Share

40. Kayla Tahu

last update Tanggal publikasi: 2026-07-26 19:27:47

**

Ya, Kayla tahu. Ia tidak mungkin tidak mengenal mobil sedan putih yang sudah sangat familiar itu.

Yang Kayla tidak tahu, untuk apa Anin melakukannya? Kayla sama sekali tidak merasa sudah membuat sebuah kesalahan yang membuatnya pantas ditabrak.

“Apa cuma gara-gara kita ketemu di butik dan aku cuekin dia tadi? Begitu saja?” Kayla menghembuskan napas lelah.

Ia pikir mungkin hanya begitu saja. Tapi Anin jelas tidak berpikir demikian. Sejak dulu, saat pertama kali masuk ke dalam keluarganya, A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   44. Hari Pernikahan

    **“Sangat-sangat cantik! Seperti bidadari!”Kayla tersipu. Sepasang pipinya yang sudah dipulas blush on samar, tampak semakin merona kemerahan. Ia pandangi bayangan dirinya dalam pantulan cermin.Ya, memang sangat cantik.Gaun putih dari butik ternama itu memiliki detail sederhana saja. Tidak berumbai-rumbai berlebihan. Namun justru terlihat sangat elegan, melekat pas di tubuh langsing Kayla.Si makeup stylist mundur selangkah, memandangi mahakaryanya dari berbagai sudut. Pria berparas cantik itu bertepuk tangan pelan.“Memang dari awal Mbak Kayla-nya yang sudah cantik. Ditambah makeup dari aku, jadi tambah-tambah cantik,” ujarnya dengan lambaian tangan yang luwes.Kayla mengangguk setuju. “Terima kasih banyak, ya. Ini hari yang istimewa. Terima kasih karena sudah membuatnya jadi lebih berkesan. Aku bahagia banget.”“Duh, nggak boleh mellow-mellow begitu, dong. Udah, sini berdiri. Bentar lagi pengantin perempuannya sudah harus keluar.”Kayla mengangguk. Menarik napas panjang, ia be

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   43. Panic Attack!

    **Widya yang baru saja keluar dari mobil mengernyit mendengar pertanyaan tidak ramah itu. Ia langkahkan kaki mendekat kepada sang menantu yang tetap menampakkan wajah kecut.“Datang ke rumah anak sendiri masa harus pakai alasan segala?”“Tapi dia baru aja pulang. Belum ada setengah jam yang lalu. Ngapain balik lagi?” Selin menunjuk Anin yang juga mendekat setelah keluar dari mobil.“Suka-suka aku lah. Rumah kakak aku sendiri ini.” Anin mencebikkan bibir setelah berkata demikian.Selin akhirnya hanya mendengus kesal. Tak mempersilahkan, tidak pula mengusir. Ia biarkan mertua dan adik iparnya berjalan beriringan menerabas gerbang tinggi itu. “Mas Laskar?” Anin berteriak sesampainya di dalam rumah. “Mas, dicariin Ibu, nih! Keluar, gak?”“Jangan teriak-teriak gitu, dong! Kamu pikir ini hutan, apa? Dasar nggak tahu adab!” tegur Selin tak senang.Perempuan seksi itu melangkah menaiki tangga tanpa menoleh. Mengabaikan Widya dan Anin yang berada di lantai bawah. Pada mulanya, Widya mengira

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   42. Seperti Ular

    **Widya berkali-kali mengecek ponselnya. Tak terhitung aplikasi m-banking ia buka tutup, mengira bahwa sistemnya mungkin saja sedang error. Kening wanita itu berkerut dalam. Raut wajahnya serius sekali kala memandang layar.“Masa saldonya hilang? Tapi nggak mungkin juga, sih. Selama ini selalu aman, kok.” Ia masih memandangi layar ponselnya dengan kesal. “Sudah tiga bulan ini nggak ada transferan lagi. Apa Laskar lupa? Biasanya kan setiap awal bulan sudah ada notifikasi masuk dari bank.”Tidak enak sekali raut wajah Widya. Wanita itu berjalan hilir mudik di ruang tengah rumahnya yang luas dan sejuk. Jika menyangkut perkara seperti ini, ia memang tidak bisa santai.Selama ini, sejak bertahun-tahun yang lalu, Widya selalu mendapatkan transferan sejumlah uang dalam nominal yang cukup besar setiap awal bulan. Jadi meski ia dan Anin sama sekali tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran, roda kehidupan tetap bisa berputar dengan lancar.Widya tentu saja mengira bahwa transferan itu beras

