Share

CHAPTER 48: Cantik

Auteur: Heiho
last update Date de publication: 2025-12-20 10:00:42

“Kenapa?” tanya Jefri dengan nada rendah. Tatapan mata pria itu berubah tajam, tapi ia masih menatap ke depan.

Rara menelan ludah. Kalau boleh jujur, ia selalu ketakutan setiap Jefri bereaksi seperti ini. Ia merasa setiap omongannya akan salah jika berbicara dengan Jefri di mode ini.

“Kita kan udah masuk bagian utama, jadi aku merasa udah cukup,” jelas Rara hati-hati. Ia tak berani melihat reaksi Jefri, jadi ikut menatap ke depan.

“Bukannya kamu mau ‘kelas’ sampe
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 226: Kedua Kalinya

    Rara duduk dengan tegang di kursi yang disediakan untuknya. Di sebelahnya, Jefri dan Hani ikut duduk. Para pramusaji segera menuangkan wine ke gelas di atas meja bundar. Rara mengucapkan terima kasih ke pramusaji tersebut. Ia lalu kembali menatap panggung di depannya. Mejanya ada di barisan paling depan sehingga bisa dekat dengan panggung. Menurut Jefri, tempat ini memang eksklusif untuk mereka sebagai penyelenggara acara. Rara benar-benar tidak menyangka bisa duduk di tempat seperti ini.Wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Para tamu juga sudah mulai duduk di tempatnya masing-masing. Para pramusaji sibuk berkeliaran menuangkan wine. Begitu juga dengan Leo yang sibuk mengarahkan para tamu menempati tempat duduk yang sesuai.‘Jadi, pestanya seperti ini,’ batin Rara. Ini pertama kalinya dia menghadiri pesta seperti ini. Meski dalam hidupnya, dia baru sekali menghadiri pesta ketika acara keluarga Nickelson

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 225: Tidak Akan Berhubungan

    ‘Dia lumayan juga,’ batin Hani yang tengah mengikuti langkah Merphilus dari belakang. Tadi Jefri menyuruhnya untuk segera menyusul pria itu. Ia dan Rara masih di lobi hotel, bercakap-cakap dengan para kolega.Menyadari isi pikirannya barusan, Hani segera menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya ia berpikiran seperti itu! Tapi, memang tak dapat dipungkiri kalau penampilan Merphilus malam ini lebih …. Tampan dari biasanya. Mungkin karena gaya rambutnya yang disisir rapi itu. Atau karena jasnya yang sangat pas sehingga membentuk tubuhnya lebih jelas. Entahlah.‘Aku pasti sudah gila,’ sungut Hani dalam hati. Ia tidak boleh melupakan betapa menyebalkan pria itu selama ini!Keduanya akhirnya sampai di aula. Mereka segera menuju belakang panggung, menemui operator yang bertugas menayangkan presentasi mereka di layar nanti. “Semuanya aman?” tanya Merphilus ke salah satu staf operator.Staf yang ditanya itu mengangguk, “Aman. Tadi kami sudah mencobanya lagi.”Keduanya kemudian terlarut dalam

  • Sentuhan Lembut Om Duda   Chapter 224: Strawberry

    “Saya akan segera memanggil penata busana kesini. Lalu, merias anak anda.”Jefri mengangguk, “Mohon bantuannya.”Penata rias beserta stafnya itu segera meninggalkan Rara dan Jefri. Rara menghela napas pelan. Ia merasa lelah entah kenapa. Mungkin karena situasi ini begitu tiba-tiba. Jefri tiba-tiba saja pulang sambil membawa sekumpulan orang ini kemudian meminta mereka untuk mengurus Rara. Membuat Rara yang belum memahami situasi, hanya bisa pasrah mengikuti alur Jefri.“Ada apa? Lelah?”Rara mengalihkan pandangannya ke Jefri yang berdiri di depannya.“Mau diambilkan minum?” tanyanya lagi. Rara menggeleng. Ia menghela napas pelan lagi. “Kenapa mas tiba-tiba manggil orang buat ngurus aku begini?” tanyanya pelan. “Kamu tidak suka?”“Bukan begitu,” bantah Rara, “Aku cuma kaget.”Sebelum Jefri menjawab, Rara melanjutkan, “Apa ini ada hubungannya sama ucapanku waktu itu? Yang mas bilang bakal diurus itu?”Rara menatap gelisah Jefri yang tak segera menjawab. Ia sedikit berharap Jefri tida

