Partager

Bab 58. Senior Ribet

Auteur: Sweety
last update Date de publication: 2026-08-21 15:05:32

"Aduh.."

Asha masih di atas paha Angkasa dan ia sadar betul dengan sesuatu yang menekan paha belakangnya. Asha segera bergeser ingin beranjak, namun kakinya yang entah kenapa terasa kenyal seperti jeli malah mempersulitnya untuk berdiri.

Terlebih lagi, lengan kekar Angkasa melingkar di pinggangnya, seolah mengunci pergerakan Asha.

"K-kak…" cicit Asha menatap ke arah Angkasa yang tengah memejamkan mata dengan rahang menegang dan kening berkerut dalam.

Pria itu kemudian menghela napas berat. "Ber
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
cheesecakee
ckckckc asha
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
wkwkwkw kk angkasa nyebeyinnn
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
asikkk angkasa ngulik2
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 182. Nanti Ada yang Datang, Kak

    "Kakak kenapa bisa ada di sini?!" bisik Asha panik. Ia menjinjit tipis, menajamkan pendengaran. Tak mau sampai ada orang yang masuk dan mendapati Asha berdua dengan seorang laki-laki di ruangan ganti karyawan.Asha baru mendapatkan kerja paruh waktu itu. Meski sudah dapat uang bersih-bersih dari Angkasa dan akan ada bayaran dari Della untuk mengedit video—tapi tetap saja ia butuh pekerjaan paruh waktu untuk mengisi waktu luangnya.Tidak mendapatkan jawaban Angkasa, Asha hendak keluar dari balik tirai. Ia melangkah melewati Angkasa. Namun tiba-tiba pria itu meraih pergelangan tangannya.Gadis itu terhenti dan satu tarikan membuatnya kembali berhadapan dengan Angkasa. Tatapan mereka bertemu dan seketika jantung Asha berdetak cepat. Suaranya sangat keras sampai memekakkan telinga."Kak, aku harus bekerja," bisik Asha, berusaha menarik pergelangannya lepas dari Angkasa. Namun genggaman pria itu begitu kuat hingga Asha kesusahan.Angkasa kemud

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 181. Kakak Kenapa Bisa Ada di Sini?

    'Aduh, mana ketemu sama Kak Angkasa lagi,' ringis Asha dalam hati.Gadis itu menatap Ketua BEM di hadapannya dengan jantung yang berdebar kencang tak karuan. Tubuh Asha masih mengingat kejadian semalam, tetapi pikiran gadis itu memaksanya untuk bersikap biasa saja.Apalagi mereka sedang berada di tengah area expo. Terlalu banyak mahasiswa di sekitar mereka.Namun, Asha merasa seolah ada lem di alas sepatunya, membuat ia sulit mengambil langkah.Terlebih lagi setelah ingat salah satu komentar di aplikasi tanya-tanya tadi, membuat wajah gadis itu memerah, membayangkan milik Angkasa jika masuk ke dalam punyanya.Benda sebesar dan sepanjang itu bukankah akan merobek miliknya?Dan. Kenapa Asha harus berpikiran ke sana?'Ya ampun, Asha! Kamu cuma mahasiswi beasiswa, kamu harus fokus kuliah. Kamu cuma bagian dari misi bersama Kak Angkasa.'Namun, bayangan terhadap belalai Ketua BEMnya semakin berputar di kepala gadis i

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 180. Ikut Aku

    "Kamu habis nonton yang mesum-mesum ya?" goda sahabatnya.Asha berdeham dan kembali menyuap makanannya. "Kamu ngomong apa sih, Key?! Enggak."Keyra terkekeh kecil. "Muka kamu merah banget soalnya dan jawaban 'enggak' kamu mencurigakan. Memangnya kamu maksud aku apa?"Napas Asha tercekat sesaat sebelum akhirnya ia terkekeh kaku. "Ya, enggak, aku enggak tahu maksudnya."Gaby kemudian menyela. "Sudah, jangan goda Asha terus, Key. Kamu kebiasaan deh."Keyra tertawa kecil setelah menyesap minumannya. "Itu memang kebiasaan aku dari dulu sama Asha kok."Sementara itu, Asha memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya dan lanjut makan.Lalu, seorang gadis berkacamata melintas di samping meja mereka sambil membawa food tray."Noura!" seru Gaby sambil melambaikan tangan. "Sini duduk!"Asha menoleh dan mendapati Noura menatap ke arahnya. Gadis berkacamata itu kemudian tersenyum dan menyusul duduk di sebelah Keyra."A-ku gabung ya," kata Noura. Keyra menyapa ramah dan berkenalan dengan gadis ber

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 179. Masuk Gak?

