Home / Romansa / Sentuhan Berondong Sewaanku / Bukan Saat itu, Tapi Saat Ini

Share

Bukan Saat itu, Tapi Saat Ini

Author: Sal.Sal
last update publish date: 2026-04-06 22:45:02

Hani yang mendengar panggilan anak dan menantunya itu. Dengan segera mulai masuk ke dalam kamar dan menghampiri mereka berdua. “Sekali lagi Mamah tanya, apa maksud perkataan kamu Hans?” Ucapnya dengan cepat saat sudah sampai di depan anak dan menantu perempuannya.

Mendengar pertanyaan itu, Hans tentu saja tak bisa menjawab. Ia tampak mulai memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dengan keberadaan sang Ibu.

Tak kunjung mendapat jawaban dari Hans, Hani kembali membuka suara. “Hans jawab! Ap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Berani-beraninya Kamu Pergi

    Hans tentu saja tak terima dengan apa yang diucapkan Ibunya itu. “Mah!”“Cukup Hans, ga ada lagi yang mau Mamah perdebatkan sama kamu.” Hani dengan cepat tak membiarkan Hans kembali menyanggah ucapannya.Hans tentu saja tetap tak ingin menyerah. Namun saat ia akan kembali bersuara untuk membalas lagi ucapan Ibunya, tiba-tiba saja dirinya merasakan tangan lembut Aina menggenggam tangannya. Mengalihkan tatapannya pada Aina, Hans dapat melihat bahwa istrinya itu dengan raut wajah yang memelas sedang menggeleng-gelengkan kepalanya.Aina yang memang bersikap seperti itu, karena tak ingin perdebatan antara Ibu dan anak di depannya semakin berlanjut. Mulai berkata. “Hans, lebih baik kita biarin Mamah istirahat dulu. Sekarang lebih baik kita keluar dan bicarain tentang kelanjutan rumah tangga kita berdua aja.”Hans menghela napas. Lirikan singkat, ia lakukan pada Ibunya. “Yaudah, ayo!” ucapnya akhirnya setelah kembali menatap wajah Aina.Dengan memperlihatkan senyum simpul di wajahnya, Aina

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Lebih Baik Kalian Cerai

    Mendengar kata-kata menantunya itu, Hani tentu saja merasa terkejut. “Kamu bilang apa Aina?”Aina yang menebak Ibu mertuanya tadi hanya sebatas mendengar obrolannya tentang Arya yang bukan anak kandung, dengan berat hati menjawab. “Aina sekarang lagi hamil dan anak ini juga anak pria lain...”“Aina!” Hans dengan panik berteriak memanggil nama Aina yang malah membeberkan kehamilan pada Ibunya.Di sisi lain, betapa terkejutnya Hani mendengar setiap kata dari menantunya itu. Bahkan saking terkejutnya, kepalanya terasa semakin pusing dan pandangan yang berkunang-kunang mulai menguasai dirinya. Tanpa sadar wanita paruh baya itu mulai kehilangan kesadaran. Namun untungnya Hani yang duduk di sisi ranjang tentu membuat tubuhnya yang pingsan tak terbentur ke lantai yang keras.Akan tetapi Aina dan Hans yang menyadari ketidaksadaran Hani, tentu saja merasa panik. “Mah!” Ucap mereka secara berbarengan.***Dua jam setelah Hani yang pingsan dan dokter yang Hans panggil untuk memeriksa wanita tu

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Bukan Saat itu, Tapi Saat Ini

    Hani yang mendengar panggilan anak dan menantunya itu. Dengan segera mulai masuk ke dalam kamar dan menghampiri mereka berdua. “Sekali lagi Mamah tanya, apa maksud perkataan kamu Hans?” Ucapnya dengan cepat saat sudah sampai di depan anak dan menantu perempuannya. Mendengar pertanyaan itu, Hans tentu saja tak bisa menjawab. Ia tampak mulai memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dengan keberadaan sang Ibu.Tak kunjung mendapat jawaban dari Hans, Hani kembali membuka suara. “Hans jawab! Apa maksud perkataan kamu? Kenapa kamu bilang Arya anak orang lain yang kamu akui menjadi anak kamu?” Teriakan yang sangat menggelegar Hani utarakan pada putranya.Namun Hans tetap terdiam dan tak merespons juga ucapan Hani barusan. Sudah tak tahan, Akhirnya Hani memutuskan untuk mengalihkan pandangannya pada Aina. Sorot mata yang tajam tampak jelas di matanya. “Kalo Hans ga bisa jelasin, lebih baik kamu aja yang jelasin sama Mamah!” Ucapnya dengan penuh penekanan.Aina hanya bisa menundukkan kep

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Siapa Ayah Bayi Itu?