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 223: Memanjakanmu

    Rara menelan ludah. Ia mengeratkan pegangannya di jas lalu mengangguk pelan.“Aku …. Aku takut mempermalukan mas,” lirih Rara. Jefri tidak menjawab, jadi Rara melanjutkan.“Sebenarnya, aku percaya diri dengan kemampuan sosialku. Walaupun …. Walaupun aku takut juga sih sama reaksi mereka. T-tapi, yang paling aku khawatirkan itu,”Rara menggigit bibirnya sejenak.“Soal …. Penampilanku.”Hening. Jefri tak lagi menjawab. Ia menatap lekat Rara yang terlihat semakin sendu.“Bagaimana kalau make upku tidak bagus nanti? Atau pilihan bajuku jelek?” cerocos Rara, “Bagaimana kalau penampilanku nanti malah mempermalukan mas?”Rara menghela napas pelan, “Itu sih …. Yang kupikirkan. Makanya aku mencari artikel tentang itu, tapi ternyata tidak terlalu membantu.”Rara tertawa sumbang. Ia lalu kembali menghela napas.Merasa Jefri tidak akan menjawabnya, Rara akhirnya berbalik badan. Hendak menaruh jas Jefri di tempat kotor. Tapi, pria itu justru menahan bahunya membuat Rara tak bisa bergerak. Rara me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 222: Khawatir

    “Jangan lupa untuk datang ke pesta awal tahun, Tuan Merphilus,” ucap Jefri, “Hani sudah mengundang anda, kan?”Merphilus mengangguk. Ia menghentikan langkahnya begitu mereka sampai di pintu lobi. Mobil jemputannya belum datang.“Saya pasti akan datang. Kalau tidak, kasian Nona Hani jadi sendiri, kan?” ucap Merphilus sambil menatap Hani di sebelah Jefri. Nadanya seperti biasa terdengar mengejek.Jefri tertawa, sementara Hani mengerutkan wajahnya masam. Padahal moodnya masih belum pulih karena masalah sebelumnya, tapi Merphilus malah membuat moodnya semakin turun!Mobil Merphilus tak lama datang ke depan lobi. Liam yang sedari tadi mengikuti Merphilus dari belakang segera berjalan mendekati mobil untuk membukakan pintu. “Kalau begitu, saya pamit dulu,” ucap Merphilus sambil mengulurkan tangannya.Jefri membalas jabat tangannya, “Hati-hati di jalan, Tuan. Semoga kita bisa segera makan bersama di lain waktu.”Merphilus mengangguk. Ia menoleh ke Hani dan mengulurkan tangannya juga. “Sampa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 221: Melihatnya Lagi

    “Saya sudah meluruskan masalah om Leo.”Merphilus menoleh ke Hani yang berdiri di sebelahnya. Ia kemudian melirik Leo yang sedang menyiapkan layar proyektor bersama Liam, tidak jauh dari mereka.Merphilus tersenyum miring, “Sepertinya begitu. Melihat dia tidak menatap seram lagi sekarang.”Ia kembali menatap Hani. “Kerjamu bagus.”Hani mendengus. Ia tidak tahu Merphilus beneran memuji atau mengejeknya sekarang. Tapi, setidaknya dia sudah menyampaikannya.Ia bisa benar-benar tenang sekarang. “Apa anda gugup hari ini?”Hani tidak segera menjawab. Ia menatap kesibukan para staf hotel yang sedang mempersiapkan meeting besar hari ini. Sesuai kesepakatan di pertemuan kemarin, Jefri memutuskan untuk mengadakan meeting besar dua hari setelah pertemuan Hani dengan Merphilus. Meeting dilaksanakan di ruang meeting yang berada di hotel Diamon.Ruang meeting itu cukup besar sehingga kemungkinan cukup unt

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 77: Siapa Itu?

    ‘Kamu besok datang ke fashion show tante Rachel kan, Ra?’ tanya Hani riang dari seberang telepon. “Eh, bukannya itu butuh undangan?” tanya Rara. Ia masih rebahan di atas kasur. Pagi ini rasanya ia begitu malas untuk bangkit. Mungkin karena semalam kelamaan bermain dengan Septa. ‘Loh, tante Rachel

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 78: Kamu Bebas, Ra

    “Nyonya Rachel?”Rara menelan ludah ketika melihat Rachel berdiri di depan pintu rumahnya dengan senyum lebar. Perasannya bercampur aduk.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 74: Hati-Hati dengan Septa

    ‘Cari tahu apakah gadis kesayanganmu itu memang korban kekerasan atau bukan. Gampang saja buatmu, kan?’Septa mencebik ketika ucapan Rachel kembali terngiang di kepalanya. Ia menghela napas panjang, membuat Rara yang habis merapihkan alat kebersihan menoleh ke Septa. “Udah join sirkel pemuda jompo

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 67: Dugaan Septa

    Alis Jefri mengernyit. Mata hitamnya menatap Rara lamat-lamat, tapi ia tetap memperdalam ciumannya. Suara kecipak basah dari ciuman mereka perlahan terdengar memenuhi ruangan. Rara memisahkan bibirnya ketika nafasnya mulai habis. Ia terengah-engah dengan mata sayu dan wajah memerah. Tap

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status