Share

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara
Author: Sunny

Bab 1 

Author: Sunny
Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes.

Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya."

Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku.

Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya.

Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan."

Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."

...

Melihat ekspresi canggungku, Christopher menyalakan sebatang rokok dengan santai. Asap yang menyengat menyembur ke wajahku. Aku pun secara refleks mengerutkan kening.

"Kurasa aku sudah jelaskan semuanya dengan sangat jelas. Aku nikahi kamu cuma untuk menghinamu, tapi kamu masih saja mendekat tanpa malu karena mau dapatkan status sebagai istriku. Jadi, buat apa kamu merajuk karena aku mau ambil foto pernikahan dengan Agnes?"

Christopher sepertinya selalu seperti ini. Dia memberiku secercah harapan, lalu dengan cepat menghancurkannya dan membuatku putus asa.

"Aku nggak merajuk."

Aku mendongak, lalu bertemu pandang dengannya dan tersenyum lembut. "Selama aku masih istrimu, kamu bisa ambil foto pernikahan dengan siapa pun yang kamu inginkan. Selama uangnya cukup, aku akan angkat ekor gaun siapa pun yang kamu suruh."

Kata-kataku membuat Christopher merasa hinaannya sama sekali tidak berpengaruh. Dia menatapku dengan mata sepenuhnya merah, lalu mencibir, "Kalau begitu, jangan terlambat besok."

Seusai berbicara, Christopher merangkul Agnes dan pergi. Dia juga tidak lupa untuk mematikan rokoknya. Dia ingat jelas bahwa Agnes tidak tahan dengan bau asap.

Melihat rokok yang masih menyala di lantai, aku berlutut dan mengambilnya. Kemudian, aku mengeluarkan surat keterangan sakitku dari saku dan membakarnya.

Enam tahun lalu, Christopher sakit parah. Aku mencampakkannya ketika dia sangat membutuhkanku, lalu kembali dan merendahkan diri untuk menjadi istrinya ketika dia berada di puncak kesuksesan. Mungkin, berakhir seperti ini memang kesalahanku sendiri.

Keesokan harinya, aku tiba di tempat Christopher dan Agnes mengambil foto pernikahan mereka. Christopher yang mengenakan setelan putih bersih merangkul bahu Agnes dengan mesra.

Para staf memuji betapa serasinya mereka. Hatiku terasa sakit saat melihat pemandangan itu. Namun, saat bertemu pandang dengan Christopher, aku hanya melihat ejekan yang jelas di matanya.

Tiba-tiba, aku teringat bahwa kami juga pernah mengambil foto pernikahan sebelumnya. Hanya saja, saat itu, kami tidak punya banyak uang. Jas murah dan latar belakang yang asal-asalan mengabadikan tampang kami yang paling saling mencintai.

Sayangnya, aku mendengar bahwa setelah aku mengkhianatinya dan pergi ke luar negeri, dia membuang foto-foto pernikahan itu ke dalam bensin dan membakarnya hingga tidak bersisa.

Sebenarnya, bukan hanya foto pernikahan. Semua foto kami bersama atau apa pun yang berhubungan denganku sudah dihancurkan dan disingkirkan dari dunianya.

Setelah aku kembali ke dalam negeri tiga tahun setelahnya, dia memaksaku untuk menikah dengannya. Aku mengira dia masih memiliki perasaan untukku. Jika diberi cukup waktu, kami bisa menyelesaikan kesalahpahaman di antara kami dan berdamai.

Namun, pada hari kami mendaftarkan pernikahan, dia mencium Agnes, sahabatku, dengan penuh gairah tepat di hadapanku. Ada banyak cara untuk menghinaku, tetapi dia memilih cara yang paling menghancurkanku.