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   41. Little Bit Jealous

    **“Jatuh dari tangga? Beneran?”Kaivan memandang Kayla dan kakinya yang masih digips, bergantian. Sorot matanya menunjukkan bahwa ia tidak yakin dengan pendengarannya sendiri.“Ya, aku jatuh dari tangga karena kepeleset. Waktu kemarin ditelepon sama butik tempat kamu pesan gaun pengantin.”Kaivan kala itu baru saja datang dari Jepang. Ia bahkan masih mengenakan jas kerjanya saat tiba di rumah, lalu terburu-buru menemui Kayla yang sedang bermain piano di kamar lantai tiga. Pria rupawan itu berlutut di hadapan Kayla untuk memeriksa kaki sang pujaan hati.“Ada masalah sama gaunnya, kah?”Kayla mengangguk. “Ukurannya salah, jadi aku harus datang ke sana buat fitting. Tapi semuanya udah baik-baik aja kok. Nggak usah khawatir.”Kaivan menghela napas panjang. Wajahnya begitu cemas, sama seperti Pak Jaya kemarin.Kayla tersenyum tipis. Ia menarik lengan pria itu. “Jangan duduk di bawah, Van. Sini, di sampingku.”Kaivan menurut. Membiarkan Kayla menggeser tubuhnya hingga ia bisa ikut duduk d

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   40. Kayla Tahu

    **Ya, Kayla tahu. Ia tidak mungkin tidak mengenal mobil sedan putih yang sudah sangat familiar itu. Yang Kayla tidak tahu, untuk apa Anin melakukannya? Kayla sama sekali tidak merasa sudah membuat sebuah kesalahan yang membuatnya pantas ditabrak.“Apa cuma gara-gara kita ketemu di butik dan aku cuekin dia tadi? Begitu saja?” Kayla menghembuskan napas lelah. Ia pikir mungkin hanya begitu saja. Tapi Anin jelas tidak berpikir demikian. Sejak dulu, saat pertama kali masuk ke dalam keluarganya, Anin sudah sangat tidak suka kepada Kayla tanpa alasan yang jelas. Barangkali menurut Anin, Kayla yang udik nan kampungan tidak pantas bersanding dengan Laskar.“Ah, sudahlah. Seperti baru kenal dia saja. Dari dulu dia juga begini. Seharusnya aku nggak usah heran.”Kayla mengalihkan pandang ke arah pintu kala Pak Jaya kembali masuk. Wajah pria itu sangat cemas, seakan yang kecelakaan adalah anaknya sendiri.“Ning sudah dalam perjalanan ke sini, Non. Dia langsung berangkat setelah saya nelepon.”K

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   39. Mengikuti Kata Hati

    **Dalam waktu sekejap saja, Anin sudah kembali ke lokasi butik Blooms bersama mobil putihnya. Ia pikir percuma juga berlama-lama di rumah Laskar. Selin sekarang menjadi sangat menyebalkan. Padahal Anin ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana Kayla dan Kaivan bisa berakhir menikah. Tapi istri baru Laskar itu malah marah-marah tanpa sebab seperti orang tidak waras.“Sialan, parkiran penuh lagi! Terpaksa parkir di luar begini. Mana panas banget!” Anin kembali mengomel ketika mobilnya harus berhenti di bagian luar halaman butik yang tidak tertutup kanopi. Hilang mood, gadis itu hanya duduk dengan cemberut di balik kemudi, tak berniat masuk ke dalam butik.Ia melamun selama beberapa saat.“Tapi masa sih Kayla mau nikah sama Kaivan?” Anin berbicara kepada setir mobilnya. “Yah kalo dipikir-pikir, kayaknya dulu dua orang itu emang ada hubungan, sih. Tapi kan itu udah dulu banget. Masa iya si Kaivan masih sudi sama janda kampungan? Bekas kakak sendiri pula.”Gadis yang selalu menimbang untu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status