แชร์

Bab 53

ผู้เขียน: Saggyryes
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-27 02:21:13
"Apa?"

"Iya, An. Itulah kebenaran yang harus kamu tau!" jawab Dion. Kini Ia memandang lurus ke arah Andini.

'Nggak mungkin! Itu pasti salah!' batin Andini, menolak kebenaran informasi yang baru saja ia terima dari Dion. 'Setau gue Satria emang cuek dan dingin. Tapi dulu Siska sering bilang, kalau sebenarnya Satria adalah orang yang penyayang dan penuh kasih, khususnya sama dia dan Ibunya.'

Melihat reaksi Andini yang terdiam begitu saja membuat Dion yakin bahwa Andini dan Satria memiliki hubungan khusus. Ia tersenyum kecil. Nyaris tak terlihat boleh Andini.

Dua hari lalu, Dion telah menerima informasi kedekatan Andini dan Satria dari asisten pribadinya. Namun, ia tidak bisa langsung menerima begitu saja. Ia ingin tau kebenarannya melalui reaksi ataupun pengakuan langsung dari perempuan yang akhir-akhir ini mengganggu pikiran dan adrenalinnya itu.

Andini menghembuskan nafas kasar. "Jangan bicara omong kosong, Dion!"

Dion menggedikkan bahunya. "Terserah, kamu mau percaya at
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 88

    "Ah!" Satria membulatkan matanya saat melihat foto-foto itu. Lalu kembali menatap wajah Rania yang saat ini merah padam karena menahan amarah. Satria berjalan mendekati Rania dan memegang lembut tangannya. "Ayo duduk dulu, Bun. Saya akan jelaskan semuanya." ucap Satria. Ia sudah mengira hal ini akan terjadi. Tapi, ia tidak menyangka akan secepat ini. Rania duduk kembali di sofa panjang yang ada di ruang tamu, dimana tadi Ia memunggu Satria. Sedangkan Satria mengikuti dan duduk disampingnya. "Sekarang, jelaskan sama Bunda, siapa dia! Kenapa kalian terlihat sangat mesra, Sat!" bentak Rania. Satria terdiam sejenak. Ia mencoba memilih kata terbaik untuk menjelaskan semuanya kepada Rania. Namun, belum sempat Satria membuka mulutnya, Rania sudah kembali bicara. Bundanya memang begitu jika marah. Khasnya perempuan.Ia sangat menggebu-gebu. Hingga tidak bisa menempatkan dan memilih kata-kata terbaik. "Terlebih, dia masih sangat muda, Sat. Menurut Bunda, umurnya pasti nggak beda jauh

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 87

    "Istri?!" Andini membulatkan matanya. Satria terkekeh. "Saya cuma becanda. Tapi, kalau kamu udah siap sih, aku seneng banget.""Apaan sih, bikin kaget aja.." ucap Andini, sambil mengerucutkan mulutkan. Ia takut Satria menagih janjinya waktu itu. Jujur, saat ini ia masih belum siap untuk menjalani pernikahan. Terlebih, status sosial antara dirinya dan Satria terlampau jauh. Selain takut ketahuan Siska, ia juga khawatir banyak orang yang menentang hubungan mereka. "Kok kaget sih? Ayolah, An... saya sudah tidak sabar untuk bisa bersama kamu setiap hari." tanya Satria, ia mulai merajuk. "Saya ingin disiapkan makanan, pakaian, atau hal lainnya dan disambut sama kamu setiap waktu. Bukan hanya di kantor, An..." lanjutnya. Andini terkekeh. "Masa sih? Bukannya maksud kamu mau melakukan itu setiap waktu?"Satria nyengir, "Kalau itu sih nggak usah kamu tanyain lagi, kamu lebih paham dibandingkan diri saya sendiri." "Jadi, gimana? Karena saya harus segera mengurus kontrak kerja kamu, An."

