Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 11: Apa Benar Ia Sebaik Itu?

Share

CHAPTER 11: Apa Benar Ia Sebaik Itu?

Author: Heiho
last update publish date: 2025-11-10 14:46:49

Hembusan napas hangat Jefri yang menggelitik telinga Rara membuat tubuh perempuan itu bergetar. Ada gejolak aneh yang ia rasakan di perutnya. Terasa seperti mulas tapi tidak juga. Entahlah, ia sendiri juga tidak tahu kenapa tubuhnya bereaksi seperti ini.

“Om, jangan aneh-aneh,” ucap Rara pelan setelah berhasil mengendalikan diri. Ia mendelik pada Jefri.

“Ada Hani di sini,”

“Hmm,”

Jefri semakin mendekatkan badannya membuat Rara bergidik. Apa pria itu akan memaksanya? Apa dia juga tidak menerim
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 271: Berpaling Padaku

    “Kenapa … kita berhubungan?” ulang Hani, berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah dengar.Merphilus tidak menjawabnya. Tapi, sorot matanya yang serius meyakinkan Hani kalau ia tidak salah dengar tadi.“Itu …. Bukankah itu karena Anda ingin melampiaskan hasrat juga?” ucap Hani tidak yakin, “Karena Anda bilang kita cocok …. Karena sudah pernah berhubungan.”“Apa menurutmu kita memang berhubungan saat tahun baru itu?”Apa maksudnya itu? Bukankah jawabannya sudah sangat jelas?Hani mengangguk pelan. Ia berjengit ketika Merphilus tiba-tiba menghela napas kasar.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 270: Bukan Dia

    Hani membuka matanya perlahan. Ia mengerjap-ngerjap sejenak, mencoba mengingat kembali hal yang telah dia lakukan sebelumnya.Ketika melihat bayangan Merphilus di ujung kasur, Hani segera beranjak duduk.“Kamu sudah bangun?” tanya Merphilus dengan seulas senyum di wajahnya.Bukannya menjawab, Hani justru menarik selimut lebih rapat ke tubuhnya. Ia menatap was-was Merphilus dengan sorot mata tajam.Merphilus mendengus pelan melihatnya. Ia lalu melangkah mendekati Hani.“Jangan mendekat!” seru Hani yang kini memundurkan posisinya, “Saya akan teriak kalau anda berani mendekat lagI!”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 269: Leo VS Merphilus

    Leo mengetuk-ngetuk pelan jemarinya di atas paha. Matanya memandang keluar kaca taksi dengan gelisah. Sesekali keringat mengalir di dagunya.Pria itu kini sedang berada di dalam taksi menuju hotel Amarose. Ia tadi memesannya langsung setelah kepergian Jefri dan Rara. Tidak membuang waktu sedikit pun.Ya, urusan yang dia maksud ke Jefri tadi adalah ini. Menuju hotel Amarose untuk memergoki Merphilus dan Hani. Leo merasa bersalah karena harus membohongi bosnya itu, tapi ia sendiri tidak bisa mengatakan urusannya ini juga.Tidak bisa selama ia belum bisa mendapatkan bukti yang memberatkan Merphilus. Dan malam ini, ia akan mendapatkannya.Leo menelan ludah ketika hotel Amarose mulai terlihat di matanya. Ia menarik napas dan menghembuskannya perlahan seiring taksinya mulai menepi di depan hotel itu.“Kita sudah sampai, Tuan,” ucap sopir taksi.Leo mengangguk. Ia menyodorkan uang sambil mengucapkan terima kasih yang segera diterima sang sopir. Ia lalu keluar dari sana dan taksi segera menin

