Home / Romansa / Sentuh Aku Seperti Kau Milikku / Bab 59 Memendam sendiri

Share

Bab 59 Memendam sendiri

Author: Strrose
last update publish date: 2025-08-31 14:00:58

Langit di luar jendela suite telah berubah gelap, hanya diterangi lampu jalanan dan kilau kota dari kejauhan. Tirai belum ditutup, membiarkan cahaya lampu luar menyusup samar ke dalam kamar hotel.

Di atas ranjang besar dengan selimut berwarna gading, Leah mengerjap pelan, berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya redup kamar. Suara detak jam di dinding terdengar lambat dan dalam. Udara kamar sejuk, dan tubuhnya terasa ringan, seperti habis tidur pulas.

Ia memiringkan tubuhnya

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 205 Pelelangan

    Edinburgh, SkotlandiaSuasana sore di Edinburgh dipenuhi cahaya keemasan yang jatuh dari jendela kaca besar galeri tua yang berdiri anggun di jantung kota. Dari luar, bangunan itu tampak megah, dengan pilar-pilar batu abu-abu yang kokoh, menyimpan sejarah panjang seni dan kebudayaan. Begitu pintu kaca besar dibuka, aroma khas cat minyak, kayu tua, dan anggur mahal segera menyergap hidung para tamu yang hadir.Ruangan utama galeri itu dipenuhi percakapan berbahasa Inggris dengan berbagai aksen Eropa. Gaun-gaun mahal bergoyang anggun, jas hitam dengan dasi kupu-kupu berkilau, serta sepatu kulit yang berderap ringan di lantai marmer. Para tamu melangkah perlahan, sebagian berhenti di depan lukisan, sebagian lain berfoto dengan sampanye di tangan.Di salah satu sudut ruangan, Valeriah berdiri. Gaun panjang satin berwarna biru gelap membungkus tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang pucat dan rambut hitam panjang yang digelung rendah. Ada sesuatu dalam tatapannya mala

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 204 Sang Putri Maximoff

    Awalnya Valeriah datang ke Washington guna menghibur diri dan melupakan ingatan kelamnya tentang malam ia kehilangan keperawanan. Tapi setelah dirinya pikirkan lagi, semua itu sama sekali tak penting.Masa bodo.Lagipula siapa yang mau menghakimi? Dunia Eropa tempat ia tumbuh dan bersosialisasi jauh lebih liar dari sekadar itu. Gadis seusianya bercampur dengan lelaki yang lebih tua, pesta wine dan musik hingga fajar, rahasia yang disimpan dalam hotel-hotel mewah yang hanya mereka tahu.Jadi, apa artinya satu malam kelam dibandingkan semua topeng yang pernah ia pakai?Ia tersenyum miring di depan cermin besar di kamarnya. Jemarinya menyusuri garis leher, lalu berhenti di kalung kecil pemberian ibunya. Dari pantulan kaca, sorot matanya terlihat dingin, jauh berbeda dengan wajah manja yang biasanya ia tunjukkan pada keluarganya.Menghibur diri?Tidak.Ia datang ke Washington bukan hanya untuk itu. Ia butuh pelarian. Butuh ruang

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 203 Abadi dalam karya

    Setelah makan siang dan menghabiskan waktu dengan mamanya, Valeriah berjalan menuju studio lukisnya.Bangunan berbentuk kubah dengan diameter hampir lima belas meter itu berdiri di sisi kanan Mansion Maximoff, terhubung dengan taman mawar putih yang selalu dirawat Leah dengan penuh cinta.Dinding luarnya didominasi kaca transparan, sehingga sinar matahari sore bisa menembus masuk dan memandikan ruang itu dengan cahaya keemasan.Begitu membuka pintu, aroma khas cat minyak dan terpentin langsung menyambutnya.Di dalam, kanvas-kanvas setengah jadi berderet tak teratur, sebagian hanya berupa coretan kasar, sebagian lagi nyaris selesai namun ditinggalkan begitu saja. Di tengah ruangan, ada sebuah kanvas besar yang masih kosong. Putih polos, seakan menantangnya.Valeriah meletakkan sketsa bukunya di meja kayu panjang yang penuh noda cat, lalu melepas sweater tipis yang tadi Ia kenakan. Ia menggulung lengan bajunya, mengambil kuas, dan mulai mencampur war

