Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 65: Gertakan Rachel

Share

CHAPTER 65: Gertakan Rachel

Author: Heiho
last update Last Updated: 2026-01-02 15:00:36

“Urusan? Urusan apa?” tanya Hani. Ia bolak-balik memandang Rachel dan Rara. 

“Rara tidak bilang apa-apa dari tadi!” lanjut Hani dengan alis mengerut. 

Rachel tertawa pelan yang membuat Rara berjengit sedikit. Tubuhnya kembali gemetar sedikit, tapi ia berusaha tetap bersikap normal agar tidak menimbulkan kecurigaan. 

“Rara pasti lupa bilang. Karena gaun dia tadi nggak muat, jadi tante mau ajak Rara ke butik buat cari penggantinya!” lanjut Rachel yang ditimpali anggukan dari Rara. 

Hani mengangguk-angguk paham. Ia melirik Rara sejenak lalu kembali menatap Rachel. “Emang mau ke butik mana, tan?” tanya Hani ke Rachel. Keduanya lalu lanjut dalam pembicar

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 69: Taktik Rara

    {Om malam ini kosong? Aku pingin ketemu …]Jefri menatap datar pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Sudah lama sekali ia tidak mendapat pesan dari Rara. Jefri segera menoleh ke Leo, sekretarisnya, yang sedang menyusun dokumen. “Apa saya ada jadwal malam ini?” tanya Jefri. Leo menggeleng, “Tidak ada, pak. Bapak baru ada jadwal besok malam untuk penyambutan nyonya Rachel yang akan menginap di hotel Diamond,”Jefri mengangguk paham. Ia lalu mengetik balasan pesan untuk Rara. [Kosong. Ketemu di mana?]Balasan dari Rara segera datang.[Di rumahku aja! Aku tunggu ya! Nggak usah bawa apa-apa!]Jefri menaikkan satu alisnya dan membalas pesan Rara dengan ‘ya’ singkat. Ia lalu bangkit dari kursinya dan memakai jas yang tersampir di lengan kursi. “Bapak mau pulang?” tanya Leo melihat bosnya sudah besiap pergi. “Ya. Saya ada urusan,” balas Jefri, “Kamu juga segera pulanglah. Sudah beberapa hari ini lembur, kan?”Leo mengangguk. “Saya akan pulang setelah merapihkan dokumen-dokumen ini,” ucap

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 68: Menyelamatkan Rara

    Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya masih terlihat membengkak meski sudah dikompres. Semalam dia memang kembali menangis setelah Jefri pergi dan itulah yang membuat matanya sangat bengkak pagi ini. Rara menghela napas. Setidaknya sudah tidak terlalu terlihat seperti sebelumnya. Rara mengambil ponselnya di atas meja ketika ponselnya berbunyi. Ada pesan dari Septa. [Maaf. Hari ini aku tidak bisa menjemputmu.]Rara segera mengetikkan balasan ‘tidak masalah’ dan mengirimnya. Ia justru bersyukur Septa tidak menjemputnya karena pria itu pasti akan menyadari matanya yang bengkak dan Rara harus mencari alasan jika ia bertanya. Rara melangkah keluar dari kamarnya. Perhatiannya teralihkan sejenak pada counter dapurnya yang kosong. Biasanya tiap pagi, ia akan melihat bungkusan plastik berisi makanan dari Jefri di sana. Hal itu membuat Rara kembali teringat dengan kejadian semalam. Rara menghela napas. Ia harus segera mencari cara ag

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 67: Dugaan Septa

    Alis Jefri mengernyit. Mata hitamnya menatap Rara lamat-lamat, tapi ia tetap memperdalam ciumannya. Suara kecipak basah dari ciuman mereka perlahan terdengar memenuhi ruangan. Rara memisahkan bibirnya ketika nafasnya mulai habis. Ia terengah-engah dengan mata sayu dan wajah memerah. Tapi, wajahnya kembali naik dan mencium rahang tegas Jefri. Suara kecupannya memenuhi telinga Jefri. Tangan Jefri perlahan mendekap punggung Rara dan menekan perempuan itu semakin dekat padanya. Rara tersentak pelan dan kembali lanjut menciumi rahang Jefri. Jantungnya berdebar-debar kencang. Rencananya berhasil–“Apa yang Rachel lakukan padamu?” bisik Jefri. Mata Rara seketika membesar. Ciumannya terhenti, tapi ia masih belum menjauhkan dirinya dari Jefri. Jefri melirik Rara. Ia tak bisa melihat wajah gadis itu karena Rara memalingkan wajahnya. Tapi, ia bisa merasakan tubuh gadis itu gemetar. “A-aku nggak ngerti maksud, om,” balas Rara terbata-ba

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 66: Batas Satu Minggu

    “Bukan seperti itu, nyonya!” Rara menggeleng cepat dengan panik, “Saya benar-benar tidak melakukan keduanya!”“Lalu apa?” buru Rachel, “Jefri itu pria yang tidak gampang tergoda. Kalau ia sampai terjatuh padamu, kau pasti sudah melakukan hal licik padanya!”“Kami melakukan kesepakatan!”“Apa?”Alis Rachel mengerut dalam. Raut wajahnya tampak tidak percaya. Tapi, melihat wajah putus asa Rara, ia tahu ucapan perempuan itu tidak bohong.“Kesepakatan apa?” tanya Rachel dengan nada rendah. Ia menurunkan tangannya yang memegang gaun.Melihat Rachel mau mendengarkannya, Rara buru-buru me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 65: Gertakan Rachel

    “Urusan? Urusan apa?” tanya Hani. Ia bolak-balik memandang Rachel dan Rara.“Rara tidak bilang apa-apa dari tadi!” lanjut Hani dengan alis mengerut.Rachel tertawa pelan yang membuat Rara berjengit sedikit. Tubuhnya kembali gemetar sedikit, tapi ia berusaha tetap bersikap normal agar tidak menimbulkan kecurigaan.“Rara pasti lupa bilang. Karena gaun dia tadi nggak muat, jadi tante mau ajak Rara ke butik buat cari penggantinya!” lanjut Rachel yang ditimpali anggukan dari Rara.Hani mengangguk-angguk paham. Ia melirik Rara sejenak lalu kembali menatap Rachel. “Emang mau ke butik mana, tan?” tanya Hani ke Rachel. Keduanya lalu lanjut dalam pembicar

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 64: Ketahuan

    ‘Aku benar-benar tidak bisa memakai gaun ini,’ batin Rara resah ketika melihat pantulan dirinya di cermin yang sudah memakai gaun itu. Gaun yang memiliki model bahu terbuka itu membuat pundak Rara terekspos dan menampilkan dengan jelas kissmark yang ditinggalkan Jefri. Rara menggigit bibir. Ia merapihkan rambutnya, yang untungnya sedang digerai, untuk mencoba menutupi kissmark tersebut. Percobaannya berhasil, tapi hal itu tetap membuat Rara was-was karena tatanan rambutnya bisa saja berubah ketika ia bergerak yang akhirnya memperlihatkan kissmark itu lagi. Rara mengeratkan bibirnya. Sial! Kalau tahu begini, Rara akan menolak ketika ditawari tadi!Rara segera memutar cepat otaknya untuk mencari alasan agar tidak memakai dress itu. Kalau ia bilang ada bagian gaun yang rusak, Rachel pasti akan langsung menemukan kebohongannya dan mencurigainya!Apa ia bilang saja kalau gaun itu tidak muat karena badannya ternyata bertambah besar?Rara menelan ludah. Alasan itu memang masih tidak terlal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status