Share

Sentuhan Malam Tante Tersayang
Sentuhan Malam Tante Tersayang
Author: Richy

Bab 1

Author: Richy
Namaku Aldo, aku seorang mahasiswa yang tinggal di rumah paman di dekat kampus.

Secara alami bulu tubuhku memang lebat. Di usia 19 tahun yang sedang penuh gairah ini, keinginanku terhadap lawan jenis menjadi makin kuat.

Setiap malam aku pasti mencari film, lalu diam-diam melampiaskannya menggunakan stoking tanteku sebelum menaruhnya kembali ke mesin cuci.

Tante adalah seorang pramugari. Hal pertama dilakukannya setelah pulang kerja adalah melepas stoking.

Dia memiliki wajah berbentuk oval dengan kulit yang putih dan lembut, terutama kedua gunungnya yang bahkan seragam pramugarinya tidak mampu membendungnya, sampai kancing bajunya seolah hampir meledak.

Hanya dengan membayangkan tubuhnya di dalam kepala saja, sudah cukup untuk membuatku mengeluarkan cairan.

Tampaknya dia pun sangat mendambakan hal itu. Setiap malam dia selalu merengek pada pamanku untuk melakukan hubungan itu.

Aku sering menempel di dinding untuk mendengarkan desahan tante yang menggoda. Sayangnya, sebelum desahan itu berlangsung lama, pamanku sudah menyelesaikannya.

Malam ini aku mencuri sepasang stoking abu-abu milik tante yang masih menyimpan bekas keringat setelah dia pakai seharian.

Aku menghirupnya dalam-dalam, aromanya benar-benar memabukkan!

Dengan tidak sabar aku menyelinap ke dalam selimut. Aku pun mencari sebuah karya luar biasa dari guru Japon di ponsel.

Aku meletakkan stoking itu di antara kedua kaki dan merasakan kenikmatan dari gesekan yang ditimbulkannya.

Namun tepat saat itu, tante tiba-tiba mendorong pintu kamarku.

Dia mengenakan pakaian dalam renda yang seksi dengan bahan yang sangat minim, bagian bawahnya menonjol seperti bukit kecil, sementara sepasang gelombang di dadanya makin jelas terlihat.

Gawat!

Apa jangan-jangan aksiku mencuri stokingnya ketahuan?

Aku segera mematikan ponsel dan menyembunyikan stoking itu di bawah tubuhku.

Namun, wajahnya justru memerah, dia berkata dengan ekspresi haus, "Aldo, cepat bantuin aku unduh beberapa film buat ditonton, aku gatal banget."

Aku tertegun. "Tante 'kan punya om, kok masih mau nonton film?"

Tante mengernyitkan dahi lalu menjawab, "Nggak usah bahas om kamu yang nggak guna itu, tiap kali baru gerak dikit sudah keluar. Dia sama sekali nggak bisa muasin aku."

"Aku pernah lihat ponselmu, isinya banyak koleksi film 'kan? Punyaku sudah nggak tahan lagi nih, mau nonton film biar bisa nyelesaiin sendiri."

Tante tampaknya memang sudah tidak tahan lagi. Hatiku merasa senang bukan main, kalau saja aku bisa membantunya ....

"Ya sudah kalau begitu, Tante bawa sini ponselnya, biar aku kirimin."

Tante membungkuk dan menyerahkan ponselnya kepadaku.

Dua gunung besar itu hampir saja mengenai wajahku. Aku belum pernah melihat pemandangan sedekat ini sebelumnya, begitu putih, bulat, dan kenyal.

Aku tidak kuasa menelan ludah. Gairah di sekujur tubuhku seketika membara, bahkan bagian bawahku pun mengeras parah.

Selimut sampai terangkat membentuk tenda.

Tante melihat ke arah selimut yang makin tinggi itu dan menunjukkan ekspresi terkejut.

Dia pun spontan meremas bagian menonjol itu.

"Kamu nyembunyiin apa di dalam selimut? Sini aku lihat."