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 86

    "Ah...." renguh Andini. Tanpa sadar, ia menarik rambut Satria karena menikmati hentakkan demi hentakkan yang Satria lakukan dibawah sana.Semakin lama, kenikmatan yang Satria berikan semakin membuat Andini terbuai dan selalu ingin berlama-lama dengannya. Satria memangut bibir Andini lagi, lalu beralih ke puncak dadanya yang makin mengeras karena kenikmatan yang ia berikan. Ia menggigit gemas puncak tersebut hingga membuat si empunyanya meringis. "Pelan... Om.. " ucap Andini sambil mengejang nikmat saat cairan kenikmatan keluar dari bagian intinya untuk kesekian kali. "Ah... Enak banget.." Racau Andini. Satria tersenyum menang. Seolah Ia sudah mengalahkan Andini berkali-kali.Kini, Andini merosot ke bawah. Ia ingin mengulum bagian inti Satria yang besar dan keras. Bagian yang selalu membuatnya ketagihan."Jangan An.. " ucap Satria menahan Andini. "Tadi kan saya udah masukkin ke dalam." lanjutnya. "Nggak apa-apa sayang... " ucap Andini seraya memohon karena ingin menikmatinya lag

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 85

    "Iya sih.. " jawab Andini. 'Benar juga kata Tante. Apalagi sekarang Satria adalah salah satu orang terdekat yang tidak lain adalah kekasihku.' batin Andini. Ia terkikik dalam hati. 'Aku nggak bisa langsung ambil keputusan sendiri begitu aja.'Andini bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju nakas yang berada di samping tempat tidur. Ia mengambil ponsel yang tergeletak di atasnya dan segera mengirim pesan kepada Satria. Saat ia selesai menekan tombol kirim, ponselnya mulai bergetar. Nomor yang tertera bukanlah nomor yang ia kenal. Ia mencoba menimbang, lalu akhirnya mengangkat panggilan telpon tersebut. "Halo, siapa ini?" tanya Andini dengan kening berkerut. "Apa benar, ini nomor.. Andini Larasati?!" tanya seorang perempuan dengan suara paraunya yang khas. Masih terdengar isakkan tangis disela-sela suaranya saat ia berbicara. Alis sebelah kanan Andini naik. "Iya, benar. Ini siapa, ya?" tanya Andini sambil berjalan kembali menuju sofa panjang dimana Cinta dan Siska berada. Seper

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 84

    "Nggak!" tegas Satria, lagi. Raya membulatkan matanya. Hancur sudah harapan yang sebelumnya ia pikir sudah mendapatkan titik terang. "Maksudnya nggak gimana, Sat?!" Satria berdecak sebal. "Bukankah Tante tau, kalau Ayah dan aku telah berbaik hati menerima dan memberikan ilmu terbaik kami tentang perusahaan properti kepada Dion dan membuatnya seperti sekarang?"Raya mengangguk lemah. "Tapi bukannya berterima kasih, dia malah menusuk kami dari belakang. Apa menurut Tante, orang seperti itu harus mendapatkan bekas kasih dari kami?!" tanya Satria. "Tapi, Sat.. Saya yakin ada alasan khusus kenapa Dion bersikap seperti itu. Terlebih, saya yakin kalau sebenarnya... Dion nggak pernah melakukan korupsi atau penyelewengan apapun." tutur Raya. "Pasti ada kesalahan, Sat. Ada orang yang ingin menjebak Dion dengan data yang tidak benar dan membuatnya ke luar dari perusahaan ini secara paksa."'Tebakan yang tepat, Tan! Tapi sayang, semua itu sudah aku sulap seperti nyata!' batin Satria. 'Sekara

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 83

    "Sebenarnya..." Andini melirik ke arah Siska. "Sebenarnya apa, An? Kok jawabnya ngegantung gitu sih?" tanya Cinta."Sebenarnya, aku cuma memar pada bagian kening dan kaki aja Tan, nggak ada cedera serius." jawab Andini jujur.Cinta mengerutkan kening"Terus, kenapa kamu harus dirawat dan bermalam di rumah sakit kalau nggak ada yang serius, An?" "Ini karena.. Pak Satria dan Siska khawatir dengan kondisi aku, Tan. Jadi, mereka meminta aku untuk beristirahat disini selama satu atau dua malam." "Iya, Tan. Kami berfikir, ini mungkin bisa jadi salah satu cara untuk mengurangi trauma dalam diri Andini. Karena setelah kejadian, Andini sempat nggak sadarkan diri." Siska menjelaskan "Pas nggak sadarkan diri, ia menangis dan tubuhnya demam. Makanya, kami khawatir dan meminta Andini dirawat di sini untuk menenangkan hati dan pikirannya, Tan." lanjutnya. Cinta membulatkan mata, ia tidak menyangka Andini yang begitu kuat dimatanya bisa menjadi seperti itu. Dengan cepat, Cinta berjalan mengha

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status