Beranda / Rumah Tangga / Sentuhan Panas Bos Suamiku / Menginginkannya Setiap Malam

Share

Menginginkannya Setiap Malam

Penulis: Mommykai22
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-01 21:34:05

Rania terus melirik jam di ponselnya. Jam sudah menunjukkan angka sembilan dan ia pun mulai menguap. Sejak tadi, entah sudah berapa teman kerja menyapanya karena ia duduk sendirian di lobby, menunggu sesuatu yang tidak pasti.

"Dia membaca pesanku, tapi tidak membalasnya. Lalu aku harus menunggu sampai kapan?"

Rania mengedarkan pandangan ke sekeliling lagi, sebelum ia mengembuskan napas panjangnya. Sepertinya ia memang terlalu bodoh menunggu seperti ini. Siapa dirinya sampai bisa meminta bos b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Deela Purnama Aditya
mereka yang makan bareng kq aku yg deg2an ya ... kurang bnyak thor Upnya
goodnovel comment avatar
Siti Nurlaili
iya lo ka seuprit bgt🤏🏻...
goodnovel comment avatar
Badriyatul Aminah
kurang thor up lg donk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Berdua Saja

    Niat hatinya ingin segera mencari Lira siang itu. Namun, apa daya, begitu tiba di restoran, Raynard langsung sangat sibuk sampai tidak bisa berkutik dari restorannya, mengatur semua persiapan, termasuk mengurus bisnisnya secara online. Hingga malam pun tiba dan akhirnya semua pekerjaannya selesai. Ia pun kembali teringat tentang niatnya untuk mencari Lira. "Apa yang sedang dia lakukan malam-malam begini? Apa dia masih bekerja juga? Sebenarnya bos macam apa Melinda itu yang menyuruhnya bekerja sampai malam. Bahkan saat makan malam waktu itu, Lira masih disuruh mengantar barang." Raynard terdiam dengan pikirannya sendiri, sebelum ia kembali tersenyum. "Kalau dia masih bekerja, dia ada di kantor atau di luar?" Raynard terus tersenyum, sebelum ia pun menyetir mobilnya meninggalkan restoran dan melajukan mobilnya sampai ke perusahaan Melinda, mencoba keberuntungannya siapa tahu bisa bertemu dengan Lira di sana. Tentu saja, Raynard tidak akan mencari Lira secara terang-terangan, tapi

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Antusias

    "Lira, bangun! Bangun!" Suara Mefi benar-benar membuat Lira tersentak kaget. Lira membuka matanya dan Mefi pun langsung bernapas lega. "Kupikir kau pingsan atau mati, kau benar-benar tidur seperti orang mati, Lira." "Astaga, Mefi, jam berapa ini? Mengapa kau sudah mandi?" "Karena ini sudah jam tujuh, memang sudah waktunya aku berangkat kerja dan kau masih belum bangun juga!" "Jam tujuh? Mengapa kau tidak membangunkan aku dari tadi, Mefi?" "Kupikir kau bisa bangun sendiri, bukankah biasanya kau juga bangun sendiri?" "Ya, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa terlambat bangun!" Lira segera meloncat bangun dan masuk ke kamar mandi. Sambil mandi, ia pun terus merutuki dirinya sendiri yang semalam tidak bisa tidur. Bukan karena ada masalah, tapi karena ia terus memikirkan Raynard sampai hampir gila. "Ini semua karena kau terlalu absurd, Lira! Bisa-bisanya kau memikirkan chef itu sampai tidak bisa tidur. Tapi ini aneh sekali, mengapa aku harus terus-terusan bertemu dengannya dan men

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menghukum dan Dihukum

    "Kurasa Raynard menyukai wanita itu," seru Rania malam itu saat ia sudah duduk berdua bersama Lucas di kamarnya. Lucas menaikkan alis. "Mengapa kau bisa berpikir begitu?" "Entahlah, hanya perasaanku saja. Sejak awal dia masuk ke ruang VIP bersama Lira saat makan malam, kau tahu apa yang terlintas di pikiranku saat itu?" "Apa?" "Wajah mereka mirip. Haha. Aku tahu ini absurd sekali, tapi entah mengapa saat melihat mereka berjejer, aku merasa mereka mirip. Bukankah kalau mirip artinya jodoh?" "Hmm, lalu apakah kita mirip?" Lucas mendekati istrinya dan menempelkan wajah mereka sampai Rania tergelak sendiri. "Seharusnya kita tidak mirip, tapi kau tahu apa yang orang bilang? Katanya dibanding Rendy denganku, kau lebih mirip denganku." Lucas ikut tergelak mendengarnya. "Mungkin setelah lama bersama, kita menjadi mirip." "Haha, mungkin saja. Tapi aku serius, Lucas. Lira dan Raynard bertemu secara kebetulan tadi, lalu bagaimana mereka bisa jalan bersama? Itu kan aneh, pasti Raynard ya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Modus sang Chef

    Lira tidak menyangka ia benar-benar duduk di antara keluarga Raynard malam itu di sebuah restoran di dalam mall. Ini masih tetap canggung baginya, walaupun Rania sangat ramah dan terus tersenyum padanya. "Jadi kau berumur 25 tahun sekarang?""Iya, Bu.""Kau berapa bersaudara?" "Aku 3 bersaudara, aku anak paling besar." "Oh, kau juga anak sulung sama sepertiku, tapi adikku hanya satu dan sekarang masih kuliah. Bagaimana dengan adikmu?" Rania mengunyah makanannya sambil tidak berhenti bertanya. "Adikku yang laki-laki sudah bekerja, umurnya 23 tahun, sedangkan adik bungsuku perempuan, masih SMA." "Oh, begitu ya? Pasti rasanya menyenangkan punya banyak saudara kan?" Lira tersenyum singkat dan tidak menjawabnya, tapi Raynard langsung meliriknya, seolah paham apa yang Lira pikirkan sekarang. "Kau seperti sedang wawancara, Rania. Biarkan dia makan dulu. Ayo, makanlah, Lira." "Ah, terima kasih." Lira tersenyum sambil memakan makannya, sedangkan Rania sampai sungkan sendiri karena mer

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Terjebak

    Raynard dan Lira masih saling menatap di sana dengan debaran jantung yang sama-sama menderu. Namun, suara Raline langsung mengalihkan fokus Lira. "Bola! Bola!" Raline sudah berhenti menangis saat menatap wajah Lira di hadapannya, apalagi melihat bola di tangannya."Oh, bola, ini bolanya, Sayang, jangan menangis ya," seru Lira lembut. Baby sitter baru akan maju mengambil Raline, tapi Raynard menahannya. "Biarkan saja, dia temanku." "Oh, iya, Pak." Baby sitter mundur dan gantian Raynard yang maju mendekati Lira. "Kita bertemu lagi, Lira." "Ah, iya, Chef. Aku terkejut sekali." "Apa kau sedang tidak bekerja? Atau jangan-jangan ada Melinda di sini?" "Ah, apa Anda ingin sekali bertemu dengannya? Maaf membuat Anda kecewa karena Bu Melinda tidak ada. Aku sedang ijin hari ini, jadi aku sendirian." Raynard menaikkan alis mendengarnya. "Kecewa? Mengapa kau bisa berpikir aku kecewa karena tidak bertemu dengannya?" "Hmm, tidak. Bukankah kalian ... bersama, jadi kupikir ...." "Aku leb

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mungkin Jodohnya

    "Bagaimana menurutmu tentang dia?" Lira menyetir mobilnya pergi dari restoran Raynard dan Melinda pun terus tersenyum sepanjang perjalanan. "Hmm, Chef Raynard?" "Tentu saja, siapa lagi." Lira melirik bosnya itu dari kaca spion dan mengangguk. "Dia pria yang sangat karismatik." "Bukan hanya karismatik. Dia punya visi. Dan aku suka pria yang punya visi." "Dia sangat cocok dengan Anda." "Benarkah itu? Tapi sayangnya, cocok belum tentu akan bersama. Aku tidak merasa dia tertarik padaku." "Kurasa tidak akan ada pria yang tidak tertarik dengan Anda, Bu." Melinda menaikkan alis. "Begitu menurutmu? Semoga saja." Melinda terus tersenyum dan Lira kembali melirik. Melinda terlihat sangat menyukai chef tampan itu.Dengan cepat, mereka pun tiba di kantor dan kembali bekerja, sebelum akhirnya malam menjelang dan Lira pulang ke rumah. Ia sempat menceritakan semuanya pada Mefi dan Mefi langsung heboh mendengarnya. "Apa? Chef idolaku adalah pria yang dijodohkan dengan bosmu? Astaga, bagaim

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status