Home / Romansa / Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan / Bab 5 Teringat bibir lembab

Share

Bab 5 Teringat bibir lembab

Author: Sopi_sopiah
last update publish date: 2026-01-06 22:14:21

“Membuatku ingin saja,” gumam Henry.

Terlihat oleh Henry pengedar senior itu telah memasuki salah satu ruangan, dan seorang pelayan pria berjalan hendak mengantarkan minuman untuk ruangan tersebut! Henry pun langsung mencegat pelayan tersebut dan membawanya ke ruangan lain.

“Buka bajumu!” ucap Henry.

“Tapi saya normal tuan,”

“Shit, aku anggota NCA!” ucap Henry sambil mengeluarkan kartu identitasnya.

“Oh, maaf sir saya pikir,”

“Cepat lepas baju dan celanamu, aku pinjam sebentar!”

“Baik sir,”

“Minuman ini pesanan dari ruangan itu kan?”

“Iya benar sir!”

Pelayan pria itu pun terpaksa harus meminjamkan seragam kerjanya pada Henry sehingga dia harus tetap stay didalam ruangan tersebut karena malu jika keluyuran keluar, Henry akan menyamar menjadi pelayan yang mengantar minuman kedalam ruangan tadi supaya bisa menaruh alat penyadap didalam sana agar percakapan mereka bisa didengar.

Sebelum memasuki ruangan tadi Henry pun menoleh sebentar kearah Braden dan Cassie yang masih saling memperdalam ciuman-ciumanya, keduanya belum saling melepaskan untuk waktu yang cukup lama.

“Bila ada ayam berkokok mungkin bibir mereka baru bisa lepas,” ujar Henry.

Lalu Henry pun memasuki ruangan tadi tempat sang pengedar senior masuk! Rupanya dia sedang bersama dua orang rekannya dan membicarakan tentang pabrik pembuatan narkoba dimana saat ini sedang launching jenis baru dan efeknya pada tubuh manusia lebih dahsyat dan lebih membuat kehilangan kesadaran lagi nantinya.

“Permisi tuan silahkan!” ucap Henry sambil meletakkan gelas dan botol minuman diatas meja.

“Hei ambilkan asbaknya?” tanya senior pengedar itu pada Henry.

Henry pun melirik kearah meja kecil yang terdapat pot bunga kecil juga asbak disana! Dengan senang hati Henry pun bergerak untuk mengambilkan asbak serta meletakkan alat penyadap suara pada pot bunga kecil disana.

Setelahnya Henry pun meletakkan asbak dimeja kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Saat ini Braden masih bergulat memagut bibir lembab nan ranum milik Cassie, kedua tangan Cassie pun telah melingkar dileher Braden dengan nyaman begitu juga dengan kedua tangan Braden yang masih betah melingkar dipinggul Cassie.

Tapi Cassie yang merasa sudah tersadarkan, akhirnya melepaskan ciuman itu! Membuat Braden terlihat sedikit kecewa.

“Aku,” Cassie tak mampu berbicara karena masih terkejut dan gugup sekali.

“Aku minta maaf Cassie,”

“Ya, seharusnya tadi aku menghindar! Oh ya Tuhan kenapa aku malah diam saja, bukankah tadi itu konyol?” tanya Cassie.

“A-aku tidak merasa jika itu ko-,” belum sempat menyelsaikan ucapannya Braden yang melihat Henry telah keluar dari ruangan sang pengedar kemudian memutuskan untuk segera pergi.

Cassie yang melihat Braden seperti tidak fokus sekarang kemudian mengajak Braden berbicara.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Cassie.

“Amm, Cassie aku harus pergi sekarang! Aku minta maaf untuk tadi, aku pergi dulu!” ujar Braden dan langsung pergi meninggalkan Cassie.

Cassie pun merasa dirinya sangat bodoh sekali kenapa dia mau-maunya berciuman dengan Braden, apalagi keduanya belum lama saling mengenal bahkan dibilang kenal juga tidak tapi dikatakan tidak saling mengenal pun sudah kenalan. Cassie pun tidak mengerti kenapa secara tiba-tiba Braden melakukan hal itu padanya.

Dengan masih berdiri mematung sendirian Cassie menyentuh bibirnya yang tadi sangat lama telah berciuman saling memagut dengan begitu liar dengan Braden, saking nikmatnya berciuman dengan Braden sampai-sampai membuat Cassie seperti lupa daratan dan tidak mampu menghindar.

“Sadarlah Cassie kau yang bodoh, tapi kenapa dia menciumku lalu sekarang pergi tanpa penjelasan? Apa begitu ciri-cirinya pria brengsek?” ujar Cassie sambil bertanya-tanya.

Daripada gila memikirkan alasan dirinya sampai bisa berciuman dengan pria yang baru ia kenal, Cassie pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah dan berusaha melupakan kejadian yang mengejutkan itu.

Sedangkan Braden kini sudah masuk kedalam ruangan dimana Henry dan pelayan pria tadi sedang berada didalamnya! Henry pun mengembalikan pakaian milik pelayan tadi dan memberikan sedikit tip untuk pelayan tadi.

“Terimakasih untuk tipnya sir,”

“Ya sama-sama, pergilah dan lain kali jika ada yang memintamu membuka pakaianmu bukan berarti dia ingin tubuhmu, karena aku normal!” ucap Henry.

“Siap sir,” ucap pelayan pria tadi sambil tersenyum malu karena sempat salah paham mengira Henry pria yang belok.

Pelayan pria keluar berganti Braden yang masuk kedalam ruangan itu, Henry pun memberikan satu alat pendengar pada Braden dan satu untuk dirinya sendiri! Braden pun sudah bersiap untun menulis di buku kecilnya informasi yang mungkin akan dia dapatkan dari alat penyadap yang tadi telah dipasang oleh Henry di ruangan tempat para pengedar itu berkumpul.

Keduanya nampak serius sekali mendengarkan percakapan para pengedar.

“Kita akan bersenang-senang dulu dengan para wanita yang sudah aku siapkan disini, barulah besok siang kita ke markas bersama-sama!” ujar salah satu dari mereka.

“Ide yang bagus, sebagai pria sejati kita memang harus bekerjakerja keras tapi ingat harus imbang, yang keras milik kita dibawah sana itu harus juga kita puaskan bukan begitu kawan?”

Ha,, ha,, ha..

Mereka pun tertawa terbahak-bahak tak tau jika percakapan mereka telah disadap oleh anggota NCA.

“Di hotel mana kita akan menghabiskan pesta malam ini?”

“Di hotel seberang saja tak usah jauh-jauh, aku sudah buka kamar dan para wanita murahan itu pasti sudah menunggu untuk memuaskan kita!”

Dari alat penyadap itu kini Braden dan Henry akhirnya mendapatkan titik temu, mereka akan stay dibawah hotel mengawasi dan menunggu para pengedar itu keluar dari hotel besok siang, karena merekalah yang akan bisa membawa anggota NCA ke pabrik pembuatan narkoba jaringan besar di negara ini.

“Oke, kita ke kantor dulu sekarang dan siapkan regu lengkap untuk bersiap untuk besok!” ucap Braden.

“Siap sir!”

Braden dan Henry pun pergi meninggalkan Bar, ditengah perjalanan menuju kantor NCA Henry pun memberikan tatapan aneh pada Braden yang kini sedang mengemudikan mobilnya.

“Kenapa kau?” tanya Braden.

“Malam ini memang sangat dingin jadi tidak heran bukan jika kita melihat pria dan wanita berciuman dengan sangat liar,” ucap Henry.

Uhuk, Uhuk..

Braden pun langsung merasakan gatal di tenggorokannya begitu mendengar sindiran Henry yang tepat sasaran itu, Braden pun berusaha menepis apa yang ada dipikirkan Henry.

“Dalam tugas itu wajar, tadi pengedar itu hampir melihatku mengikutinya jadi aku terpaksa melakukan itu!” ucap Braden.

“Terpaksa ya?” tanya Henry seraya meledek.

“Terpaksa,” ucap Braden menjelaskan.

“Tapi jika bukan wanita cantik itu yang kebetulan ada disana, apa itu juga akan kau lakukan sir?” tanya Henry.

“Shit, berhenti membahas itu!” ucap Braden karena merasa cukup malu.

“Aku pun pasti akan melakukan hal yang sama jika wanita yang baru aku kenal secantik itu, apalagi jika bibirnya sangat lembab dan terlihat menyegarkan! Hitung-hitung menambah vitamin untuk bekerja, sayangnya aku tidak seberuntung kau sir,” ucap Henry sambil menepuk pundak Braden.

Ucapan Henry tentang bibir lembab dan sangat menyegarkan itu membuat Braden kembali teringat dengan ciumannya dengan Cassie, tanpa disadari Braden pun menyentuh bibirnya sendiri seolah merasakan kembali nikmatnya berciuman dengam Cassie. Melihat tingkah atasannya itu Henry pun hanya bisa mengulum senyum.

Tiba di kantor National Crime Agency, Braden pun harus menepis bayang-bayang Cassie dan kembali dalam mode seirus untuk melakukan breafing dengan para anggotanya, Henry pun diminta untuk mengumpulkan para anggota dan memulai breafing lebih dulu karena Braden harus segera menghadap atasannya untuk melaporkan dan meminta surat izin penggerebekan markas narkoba besok siang.

Tok, Tok, Tok.

“Masuk!” ucap komandan NCA.

“Selamat malam Dan,”

“Malam, ada apa kau kemari?”

“Izin melapor Dan, target sudah ditemukan dan besok siang kami akan melakukan operasi penggerebekan pabrik narkoba tersebut!” ucap Braden.

“Ini kabar yang sangat bagus, dan ini akan sangat mengharumkan nama baik kita! Bagaimana kondisi para anggotamu itu?”

“Mereka dalam kondisi terbaiknya Dan,”

“Bagus, kalian harus sangat waspada karena ini merupakan kelompok mafia besar, pabrik yang selama ini kita dan pihak kepolisian cari akhirnya bisa kita dapatkan, perlawanan dari mafia seperti mereka juga pasti akan sangat membahayakan kalian, ingat Braden keselamatan kau dan anggotamu sangat penting!”

“Jika ini berhasil, bukan hanya penghargaan yang akan kalian dapatkan tapi juga cuti dariku, kau bisa liburan untuk menyenangkan dirimu sendiri,” ucapnya lagi.

“Baik Dan, siap laksanan!” Braden kemudian memberikan hormat lalu izin menunggalkan ruangan komandannya.

Keluar dari ruangan atasannya, Braden langsung memimpin breafing dengan para anggota NCA! Braden mulai membagi para anggotanya menjadi beberapa tim dan memberikan arahan untuk masing-masing akan menempati titik koordinat berbeda!

“Tim A, kalian dititik depan, Tim B dengan sepeda motor kalian titik belakang, Tim C dititik kanan, dan tim D didekat koordinat target yaitu bersamaku didepan hotel!”

“Siap sir!” serempak.

“Sisanya tunggu aba-aba baru kalian meluncur!”

“Baik Sir!” setempak anggota yang tak tergabung dalam tim A-D.

“Kita mulai bergerak pagi nanti, sekarang manfaatkan waktu kalian untun beristirahat dan menjaga stamina!” ucap Braden.

“Siap laksanan!”

Pagi harinya! Dikarenakan semalaman Cassie tidak bisa memejamkan matanya, alhasil sudah sepagi ini Cassie belum juga bangun dari tidurnya, karena memang dia baru bisa tidur pukul empat dini hari! Tentu saja hal itu membuat Ella mengeluarkan jurus bawelnya, Ella datang ke kamar putrinya itu lalu menggedor-gedor pintu kamar Cassie.

“Honey, sayang bangun! Ini sudah pagi!” ucap Ella.

Akan tetapi tidak ada jawaban dari Cassie. Sementara itu dilantai bawah bel pintu rumah berbunyi Frans yang baru saja selesai berolahraga dan masih berkeringat mengucur itu pun membukakan pintu depan rumahnya, rupanya Ava yang datang.

Ava pun langsung menelan salivanya melihat tubuh berkeringat Frans, karena ayah dari temannya itu memang memiliki tubuh tinggi kekar dan sangat berkharisma meskipun sudah berusia diatas empat puluh tahun.

“Hai Av selamat pagi,”

“Hai Frans, pagi,”

“Kau mau mengajak temanmu yang putri tidur itu untuk beraktivitas hari ini? Silahkan masuk!” ucap Frans.

“Ow, apa Cassie masih tidur?”

“Ya, langsung saja naik keatas,”

“Oke, aku akan keatas sekarang,” ucap Ava sambil tersenyum.

Ava berjalan berlenggak-lenggok bukan karena dia sengaja berjalan seperti itu, tapi memang Ava memiliki bokong besar sehingga jika orang lain melihat dia berjalan itu seperti berjalan berlenggak-lenggok manja. Frans yang sempat melihat kearah sana pun buru-buru memalingkan pandangannya.

“Pagi Ella,”

“Pagi Av, untung saja kau datang,” ucap Ella.

“Apa kau sudah menyerah membangunkan putri tidur didalam?” tanya Ava.