Begitu diremas olehnya, seluruh tubuhku seperti tersetrum, terasa kesemutan.

Rasanya jauh lebih dahsyat daripada saat aku menggunakan tanganku sendiri.

"Ugh, ah." Aku tidak sengaja mendesah pelan.

Tante akhirnya paham benda apa itu, dan wajah ovalnya seketika memerah.

Dengan nada bersemangat dia berkata, "Nggak nyangka ya, punya kamu lumayan gede juga."

Hasratku makin bergejolak. Rasanya aku ingin sekali langsung menindihnya di tempat tidur dan menidurinya habis-habisan!
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 7

    Namun, aku takut semuanya akan terbongkar.Aku pun memalingkan wajah, tidak berani menatap tante.Dengan suara lirih aku berkata, "Tante yang ngegoda aku."Mendengar kalimat itu, tante seolah tersambar petir di siang bolong. Dia menatapku dengan wajah terkejut."Aldo! Kamu ngomong apa? Jelas-jelas kamu yang lebih dulu godain aku!"Ia berlari ke arahku hendak menarikku, tetapi paman langsung menahannya."Jalang, masih berani main tangan? Sepertinya kamu sudah bosan hidup ya!"Paman melayangkan tangannya, menampar wajah tante dengan keras hingga dia tersungkur ke lantai. Mata Tante yang memerah karena tangis menatap kami dengan penuh rasa benci.Ibuku yang emosi ikut menendangnya sekali."Anakku baru 19 tahun, kok kamu bisa sejahat ini? Kamu tega-teganya sejahat ini, usia segitu pun masih kamu incar?""Perempuan kayak kamu mending mati aja!"Mereka terus mencaci maki tante secara bergantian.Sementara aku memalingkan kepala, tidak sanggup menyaksikan semua itu.Tak lama kemudian, paman m

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 6

    Dia tertegun dengan mulut menganga, tidak tahu harus berkata apa saking terkejutnya."Ka ... kalian lagi ngapain!"Begitu melihat paman, tante seketika berkeringat dingin di sekujur tubuhnya.Dia buru-buru mendorongku menjauh dan mengenakan kembali stoking serta celana dalamnya."Kamu, kamu dengar dulu penjelasanku, ini nggak seperti yang kamu pikirkan."Paman mengamuk hebat. Dia melayangkan tinjunya ke pintu hingga menimbulkan suara dentuman yang sangat keras."Apa lagi yang mau dijelasin?!""Aku lihat sendiri pakai mata kepalaku, kamu masih mau mengelak apa lagi?!""Pantas saja aku ngerasa kamu belakangan ini jadi agak longgar, ternyata kamu lagi ngegoda ponakan aku! Apa kamu nggak punya malu? Dia baru 19 tahun, kamu segitunya nggak bisa nahan diri?"Air mata tante mulai menetes saking paniknya, dia berkata sambil menangis, "Nggak gitu, sebenarnya Aldo yang ngegoda aku."Paman melayangkan tamparan keras ke wajahnya."Jalang! Mana mungkin keponakanku ngegoda kamu?""Pasti kamu yang ng

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 5

    Keesokan harinya, paman ternyata lembur lagi.Di rumah hanya ada aku dan tante berdua saja.Melihat kaki indahnya yang terbalut stoking warna kulit, aku kembali tidak bisa menahan diri.Aku mengelus paha stokingnya, sensasinya benar-benar halus, membuatku enggan melepaskannya.Tante melirikku dengan tajam."Kamu sekarang sudah nggak sungkan-sungkan lagi ya, asal mau, langsung pegang saja?"Aku tertawa dan berkata kepada tante, "Hari ini Om nggak ada, aku mau main sekali lagi."Namun, Tante justru berkata dengan nada serius, "Nggak boleh, semalam setelah om kamu tidur sama aku, dia ngerasa ada yang nggak beres."Aku menatapnya. "Apanya yang nggak beres?""Dia bilang punyaku agak longgar, nggak sesempit sebelumnya."Mendengar kalimat itu, hatiku terasa sangat senang.Tante biasanya tidak pernah mencoba yang besar, jadi miliknya selalu terasa sangat sempit.Tidak disangka setelah melakukannya denganku kemarin, ternyata malah jadi longgar.Sepertinya aku memang terlalu ganas.Dia melihatku