Melihat rokok dan surat keterangan sakit serius itu berubah menjadi abu, aku tahu kami tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berdamai lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 9 

    Christopher tiba-tiba tersadar dan emosinya bergejolak. Dia teringat Agnes. Namun, Agnes jelas-jelas mengatakan bahwa 600 juta itu berasal dari penjualan apartemennya. Apakah Agnes telah berbohong kepadanya selama bertahun-tahun?Christopher tidak berani memikirkannya. Dia hanya menatap fotoku dan terdiam lama. Setelah jeda yang lama, dia baru menelepon asisten barunya. "Coba periksa apakah Agnes menjual apartemennya saat aku menjalani perawatan enam tahun lalu." Hanya dalam waktu singkat, Christopher sudah menerima balasannya. Melihat apartemen itu masih terdaftar atas nama Agnes, dia benar-benar kehilangan akal. Dia sangat memercayai Agnes dan semua yang dikatakannya. Sekarang, kebenaran sudah terungkap. Dia akhirnya mengerti siapa yang benar-benar mencintainya.Jika bukan karena dirinya, Evelyn tidak akan menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu untuk menghasilkan uang. Kenapa dia malah memaksa Evelyn menikah dengannya, lalu menyiksanya seperti itu?Hal yang paling menyakitkan ada

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 8

    Christopher pulang dengan membawa kartu posku. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah meninggal. Dia pergi ke gudang tempat aku tinggal dulu dan memindahkan semua barang-barangku ke kamar tidur utama.Setelah melakukan semua itu, dia bergumam pada fotoku, "Eve, aku yang salah karena membiarkanmu tinggal di gudang sebelumnya. Sekarang, aku sudah sadari kesalahanku. Jadi, aku pindahkan semua barangmu ke kamar tidur utama. Mulai sekarang, kamu bisa tidur di kamar tidur utama, oke?""Eve, aku minta maaf. Aku nggak seharusnya begitu pendendam. Aku ingin mencintaimu, tapi juga ingin balas dendam. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir lagi, apa salahnya meski aku akui aku masih mencintaimu? Kamu bersedia menikah denganku. Itu berarti kamu masih punya perasaan untukku, 'kan?""Eve, maaf, maafkan aku. Mungkin kamu benar-benar punya alasan untuk melakukan apa yang kamu lakukan dulu. Tapi, aku sudah membuat kesalahan yang nggak bisa diperbaiki lagi ...." Sambil berbicara, air mata Christoph

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 7 

    Akhirnya, Christopher berhasil melacak informasi penerbanganku. Namun, ketika dia tiba di kota kecil itu dan mencari tahu keberadaanku, dia baru tahu bahwa aku telah pergi.Aku masih terus berpindah menuju selatan. Aku ingin pergi ke ujung selatan untuk melihat matahari dan musim semi. Setelah mencari di beberapa tempat, Christopher masih tidak dapat menemukanku.Waktu berlalu hari demi hari. Mentalnya juga hancur berkali-kali. Seorang pria yang tidak pernah percaya pada Tuhan mulai pergi ke berbagai kuil untuk meminta bantuan. Dia mencoba mencariku, tetapi berapa pun uang atau energi yang dia habiskan, dia tidak dapat menemukan jejakku.Pada hari ke-13 setelah aku pergi, Audrey mencarinya dengan membawa sebuah kartu pos."Pak Christopher, aku rasa Kak Eve mungkin nggak mau bertemu denganmu." Matanya terlihat merah. Sangat jelas dia baru saja menangis. "Sebaiknya kamu jangan cari Kak Eve lagi." Mendengar ini, Christopher tiba-tiba berdiri dan menatapnya. "Kenapa? Apa kamu sudah menden

