Share

Bab 276. DID

Author: Sweety
last update publish date: 2026-10-25 10:00:13

"Jadi, bagaimana, Kak?" Asha bertanya cemas melalui telepon. "Aku numpang di kamar Keyra aja kali ya, Kak?"

Angkasa melirik layar ponselnya yang lain dan Rara masih saja berdiri di sekitar sana, mengawasi.

Pria itu mengembuskan napas pelan.

Beruntung, Angkasa bukan tipe orang yang hanya mengandalkan keberuntungan. Otaknya bekerja layaknya papan catur yang selalu menyimpan beberapa langkah cadangan, bahkan ketika lawan merasa sudah mengunci seluruh jalan keluar.

"Tenang, Sayang. Serahkan saj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Savanna
Lanjuttt thorr
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 279. Melihat Rekaman

    Setelah urusan kuliah selesai, Asha pergi ke klinik untuk menemui dokter Karin psikiaternya. Kali ini, Angkasa menemaninya.Namun, sesampainya di klinik, Asha memilih masuk ke ruangan konsultasi seorang diri. Angkasa pun menuruti keinginannya dan menunggu di ruang tunggu.Asha melangkah masuk, lalu duduk di sofa empuk di hadapan meja kerja psikiaternya. Dokter Karin menyambutnya dengan senyum ramah. "Bagaimana kabarmu hari ini, Asha?"Asha mengulum bibir sejenak sebelum menjawab. "Baik, dok. Tapi… karena kejadian di kampus kemarin lusa, aku kebingungan dan punya banyak pertanyaan, dok.""Tentu, Asha. Kamu bisa bicara pelan-pelan," kata dokter Karin lembut.Asha merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah buku catatan, lalu menyerahkannya pada dokter Karin."Saat aku mengalami perundungan, aku pikir aku pingsan, makanya aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya, dok." Asha menautkan kedua tangannya di atas pangkuannya. "Tapi ternyata da

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 278. Aku Harap Kamu Sembuh

    Angkasa menaikkan tangan, meraih pucuk kepala Asha dan mengusapnya lembut. "Dia gak jahat, Sayang. Cuma—agak nyebelin sih."Asha mengerjap lambat dengan bibirnya yang terbuka tipis. "Nyebelin bagaimana, Kak?"Angkasa memutar tubuhnya menghadap Andrea,  lalu mengapit kedua paha gadis itu dengan pahanya sendiri. Ia meraih tangan mungil Asha dan menggenggamnya lembut di atas pangkuan mereka."Yang tadi aku bilang, Sayang, kepribadian kamu yang lain itu gak mengakui aku sebagai pacar kamu.""Berarti dia jahat dong, Kak," ucap Asha spontan. "Bagaimana kalau dia malah suka sama laki-laki lain, Kak?"Kecemasan Asha kini mulai mempengaruhu Angkasa. Benar juga. Bagaimana jika Meijers—kepribadian Asha yang lain itu mendominasi lebih lama dan jatuh hati pada laki-laki lain?Namun, segera Angkasa mengatur napas dan mengendalikan diri."Sayang… dia gak jahat. Soal dia jatuh hati dengan yang lain, aku gak akan biarkan itu terjadi. Dan

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 277. Gak Jahat, Cuma Nyebelin

    "Jadi, maksudnya… aku mengalami DID, Kak?" Pertanyaan itu keluar dari bibir Asha dengan suara pelan dan bergetar. Sepasang mata cokelatnya menatap Angkasa, seolah berharap pria itu akan segera menggeleng dan mengatakan bahwa semua ini hanyalah kesalahpahaman. Namun, Angkasa tidak melakukannya. Kekasihnya itu justru mengangguk perlahan. Sebagai penikmat film misteri dan thriller psikologis, Asha cukup familier dengan istilah DID tersebut. Ia pernah menonton berbagai film yang mengangkat tema serupa, bahkan beberapa kali membaca artikel tentang gangguan psikologis demi memuaskan rasa penasarannya. DID itu singkatan dari Dissociative Identity Disorder, atau gangguan identitas disosiatif. Gangguan ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda, disertai kesenjangan ingatan yang tidak bisa dijelaskan sebagai kelupaan biasa. Namun, Asha tidak pernah menyangka bahwa dirinya sendiri akan berhadapan dengan kelainan tersebut. Selama ini, Asha mengira dirinya hanya menga

