แชร์

Bab 3 

ผู้เขียน: Sunny
Setelah Christopher dan Agnes pergi, aku juga tidak mampu bertahan lagi. Tubuhku langsung lemas dan aku hampir jatuh ke lantai. Untungnya, Audrey masih ada di sana dan menangkapku tepat waktu.

"Kak, ada apa?"

Melihat tatapan khawatir Audrey, aku menggeleng dan hanya mengatakan bahwa aku sedikit lelah.

"Mau kutemani ke rumah sakit?"

Baru saja Audrey selesai berbicara, ponselnya berdering. Yang menelepon adalah Christopher.

"Audrey, kamu harus kembali ke perusahaan sekarang juga. Ada hal yang perlu kamu tangani."

Seusai berbicara, Christopher langsung menutup telepon.

Audrey menatapku dengan serbasalah. Aku tahu Christopher sengaja melakukan ini. Dia tahu aku sedang tidak enak badan. Jadi, dia bahkan ingin menyingkirkan Audrey yang menemaniku.

Aku menunduk untuk menyembunyikan emosiku, lalu berkata kepada Audrey, "Aku baik-baik saja. Kamu kembali saja ke perusahaan dan selesaikan pekerjaanmu."

Setelah Audrey pergi, aku naik taksi ke rumah sakit sendiri.

"Kamu pada dasarnya sudah sakit parah, tapi malah emosi sebesar ini lagi. Apa kamu mau mati lebih cepat?"

Mendengar teguran keras dokter, aku tersenyum getir. "Yang Dokter bilang benar. Memang nggak ada lagi yang kurindukan di dunia. Aku ingin mati lebih cepat."

Dokter itu menghela napas pasrah, lalu menulis sesuatu di rekaman medis. "Kusarankan sebaiknya kamu tetap terima pengobatan. Meski nggak bisa sepenuhnya sembuh, kamu bisa perpanjang masa hidupmu."

"Dokter, kamu nggak perlu membujukku lagi. Aku benar-benar sudah muak dengan hidup ini."

Dokter itu menatapku, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi.

Ketika aku sampai di rumah, Christopher dan Agnes sudah kembali. Agnes jatuh dan pergelangan kakinya terkilir. Pada saat ini, Christopher sedang duduk di sofa dan memijat pergelangan kaki Agnes dengan penuh perhatian.

Adegan ini mengingatkanku pada saat kami masih kuliah. Pada saat itu, ketua seksi olahraga berselisih denganku. Dia sengaja mendaftarkanku untuk mengikut lomba lari putri 3.000 meter tanpa sepengetahuanku.

Setelah lari 3.000 meter, ada belasan lepuhan di kakiku akibat tergesek. Christopher menggendongku kembali ke apartemen sewaannya, lalu berlutut untuk memijat dan merendam kakiku.

Saat itu, aku bertanya kepadanya, "Apa kamu nggak merasa dirugikan dengan memijatku seperti ini?"

Dia menatapku dan tersenyum lembut. "Sudah sewajarnya seorang pria menyayangi istrinya. Meski kamu menginjak tubuhku, aku tetap akan merasa terhormat."

Berhubung takut aku tidak bisa berjalan, Christopher menggendongku di punggung untuk pulang dan pergi sekolah selama seminggu penuh, sampai kakiku sembuh total. Saat itu, aku berpikir bahwa aku ingin menghabiskan seluruh hidupku bersama Christopher yang begitu baik padaku.

Sayangnya, aku kehilangan Christopher yang begitu baik padaku dan tidak akan pernah bisa menemukannya lagi.

Melihatku kembali, Christopher menatapku dengan tatapan dingin. "Evelyn, jangan bilang kamu merasa masalah ini sudah berakhir?"

Aku menatapnya dan bertanya dengan tenang, "Kamu sudah menamparku. Apa lagi yang yang harus kulakukan?"

Christopher memejamkan matanya dan tiba-tiba menunjuk ke ruang kosong di depan Agnes. "Kemari, lalu berlutut dan minta maaf kepada Agnes."

Aku menatapnya dengan terkejut. Tubuhku sudah gemetar tak terkendali. Dia ingin aku berlutut di hadapan Agnes?

Aku memejamkan mata untuk menahan air mata. Tujuh atau delapan tahun yang lalu, dia menyaksikan penghinaan terberatku.