    "Semalam kenapa, Angkasha?" sela pria itu. Suara beratnya terdengar menggoda.Asha mengerjap pelan dengan wajahnya yang memerah. Menatap Angkasa sedekat itu membuat jantungnya mau meledak."I-itu, Kak, aku—"Ucapan Asha tak sampai lantaran Angkasa menyelanya. Pria itu menurunkan wajahnya ke sisi wajah Asha."Kamu mau saya menyentuh kamu lagi?" suara Angkasa menggema tipis di dekat telinga Asha.Gadis itu samar-samar merasakan bibir Angkasa mengecup telinganya."Wajah kamu sudah sangat merah sampai di sini, Angkasha," tutur Angkasa rendah.Asha membelalak, tangannya kemudian mendorong dada bidang Angkasa dan mundur selangkah. Napasnya keluar masuk tak teratur, membuat dadanya naik turun cukup jelas.Entah kenapa niatnya membahas soal semalam tetiba urung.Gadis itu berdeham sembari mendongak. "Semalam… aku simpan tas biola dan tas pakaian di meja belajar Kakak," ucapnya gelagapan.Angkasa mengan

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 178. Semalam Kenapa, Angkasha?

    Sinar matahari yang menembus celah tirai membuat mata Asha terbuka perlahan. Gadis itu mengerjap beberapa kali sebelum meregangkan tubuhnya. Bahunya terasa sedikit pegal dan kepalanya berat.Namun, saat ingatannya kembali pada kejadian semalam, seketika wajah Asha memanas.Asha buru-buru menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya."Astaga… yang semalam itu benar-benar nyata," gumam Asha. "Aku dan Kak Angkasa—"Bahkan semua yang terjadi semalam melekat erat di pikiran Asha. Gadis itu memejamkan mata sejenak lalu mengatur napasnya.Dengan jantung yang kembali berdebar, ia menoleh ke kiri dan kanan. Namun ia tidak menemukan Angkasa. Asha ingat mereka berciuman lembut sebelum tidur di pelukan pria itu.Asha kemudian mereka ulang semua kejadian-kejadian di tengah malam yang ia kira mimpi."Pantas saja tiap pagi aku sering bangun dalam keadaan lemas," gumamnya pelan. "Ternyata memang karena melakukan itu…"Waja

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 177. Racun yang Nikmat

    "Atau kamu pura-pura tidak ingat, hm?"Asha tidak menjawab lagi. Sungguh isi kepalanya bagai benang kusut sekarang. Hangat tubuh mereka yang bergesekan membuat Asha tidak bisa berpikir jernih.Angkasa kemudian menurunkan wajahnya, meraup salah satu benda kembar Asha dan menyusu pada gadis itu sembari terus mendesakkan milik mereka di bawah sana.Asha mendongak dengan desahan yang lolos dari bibirnya. Satu tangannya mencengkeram punggung Angkasa, satunya lagi meremas rambut hitam pria itu dengan kuat."Kak… Ahh… Hnghh… hhh…"Asha memejamkan mata dan menggigit bibirnya kuat-kuat. Getaran di tubuhnya begitu hebat dan jantungnya sendiri sudah tak karuan.Beberapa saat kemudian, Angkasa berhenti sejenak, napasnya tersengal-sengal. Begitu juga dengan Asha yang memeluk pria itu. Debar jantung mereka bersahutan seolah saling menyapa.Angkasa kemudian mengubah posisi Asha meski tetap memangku gadis itu. Angkasa memutar tubuh Asha

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status