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 6 

    Aku pergi diam-diam. Aku membeli tiket penerbangan pada pukul 3 dini hari menuju sebuah kota kecil di selatan. Itu adalah tempat yang cuacanya terasa seperti musim semi sepanjang tahun.Aku dan Christopher pernah membuat janji. Saat itu musim dingin dan kami duduk berdampingan di rumah kontrakan kecil yang tidak memiliki penghangat. Aku memang mudah merasa kedinginan dan meringkuk di pelukannya sambil menggigil. Dia menghangatkan ujung jariku yang dingin dan berjanji bahwa setelah menikah, kami akan pergi bulan madu ke tempat yang selalu hangat seperti musim semi. Sekarang, kami memang sudah menikah. Sayangnya, hanya aku sendiri yang mengunjungi tempat ini.Aku tidak berencana untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Christopher. Jika aku melakukannya, kurasa dia akan menyesal seumur hidupnya. Lebih baik baginya untuk selalu menganggapku sebagai wanita jahat yang materialistis. Dengan begitu, dia mungkin akan merasa sedikit lebih baik ketika memikirkanku.Pesawat perlahan lepas landas.

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 5 

    Saat tersadar lagi, aku sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Melihat langit-langit putih, pikiran pertamaku adalah apakah Christopher sudah tahu tentang penyakitku? Namun, saat pandanganku tertuju pada sosok di samping tempat tidur, hatiku langsung tenggelam.Agnes tersenyum padaku. "Evelyn, aku senang banget kamu akan segera mati." Mendengar nada sarkastiknya, aku terdiam sejenak sebelum bertanya, "Apa Christopher tahu?""Tentu saja nggak. Karena begitu tiba tadi, aku langsung menyuruhnya membelikan dessert untukku." Nada suara Agnes dipenuhi kegembiraan yang tak tersembunyikan."Aku akan segera mati. Kamu senang banget, 'kan?" Aku menoleh untuk melihat Agnes. Untuk sesaat, wajah Agnes terdistorsi. Dia menatapku dan berkata, "Ya, kamu akan mati. Aku tentu saja senang. Setelah kamu mati, aku bisa berdiri di sisi Christopher sebagai istrinya secara terbuka.""Christopher juga nggak akan pernah tahu bahwa uang yang kugunakan untuk obati keadaannya itu darimu. Doktermu bilang, penya

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 4 

    Agnes menggenggam lengan Christopher. Dia terdengar seperti memohon untukku, tetapi matanya menunjukkan kilatan menantang."Kemari dan berlutut." Wajah Christopher sangat muram saat menatapku. Tiba-tiba, aku tertawa terbahak-bahak. "Memangnya dia itu siapa? Kamu mau aku berlutut di hadapannya? Dia yang bersandiwara dan jatuh sendiri. Memangnya kamu nggak bisa menilainya?""Aku nggak tahu Agnes memang bersandiwara atau nggak. Tapi, aku tahu jelas kamu itu orang seperti apa!" Seusai berbicara, Christopher berdiri dengan tampang galak dan melangkah ke arahku. Dia mencengkeram kerah bajuku dan menyeretku ke depan Agnes."Berlutut dan minta maaf!""Christopher, apa kamu lupa apa yang pernah kamu katakan?" Aku menatapnya dengan menantang. Berhubung dipenuhi emosi yang meluap, kepalaku terasa berdengung."Apa yang pernah kukatakan? Kalau begitu, apa kamu ingat apa yang kamu lakukan? Kamu campakkan aku di saat aku paling membutuhkanmu. Agnes yang selalu berada di sisiku. Dia pakai semua tabu

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 3 

    Setelah Christopher dan Agnes pergi, aku juga tidak mampu bertahan lagi. Tubuhku langsung lemas dan aku hampir jatuh ke lantai. Untungnya, Audrey masih ada di sana dan menangkapku tepat waktu."Kak, ada apa?"Melihat tatapan khawatir Audrey, aku menggeleng dan hanya mengatakan bahwa aku sedikit lela

  • Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara   Bab 2 

    Setelah foto pernikahan Christopher dan Agnes diambil, asisten Christopher, Audrey, tiba-tiba mengirimiku pesan. Aku membuka pesan itu dan melihat fotoku yang sedang membetulkan kerah baju Christopher. Christopher menatapku sambil termenung.[ Kak Eve, meskipun nggak tahu apa yang terjadi antara kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status