Saat itu, ibuku adalah seorang pecandu alkohol dan sampah masyarakat. Dia berutang sejumlah besar uang pada rentenir untuk membeli alkohol dan membiayai pendidikanku.

Ketika para rentenir datang menagih utang dan mengancam akan memotong jari-jarinya, aku yang merupakan salah satu pihak yang menerima keuntungan juga tidak bisa mengabaikannya. Aku berlutut di lantai dan dengan rendah hati memohon agar mereka tidak memotong jari-jari ibuku.

Christopher memberi mereka semua uang yang dimilikinya, lalu memelukku dan berkata dia tidak akan pernah membiarkanku menjalani hidup tanpa harga diri seperti itu lagi. Dia berkata dia tidak akan pernah mengizinkanku berlutut di hadapan siapa pun lagi.

Hari ini, karena jebakan Agnes, dia malah ingin aku berlutut dan meminta maaf kepada Agnes.

"Nggak perlu, Chris. Nggak perlu meminta maaf. Mungkin Evelyn juga nggak sengaja."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 9 

    Christopher tiba-tiba tersadar dan emosinya bergejolak. Dia teringat Agnes. Namun, Agnes jelas-jelas mengatakan bahwa 600 juta itu berasal dari penjualan apartemennya. Apakah Agnes telah berbohong kepadanya selama bertahun-tahun?Christopher tidak berani memikirkannya. Dia hanya menatap fotoku dan terdiam lama. Setelah jeda yang lama, dia baru menelepon asisten barunya. "Coba periksa apakah Agnes menjual apartemennya saat aku menjalani perawatan enam tahun lalu." Hanya dalam waktu singkat, Christopher sudah menerima balasannya. Melihat apartemen itu masih terdaftar atas nama Agnes, dia benar-benar kehilangan akal. Dia sangat memercayai Agnes dan semua yang dikatakannya. Sekarang, kebenaran sudah terungkap. Dia akhirnya mengerti siapa yang benar-benar mencintainya.Jika bukan karena dirinya, Evelyn tidak akan menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu untuk menghasilkan uang. Kenapa dia malah memaksa Evelyn menikah dengannya, lalu menyiksanya seperti itu?Hal yang paling menyakitkan ada

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 8

    Christopher pulang dengan membawa kartu posku. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah meninggal. Dia pergi ke gudang tempat aku tinggal dulu dan memindahkan semua barang-barangku ke kamar tidur utama.Setelah melakukan semua itu, dia bergumam pada fotoku, "Eve, aku yang salah karena membiarkanmu tinggal di gudang sebelumnya. Sekarang, aku sudah sadari kesalahanku. Jadi, aku pindahkan semua barangmu ke kamar tidur utama. Mulai sekarang, kamu bisa tidur di kamar tidur utama, oke?""Eve, aku minta maaf. Aku nggak seharusnya begitu pendendam. Aku ingin mencintaimu, tapi juga ingin balas dendam. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir lagi, apa salahnya meski aku akui aku masih mencintaimu? Kamu bersedia menikah denganku. Itu berarti kamu masih punya perasaan untukku, 'kan?""Eve, maaf, maafkan aku. Mungkin kamu benar-benar punya alasan untuk melakukan apa yang kamu lakukan dulu. Tapi, aku sudah membuat kesalahan yang nggak bisa diperbaiki lagi ...." Sambil berbicara, air mata Christoph

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 7 

    Akhirnya, Christopher berhasil melacak informasi penerbanganku. Namun, ketika dia tiba di kota kecil itu dan mencari tahu keberadaanku, dia baru tahu bahwa aku telah pergi.Aku masih terus berpindah menuju selatan. Aku ingin pergi ke ujung selatan untuk melihat matahari dan musim semi. Setelah mencari di beberapa tempat, Christopher masih tidak dapat menemukanku.Waktu berlalu hari demi hari. Mentalnya juga hancur berkali-kali. Seorang pria yang tidak pernah percaya pada Tuhan mulai pergi ke berbagai kuil untuk meminta bantuan. Dia mencoba mencariku, tetapi berapa pun uang atau energi yang dia habiskan, dia tidak dapat menemukan jejakku.Pada hari ke-13 setelah aku pergi, Audrey mencarinya dengan membawa sebuah kartu pos."Pak Christopher, aku rasa Kak Eve mungkin nggak mau bertemu denganmu." Matanya terlihat merah. Sangat jelas dia baru saja menangis. "Sebaiknya kamu jangan cari Kak Eve lagi." Mendengar ini, Christopher tiba-tiba berdiri dan menatapnya. "Kenapa? Apa kamu sudah menden