“Ya, seperti yang kau lihat! Sepertinya kau jauh lebih mahir membangunkan Cassie,” ucap Ella lalu kemudian meninggalkan pintu kamar Cassie untuk turun kebawah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 25 Berjalan seperti zombie

    Keesokan harinya!Karena tau ibunya tengah sakit Cassie kemudian pagi-pagi sekali sudah bangun dari tidurnya, ketika Cassie turun dari ranjangnya Cassie merasakan bagian bawahnya itu masih terasa sakit hingga membuatnya harus berjalan secara perlahan-lahan untuk turun kelantai bawah.“Shit, masih sakit! Kenapa harus sebesar itu miliknya,” gumam Cassie.Di dapur terlihat Frans sedang menyiapkan sarapan dan Ella hanya duduk manis terlihat wajahnya yang nampak masih pucat.“Pagi Mom, Dad,” sapa Cassie.Cassie duduk disamping Ella dan Frans pun ikut duduk bergabung karena sarapan telah selesai dibuat.“Pagi honey,” jawab Ella dan Frans.“Ya Tuhan Mom, wajah mommy pucat sekali,” ucap Cassie.“Benarkah? Hanya perasaanmu saja mungkin,” jawab Ella.“Mom aku serius, iya kan Dad?”“Iya, oleh karena itu sekarang Daddy izin tidak masuk kantor untun membawa ibumu ke rumah sakit untuk periksa,”“Daddymu itu terlalu berlebihan Cass, mommy sakit sedikit saja harus ke rumah sakit,” ucap Ella.“Sakit s

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 24 Berkeringat

    Dengan nafas terengah-engah Cassie melepaskan ciuman tersebut sejenak! Kemudian ditatapnya kedua mata Braden yang kini hanya terdiam memandangi wajah cantik Cassie.“Kau boleh melakukannya!” lirih Cassie.“Kau yakin?” tanya Braden kembali memastikan.“Ya,” jawab Cassie sambil menganggukkan kepalanya.Terlihat senyum tipis dibibir Braden karena bahagia Cassie mengizinkannya untuk melakukan hal tersebut. Braden kemudian menanggalkan seluruh yang dirinya kenakan, Cassie pun memandangi tubuh Braden dengan tatapan yang menakjubkan.Tubuh Braden sangat kekar dan berotot ini adalah pertama kalinya bagi hidup Cassie melihat pemandangan indah seperti sekarang, Braden tau Cassie tengah menikmati sekali memandangi dirinya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, namun kini kedua pandangan mata Cassie tertuju pada satu hal terpenting yang ada ditubuh Braden.Dia begitu tegak menantang dihadapan Cassie dan tidak pernah Cassie bayangkan ternyata akan sebesar itu! Cassie pun menelan salivanya dan ota

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 23 Kamar Cassie

    Ketika Ava tiba dibelakang Bar, terlihat Cassie sedang duduk dianak tangga dekat pintu emergency! Ava kemudian duduk disamping Cassie sambil mengeluarkan sebatang rokok.“Kau mau cerita padaku?” tanya Ava sambil meniupkan asap rokok ke udara.“Aku hanya kepikiran dia saja, dan itu terjadi secara tiba-tiba begitu saja tanpa bisa aku tolak,” kata Cassie.“Itu reaksi wajar dari seseorang yang sudah mulai memakai hati kemudian tidak bisa bertemu dengan seseorang dihatinya dalam waktu yang tidak bisa diketahui, apa belum ada kabar darinya?” tanya Ava.“Handphonenya tidak aktif, mungkin aku yang tidak sabaran padahal dia sudah mengatakan padaku untuk memberinya waktu tapi pikiran ini benar-benar aneh karena terus memikirkannya,” jawab Cassie.“Aku mengerti, hei tapi kemarin malam sahabatnya kan datang menemuimu aku yakin Henry datang pasti atas perintah Braden, dia ingin memastikan kabarmu baik-baik saja, itu dugaanku,” ucap Ava.“Apa bisa begitu?” tanya Cassie.“Lalu kau pikir apakah ada a

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 22 Didalam kamar

    Keesokan harinya!Ella yang sebenarnya merasa kurang enak badan, tetap memaksakan diri untuk berangkat mengajar ke kampus, sedangkan hari ini Cassie dan Ava bangun lebih awal karena Ava merasa dirinya sudah sehat dan akan kembali tinggal di rumahnya sendiri.“Morning Dad,”“Morning Frans,” Ava menyapa Frans.“Morning girls, tumben kalian sudah bangun,”“Sudah lama tidak sarapan bersama Daddy, apa mommy sudah berangkat ke kampus Dad?” tanya Cassie.“Ya, tadi bangun tidur sebenarnya mommymu mengeluh kurang enak badan Daddy sudah memintanya agar tidak perlu mengajar hari ini tapi ya begitulah mommymu!” jawab Frans.“Mommy selalu saja memaksakan diri,” ucap Cassie.“Mungkin Ella merasa dengan mengajar justru akan membuatnya sehat kembali Cass,” ucap Ava.“Ya sepertinya begitu,”Cassie kemudian melihat sebentar kelayar handphone miliknya, setelahnya Cassie segera mengambil piring dan gelas! Ava yang melihat Cassie menatap layar ponselnya berpikir pasti Cassie berharap bangun tidur ada kaba

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 21 Merindukannya

    Tidak lama berada di Wishker Bar karena tujuan Henry hanyalah mengetahui kabar Cassie karena itu merupakan amanah dari Braden, mungkin kedepannya juga Henry akan sering untuk datang ke Wishker Bar untuk mengetahui kabar Cassie walaupun kini Henry tidak bisa memberitahukan kabar Cassie pada Braden karena Braden tidak memegang alat komunikasi pribadinya.Henry kemudian berpamitan pada Cassie dan Ava setelah dia selesai minum-minum dan bersantai disana.“Kau oke?” tanya Ava pada Cassie.“Ya,” ucap Cassie.“Pembicaraan terakhirmu dengan Braden, mungkin itu memang akan membuatmu jarang bertemu dengannya tapi menurutku itu tidak masalah karena Braden sudah bicara untuk menunggunya iya kan?” tanya Ava.“Hmm, aku mengerti dia sedang sibuk bekerja untuk negara kita ini!”“Good,” ucap Ava.“Dua wanita cantik namun single rupanya sedang berbincang disini,” ucap Master sang pemilik Bar yang ikut bergabung ke obrolan mereka.“Tidak perlu menyindir kami single, kalau kau sendiri saja sudah hampir h

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 20 Wanita yang terperangkap

    Tidak seperti kesehariannya yang berpakaian dengan memakai pakaian yang sangat simple dan nyaman, kini Braden sedang berhadapan dengan beberapa asisten pribadi yang akan mempersiapkan pakaian dan akaesoris yang harus dipakai oleh Braden.Kepala Braden nyaris pecah rasanya ketika seorang asisten membawakan pakaian berupa stelan jas lengkap ala CEO kaya, sepatu mahal, dan jam tangan mahal! Ini jelas sangat bertentangan dengan diri Beaden.“Aku tidak bisa memakai itu, bagaimana nanti jika aku harus mengejar kriminal atau menghajar kriminal yang aku temui jika pakaianku seperti itu?” tanya Braden.Seorang anggota NCA yang ditugaskan menjadi salah satu bodyguard pribadi Braden datang menghampiri.“Maaf Sir tapi anda harus memakai semua yang sudah disiapkan, dan anda juga tidak diizinkan untuk terlibat dengan kriminal manapun selama misi ini berlangsung!”“Apa? Jika kriminal itu ada didepan mataku?”“Anda harus mengacuhkan apapun itu!” jawab bodyguardnya itu.“Shit,” Braden mengumpat.Akhi

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 6 Aksi menegangkan

    Ava kemudian melenggang masuk kedalam kamar Cassie, persahabatan keduanya memang sudah tidak diragukan lagi, terkadang Ava yang jahil membangunkan Cassie dan terkadang Cassie yang jahil membangunkan Ava baik itu dengan menyipatkan air ataupun dengan hal konyol lainnya.“Tumben anak ini belum bangun

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 4 Ciuman panas

    Braden tidak bisa berlama-lama berbincang-bincang dengan Cassie karena saat ini dia harus segera menemukan wanita yang fotonya ada didalam liontin milik sang pengedar yang bunuh diri itu! Satu agen NCA yang sudah sejak tadi memperhatikan salah seorang kasir yang sedang bekerja seperti biasa melayan

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 3 Bibir lembab

    Braden dan timnya kembali ke Inggris keesokan harinya setelah penggerebekan di Osaka itu, sedangkan Cassie dan Ava masih menghabiskan waktu di Jepang selama empat hari lagi karena mereka memang berkunjung untuk liburan ke beberapa tempat.Hari-hari Cassie selalu berlalu dengan sangat menyenangkan d

  • Sentuhan Membara Agen Rahasia Tampan   Bab 2 Kesalahpahaman konyol

    Sementara itu Cassandra dan Ava yang sudah mulai tenang setelah mengalami kesalahpahaman konyol tadi, kembali ketempat duduk mereka jangankan untuk mengisi perut mereka berdua yang sudah keroncongan sejak tadi, memesan ramen saja belum sempat mereka lakukan. Sambil menunggu makanan mereka diantar,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status