Home / Romansa / Sentuhan Candu Tuan Benji / 190. Sudah Terlambat

Share

190. Sudah Terlambat

Author: LilyLembah03_
last update publish date: 2025-12-29 18:04:04

"Berapa lama kau tidak tidur?!"

Lily hanya melengos mendengar pertanyaan bernada marah pria sipit yang kini berusaha memelototinya. Perempuan itu hanya sibuk memeluk putrinya yang ada di pangkuan setelah mandi dan berganti pakaian dengan piyama hitam polos.

"Apakah kau benar merindukan Bunda?" Lily bahkan mengabaikan Benji dan mulai sibuk berbicara dengan putrinya yang nyaris terlelap karena waktu mulai merangkak menuju tengah malam.

"Hemmm. Kenapa Bunda tidak menjemputku?" tanya bocah itu den
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
hehehe maafin aku yang gabisa up banyakkk
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
maafin ya kakkk. waktu itu beneran gabisa up banyak
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
maaf yaa udah bikin kalian males hehehe
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   Ekstra Part || 00. Anak Paling Beruntung

    "BUNDAAA ...." Lily menoleh pada dua pria kesayangannya yang baru pulang setelah mengurus surat izin mengemudi. Dua makhluk dengan mata sipit itu tentu saja langsung berlari untuk berebutan memeluk Lily lebih dulu. "Lepaskan tanganmu dari istriku! Kau sudah besar, tidak boleh manja!" cerca Benji--suaminya yang kini sudah tampak cukup beruban untuk bertengkar dengan remaja SMA. "Dia ini bundaku! Aku bebas memeluknya sesuka hati. Kau juga sudah tua, kenapa masih manja pada bundaku? Carilah bundamu sendiri! Jangan mengambil Bunda orang lain!" Naka menimpali dengan nada menjengkelkan andalannya. Membuat Lily yang kini terkungkung oleh dua pria berbeda usia di atas sofa panjang ruang tengah, hanya bisa menghela napas jengah. Ini memang situasi sehari-hari yang harus ia hadapi di rumah. Meladeni sifat posesif dan manja suami dan anak semata wayangnya. "Bunda ... aku minta hadiah mobil Rolls Royce pada Ayah untuk ulangtahun ke-17 minggu depan. Tapi dia bilang tidak boleh." Kali in

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   360. Cinta yang Utuh [END]

    "Bundaku belum pulang ya, Ayah?" Benji melirik singkat putranya yang baru masuk dapur. Pemuda dengan wajah mirip Benjamin Kaisar itu bahkan langsung mencomot mie goreng yang sudah diseduh ayahnya di atas meja. "Kenapa kau memakannya?! Itu milik Ayah!" protes Benji tidak terima. Namun, bukannya takut oleh ucapan ayahnya, Naka--pemuda 16 tahun yang kini menginjak bangku kelas 2 SMA, malah memasukkan lebih banyak mie instan ke dalam mulutnya. Membuat Benji segera merebut piring di depan pemuda itu dengan kesal. "Aku lapar, Yahhh! Biarkan aku memakannya! Kau tidak lihat putra tampanmu ini kelelahan setelah latihan basket?" tanya pemuda dengan mata sipit seperti Benji itu dramatis. "Kalau kau mau, masak saja sendiri! Kenapa malah makan punya orang lain?" protes Benji lagi kemudian makan sisa mie instan yang tadi nyaris dihabiskan anaknya. "Andai saja Bunda di sini ... pasti dia tidak akan membiarkan anaknya kelaparan seperti bapak-bapak tidak berperasaan di depanku." Dan gumam

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   359. Tidurlah yang Nyenyak

    "Sudah nyaman, kan, posisinya ini?""Nanti jangan lupa beritahu aku kalau sudah waktunya ganti pembalut! Kata bidan, harus diganti empat jam sekali, kan?""Tapi langsung beritahu saja kalau sudah terasa penuh atau basah. Oke?""Iya, Mas ....""Mas mau ke kantor sebentar, yaa? Telepon saja kalau dalam empat jam Mas belum pulang atau kau memerlukan sesuatu.""Iyaa ....""Istirahatlah yang benar. Tidur yang nyenyak. Sebentar lagi Naka pasti bangun karena lapar. Kau harus manfaatkan waktu dengan baik, Sayang ....""Iya, Mas ....""Baiklah. Mas ke kantor dulu. Nanti Mas minta Bi Nala dan Bu Anin mengecekmu, yaa?"Sekali lagi, Lily hanya mengangguk supaya sang suami segera pergi. Setelah dirasa cukup memberikan pesan, Benji akhirnya berlalu pergi dengan setelan pakaian kerjanya.Tentu saja setelah memberikan banyak kecupan di wajah Lily sebagai bentuk perpisahan yang manis."Dia benar-benar lebih cerewet daripada Bi Anin ...." Lily diam-diam terkekeh geli setelah memastikan suaminya menutup