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 202 Maximoff Family

    Washington D.C. USA“Selamat datang, Nona Ria.”Seorang perempuan paruh baya membuka pintu menyambut kedatangannya. Dia adalah Nauren, kepala pelayan di mansion Maximoff, tempat tinggal kedua orang tuanya dan kedua adik lelakinya.“Halo, Bibi Nau.”Valeriah menyapa ramah sambil menyunggingkan senyum kecil, berusaha menutupi rasa penat setelah penerbangan dan insiden tak disukainya“Mama Papa ada di rumah?” Valeriah kembali bertanya sembari melangkah masuk ke dalam ruang tengahNauren mengangguk sambil mengambil mantel dari tangan Valeriah. “Ada, Nona. Mereka sedang di ruang makan. Nyonya menunggu Anda untuk makan siang bersama. Ah, kedua Tuan Muda juga sudah pulang sejak pagi.”Mendengar itu, Valeriah spontan menghela napas panjang. Ia tahu betul apa artinya, meja makan siang yang ramai, penuh interupsi, dan… seringkali berakhir dengan perdebatan kecil yang menyenangkan.Langkahnya menggema di lantai marmer saat menuju lorong panjang menuju ruang makan. Aroma sup krim dan roti panggan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 201 Gotcha

    “Ini… wajahku kan?” tanya Kael. Ekspresinya haus akan validasi, seolah ia sengaja menjerat Valeriah dengan bukti yang tak bisa disangkal.Wajah Valeriah langsung pucat. Ia meraih bukunya dengan panik, tapi Kaelmore lebih cepat mengangkatnya tinggi, jauh dari jangkauannya.“Untuk apa aku menggambar orang mesum sepertimu” Gerutu Valeriah kesalKaelmore tertawa rendah, tawa yang lebih terdengar seperti ancaman ketimbang hiburan. “Mesum?” ia mengulang kata itu, bibirnya melengkung penuh godaan. “Kitten, kau bahkan bisa menutupinya dengan hinaan, tapi tanganmu sudah mengkhianatimu. Kau mengukirku di kertas, garis demi garis… seolah aku sudah terpatri di kepalamu.”“Berhenti mengada-ada!” Valeriah mencoba meraih buku itu lagi, tubuhnya setengah berdiri dari kursi pesawat. Tapi Kael dengan mudah menahan bahunya, membuatnya kembali terhempas duduk. Sentuhan itu tidak keras, tapi cukup memberi tekanan kalau ia memang berkuasa penuh.Tatapan hijau gelap itu

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 200 His Planed

    Suasana bandara internasional Toronto dipenuhi hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang dengan koper masing-masing. Valeriah berjalan cepat, sepatu boots-nya berdetak di lantai marmer, sementara Morgan mengikuti dari belakang sambil menarik koper besar.Mereka tiba di check-in counter. Seorang petugas berseragam biru muda menyambut dengan senyum profesional, lalu meminta paspor Valeriah terlebih dahulu.“Miss Valeriah?” tanyanya sambil memverifikasi layar.Valeriah mengangguk kecil. “Ya.”Petugas itu mencetak boarding pass, lalu menyerahkannya dengan nada ramah. “Kursi Anda, Nona, business class, 2A.”Morgan yang berdiri di sebelahnya langsung mencondongkan tubuh dan menyerahkan pasportnyaPetugas itu tetap tenang, memeriksa layar kembali. Lalu ia mencetak boarding pass Morgan dan menyerahkannya. “Untuk Tuan Morgan Lowell… kursi 26D. Ekonomi.”Valeriah mengerutkan kening. “

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 178

    Mobil hitam berhenti di depan pagar tinggi kediaman Alesco siang itu. Belana Roderic, wanita berusia tiga puluhan dengan aura aristokrat yang kuat, mengenakan mantel krem dan kacamata hitam besarm berdiri di sana, menatap sekeliling dengan senyum sopan tapi tegang.“Buka gerbangnya&r

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 125 Kekacauan di pagi hari

    Pintu kamar berderit pelan ketika Alesco masuk, membawa nampan hitam elegan dengan satu mangkuk besar bubur beruap. Aromanya memenuhi ruangan dalam sekejap. Harum jahe bercampur kaldu ayam menyeruak, tapi bagi Leah yang perutnya masih bergolak, itu justru membuat tenggorokannya menegang.L

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 123 Gairah yang meledak

    Aneh…Sungguh aneh.Leah menatap langit-langit kamar yang masih gelap remang, jantungnya berdegup kencang meski tubuhnya telah jatuh berulang kali ke dalam pelukan kepuasan. Baru sepuluh menit berlalu sejak Alesco menelannya dalam gelombang gairah tanpa ampun, namun tubuhnya

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 1 Pernikahan tanpa Janji

    “Luruskan bahumu. Senyumnya jangan palsu” bisik ibunya, sambil merapikan veil di atas kepala Leah.Senyum Leah mengeras, bukan karena kurang latihan, tapi karena terlalu sering dipaksa. Setiap pasang mata menyorot setiap langkahnya menuju altar, di mana pria yang akan menjadi suaminya berdiri sepert

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status