공유

Melihatnya Berciuman

작가: Mommykai22
last update 최신 업데이트: 2025-12-07 22:05:03

"Sampai besok, Chef!"

"Sampai besok! Terima kasih semua!"

Hari sudah mulai malam saat akhirnya Rania menyelesaikan pekerjaannya dan berpamitan pada semua staff.

Udara malam pun menyapa kulitnya ketika ia melangkah keluar dari Royal Palace. Ia baru sempat menarik napas ketika sebuah mobil hitam melambat dan berhenti tepat di hadapannya.

Kaca jendela mobil itu diturunkan dan Rania langsung menahan napasnya sejenak. Lucas di sana, duduk di belakang kemudinya.

"Kau ... apa yang kau lakukan di sini?"

"Naiklah! Aku datang menjemputmu."

Rania membelalak, napasnya tertahan sejenak, dan ia segera menoleh ke sekelilingnya, takut ada yang mengenali Lucas di sana.

"Itu ... aku tidak mau ikut denganmu. Aku mau pulang!" seru Rania yang langsung melangkah menjauh.

Awalnya Rania berpikir untuk memanggil ojek online, tapi karena ada Lucas, ia akan mencari taksi saja.

Rania melangkah cepat, tapi Lucas mengikutinya. Lucas bahkan tidak turun. Ia mengikuti Rania dengan mobilnya pelan, menyetir men
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (6)
goodnovel comment avatar
Deela Purnama Aditya
serasa setahun nungguin lucas rania hiikks
goodnovel comment avatar
Juwita Santia P
lanjut dong, aku sudah gak sabar ...
goodnovel comment avatar
mir
Ehh jangan mau lu Rania diajak zinah mlu sama si lukasss, kalo mau 50℅ saham ambil dluuu
댓글 모두 보기

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Dua Malaikat Kecilnya

    Rania lemas, jantungnya menderu, dan ia ketakutan melihat darah di bawah sana, tidak sebanyak saat haid, tapi lebih banyak dari flek biasa dan terlalu banyak untuk wanita yang sedang hamil. Warnanya merah dan mengerikan. "Seharusnya tidak berdarah kan? Saat hamil, tidak mungkin berdarah. Bagaimana ini?" Rania sampai tidak berani bergerak. Air matanya pun menetes begitu saja dan wajahnya kembali pucat. Ia duduk di dudukan toilet. "Lucas! Lucas!" panggil Rania gemetar. Ponselnya tidak ada bersamanya dan Rania takut saat ia berjalan, darahnya akan keluar lagi. "Lucas! Lucas!" panggil Rania lagi sekuat tenaganya. Sementara Lucas sendiri masih mengobrol dengan Raynard di ponselnya sampai ia belum mendengar teriakan Rania. "Aku akan pulang ke Indonesia untuk melihat apa yang bisa kubantu, kebetulan aku mendapat libur dari sini." "Terima kasih atas perhatianmu, Raynard. Tapi sungguh, aku ingin langsung mengakui itu anakku saja agar mereka bisa menghormati Rania." "Jangan membuat Ibu

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Rasa Basah

    Setelah memastikan Rania terlelap, Lucas menyelimuti wanita itu dan perlahan bangkit dari ranjang. Lucas keluar dari kamar, tapi seperti yang ia katakan, ia tidak akan tinggal diam. "Apa kau menemukan sesuatu, Surya? Apa yang sebenarnya terjadi di Royal Palace? Ini tidak masuk akal. Kemarin semuanya masih baik-baik saja, lalu hari ini boom!" geram Lucas saat ia masuk ke ruang kerjanya yang berada tepat di samping kamar Rania. "Sebagai hotel besar, seharusnya mereka tidak secepat itu mempercayai gosip tanpa bertanya pada Rania sama sekali sebelumnya. Aku setuju melakukan tindakan pencegahan, tapi yang terjadi sekarang, terlalu cepat dan terlalu teratur, seperti sudah disetting, kau mengerti maksudku kan, Surya?" Lucas melirik Surya. Surya langsung tanggap. "Apa Anda mencurigai seseorang, Pak?" "Siapa lagi yang bisa melakukannya dengan begitu tepat dan cepat selain orang yang mempunyai power besar, hah? Ibuku, siapa lagi? Selidiki itu, Surya! Dan berikan informasinya padaku segera!"

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Memegang Janjinya

    Rania tidak pernah tahu bagaimana Lucas bisa mendadak muncul seperti ini, tapi begitu melihat Lucas, Rania makin sedih sekaligus begitu lega. "Lucas!" seru Rania sambil merentangkan kedua tangannya, layaknya anak kecil yang hilang lalu ditemukan oleh orang tuanya. "Rania!" seru Lucas juga yang langsung berjongkok dan memeluk wanitanya, membiarkan air mata Rania membasahi kemejanya. Lucas menggeram. Ini bukan pertama kalinya ia melihat Rania menangis dan rasanya selalu sama. Tangisan Rania membuatnya marah dan sesak, tapi kali ini, rasa marah lebih menguasai dirinya. Ia ingin sekali menghajar siapa pun yang membuat Rania menangis sampai seperti ini. Lucas pun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Rania. "Kau baik-baik saja, Sayang? Apa yang kau lakukan di sini? Mengapa kau tidak meneleponku?" Rania menggeleng. "Aku ...." "Surya akan menemanimu dan aku akan menemui pimpinan hotel sekarang juga!" Lucas berniat bangkit berdiri, tapi Rania menahannya. "Tidak, Lucas! Tidak! Jan

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kontak Batin

    "D-diliburkan?" Suara Rania terdengar lirih, nyaris tidak bisa keluar. Ia tidak pernah menyangka akan ada dalam kondisi seperti ini. "Apa itu artinya ... aku dipecat, Pak?" lirih Rania lagi. "Tidak, Rania. Tidak. Belum," ralatnya. "Kami masih harus merundingkan langkah ke depannya. Ini hanya langkah pencegahan yang bisa kami lakukan demi nama baik hotel ini. Tapi jangan khawatir karena kami juga sangat menghargaimu dan akan mencarikan solusi terbaik untuk kita bersama." Itu adalah kalimat terakhir yang bisa Rania ingat. Ia tidak ingat bagaimana ia keluar dari ruangan Pak Arif, ia tidak ingat bagaimana ia melewati kerumunan orang-orang, tapi saat ini, ia sudah berada di toilet yang tidak jauh dari ruangan Pak Arif. Air matanya tidak berhenti mengalir dan ia tidak berhenti muntah. "Huwek! Huwek!" Muntahnya banyak dan menyakitkan di tenggorokan. Bahkan saat akhirnya tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan dari perutnya, ia masih ingin muntah. Dadanya sesak, perutnya berputar, kepalan

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Gosip yang Beredar

    Rania melangkah masuk ke Royal Palace dengan suasana hati yang sangat baik pagi itu. Menghabiskan malam bersama Lucas dan mendengar cerita Surya membuatnya berbunga-bunga. Ia menyapa beberapa orang yang ia temui di lobby sambil tersenyum, walaupun rasanya ada yang aneh. Rania mengernyit mendapati stand banner yang ada fotonya sebagai perwakilan restoran mendadak tidak ada. Biasanya ada beberapa banner di dekat restoran, salah satunya adalah foto dirinya yang mempromosikan jajan lokal. "Mengapa bannernya tidak ada? Kemarin masih ada. Apa sudah waktunya ganti banner?" gumam Rania yang memutuskan tidak ambil pusing dan melanjutkan langkahnya. "Selamat pagi semua!" sapa Rania begitu ia masuk ke dapur, surga baginya. Rania selalu bahagia setiap berada di dapur, apalagi suasana di Royal Palace yang begitu hangat baginya. Semua orang menghargainya, para anak buahnya juga sopan dan sangat segan padanya. Namun, pagi itu terasa makin berbeda.Bukan hanya tentang banner, tapi hanya beberap

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Makin Cinta

    Rania terbangun dalam pelukan Lucas pagi itu. Tidurnya terasa nyaman dan sangat berkualitas. Ia pun tersenyum saat melihat lengan pria itu masih di sana, memeluknya semalaman. Entah lengan itu akan kram atau tidak. "Ya ampun, pasti lenganmu sakit," seru Rania yang berniat bangun dari ranjang. Namun, Lucas menahannya dan tetap memeluknya. "Selamat pagi, Sayang." Rania tersenyum. "Selamat pagi. Kau sudah bangun?" "Hmm, rasanya aku tidak ingin bangun kalau tidur seperti ini." "Tapi anak-anakmu sudah lapar di perutku." Lucas langsung membuka matanya. "Kau lapar, Sayang?" "Aku sering mual kalau lapar, tapi aku tidak bisa makan banyak." "Ah, kalau begitu, tunggulah, pagi ini aku yang akan memasak." Rania menoleh menatap Lucas. "Benarkah kau yang akan memasak?" "Apa aku terlihat bercanda? Aku bisa memasak dan aku tidak keberatan memasak untukmu dan anak-anakku," seru Lucas yang langsung mengecup kening Rania. Setelah melakukannya, Lucas bangkit dari ranjang, membersihkan diri di ka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status