تسجيل الدخولKeesokan harinya!Karena tau ibunya tengah sakit Cassie kemudian pagi-pagi sekali sudah bangun dari tidurnya, ketika Cassie turun dari ranjangnya Cassie merasakan bagian bawahnya itu masih terasa sakit hingga membuatnya harus berjalan secara perlahan-lahan untuk turun kelantai bawah.“Shit, masih sakit! Kenapa harus sebesar itu miliknya,” gumam Cassie.Di dapur terlihat Frans sedang menyiapkan sarapan dan Ella hanya duduk manis terlihat wajahnya yang nampak masih pucat.“Pagi Mom, Dad,” sapa Cassie.Cassie duduk disamping Ella dan Frans pun ikut duduk bergabung karena sarapan telah selesai dibuat.“Pagi honey,” jawab Ella dan Frans.“Ya Tuhan Mom, wajah mommy pucat sekali,” ucap Cassie.“Benarkah? Hanya perasaanmu saja mungkin,” jawab Ella.“Mom aku serius, iya kan Dad?”“Iya, oleh karena itu sekarang Daddy izin tidak masuk kantor untun membawa ibumu ke rumah sakit untuk periksa,”“Daddymu itu terlalu berlebihan Cass, mommy sakit sedikit saja harus ke rumah sakit,” ucap Ella.“Sakit s
Dengan nafas terengah-engah Cassie melepaskan ciuman tersebut sejenak! Kemudian ditatapnya kedua mata Braden yang kini hanya terdiam memandangi wajah cantik Cassie.“Kau boleh melakukannya!” lirih Cassie.“Kau yakin?” tanya Braden kembali memastikan.“Ya,” jawab Cassie sambil menganggukkan kepalanya.Terlihat senyum tipis dibibir Braden karena bahagia Cassie mengizinkannya untuk melakukan hal tersebut. Braden kemudian menanggalkan seluruh yang dirinya kenakan, Cassie pun memandangi tubuh Braden dengan tatapan yang menakjubkan.Tubuh Braden sangat kekar dan berotot ini adalah pertama kalinya bagi hidup Cassie melihat pemandangan indah seperti sekarang, Braden tau Cassie tengah menikmati sekali memandangi dirinya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, namun kini kedua pandangan mata Cassie tertuju pada satu hal terpenting yang ada ditubuh Braden.Dia begitu tegak menantang dihadapan Cassie dan tidak pernah Cassie bayangkan ternyata akan sebesar itu! Cassie pun menelan salivanya dan ota
Ketika Ava tiba dibelakang Bar, terlihat Cassie sedang duduk dianak tangga dekat pintu emergency! Ava kemudian duduk disamping Cassie sambil mengeluarkan sebatang rokok.“Kau mau cerita padaku?” tanya Ava sambil meniupkan asap rokok ke udara.“Aku hanya kepikiran dia saja, dan itu terjadi secara tiba-tiba begitu saja tanpa bisa aku tolak,” kata Cassie.“Itu reaksi wajar dari seseorang yang sudah mulai memakai hati kemudian tidak bisa bertemu dengan seseorang dihatinya dalam waktu yang tidak bisa diketahui, apa belum ada kabar darinya?” tanya Ava.“Handphonenya tidak aktif, mungkin aku yang tidak sabaran padahal dia sudah mengatakan padaku untuk memberinya waktu tapi pikiran ini benar-benar aneh karena terus memikirkannya,” jawab Cassie.“Aku mengerti, hei tapi kemarin malam sahabatnya kan datang menemuimu aku yakin Henry datang pasti atas perintah Braden, dia ingin memastikan kabarmu baik-baik saja, itu dugaanku,” ucap Ava.“Apa bisa begitu?” tanya Cassie.“Lalu kau pikir apakah ada a
Keesokan harinya!Ella yang sebenarnya merasa kurang enak badan, tetap memaksakan diri untuk berangkat mengajar ke kampus, sedangkan hari ini Cassie dan Ava bangun lebih awal karena Ava merasa dirinya sudah sehat dan akan kembali tinggal di rumahnya sendiri.“Morning Dad,”“Morning Frans,” Ava menyapa Frans.“Morning girls, tumben kalian sudah bangun,”“Sudah lama tidak sarapan bersama Daddy, apa mommy sudah berangkat ke kampus Dad?” tanya Cassie.“Ya, tadi bangun tidur sebenarnya mommymu mengeluh kurang enak badan Daddy sudah memintanya agar tidak perlu mengajar hari ini tapi ya begitulah mommymu!” jawab Frans.“Mommy selalu saja memaksakan diri,” ucap Cassie.“Mungkin Ella merasa dengan mengajar justru akan membuatnya sehat kembali Cass,” ucap Ava.“Ya sepertinya begitu,”Cassie kemudian melihat sebentar kelayar handphone miliknya, setelahnya Cassie segera mengambil piring dan gelas! Ava yang melihat Cassie menatap layar ponselnya berpikir pasti Cassie berharap bangun tidur ada kaba
Tidak lama berada di Wishker Bar karena tujuan Henry hanyalah mengetahui kabar Cassie karena itu merupakan amanah dari Braden, mungkin kedepannya juga Henry akan sering untuk datang ke Wishker Bar untuk mengetahui kabar Cassie walaupun kini Henry tidak bisa memberitahukan kabar Cassie pada Braden karena Braden tidak memegang alat komunikasi pribadinya.Henry kemudian berpamitan pada Cassie dan Ava setelah dia selesai minum-minum dan bersantai disana.“Kau oke?” tanya Ava pada Cassie.“Ya,” ucap Cassie.“Pembicaraan terakhirmu dengan Braden, mungkin itu memang akan membuatmu jarang bertemu dengannya tapi menurutku itu tidak masalah karena Braden sudah bicara untuk menunggunya iya kan?” tanya Ava.“Hmm, aku mengerti dia sedang sibuk bekerja untuk negara kita ini!”“Good,” ucap Ava.“Dua wanita cantik namun single rupanya sedang berbincang disini,” ucap Master sang pemilik Bar yang ikut bergabung ke obrolan mereka.“Tidak perlu menyindir kami single, kalau kau sendiri saja sudah hampir h
Tidak seperti kesehariannya yang berpakaian dengan memakai pakaian yang sangat simple dan nyaman, kini Braden sedang berhadapan dengan beberapa asisten pribadi yang akan mempersiapkan pakaian dan akaesoris yang harus dipakai oleh Braden.Kepala Braden nyaris pecah rasanya ketika seorang asisten membawakan pakaian berupa stelan jas lengkap ala CEO kaya, sepatu mahal, dan jam tangan mahal! Ini jelas sangat bertentangan dengan diri Beaden.“Aku tidak bisa memakai itu, bagaimana nanti jika aku harus mengejar kriminal atau menghajar kriminal yang aku temui jika pakaianku seperti itu?” tanya Braden.Seorang anggota NCA yang ditugaskan menjadi salah satu bodyguard pribadi Braden datang menghampiri.“Maaf Sir tapi anda harus memakai semua yang sudah disiapkan, dan anda juga tidak diizinkan untuk terlibat dengan kriminal manapun selama misi ini berlangsung!”“Apa? Jika kriminal itu ada didepan mataku?”“Anda harus mengacuhkan apapun itu!” jawab bodyguardnya itu.“Shit,” Braden mengumpat.Akhi







