เข้าสู่ระบบChristopher tiba-tiba tersadar dan emosinya bergejolak. Dia teringat Agnes. Namun, Agnes jelas-jelas mengatakan bahwa 600 juta itu berasal dari penjualan apartemennya. Apakah Agnes telah berbohong kepadanya selama bertahun-tahun?Christopher tidak berani memikirkannya. Dia hanya menatap fotoku dan terdiam lama. Setelah jeda yang lama, dia baru menelepon asisten barunya. "Coba periksa apakah Agnes menjual apartemennya saat aku menjalani perawatan enam tahun lalu." Hanya dalam waktu singkat, Christopher sudah menerima balasannya. Melihat apartemen itu masih terdaftar atas nama Agnes, dia benar-benar kehilangan akal. Dia sangat memercayai Agnes dan semua yang dikatakannya. Sekarang, kebenaran sudah terungkap. Dia akhirnya mengerti siapa yang benar-benar mencintainya.Jika bukan karena dirinya, Evelyn tidak akan menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu untuk menghasilkan uang. Kenapa dia malah memaksa Evelyn menikah dengannya, lalu menyiksanya seperti itu?Hal yang paling menyakitkan ada
Christopher pulang dengan membawa kartu posku. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah meninggal. Dia pergi ke gudang tempat aku tinggal dulu dan memindahkan semua barang-barangku ke kamar tidur utama.Setelah melakukan semua itu, dia bergumam pada fotoku, "Eve, aku yang salah karena membiarkanmu tinggal di gudang sebelumnya. Sekarang, aku sudah sadari kesalahanku. Jadi, aku pindahkan semua barangmu ke kamar tidur utama. Mulai sekarang, kamu bisa tidur di kamar tidur utama, oke?""Eve, aku minta maaf. Aku nggak seharusnya begitu pendendam. Aku ingin mencintaimu, tapi juga ingin balas dendam. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir lagi, apa salahnya meski aku akui aku masih mencintaimu? Kamu bersedia menikah denganku. Itu berarti kamu masih punya perasaan untukku, 'kan?""Eve, maaf, maafkan aku. Mungkin kamu benar-benar punya alasan untuk melakukan apa yang kamu lakukan dulu. Tapi, aku sudah membuat kesalahan yang nggak bisa diperbaiki lagi ...." Sambil berbicara, air mata Christoph
Akhirnya, Christopher berhasil melacak informasi penerbanganku. Namun, ketika dia tiba di kota kecil itu dan mencari tahu keberadaanku, dia baru tahu bahwa aku telah pergi.Aku masih terus berpindah menuju selatan. Aku ingin pergi ke ujung selatan untuk melihat matahari dan musim semi. Setelah mencari di beberapa tempat, Christopher masih tidak dapat menemukanku.Waktu berlalu hari demi hari. Mentalnya juga hancur berkali-kali. Seorang pria yang tidak pernah percaya pada Tuhan mulai pergi ke berbagai kuil untuk meminta bantuan. Dia mencoba mencariku, tetapi berapa pun uang atau energi yang dia habiskan, dia tidak dapat menemukan jejakku.Pada hari ke-13 setelah aku pergi, Audrey mencarinya dengan membawa sebuah kartu pos."Pak Christopher, aku rasa Kak Eve mungkin nggak mau bertemu denganmu." Matanya terlihat merah. Sangat jelas dia baru saja menangis. "Sebaiknya kamu jangan cari Kak Eve lagi." Mendengar ini, Christopher tiba-tiba berdiri dan menatapnya. "Kenapa? Apa kamu sudah menden
Aku pergi diam-diam. Aku membeli tiket penerbangan pada pukul 3 dini hari menuju sebuah kota kecil di selatan. Itu adalah tempat yang cuacanya terasa seperti musim semi sepanjang tahun.Aku dan Christopher pernah membuat janji. Saat itu musim dingin dan kami duduk berdampingan di rumah kontrakan kecil yang tidak memiliki penghangat. Aku memang mudah merasa kedinginan dan meringkuk di pelukannya sambil menggigil. Dia menghangatkan ujung jariku yang dingin dan berjanji bahwa setelah menikah, kami akan pergi bulan madu ke tempat yang selalu hangat seperti musim semi. Sekarang, kami memang sudah menikah. Sayangnya, hanya aku sendiri yang mengunjungi tempat ini.Aku tidak berencana untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Christopher. Jika aku melakukannya, kurasa dia akan menyesal seumur hidupnya. Lebih baik baginya untuk selalu menganggapku sebagai wanita jahat yang materialistis. Dengan begitu, dia mungkin akan merasa sedikit lebih baik ketika memikirkanku.Pesawat perlahan lepas landas.
Saat tersadar lagi, aku sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Melihat langit-langit putih, pikiran pertamaku adalah apakah Christopher sudah tahu tentang penyakitku? Namun, saat pandanganku tertuju pada sosok di samping tempat tidur, hatiku langsung tenggelam.Agnes tersenyum padaku. "Evelyn, aku senang banget kamu akan segera mati." Mendengar nada sarkastiknya, aku terdiam sejenak sebelum bertanya, "Apa Christopher tahu?""Tentu saja nggak. Karena begitu tiba tadi, aku langsung menyuruhnya membelikan dessert untukku." Nada suara Agnes dipenuhi kegembiraan yang tak tersembunyikan."Aku akan segera mati. Kamu senang banget, 'kan?" Aku menoleh untuk melihat Agnes. Untuk sesaat, wajah Agnes terdistorsi. Dia menatapku dan berkata, "Ya, kamu akan mati. Aku tentu saja senang. Setelah kamu mati, aku bisa berdiri di sisi Christopher sebagai istrinya secara terbuka.""Christopher juga nggak akan pernah tahu bahwa uang yang kugunakan untuk obati keadaannya itu darimu. Doktermu bilang, penya
Agnes menggenggam lengan Christopher. Dia terdengar seperti memohon untukku, tetapi matanya menunjukkan kilatan menantang."Kemari dan berlutut." Wajah Christopher sangat muram saat menatapku. Tiba-tiba, aku tertawa terbahak-bahak. "Memangnya dia itu siapa? Kamu mau aku berlutut di hadapannya? Dia yang bersandiwara dan jatuh sendiri. Memangnya kamu nggak bisa menilainya?""Aku nggak tahu Agnes memang bersandiwara atau nggak. Tapi, aku tahu jelas kamu itu orang seperti apa!" Seusai berbicara, Christopher berdiri dengan tampang galak dan melangkah ke arahku. Dia mencengkeram kerah bajuku dan menyeretku ke depan Agnes."Berlutut dan minta maaf!""Christopher, apa kamu lupa apa yang pernah kamu katakan?" Aku menatapnya dengan menantang. Berhubung dipenuhi emosi yang meluap, kepalaku terasa berdengung."Apa yang pernah kukatakan? Kalau begitu, apa kamu ingat apa yang kamu lakukan? Kamu campakkan aku di saat aku paling membutuhkanmu. Agnes yang selalu berada di sisiku. Dia pakai semua tabu
Setelah foto pernikahan Christopher dan Agnes diambil, asisten Christopher, Audrey, tiba-tiba mengirimiku pesan. Aku membuka pesan itu dan melihat fotoku yang sedang membetulkan kerah baju Christopher. Christopher menatapku sambil termenung.[ Kak Eve, meskipun nggak tahu apa yang terjadi antara kam
Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes.Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan







