Home / Romansa / Sentuhan Candu Tuan Benji / 360. Cinta yang Utuh [END]

Share

360. Cinta yang Utuh [END]

Author: LilyLembah03_
last update publish date: 2026-04-13 04:13:27
"Bundaku belum pulang ya, Ayah?"

Benji melirik singkat putranya yang baru masuk dapur. Pemuda dengan wajah mirip Benjamin Kaisar itu bahkan langsung mencomot mie goreng yang sudah diseduh ayahnya di atas meja.

"Kenapa kau memakannya?! Itu milik Ayah!" protes Benji tidak terima.

Namun, bukannya takut oleh ucapan ayahnya, Naka--pemuda 16 tahun yang kini menginjak bangku kelas 2 SMA, malah memasukkan lebih banyak mie instan ke dalam mulutnya. Membuat Benji segera merebut piring di depan pemuda i
LilyLembah03_

HaloOow~ Ini LilyLembah03_ hihi. Enggak kerasa cerita ini udah ending, yaa? Rasanya legaaa banget. Melalui catatan ini, aku cuma mau berterima kasih buat readers yang sudah berkenan baca cerita ini sampai akhir. Sudah meluangkan banyak waktu dan uang, bahkan mengirimkan dukungan mulai dari komentar, review, gems, bahkan gift. Maaf juga semisal ada kesalahan atau ketidakpuasan selama membaca buku ini. Terima kasih sudah menemani perjalananku menghidupkan sosok Benji dan Lily selama kurang lebih enam bulan. I love you so muchyyyy gaesss ♡. Sekian, Author dan keluarga besar Kakek Geo pamit undur diri 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 (Tunggu karyaku selanjutnya yaa (kalau nggak kapok setelah baca ini hahahaha)) P.S : Boleh dong kasih kesan dan pesan kalian setelah baca buku iniii (monmaap karena authornya banyak mau hehehe)

| 10
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Han 91
terimakasih kak author untuk pertama kalinya aku membaca dan menunggu cerita novel on going sampai tamat .
goodnovel comment avatar
Safira Yuni Ifa
yaa udah tamat aja kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   360. Cinta yang Utuh [END]

    "Bundaku belum pulang ya, Ayah?" Benji melirik singkat putranya yang baru masuk dapur. Pemuda dengan wajah mirip Benjamin Kaisar itu bahkan langsung mencomot mie goreng yang sudah diseduh ayahnya di atas meja. "Kenapa kau memakannya?! Itu milik Ayah!" protes Benji tidak terima. Namun, bukannya takut oleh ucapan ayahnya, Naka--pemuda 16 tahun yang kini menginjak bangku kelas 2 SMA, malah memasukkan lebih banyak mie instan ke dalam mulutnya. Membuat Benji segera merebut piring di depan pemuda itu dengan kesal. "Aku lapar, Yahhh! Biarkan aku memakannya! Kau tidak lihat putra tampanmu ini kelelahan setelah latihan basket?" tanya pemuda dengan mata sipit seperti Benji itu dramatis. "Kalau kau mau, masak saja sendiri! Kenapa malah makan punya orang lain?" protes Benji lagi kemudian makan sisa mie instan yang tadi nyaris dihabiskan anaknya. "Andai saja Bunda di sini ... pasti dia tidak akan membiarkan anaknya kelaparan seperti bapak-bapak tidak berperasaan di depanku." Dan gumaman Naka

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   359. Tidurlah yang Nyenyak

    "Sudah nyaman, kan, posisinya ini?""Nanti jangan lupa beritahu aku kalau sudah waktunya ganti pembalut! Kata bidan, harus diganti empat jam sekali, kan?""Tapi langsung beritahu saja kalau sudah terasa penuh atau basah. Oke?""Iya, Mas ....""Mas mau ke kantor sebentar, yaa? Telepon saja kalau dalam empat jam Mas belum pulang atau kau memerlukan sesuatu.""Iyaa ....""Istirahatlah yang benar. Tidur yang nyenyak. Sebentar lagi Naka pasti bangun karena lapar. Kau harus manfaatkan waktu dengan baik, Sayang ....""Iya, Mas ....""Baiklah. Mas ke kantor dulu. Nanti Mas minta Bi Nala dan Bu Anin mengecekmu, yaa?"Sekali lagi, Lily hanya mengangguk supaya sang suami segera pergi. Setelah dirasa cukup memberikan pesan, Benji akhirnya berlalu pergi dengan setelan pakaian kerjanya.Tentu saja setelah memberikan banyak kecupan di wajah Lily sebagai bentuk perpisahan yang manis."Dia benar-benar lebih cerewet daripada Bi Anin ...." Lily diam-diam terkekeh geli setelah memastikan suaminya menutup

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   358. Bangunkan Istriku

    "Mas ... aku mengantuk sekali.""Tolong biarkan aku tidur ...."Dua kalimat terakhir sebelum istrinya kehilangan kesadaran terus berputar di kepala Benjamin Kaisar. Kalimat yang terdengar seperti perpisahan setelah dokter menyatakan Lily mengalami koma imbas pendarahan pascamelahirkan.Dan sekarang, Benji benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Apalagi begitu dia kini berdiri di ambang pintu ruang berisi bayi-bayi yang baru lahir. Setelah beberapa saat lalu dia masuk ke ruang ICU tempat istrinya terbaring dengan alat bantu pernapasan dan beberapa penunjang hidup lain.Istrinya tidak lagi membuka mata beberapa menit setelah melahirkan anak mereka.Istrinya dinyatakan berada dalam kondisi kritis setelah kehilangan banyak darah."Ya ampun, cucunya Obaa-chan lapar ya ini? Atau mau bertemu Bunda? Sabar yaa, Sayang ...."Melihat bagaimana sang ibu berusaha menenangkan tangis nyaring putranya bahkan membuat netra memerah itu kembali berkaca-kaca. Sampai satu tepukan di bahu membuat