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 268: Basah

    Hani menelan ludah. Ia mengalihkan pandangannya, tidak menjawab pertanyaan Merphilus barusan.Merphilus menyeringai. Ia mendekatkan dirinya lagi dan mencium rahang Hani. Perempuan itu berjengit pelan.Ia mengerang ketika ciuman Merphilus terus turun ke bawah. Menuju leher jenjangnya lalu perpotongan bahunya yang tidak tertutupi gaunnya.Sebuah gigitan diberikan Merphilus di sana. Menimbulkan ruam kemerahan yang segera dijilatnya.Napas Hani mulai kembali terengah. Wajahnya perlahan merekah merah. Ia tercekat saat satu tangan Merphilus tiba-tiba mencengkram pinggangnya.“Tu-Tuan … Tunggu …” erang Hani yang tidak digubris Merph

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 267: Tidak Tahan, kan?

    “.... Leo? Apa kamu mendengar saya? Leo, jawab!”Leo tersentak. Ia menatap Jefri yang mengerutkan alisnya dan Rara yang menatapnya khawatir. Kesadaran segera masuk dalam kepalanya.“Ma-maafkan saya, Pak Direktur! Saya tidak sengaja melamun!” serunya gelagapan. Bagaimana bisa ia bengong ketika berada di hadapan bosnya?!Jefri mendengus pelan. Sementara Rara masih menatapnya khawatir. “Om tidak apa-apa?” tanyanya.Leo mengangguk. “Saya tidak apa-apa. Maafkan saya, Nyonya,” ucapnya.“Jadi, di mana Hani?” tanya Jefri, mengembalikan percakapan mereka ke topik awal. “Tadi kamu bilang dia di toilet.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 266: Perseteruan

    Hani menelan ludah dengan susah payah. Ia berusaha untuk tetap tenang meski kepanikan kini menggedor-gedor dirinya.“B-bicara? Apa yang perlu kita bicarakan, Tuan?” balas Hani jenaka.Ia berusaha memundurkan langkahnya pelan-pelan menuju ujung lorong.Tapi, Merphilus sepertinya bisa membaca rencananya karena pria itu ikut berjalan maju. Menambah kepanikan Hani.“Banyak hal. Tentang kamu yang sulit dihubungi, hubungan kita yang putus mendadak, dan,” mata Merphilus berubah menajam.“Ucapanmu tentang Rara waktu itu.”Hani tersentak melihat sorot wajah Merphilus menggelap. Ia akhirnya buru-buru berbalik, hendak ber

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 96: Serangan Kedua

    Septa tercenung membaca artikel di layar ponselnya. Ia mengscroll ke bawah, membaca isi artikel itu dengan cermat karena berpikir judulnya hanya click bait. Tapi nyatanya, isi artikel itu mendukung judulnya. Artikel itu memang menceritakan tentang kasus pelecehan Jefri oleh Rachel.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 97: Bahaya

    “Apa Septa baik-baik saja?” “Dia baik-baik saja,” ucap Jefri sambil mematikan ponselnya. Ia baru saja menelepon Septa untuk menanyakan keadaannya setelah artikel tentang perundungan Rachel ke Rara dirilis. “Dia sedang menyiapkan diri untuk menghadapi reporter yang mulai datang,” lanjut Jefri.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHPATER 93: Perseteruan Jefri dan Septa

    “Mana mungkin!’ Rara tertawa kaku, “Kalau pun bener karena aku, pasti karena–” ‘Karena dia sudah melampiaskan hasratnya padaku’ batin Rara yang tak ia suarakan. Wajahnya memerah, terlalu malu dengan isi pikirannya sendiri. Tapi, pasti benar begitu, kan?

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 85: Pertemuan Kembali

    “Om cuma mau sama kamu, Ra!”“Apa?” Rara rasanya linglung mendengar ucapan Jefri. Kepalanya terasa mengawang-awang. “Berhubungan … maksud om berhubungan sex, kan?” “Bukan!”Jefri menghela napas kencang membuat Rara berjengit kaget. Ia mengerjap-ngerjapkan mata kebingungan saat Jefri menundukkan k

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status