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 6 

    Aku pergi diam-diam. Aku membeli tiket penerbangan pada pukul 3 dini hari menuju sebuah kota kecil di selatan. Itu adalah tempat yang cuacanya terasa seperti musim semi sepanjang tahun.Aku dan Christopher pernah membuat janji. Saat itu musim dingin dan kami duduk berdampingan di rumah kontrakan kecil yang tidak memiliki penghangat. Aku memang mudah merasa kedinginan dan meringkuk di pelukannya sambil menggigil. Dia menghangatkan ujung jariku yang dingin dan berjanji bahwa setelah menikah, kami akan pergi bulan madu ke tempat yang selalu hangat seperti musim semi. Sekarang, kami memang sudah menikah. Sayangnya, hanya aku sendiri yang mengunjungi tempat ini.Aku tidak berencana untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Christopher. Jika aku melakukannya, kurasa dia akan menyesal seumur hidupnya. Lebih baik baginya untuk selalu menganggapku sebagai wanita jahat yang materialistis. Dengan begitu, dia mungkin akan merasa sedikit lebih baik ketika memikirkanku.Pesawat perlahan lepas landas.

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 5 

    Saat tersadar lagi, aku sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Melihat langit-langit putih, pikiran pertamaku adalah apakah Christopher sudah tahu tentang penyakitku? Namun, saat pandanganku tertuju pada sosok di samping tempat tidur, hatiku langsung tenggelam.Agnes tersenyum padaku. "Evelyn, aku senang banget kamu akan segera mati." Mendengar nada sarkastiknya, aku terdiam sejenak sebelum bertanya, "Apa Christopher tahu?""Tentu saja nggak. Karena begitu tiba tadi, aku langsung menyuruhnya membelikan dessert untukku." Nada suara Agnes dipenuhi kegembiraan yang tak tersembunyikan."Aku akan segera mati. Kamu senang banget, 'kan?" Aku menoleh untuk melihat Agnes. Untuk sesaat, wajah Agnes terdistorsi. Dia menatapku dan berkata, "Ya, kamu akan mati. Aku tentu saja senang. Setelah kamu mati, aku bisa berdiri di sisi Christopher sebagai istrinya secara terbuka.""Christopher juga nggak akan pernah tahu bahwa uang yang kugunakan untuk obati keadaannya itu darimu. Doktermu bilang, penya

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 4 

    Agnes menggenggam lengan Christopher. Dia terdengar seperti memohon untukku, tetapi matanya menunjukkan kilatan menantang."Kemari dan berlutut." Wajah Christopher sangat muram saat menatapku. Tiba-tiba, aku tertawa terbahak-bahak. "Memangnya dia itu siapa? Kamu mau aku berlutut di hadapannya? Dia yang bersandiwara dan jatuh sendiri. Memangnya kamu nggak bisa menilainya?""Aku nggak tahu Agnes memang bersandiwara atau nggak. Tapi, aku tahu jelas kamu itu orang seperti apa!" Seusai berbicara, Christopher berdiri dengan tampang galak dan melangkah ke arahku. Dia mencengkeram kerah bajuku dan menyeretku ke depan Agnes."Berlutut dan minta maaf!""Christopher, apa kamu lupa apa yang pernah kamu katakan?" Aku menatapnya dengan menantang. Berhubung dipenuhi emosi yang meluap, kepalaku terasa berdengung."Apa yang pernah kukatakan? Kalau begitu, apa kamu ingat apa yang kamu lakukan? Kamu campakkan aku di saat aku paling membutuhkanmu. Agnes yang selalu berada di sisiku. Dia pakai semua tabu

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 2 

    Setelah foto pernikahan Christopher dan Agnes diambil, asisten Christopher, Audrey, tiba-tiba mengirimiku pesan. Aku membuka pesan itu dan melihat fotoku yang sedang membetulkan kerah baju Christopher. Christopher menatapku sambil termenung.[ Kak Eve, meskipun nggak tahu apa yang terjadi antara kam

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 1 

    Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes.Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status