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   357. Tepat Pukul Lima

    "Masss ... sakithh ....""Iyaa, Sayang. Sabar, yaaa. Mas pijat yaa ini ....""Tapi masih sakit, Masss ....""Coba tarik napas lagi, yaa, Sayang?""Tarik napasnya yang dalam lewat hidung, yaa. Hembuskan pelan-pelan lewat mulut ....""Mas temani. Mas pasti temani. Jangan menangis ....""Tapi sakit, Masss ...."Benji mengusap wajahnya yang tampak kusut dan berantakan karena gusar. Pria itu ingin menangis.Demi Tuhan ... Benjamin Kaisar ingin sekali menangis. Namun, dia benar-benar takut melakukannya di hadapan sang istri yang kini menggeliat gelisah sambil mencengkeram erat sebelah tangannya.Seolah itu adalah satu-satunya hal yang Lily punya untuk bisa tetap bertahan."Sayanggg ... di sebelah mana sakitnya? Biar Mas bantu pijat ...." Benji kembali bertanya lembut guna menenangkan meski pikirannya kacau bukan main.Tangannya yang terbebas dari cengkeraman sang istri kembali memijat di bagian bawah punggung. Tempat istrinya merasakan nyeri luar biasa akibat pembukaan yang padahal baru sam

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   356. Dicintai dengan Baik

    "Mbakkk ... kenapa masih datang ke sini?"Zea--salah satu pegawai di kafé milik Lily bertanya panik sambil berlari menyambut bosnya. Sedangkan orang yang kini dituntun untuk duduk di meja terdekat hanya terkekeh geli dengan respon lucu pegawai cantiknya."Tadi kami hanya jalan-jalan, Zea. Lagipula ini kan tidak jauh dari rumah," sahut Benji mewakili istrinya yang kini sibuk meluruskan kaki setelah duduk di kursi dekat jendela kaca yang langsung menghadap jalan."Masss ... aku kira Mbak Lily sudah tidak bisa ke mana-mana karena mendekati hari kelahiran. Apalagi kau sudah melarangnya ke kafé sejak dua minggu lalu." Zea berkomentar sambil mencebik cemberut menatap perempuan hamil yang merupakan saudarinya di panti asuhan. Lily memang bertekad untuk menemukan semua saudarinya yang sudah tinggal berpencar karena diadopsi. Dan Zea adalah salah satunya. Namun, karena tinggal bersama orangtua angkat yang tidak begitu kaya, gadis itu pun sempat bekerja paruh waktu di kafé.Lily pun dengan sem

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   355. Hidup Paling Bahagia

    "Sayang ... aku pulang."Benji menyapa sesaat kakinya sampai di ruang tengah kediaman mereka yang luas. Namun, rupanya di sana tidak ada orang. Biasanya, sang istri akan menunggunya di sini saat sore. Begitu mendengar suara tawa familiar dari dapur, Benji pun segera melangkah menuju ke sana. Hanya demi menemukan tiga perempuan yang tengah berbincang begitu hangat dengan urusannya masing-masing."Dia memang secengeng itu saat kecil, Lily. Makanya Bunda juga kaget setelah melihat kelakuannya sekarang." Itu Akane yang sejak dua hari lalu sudah menginap di sini. Ibunya memang minta izin pada Lily untuk datang setelah menanyakan soal hari perkiraan lahir sang cucu pada Benji. Setelah mengantongi izin dari si ibu hamil, barulah Akane datang dan memutuskan untuk menemani menantunya di sini."Dia jadi pemarah mungkin karena kau suka memarahinya saat kecil dulu, Nyonya. Aku ingat, dia pernah menangis ketakutan sampai tidak berani pulang karena nilai ulangannya jelek."Itu Bu Anin yang menimp

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   233. Bagaimana Jika

    "Kenapa kau belum tidur?"Benji mengusap puncak kepala istrinya yang tengah duduk di dekat kaki ranjang putrinya. Sejak sore tadi, setelah mereka membawa Daisy pulang dari rumah sakit, Lily tidak juga keluar dari kamar si kecil."Mas ... kenapa kau belum tidur?" tanya Lily terkejut begitu menyadari

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   237. Berlebihan

    "Kenapa kau belum pulang juga?" Pertanyaan ketus dari ayah mertuanya hanya ditanggapi Lily dengan senyum kecil. Perempuan itu malah sibuk menyelimuti putrinya yang sudah terlelap di sofa setelah tadi makan es krim yang Lily belikan ke luar karena Daisy rewel ingin pulang."Bawa anakmu pulang supay

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   244. Dalam Bahaya

    "Lily! Kami di sini!"Kiello berteriak sambil melambai pada perempuan yang tampak linglung di ujung lorong rumah sakit. Begitu menyadari kehadiran suami dan iparnya di sana, Lily pun berlari mendekat."Anakku mana? Daisy bagaimana?" tanya perempuan itu cepat sambil mendekat pada pintu ruang IGD yan

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   239. Bukan Masalah Serius

    "Yeayyy! Aku akan bertemu Papa Ilooo~""Iyaaa, iyaa, kau akan bertemu dia. Tapi diam dulu bisa tidakk? Ini kepangan rambutmu nanti jadi tidak cantik, Isyyy ...."Benji memandangi istrinya yang kini tengah sibuk mendandani putri mereka. Hari ini, mereka akan makan malam di kediaman Galendra untuk m

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status