共有

Bab 59 Memendam sendiri

作者: Strrose
last update 公開日: 2025-08-31 14:00:58

Langit di luar jendela suite telah berubah gelap, hanya diterangi lampu jalanan dan kilau kota dari kejauhan. Tirai belum ditutup, membiarkan cahaya lampu luar menyusup samar ke dalam kamar hotel.

Di atas ranjang besar dengan selimut berwarna gading, Leah mengerjap pelan, berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya redup kamar. Suara detak jam di dinding terdengar lambat dan dalam. Udara kamar sejuk, dan tubuhnya terasa ringan, seperti habis tidur pulas.

Ia memiringkan tubuhnya

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 213 Pesta remaja

    Lampu-lampu kristal berkilau di langit-langit aula hotel, menebarkan cahaya keemasan yang elegan. Musik lembut mengalun, bercampur dengan riuh suara tawa dan percakapan anak-anak muda yang hadir.Damian masuk dengan langkah percaya diri, meski jelas terlihat ia menahan senyum penuh kemenangan. Tangannya terlipat santai di saku celana, sementara di sisi lain berdiri Valeriah dengan gaun simple berwarna biru gelap yang jatuh anggun di tubuhnya. Rambut hitamnya tergerai, membuat wajahnya semakin mencuri perhatian.Seperti yang sudah diprediksi, begitu mereka masuk, beberapa pasang mata langsung melirik. Damian nyaris tidak bisa menahan wajah puasnya.“Lihat kan, Kak? Mereka semua melirikmu” bisiknya, bangga.Valeriah hanya mendesah, matanya menyapu ruangan dengan ekspresi setengah bosan.“Aku tak tertarik dengan berondong seperti teman-temanmu, Damian” Ungkap Valeriah“Aku juga tak berminat menjadikan mereka iparku

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 212 His Priority

    “Kudengar dari asistenmu kau ada di Washington. Datanglah ke ulang tahun Kristin malam ini!”Suara ibu tirinya, Kyra, terdengar renyah dari seberang telepon. Kaelmore menatap langit-langit apartemen mewahnya dengan malas, satu tangan bersandar di sofa kulit hitam, sementara kemeja putihnya masih terbuka dua kancing teratas.“Pesta ulang tahun remaja?” suaranya berat, mengandung nada bosan yang kentara. “Aku kira usiaku sudah lewat untuk menghadiri acara semacam itu.”“Dia keponakanmu, Kael.” Kyra menekankan dengan nada lembut tapi tegas. “Kristin akan senang jika kau datang. Dia selalu menanyakanmu. Kau tahu, sejak ayahnya meninggal, kau satu-satunya figur laki-laki yang bisa dia andalkan.”Kaelmore menghela napas, jemarinya menekan pangkal hidung.“Ibu selalu tahu cara membuatku tak bisa menolak, ya?”“Aku ibumu. Tentu saja.” Kyra terkekeh kecil.&ldq

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 211 Closer

    “Oh, sudah selesai dengan tugas dari Papa?” tanya Valeriah begitu melihat Morgan keluar dari lorong bawah menuju koridor utama. Tempat para pengawal berkumpul untuk menentukan jadwal jaga malam mereka.Morgan menghentikan langkahnya begitu mendengar suara sang nona. Mata kecoklatan itu menatap perempuan dengan gaun tidur satin biru muda yang jatuh sempurna di tubuh rampingnya. Rambut hitamnya tergerai, sebagian menutupi wajahnya yang tengah menatap Morgan dengan sorot tenang.Tangan Morgan yang tadi baru saja melepas sarung masih terasa kaku. Ia sempat melirik Magnus yang ikut keluar bersamanya. Pengawal senior itu segera menunduk, memberi hormat sopan pada Valeriah.“Selamat malam, Nona Ria” sapa Magnus, nada suaranya hormat namun ada senyum samar yang Valeriah tangkap sekilas.Valeriah mengangkat dagu sedikit, memberi anggukan tipis sebagai balasan. Pandangannya kembali beralih pada Morgan.“Kalian sudah selesai deng

