria tua itu mengatakan Kang Jae Hoon sekeluarga adalah aib dan parasit yang harus ia singkirkan, ia tidak ingin kejayaan yang telah dibangun klan Kang selama ratusan tahun runtuh karena kebodohan yang telah dilakukan keluarga Kang Jae Hoon,"Pergilah dari sini, aku masih memberimu muka untuk tidak menyeretmu keluar dengan paksa Dae-in""Kakek kumohon selamatkan kami, kami adalah keluargamu" ucap Lee Dae-in yang menangis meraung dibawah kaki pria tua ituKehormatan dan harga diri Lee Dae-in yang selama ini dijunjung tinggi kini telah hilangKeluarga lain yang hadir disana melihat semua itu mencemooh dalam hati mereka,"Tunggu surat pemutusan hubungan resmi dariku, pulanglah!""Tidak kek, kakek tidak bisa melakukan ini d

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 30. Kang Jae Hoon Ditangkap Polisi

    Hae-rin tampak ragu untuk mengatakannya, jemarinya memainkan ujung baju sementara matanya menatap lekat ke arah Seung-min, "Sebenarnya saat Jin-woo mengajakku ke ruang pribadinya untuk memperlihatkan koleksi barang kuno miliknya,...." lanjut Hae-rin dengan suara yang nyaris berbisik, "Aku melihatnya. Aku melihat kuas kuno itu di dalam sebuah kotak kaca kedap udara, diletakkan seperti sebuah pusaka suci." "Jadi kamu sudah melihatnya Hae-rin?" Hae-rin mengangguk sebagai balasan Seung-min terdiam sesaat, ia mencerna apa yang sedang terjadi, ia mengumpulkan kepingan puzel dari cerita leluhurnya, sesuatu yang membuatnya bingung adalah mengapa Jendral Kang Yi menyuruh leluhurnya mencari artefak kuno itu padahal benda itu telah disimpan sendiri oleh keluarganya, bahkan sekarang menjadi warisan di keturunannya. "Jadi benar benda itu berada di keluarga Kang, akan sulit jika mengambil benda itu di tangan mereka. Tapi Hae-rin ada hal yang membuatku bingung dan penasaran" "Apa?"

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 29. Kecurigaan Penatua Keluarga Kang

    Kang Dae-ho, pria tua yang rambutnya telah memutih sepenuhnya, duduk bersila dikursi kebesaranya dengan mata terpejam. Pria tua itu salah satu dari tiga Penatua tertinggi, tugasnya bukan lagi mengurusi bisnis, melainkan menjaga denyut spiritual keluarga mereka yang berada di artefak kuno itu. Tiba-tiba, matanya terbuka lebar. Pupil matanya bergetar hebat. "Kemalangan ini..." bisiknya dengan suara parau yang gemetar. Pria tua itu merasakan pemilik asli dari kekuatan Artefak kuno itu telah muncul, selama ratusan tahun keluarga Kang secara turun temurun tidak pernah mengalami kemalangan ataupun kemuduran dalam hal apapun, keluarga Kang berdiri kokoh bagaikan batu karang, kekayaan mereka melimpah, pengaruh politik yang besar dan mempunyai keturunan yang luar biasa. PYARRR Bunyi gelas pecah Kang Dae-ho murka saat mendengar berita yang telah disampaikan pelayan pribadinya mengenai kemalangan yang terjadi di Keluarga Kang Jin Woo, "Panggil Kang Jae-hon segera menghadap kepadak

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 28. Kecelakaan Mobil

    Ribuan komentar negatif membanjiri kolom komentar tayangan live itu, terlihat Kang Jin Woo babak belur karena mendapatkan beberapa bogem dari temannya sendiri dan beberapa dari mereka segera menolong Min-Ji yang sudah tak sadarkan diri, mereka segera membawa Min-ji ke rumah sakit, hasil pemeriksaan bahwa milik wanita itu ada sobekan yang lumayan besar hingga harus mendapatkan jahitan, wanita itu juga mendapatkan luka seperti luka cambuk ditubuhnya, kondisinya benar-benar memperihatinkan. Mereka yang melihat secara langsung kondisi Min-ji mengutuk apa yang dilakukan Kan Jin Woo kepadanya. Malam itu harusnya menjadi moment bahagia berubah menjadi badai besar yang datang untuk Kang Jin Woo. Pagi itu hujan deras mengguyur ibu kota, seolah ikut merasakan kesedihan yang Kang Jin Woo rasakan. di dalam mobil yang terparkir di depan mansion milik Hae-rin, pria itu menatap ponselnya melihat berita panas yang terjadi antara dirinya dengan Min-ji, kemaren malam ia lepas kendali karena rangsan

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 27. Awal Kehancuran

    Kang Jin Woo mengantarkan Hae-rin pulang ke mansion milik wanita itu, ia merasa khawatir dengan kondisi sang pacar yang tiba-tiba mengalami demam yang secara mendadak, Sang mama yang melihat Hae-rin dalam gendongan seorang pria, merasa ada sesuatu yang tidak beres, dan dugaanya benar, putri kesayangannya sedang sakit demam, "Kenapa dengan putriku, apa yang terjadi? tanya sang mama khawatir "Tante maaf, Hae-rin sedang demam, ia meminta untuk dibawa pulang" "Segera bawa ke kamarnya" Sang mama menunjukan dimana letak kamar Hae-rin, Kang Jin Woo menaruh Hae-rin di atas ranjangnya dengan pelan, pria itu tidak segera pergi, ia masih disana menunggu Hae-rin dengan cemas, Sang mama meminta kepala pelayan memanggil dokter pribadi miliknya untuk segera ke mansion, mereka dalam satu ruangan dengan suasana canggung, kang Jin Woo dengan sopan memperkenalkan dirinya, "Maaf tante, perkenalkan saya Kang Jin Woo, pacar Hae-rin" "Nak Jin Woo, salam kenal, nak apa yang terjadi dengan Ha

  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 8. Hilangnya delapan artefak

    Yong-hwa yang dalam kondisi pingsan dibawa ke sebuah ruang tahanan oleh dua orang bertopeng suruhan Kakek Kang Ji, disana ia dibiarkan tergeletak begitu saja dilantai tahanan yang sangat dingin. Di dalam ruangan pribadi Kakek Kang Ji merasa senang karena rencananya berjalan dengan lancar, ia dudu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 26. Salah Satu Ekornya Kembali

    Pagi yang cerah ini membuat Hae-rin begitu tidak sabar untuk betemu dengan Kang Jin Woo, wanita itu kini sedang menunggu di pintu keluar bandara, ia mengenakan dres putih dengan tampilan rambut yang dibiarkan tergerai indah. Semua orang yang melihatnya kagum dengan kecantikannya karena melebihi seo

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 25. Akan merindukanmu

    Karena rasa cemburu Kang Jin Woo akhirnya berjanji menunjukan barang-barang kuno peninggalan leluhurnya kepada Hae-rin, semenjak bersama Hae-rin pria itu bersikap posesif. "Jangan berterima kasih, apapun untukmu akan aku lakukan sayang" "sayang aku merasa kamu sudah banyak berubah" Kang Jin W

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam   Bab 24. Kang Jin Woo yang berbeda

    Semalam Seung-min yang menginap di mansion Kang Ji Hoon ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya penuh dengan pertanyaan yang tak berujung, dalam kegelisahannya itu Seung-min berusaha memejamkan matanya berusaha terlelap agar esok kembali penuh dengan energi. Ke esokan paginya Seung-min ba

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status