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 4

    "Ugh ... aaaah." Tante mengeluarkan desahan menggoda seolah lupa daratan."Aldo, kok punya kamu bisa gede banget sih? Rasanya enak banget."Ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal semacam ini, sensasi sempit yang menjepit itu benar-benar membungkusku dengan erat.Begitu licin dan lembut.Aku tidak tahan lagi. Aku mengerahkan seluruh tenagaku, seolah setiap hentakan menghujam jauh hingga ke dasar hati tante."Tante, kamu lembut banget. Aku sudah hampir nggak tahan lagi nih."Aku memanggul kakinya, menindih seluruh tubuhnya, lalu menghentakkan pinggangku dengan keras.Jari-jari tante tidak berhenti mencakar punggungku, sementara tubuhnya makin tegang."Aldo, aku belum pernah ngerasain kenikmatan kayak begini, puas banget rasanya."Kedua kakinya juga melilit erat di pinggang belakangku. Dia menekan dengan kuat, membuatku merasa masuk jauh lebih dalam lagi.Setelah bergelut selama dua jam penuh, aku menarik milikku dengan perasaan puas."Tante, buka mulutnya."Dia memegangiku, lalu me

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 3

    Saat ini perhatianku sepenuhnya teralihkan oleh dadanya yang membusung. Aku sama sekali tidak memedulikan apa yang dia katakan.Melihatnya terhimpit oleh kedua tangannya hingga nyaris keluar dari balik pakaian, aku benar-benar ingin merasakan sentuhannya.Tapi apa dia akan marah padaku? Atau malah mengadukannya pada orang tuaku?Namun, malam itu dia melakukan hal itu tepat di hadapanku ....Sudahlah, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.Aku pun menjulurkan tangan dan langsung meremas bola besar yang terekspos itu.Ssh! Rasanya benar-benar luar biasa nikmat! Begitu lembut, licin, kenyal, dan halus.Benar-benar yang terbaik dari yang terbaik.Wajah tante seketika memerah, dia menepis tanganku dengan keras."Bocah nakal, berani banget ya kamu! Selain nyuri stokingku, sekarang berani pegang dadaku juga? Percaya nggak kalau ini aku laporin ke orang tuamu?"Aku langsung merangkul pinggang rampingnya dan menempelkan tubuhku rapat-rapat ke dadanya.Sambil tersenyum nakal aku berkata, "Kalau

  • Sentuhan Malam Tante Tersayang   Bab 2

    Tante menundukkan kepalanya dan mendesakku."Filmnya sudah selesai dikirim belum? Cepat aku mau lihat.""Bentar, bentar."Tidak butuh waktu lama film pun terkirim, lalu aku menyerahkan ponsel itu kepadanya.Bagian bawahku pun sudah tidak tertahankan lagi. Aku sudah mengeluarkan stoking dan berencana memakainya begitu dia pergi.Tapi, tante sama sekali tidak ada niat untuk pergi. Dia justru duduk di kursi dan mulai memutar film dewasa itu.Dia membuka lebar kedua kakinya, lalu salah satu tangannya mulai masuk ke bawah untuk memainkannya.Pemandangan itu membuatku hampir mimisan. Hasrat di dalam tubuhku membara sampai terasa mendidih.Dia buru-buru berkata kepadaku, "Om kamu masih ada di kamar, nggak mungkin 'kan aku nonton ginian di depan dia.""Aku selesaikan di sini saja ya. Kamu jangan bilang-bilang ke dia."Aku terus mengangguk, mataku terpaku pada bagian bawahnya yang basah, celana dalam yang ketat membentuk lekuknya dengan jelas, kelihatan dalam sekali.Melihat tatapanku tidak ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status