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   358. Bangunkan Istriku

    "Mas ... aku mengantuk sekali.""Tolong biarkan aku tidur ...."Dua kalimat terakhir sebelum istrinya kehilangan kesadaran terus berputar di kepala Benjamin Kaisar. Kalimat yang terdengar seperti perpisahan setelah dokter menyatakan Lily mengalami koma imbas pendarahan pascamelahirkan.Dan sekarang, Benji benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Apalagi begitu dia kini berdiri di ambang pintu ruang berisi bayi-bayi yang baru lahir. Setelah beberapa saat lalu dia masuk ke ruang ICU tempat istrinya terbaring dengan alat bantu pernapasan dan beberapa penunjang hidup lain.Istrinya tidak lagi membuka mata beberapa menit setelah melahirkan anak mereka.Istrinya dinyatakan berada dalam kondisi kritis setelah kehilangan banyak darah."Ya ampun, cucunya Obaa-chan lapar ya ini? Atau mau bertemu Bunda? Sabar yaa, Sayang ...."Melihat bagaimana sang ibu berusaha menenangkan tangis nyaring putranya bahkan membuat netra memerah itu kembali berkaca-kaca. Sampai satu tepukan di bahu membuat

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   357. Tepat Pukul Lima

    "Masss ... sakithh ...." "Iyaa, Sayang. Sabar, yaaa. Mas pijat yaa ini ...." "Tapi masih sakit, Masss ...." "Coba tarik napas lagi, yaa, Sayang?" "Tarik napasnya yang dalam lewat hidung, yaa. Hembuskan pelan-pelan lewat mulut ...." "Mas temani. Mas pasti temani. Jangan menangis ...." "Tapi sakit, Masss ...." Benji mengusap wajahnya yang tampak kusut dan berantakan karena gusar. Pria itu ingin menangis. Demi Tuhan ... Benjamin Kaisar ingin sekali menangis. Namun, dia benar-benar takut melakukannya di hadapan sang istri yang kini menggeliat gelisah sambil mencengkeram erat sebelah tangannya. Seolah itu adalah satu-satunya hal yang Lily punya untuk bisa tetap bertahan. "Sayanggg ... di sebelah mana sakitnya? Biar Mas bantu pijat ...." Benji kembali bertanya lembut guna menenangkan meski pikirannya kacau bukan main. Tangannya yang terbebas dari cengkeraman sang istri kembali memijat di bagian bawah punggung. Tempat istrinya merasakan nyeri luar biasa akibat pembukaan

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   356. Dicintai dengan Baik

    "Mbakkk ... kenapa masih datang ke sini?"Zea--salah satu pegawai di kafé milik Lily bertanya panik sambil berlari menyambut bosnya. Sedangkan orang yang kini dituntun untuk duduk di meja terdekat hanya terkekeh geli dengan respon lucu pegawai cantiknya."Tadi kami hanya jalan-jalan, Zea. Lagipula ini kan tidak jauh dari rumah," sahut Benji mewakili istrinya yang kini sibuk meluruskan kaki setelah duduk di kursi dekat jendela kaca yang langsung menghadap jalan."Masss ... aku kira Mbak Lily sudah tidak bisa ke mana-mana karena mendekati hari kelahiran. Apalagi kau sudah melarangnya ke kafé sejak dua minggu lalu." Zea berkomentar sambil mencebik cemberut menatap perempuan hamil yang merupakan saudarinya di panti asuhan. Lily memang bertekad untuk menemukan semua saudarinya yang sudah tinggal berpencar karena diadopsi. Dan Zea adalah salah satunya. Namun, karena tinggal bersama orangtua angkat yang tidak begitu kaya, gadis itu pun sempat bekerja paruh waktu di kafé.Lily pun dengan sem

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   78. Keguguran

    Lily keguguran.Gadis itu mengalami pendarahan hebat sehingga dokter langsung melakukan tindakan kuret. Calon anak yang beberapa minggu ini tumbuh di rahimnya sudah tiada.Padahal, Lily bahkan belum merasakan kehadirannya. Dia belum bisa bergerak. Masih seukuran tujuh sentimeter. Tapi makhluk kecil

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   87. Kau Mau Apa?

    "Kau bohong. Dokternya masih membahas tentang hamil, tadi!"Lily menyorot sang tuan protes sambil menjilati es krim dalam genggaman. Gadis dengan gaun putih selutut itu tampak cemberut padahal mulutnya penuh makanan. Benji yang melihatnya tentu saja menggeleng tidak habis pikir."Dia kan dokter yan

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   84. Meminta Maaf

    "Kau tidak pergi bekerja?"Geovano menatap putranya yang terus mondar-mandir di ruang tengah yang luas. Pria itu tampak seperti pengangguran kurang kerjaan di senin pagi ini. Istrinya bahkan sudah pergi menghadari arisan. Tapi dia malah diam di rumah ayahnya seolah tidak pernah mengutuk rumah ini b

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   80. Dia Kabur?

    "Telepon Bunda saat kau sudah sampai di sana, ya?"Lentari berpesan pada gadis yang kini sudah berjaket tebal dan hanya berbekal tas berukuran sedang. Hari ini, Lily benar-benar akan kabur sesuai saran sang ibu panti. Gadis itu harus melakukannya sekarang sebelum terjebak semakin jauh dalam masala

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status