แชร์

Bab 40. Dada Sesak

ผู้เขียน: Sweety
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-17 09:00:52

"Gak! bukan waktunya mikirin siapa pelakunya sekarang," ucap Asha berusaha menghalau cemas yang perlahan merambat di dadanya.

"Aku harus cari jalan keluar," tutur Asha.

Ia memejamkan mata rapat-rapat sebentar, lalu menarik dan mengembuskan napas bergantian secara teratur meski dadanya sendiri masih terasa sesak.

Ya, memikirkan siapa pelakunya sekarang tidak akan membantu Asha keluar dari sini. Maka dari itu, ia harus fokus mencari jalan keluar.

Ketika napas
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
mangattt asha
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
smoga kak angkasa
goodnovel comment avatar
cheesecakee
siapaaa tuuu yg dtg
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 185. Pacaran Beneran?

    "Setelah mandi, apa kamu mau melanjutkan yang tadi? Di ruangan ganti kafe?" Pertanyaan Angkasa membuat Asha membeku sekilas. Nada pria itu dingin, meski sedikit terdengar sudah ada lembut-lembutnya. 'Duh… kenapa dia harus bertanya begitu? Aku bingung mau jawab apa?' Meski pikirannya berisik, pada akhirnya Asha mengangguk. Angkasa balas mengangguk, lalu meletakkan gelasnya di meja tanpa mengalihkan pandangan dari gadis itu. "Tiketnya bagaimana? Sudah dapat informasi?" Asha mencebik tipis. "Aku belum dapat orang yang mau jual ulang, Kak. Aku juga gak dapat info joki yang sudah borong tiket itu," urai Asha pelan. "Besok aku coba cari lagi," imbuhnya. "Gak perlu," ucap pria di hadapannya dengan nada datar. Angkasa terlihat meraih sesuatu dari kursi di sebelahnya. Mata Asha membulat kala pria itu menyodorkan dua lembar tiket konser yang ia tahu itu khusus VIP. Asha buru-buru meletakkan sendok dan garpu di atas piringnya, lalu menerima dua tiket yang disodorkan Angkasa.

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 184. Membantu Della

    Setelah Asha pergi, Della kembali menyandarkan tubuhnya ke lengan Angkasa. Sementara itu, Angkasa melirik tajam."Sampai kapan kamu mau begini?""Aduh, Angkasa, please…" Della merapatkan kedua tangannya memohon. "Bantu aku kali ini saja ya. Aku mantan pacar kamu, loh."Della melirik ke arah sudut kafe di mana seorang pria bertopi hitam masih duduk di sana sambil sesekali menatap ke arah mereka.Angkasa mengikuti arah pandang Della lalu menghela napas panjang. Ia tahu kalau Della memang dari dulu punya banyak penguntit."Ke mana cowok-cowok kamu?" desis Angkasa.Della terkekeh canggung. "Ya, pada ada kesibukan."Angkasa memejamkan mata sekilas. "Tapi bisa gak kamu berhenti bersandar begitu?"Della terkekeh. "Kenapa?""Aku gak mau ada gosip kalau kita balikan," tukas Angkasa."Ya sudah gak apa-apa, siapa tahu beneran, kan?" kata Della.Angkasa akhirnya berdiri, "jangan mimpi."D

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 183. Lanjut di Kamar

    "Kamu ingat semua yang terjadi semalam?" ulang Angkasa dengan napas yang berkejaran.Asha mengangguk pelan. "Tapi malam-malam yang sebelumnya aku gak ingat sepenuhnya, Kak," cicit gadis itu.Angkasa mendekat. "Gak apa-apa, aku akan membuat kamu ingat semuanya."Angkasa kembali meraup bibir Asha dan melumatnya dengan liar. Remasan di puncak gadis itu juga makin kuat, membuat Asha berusaha menahan sekuat tenaga suara desahannya, takut ada yang tiba-tiba masuk ke ruangan ganti."Kak… berhenti… aku harus bekerja," protes Asha di sela ciuman Angkasa yang semakin brutal."Hggnhh… Ahh…"Asha pada akhirnya tenggelam dalam ciuman yang memabukkan itu. Namun, ini bukan misi, tidak ada kamera yang mereka pasang seperti biasa. Lalu kenapa Angkasa melakukan semua ini?Apa karena pria itu sudah menjadikan Asha salah satu perempuan mainannya?Namun, Asha tidak bisa berpikir jernih lagi untuk menolak getaran yang diciptakan Angk