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 210 Sang Penjaga

    Morgan Lowell.Nama lengkap pengawal pribadi Valeriah Collinds Maximoff.Usianya tiga puluh tiga tahun, dengan tubuh tinggi tegap yang sudah terbiasa ditempa latihan fisik dan disiplin militer. Pria itu memiliki paras tampan, rahang tegas, hidung lurus, dan sorot mata kecoklatan dingin yang sering kali membuat orang segan menatap terlalu lama.Namun di balik ketegasan itu, ada sisi lain yang jarang terlihat yaitu sebuah kesabaran tak terbatas untuk satu orang: Valeriah.Ia bukan sekadar majikan.Bagi Morgan, gadis itu sudah lebih dari sekadar “tugas.” Sejak menerima kontrak kerja sebagai pengawal pribadi, Morgan tahu risikonya. Melindungi Valeriah dari ancaman luar, dari keluarga yang berbahaya, bahkan dari para pria. Namun ia tidak pernah membayangkan kalau “risiko terbesar” justru adalah perasaannya sendiri.Hari itu, saat mobil hitam melaju membelah jalanan Edinburgh yang lengang, Morgan menangkap bayangan Valeriah

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 209 Rasa yang tak seharusnya ada

    Infimary Hospital, Edinburgh Skotlandia“Semuanya tampak normal, Nona. Tidak ada tanda-tanda penyakit menular atau infeksi serius” ucap Dr. Alice sembari menatap layar monitor.Valeriah menghela napas lega, namun senyum tipis itu langsung memudar saat dokter menambahkan dengan nada hati-hati“Hanya… ada bekas lecet di dinding rahim. Sepertinya ini dari aktivitas seksual sebelumnya. Tidak ada yang membahayakan kesehatan Anda secara keseluruhan, tapi memang cukup signifikan sehingga perlu istirahat dan perhatian.”Wajah Valeriah langsung memerah, bukan hanya karena malu, tapi juga karena semua yang baru saja terjadi kembali menghantam pikirannya. Napasnya tercekat, dan tangannya menggenggam bawahn dress di pangkuannya lebih erat, seolah ingin menutupi rasa malu dan frustasi yang menderanya.“Terima kasih dokter” Ucap ValeriahValeriah keluar dari ruang periksa dengan langkah pelan, masih memegangi dre

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 208 His Attention

    Sosok lelaki dengan tampang rupawan itu menyodorkan tumpukan chip ke dealer dengan tangan tegas, matanya hijau menatap tajam ke atas meja judi. Cahaya lampu temaram memantul di permukaan gelas kristal dan meja hijau, menambah atmosfer ketegangan di ruangan. Setiap gerakan Kaelmore Roderic terlihat penuh kendali, presisi, dan sedikit misterius.“All In” Suara Kaelmore terdengar datar, tapi tegas, menembus riuh musik dan percakapan di klub. Dealer mengangkat alis, sedikit terkejut dengan taruhan yang begitu besar.Di sekeliling meja, tiga perempuan seksi dengan pakaian minim dan wangi parfum yang memikat. Mereka berdiri dekat Kaelmore, tahu jika pria itulah yang paling memikat disana.Tubuh mereka menempel lembut, tangan mereka sesekali menyentuh lengannya, mengusap bahu atau lengan, seolah ingin menggoda sekaligus menunjukkan kekuasaan dunia malam di sekitar pria itu. Tapi Kaelmore tetap tenang. Sorot matanya tetap dingin, menatap kartu dengan fokus t

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 85 Silent cry

    Vincent menatap setangkai mawar putih ditangannya. Matanya yang tajam menatap bunga itu lama, penuh makna.Dengan gerakan yang perlahan tapi penuh perhitungan, ia mulai mencabut satu per satu helaian bunga itu, melepaskan dari tangkainya seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik kes

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 84 All for her

    Sekitar pukul tiga dini hari, Valesco terbangun. Ia merasakan dingin di sisi tempat tidur, dan instingnya langsung membuat dadanya mengencang.“Leah?” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban.Ia segera bangkit, matanya menelusuri ruangan. Kamar mandi gelap, pintu lemari tert

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 65 Keraguannya

    Valesco dan Leah berjalan menyusuri lorong panjang dengan langkah tanpa suara. Tak satu pun dari mereka berbicara. Hening yang menggantung di antara keduanya bukan karena permusuhan, tapi karena beban yang terlalu berat untuk dijelaskan dengan kata.Lift terbuka tanpa suara. Valesco meneka

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 46 Bantuan tak terduga

    Sudah hampir tiga jam lamanya Leah duduk di halte bus dengan mata yang menatap lurus kedepan. Angin mulai berubah arah, mengangkat debu-debu halus dari jalanan dan membuat matanya perih.“Sialnya aku..” Gumam Leah memeluk dirinya sendiri. Tubuhnya terasa mengigil namun pandanga

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status