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 276. DID

    "Jadi, bagaimana, Kak?" Asha bertanya cemas melalui telepon. "Aku numpang di kamar Keyra aja kali ya, Kak?" Angkasa melirik layar ponselnya yang lain dan Rara masih saja berdiri di sekitar sana, mengawasi. Pria itu mengembuskan napas pelan. Beruntung, Angkasa bukan tipe orang yang hanya mengandalkan keberuntungan. Otaknya bekerja layaknya papan catur yang selalu menyimpan beberapa langkah cadangan, bahkan ketika lawan merasa sudah mengunci seluruh jalan keluar. "Tenang, Sayang. Serahkan saja padaku." "Kakak punya ide?" "Selalu, Sayang." "Oke, Kak." "Aku tutup dulu teleponnya sebentar ya, Sayang," izin Angkasa yang tak butuh lama disetujui oleh Asha. Setelah mengakhiri panggilan, ia kemudian membuka kontak Hayden dan segera menghubunginya. Panggilan itu tersambung dan sekitar tiga dering diangkat oleh sahabatnya. "Kenapa, Ka?" "Aku butuh bantuanmu." "Oke, urusan BEM?" "Bukan, tapi soal pacarku." "Asha kenapa? Apa terjadi sesuatu lagi?" Angkasa menjelaskan sejenak apa ya

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 275. Rara Curiga

    "Aku tahu kalau kamu pacar Angkasa sekarang, tapi kamu tahu kan aturan di asrama ini?" tutur Rara.Asha menahan napas dengan pupilnya yang bergetar gelisah.Rara kembali menyahut. "Laki-laki ataupun perempuan tidak boleh masuk ke kamar lawan jenis. Apalagi menginap bareng."Asha menelan ludah. Matanya melirik pintu kamar yang telanjur terbuka, lalu kembali menatap perempuan di hadapannya.Tamat sudah!Peraturan asrama yang disampaikan Rara memang benar adanya. Jika perempuan ini sampai mengetahui bahwa dirinya tinggal satu atap dengan Angkasa, entah berapa banyak masalah yang akan menunggunya besok pagi."A-aku..." Asha meremas kartu akses di tangannya, berusaha mencari alasan yang masuk akal."Oh, itu, Kak. Aku cuma mau mengantarkan barang Kak Angkasa." Ia mengangkat tasnya sedikit, seolah ingin meyakinkan Rarabahwa dirinya memang datang untuk suatu keperluan. "Kebetulan tadi ketemu di bawah, terus dia minta tolong."Perempuan itu mengangkat sebelah alis."Oh, ya?"Ia melangkah mende

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 274. Ketahuan Sekamar?

    Asha menyapa beberapa rekannya begitu tiba di kafe. Ia meletakkan tas di ruangan istirahat sebelum bergabung dengan mereka yang sedang bersiap memulai pekerjaan. "Asha, kamu sudah baikan?" Salah seorang rekannya menghampiri, menatapnya dengan raut lega. Asha mengangguk kecil. "Iya, memangnya kenapa?" "Syukurlah kalau begitu. Pantas saja kemarin kamu kelihatan agak aneh." Rekannya mengembuskan napas, kemudian melanjutkan, "kita-kita juga baru tahu kalau kamu ternyata kena bully sama selebgram yang juga senior kampus kamu. Della." Senyum Asha sedikit menegang mendengar nama tersebut. Namun, ia segera mengangguk. "Oh, iya. Sekarang semuanya sudah beres, kok," jawabnya berusaha santai. Rekan-rekannya tersebut kemudian memberikan semangat pada Asha dan gadis itu tersenyum menanggapi mereka. Namun, ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Asha sama sekali tidak ingat bagaimana dirinya men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status