    Hari-hari berlalu dengan cepat, akhirnya genap sudah satu bulan setelah malam panas yang dilalui Aina bersama Rey berlalu juga. Selama satu bulan itu, Aina belum juga berbicara jujur pada suaminya yang mana hal itu tentunya membuat Hans merasa marah dan kesal. Apalagi dengan sikap Aina yang tiba-tiba berubah murung dan tak pernah keluar rumah, itu tentu saja membuat kekesalan dan kemarahan di hati Hans semakin lebih besar lagi. Karena rasa kesal itu, akhirnya hari ini juga Hans memutuskan meminta penjelasan lagi dari istrinya, Aina. Dengan tekad yang kuat, pagi itu juga setelah selesai melakukan makan pagi hanya berdua dengan Aina. Tak ada Arya, karena sang putra sedang menginap di rumah Ibunya. Hans segera membuka obrolan. “Aina!” Aina mengalihkan pandangannya pada Hans, sorot mata penuh tanda tanya tampak jelas di matanya. Hans menghela napas sebentar. Tatapan serius ia pancarkan pada Aina. “Mau kapan kamu ngejelasin apa yang terjadi sama kamu dan Rey satu bulan lalu?”Mendeng

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Apa Yang Akan Kamu Lakukan

    Mendengar umpatan Aina, Rey tak menjawab. Tampak raut wajah tak terbaca terpancar jelas di wajahnya.Melihat Rey hanya terdiam, kemarahan yang memang sudah ada di hati Aina sejak kedatangan pria itu bertambah besar sampai-sampai membuatnya tanpa sadar berteriak sangat keras. “Rey, kamu budek ya!” Tanpa diduga Rey mulai mendekatkan bibirnya pada telinga Aina. “Sabar sayang, jangan marah-marah.” Bisiknya dengan suara sensual.Mendengar bisikan sensual itu. Apalagi ditambah dengan panggilan sayang yang pria itu berikan. Tentu saja membuat Aina semakin marah. ”Kamu bener-bener gila ya?!” Teriaknya sambil mendorong dada Rey untuk menjauh dari tubuhnya.Mendapati dorongan kasar dari Aina, Rey bukannya marah. Ia tampak malah dengan santainya memperlihatkan senyum manisnya. ”Aku kan dulu udah pernah bilang, aku emang gila dan aku gila itu karena kamu Aina.” Aina yang semakin tersulut emosi. Hanya bisa meredakan kemarahannya itu dengan memejamkan matanya sebentar. Lalu saat amarahnya itu sud

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Apa Kamu Belum Bilang?

    Satu hari kemudian, tampak di dalam taxi. Aina, Hans dan Arya sedang berada. Terasa suasana di dalam mobil itu untuk Hans sangatlah hening. Dikarenakan Arya yang sedang tertidur pulas sedangkan Aina melamun entah memikirkan apa. Tak tahan dengan keheningan itu, Hans akhirnya membuka suara. “Aina!“Aina mengalihkan tatapan matanya pada sang suami. Sorot mata penuh tanda tanya tampak jelas di mata nya. Melihat sorot mata penuh tanda tanya itu. Hans mulai menghela napasnya. “Sebenarnya kamu kenapa? Dari kemarin kita di Bali sampai sekarang kita pulang ke Jakarta, kamu kayak orang yang lagi banyak pikiran.“Mendengar pertanyaan itu. Tentu membuat Aina merasa gugup. Tak kunjung mendapat balasan dari Aina. Akhirnya Hans kembali memanggil nama Aina. "Aina!“Aina tersentak. Tatapan terkejut pada Hans tampak jelas di kedua matanya.Melihat tatapan terkejut itu. Hans hanya bisa mengusap wajahnya kasar.Tau Hans kesal. Aina merasakan perasaan bersalah. “Hans...“ panggilnya dengan suara yang

  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Tak Akan Mudah

    Aina tentu lagi-lagi merasa terkejut. Bahkan saking terkejutnya, ia dengan refleks mendorong dada Hans agar menjauh. “Jangan gila Hans, mana mungkin Rey—” Seperti tak bisa melanjutkan ucapannya, Aina terdiam di tengah ucapannya dan tak bisa lagi meneruskannya.Hans yang tau Aina berusaha menyangkal

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Aku Bersedia Mulai Lagi Dari Awal

    Aina tentu saja merasa terkejut atas ucapan Hans itu. “Jangan bercanda Hans!”“Aku ga bercanda Aina, aku serius.” Dengan cepat Hans menjawab sambil memperlihatkan ekspresi yang sangat serius.Merasa lidahnya kelu, Aina hanya terdiam dan menatap dalam wajah Hans.Lagi-lagi Hans menghela napasnya pel

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Bertemu Lagi

    Satu minggu berlalu dengan cepat. Hari-hari yang dilalui Aina selalu sama seperti biasanya. Walaupun dirinya pernah bertemu dengan Key dan tau Rey ada di Jakarta, untungnya kedua orang itu selama seminggu terakhir ini tak pernah mengusik harinya.Namun, walaupun harinya selalu damai dan tentram. Ti

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Berondong Sewaanku   Bertemu Key

    Antara percaya dan tidak, Aina mendengar ucapan Amel barusan. “Lo salah mungkin Mel, mana mung—”“Gue yakin seratus persen, Na!” Amel dengan cepat memotong ucapan Aina yang belum selesai.Melihat kesungguhan dari sorot mata Amel. Aina terdiam. Dadanya berdetak tak karuan. Rasa percaya mulai menguas

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status