ログインKetika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes. Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya." Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku. Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya. Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan." Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
もっと見るChristopher tiba-tiba tersadar dan emosinya bergejolak. Dia teringat Agnes. Namun, Agnes jelas-jelas mengatakan bahwa 600 juta itu berasal dari penjualan apartemennya. Apakah Agnes telah berbohong kepadanya selama bertahun-tahun?Christopher tidak berani memikirkannya. Dia hanya menatap fotoku dan terdiam lama. Setelah jeda yang lama, dia baru menelepon asisten barunya. "Coba periksa apakah Agnes menjual apartemennya saat aku menjalani perawatan enam tahun lalu." Hanya dalam waktu singkat, Christopher sudah menerima balasannya. Melihat apartemen itu masih terdaftar atas nama Agnes, dia benar-benar kehilangan akal. Dia sangat memercayai Agnes dan semua yang dikatakannya. Sekarang, kebenaran sudah terungkap. Dia akhirnya mengerti siapa yang benar-benar mencintainya.Jika bukan karena dirinya, Evelyn tidak akan menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu untuk menghasilkan uang. Kenapa dia malah memaksa Evelyn menikah dengannya, lalu menyiksanya seperti itu?Hal yang paling menyakitkan ada
Christopher pulang dengan membawa kartu posku. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah meninggal. Dia pergi ke gudang tempat aku tinggal dulu dan memindahkan semua barang-barangku ke kamar tidur utama.Setelah melakukan semua itu, dia bergumam pada fotoku, "Eve, aku yang salah karena membiarkanmu tinggal di gudang sebelumnya. Sekarang, aku sudah sadari kesalahanku. Jadi, aku pindahkan semua barangmu ke kamar tidur utama. Mulai sekarang, kamu bisa tidur di kamar tidur utama, oke?""Eve, aku minta maaf. Aku nggak seharusnya begitu pendendam. Aku ingin mencintaimu, tapi juga ingin balas dendam. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir lagi, apa salahnya meski aku akui aku masih mencintaimu? Kamu bersedia menikah denganku. Itu berarti kamu masih punya perasaan untukku, 'kan?""Eve, maaf, maafkan aku. Mungkin kamu benar-benar punya alasan untuk melakukan apa yang kamu lakukan dulu. Tapi, aku sudah membuat kesalahan yang nggak bisa diperbaiki lagi ...." Sambil berbicara, air mata Christoph
Akhirnya, Christopher berhasil melacak informasi penerbanganku. Namun, ketika dia tiba di kota kecil itu dan mencari tahu keberadaanku, dia baru tahu bahwa aku telah pergi.Aku masih terus berpindah menuju selatan. Aku ingin pergi ke ujung selatan untuk melihat matahari dan musim semi. Setelah mencari di beberapa tempat, Christopher masih tidak dapat menemukanku.Waktu berlalu hari demi hari. Mentalnya juga hancur berkali-kali. Seorang pria yang tidak pernah percaya pada Tuhan mulai pergi ke berbagai kuil untuk meminta bantuan. Dia mencoba mencariku, tetapi berapa pun uang atau energi yang dia habiskan, dia tidak dapat menemukan jejakku.Pada hari ke-13 setelah aku pergi, Audrey mencarinya dengan membawa sebuah kartu pos."Pak Christopher, aku rasa Kak Eve mungkin nggak mau bertemu denganmu." Matanya terlihat merah. Sangat jelas dia baru saja menangis. "Sebaiknya kamu jangan cari Kak Eve lagi." Mendengar ini, Christopher tiba-tiba berdiri dan menatapnya. "Kenapa? Apa kamu sudah menden
Aku pergi diam-diam. Aku membeli tiket penerbangan pada pukul 3 dini hari menuju sebuah kota kecil di selatan. Itu adalah tempat yang cuacanya terasa seperti musim semi sepanjang tahun.Aku dan Christopher pernah membuat janji. Saat itu musim dingin dan kami duduk berdampingan di rumah kontrakan kecil yang tidak memiliki penghangat. Aku memang mudah merasa kedinginan dan meringkuk di pelukannya sambil menggigil. Dia menghangatkan ujung jariku yang dingin dan berjanji bahwa setelah menikah, kami akan pergi bulan madu ke tempat yang selalu hangat seperti musim semi. Sekarang, kami memang sudah menikah. Sayangnya, hanya aku sendiri yang mengunjungi tempat ini.Aku tidak berencana untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Christopher. Jika aku melakukannya, kurasa dia akan menyesal seumur hidupnya. Lebih baik baginya untuk selalu menganggapku sebagai wanita jahat yang materialistis. Dengan begitu, dia mungkin akan merasa sedikit lebih baik ketika memikirkanku.Pesawat perlahan lepas landas.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー