Share

Bab 36

Author: Saggyryes
last update publish date: 2025-12-09 12:22:38

"Pantas!" tegas Andini.

"Lo sangat pantas bahagia, Sis!" Ia tersenyum.

"Apa gue perlu ke psikolog lagi ya, An?!" ucap Siska dengan suara yang masih parau.

"Terserah lo, Sis! Tapi, kalau menurut gue, saat ini sih belum perlu." Andini menarik tangannya kembali. "Lo cuma perlu... kontrol emosi aja!"

"Iya, lo benar An! Gue akan coba usaha maksimal untuk bisa kontrol emosi dari sekarang."

"Nah, gitu dong! Ini baru Siska yang gue kenal!" Andini menunjukkan jempol tangan kanannya ke arah Siska. "O
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 355

    "Ayo. Kita duduk dulu," ucap Jonathan, sambil menghembuskan nafas pelan.Suaranya tenang, tetapi cukup tegas untuk menghentikan suasana yang sempat memanas.Johan menatap Jonathan beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Sedangkan Siska masih berdiri di tempatnya dengan wajah yang sulit untuk ditebak."Kalian pasti capek berdiri kan," lanjut Jonathan.Kalimat sederhana itu membuat ketegangan diantara mereka sedikit berkurang. Mereka akhirnya duduk kembali.Beberapa saat, tidak ada yang berbicara.Jonathan akhirnya menyandarkan tubuhnya ke bangku lalu menatap Johan secara langsung."Kita sama-sama tahu kenapa pernikahan itu akhirnya berlangsung," ucap Jonathan, tegas. "Keluarga kita, keluarga Hasan, para investor, mitra bisnis, semuanya udah terlibat terlalu jauh. Kamu pasti tau, kalo waktu itu nggak ada banyak pilihan."Johan menundukkan pandangannya perlahan, sedangkan Jonathan melanjutkan pembicaraan."Aku nggak pernah punya niat ngambil apa yang seharusnya jadi milik lo, J

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 354

    "Sis," panggil Johan, pelan. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah yang sejak tadi tidak pernah benar-benar hilang. Hingga beberapa kali ia mencoba berbicara, tidak ada kata-kata yang ke luar dari mulutnya. Seolah, semua kata tertahan di dalam tenggorokannya.Sedangkan Siska berusaha sabar menunggu. Karena akhirnya, ia berada di hadapan orang yang selama ini ia cari dan ingin mendapatkan jawaban pasti akan kenyataan pahit yang ia terima. Johan mengembuskan nafas perlahan. "Aku nggak pergi karena aku nggak cinta lagi sama kamu, Sis. Justru sebaliknya, aku ngelakuin inti semua karena terlalu cinta dan sayang sama kamu."Air mata kembali memenuhi mata Siska. "Kalo gitu jawab dong. Alasannya apa coba?"Lagi-lagi Johan menundukkan kepalanya perlahan. "Dua hari sebelum aku berangkat ke Omeland, aku melakukan medical check-up."Siska terdiam, mendengarkan. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyela. "Aku pikir itu cuma pemeriksaan rutin biasa yang aku lakukan dua atau tiga bulan sekali, Sis. Ta

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 353

    "Apa?" tanya Siska, pelan.Sebelumnya, ia sempat tidak bereaksi. Namun, beberapa saat setelahnya, ia menatap Jonathan seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya."Kamu yakin?" tanya Siska, memastikan. Jonathan menghela napas pelan. "Aku yakin seratus persen, kalo Johan emang udah kembali."Kalimat itu membuat dada Siska terasa sesak. Seakan ada sesuatu yang baru saja menghantamnya begitu keras hingga ia kesulitan untuk bernapas.Johan. Nama itu. Nama yang selama berbulan-bulan berusaha ia simpan rapat di sudut hatinya. Nama yang berusaha ia terima sebagai bagian dari masa lalu dan tidak pernah benar-benar berhasil ia lupakan.Siska menatap Jonathan tanpa berkedip."Kamu serius?" tanyanya lagi, kembali memastikan. Jonathan mengangguk pelan. "Iya. Aku baru dapat informasi sore ini."Siska masih terdiam. Sedangkan Jonathan kembali melanjutkan ucapannya. "Dia udah sampe di Jaguar dua jam yang lalu."Jemari Siska perlahan mengepal di atas pangkuannya. "Lalu?"Jonathan menat

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 352

    "Selamat malam," ucap Jonathan sambil tersenyum.Di belakangnya, beberapa anggota keluarga besarnya ikut menyapa dengan ramah."Selamat malam," balas Rania, yang sengaja menjadi wakil keluarga Hasan.Suasana kembali hangat seperti sebelumnya. Lalu mereka berjalan menuju meja yang sudah disiapkan khusus di dekat area kaca. Posisi meja itu menghadap langsung ke arah pemandangan kota Jaguar yang gemerlap oleh cahaya malam."Ini luar biasa," gumam Andini sambil duduk."Iya. Pemandangannya luar biasa bagus," sahut Satria.Tak lama kemudian, hidangan mulai disajikan satu persatu. Berbagai menu khas Jaguar yang merupakan makanan favorit keluarga besar Jonathan memenuhi meja makan.Percakapan mengalir ringan. Rania banyak berbincang dengan orang tua Jonathan. Sedangkan Satria sesekali membahas bisnis dan perkembangan kota Jaguar bersama beberapa anggota keluarga Hasan. Andini sendiri tampak lebih sibuk mengagumi pemandangan dan menikmati makanan yang ada di hadapannya."Ini kalo Arka sama Ros

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 351

    "Terima kasih, Jon," ucap Satria, sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Jonathan menggelengkan kepalanya perlahan."Nggak usah berterima kasih terus, Yah. Kalian kan udah jauh-jauh datang ke sini. Jadi memang sudah tugas kami untuk memastikan semuanya nyaman."Rania ikut tersenyum mendengarnya. "Terima kasih itu memang sudah seharusnya diucapkan sebagai bentuk sopan santun, Jon. Khususnya untuk orang timur seperti kami."Jonathan tertawa pelan. "Kalo begitu, saya juga ucapkan terima kasih, karena sudah menerima saya sebagai menantu kalian."Semua orang ikut tersenyum.Jonathan kemudian melihat jam tangannya sekilas. "Sekarang istirahat dulu aja. Perjalanan tadi pasti sangat panjang dan melelahkan.""Iya, itu memang sudah menjadi salah satu rencana kami, Jon," jawab Satria.Jonathan tersenyum. "Baiklah. Nanti jam tujuh malam, kami tunggu di restoran yang ada di lantai paling atas.""Sky Garden?" tanya Siska.Jonathan mengangguk pelan. "Iya."Andini langsung menoleh. "Itu yang

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 350

    "Gimana? Udah semua?" tanya Siska. Ia baru turun dari lantai atas langsung melihat sekeliling dan tersenyum tipis. Suasana rumah memang sudah cukup ramai sejak pagi tadi. Beberapa koper berjejer rapi di ruang keluarga. Imah dan Oty sibuk memastikan seluruh kebutuhan Arka dan Rosa sudah masuk ke dalam tas. Andini beberapa kali memeriksa perlengkapan si kembar dengan teliti, sementara Satria membantu para staf rumah membawa koper-koper yang akan dibawa."Ini kita mau liburan apa pindahan sih?" tanya Siska lagi, sambil duduk di sofa.Andini yang baru sadar akan kehadiran Siska, langsung menoleh ke arahnya. "Coba aja nanti kalo lo udah punya anak kembar. Baru deh bisa ngerasain apa yang gue rasain sekarang."Siska tertawa kecil. "Kan di sana juga udah disiapin semuanya, An.""Iya. Tapi tetep aja. Gue lebih tenang kalo bawa sendiri. Apalagi kalo urusan kebutuhan si kembar.""Iya juga sih."Tak lama kemudian, Rania keluar dari kamarnya.Kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding beberapa

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 28

    "Siska?" Andini memastikan. Dia membulatkan mata dan bangkit dari tempat duduknya. 'Siska baru aja datang kan?! Dia nggak denger semua yang gue omongin tadi kan?!' batin Andini, penuh harap."Iya! Ini gue!" tegas Siska. "Di mana Ibu? Gue nggak salah denger kan lo bilang tadi Ibu gue?" tanya Sisk

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 29

    "Ibu... " ucap Zaskia pelan. Zaskia berhenti sejenak. Dia harus memilih kata terbaik agar Siska mau menerimanya kembali dan membantunya untuk bisa dekat dengan Satria. Ia menatap lurus ke arah Siska. "Pada saat itu... Ibu seperti terhipnotis, sayang!" "Ibu akan mencoba menjelaskan karena sekara

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 23

    "Ayo!"Satria bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Andini yang sudah berdiri di samping meja. Mereka berjalan beriringan menuju tempat parkir. Saat mereka sudah di dalam mobil, Satria membantu memasangkan sabuk pengaman kepada Andini. Andini tersenyum. 'Apa kemajuan ini aku manfaatkan

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 20

    "Siap, Mbak!" jawab Andini sambil tersenyum. Dia menaruh parfum yang baru saja ia kenakan ke laci dan berjalan menuju ruangan. Setelah sampai di depan pintu, Andini mengetuk pintu, menekan kenop pintu, dan masuk ke dalam ruangan. "Tadi Bapak cari saya?" tanya Andini. Dia berjalan menghampiri me

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status