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 182. Nanti Ada yang Datang, Kak

    "Kakak kenapa bisa ada di sini?!" bisik Asha panik. Ia menjinjit tipis, menajamkan pendengaran. Tak mau sampai ada orang yang masuk dan mendapati Asha berdua dengan seorang laki-laki di ruangan ganti karyawan.Asha baru mendapatkan kerja paruh waktu itu. Meski sudah dapat uang bersih-bersih dari Angkasa dan akan ada bayaran dari Della untuk mengedit video—tapi tetap saja ia butuh pekerjaan paruh waktu untuk mengisi waktu luangnya.Tidak mendapatkan jawaban Angkasa, Asha hendak keluar dari balik tirai. Ia melangkah melewati Angkasa. Namun tiba-tiba pria itu meraih pergelangan tangannya.Gadis itu terhenti dan satu tarikan membuatnya kembali berhadapan dengan Angkasa. Tatapan mereka bertemu dan seketika jantung Asha berdetak cepat. Suaranya sangat keras sampai memekakkan telinga."Kak, aku harus bekerja," bisik Asha, berusaha menarik pergelangannya lepas dari Angkasa. Namun genggaman pria itu begitu kuat hingga Asha kesusahan.Angkasa kemud

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 181. Kakak Kenapa Bisa Ada di Sini?

    'Aduh, mana ketemu sama Kak Angkasa lagi,' ringis Asha dalam hati.Gadis itu menatap Ketua BEM di hadapannya dengan jantung yang berdebar kencang tak karuan. Tubuh Asha masih mengingat kejadian semalam, tetapi pikiran gadis itu memaksanya untuk bersikap biasa saja.Apalagi mereka sedang berada di tengah area expo. Terlalu banyak mahasiswa di sekitar mereka.Namun, Asha merasa seolah ada lem di alas sepatunya, membuat ia sulit mengambil langkah.Terlebih lagi setelah ingat salah satu komentar di aplikasi tanya-tanya tadi, membuat wajah gadis itu memerah, membayangkan milik Angkasa jika masuk ke dalam punyanya.Benda sebesar dan sepanjang itu bukankah akan merobek miliknya?Dan. Kenapa Asha harus berpikiran ke sana?'Ya ampun, Asha! Kamu cuma mahasiswi beasiswa, kamu harus fokus kuliah. Kamu cuma bagian dari misi bersama Kak Angkasa.'Namun, bayangan terhadap belalai Ketua BEMnya semakin berputar di kepala gadis i

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 180. Ikut Aku

    "Kamu habis nonton yang mesum-mesum ya?" goda sahabatnya.Asha berdeham dan kembali menyuap makanannya. "Kamu ngomong apa sih, Key?! Enggak."Keyra terkekeh kecil. "Muka kamu merah banget soalnya dan jawaban 'enggak' kamu mencurigakan. Memangnya kamu maksud aku apa?"Napas Asha tercekat sesaat sebelum akhirnya ia terkekeh kaku. "Ya, enggak, aku enggak tahu maksudnya."Gaby kemudian menyela. "Sudah, jangan goda Asha terus, Key. Kamu kebiasaan deh."Keyra tertawa kecil setelah menyesap minumannya. "Itu memang kebiasaan aku dari dulu sama Asha kok."Sementara itu, Asha memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya dan lanjut makan.Lalu, seorang gadis berkacamata melintas di samping meja mereka sambil membawa food tray."Noura!" seru Gaby sambil melambaikan tangan. "Sini duduk!"Asha menoleh dan mendapati Noura menatap ke arahnya. Gadis berkacamata itu kemudian tersenyum dan menyusul duduk di sebelah Keyra."A-ku gabung ya," kata Noura. Keyra menyapa ramah dan berkenalan dengan gadis ber

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status