Compartir

Bab 274

Autor: Nabila Ara
last update Fecha de publicación: 2026-03-18 23:55:25

Rose masuk dalam walk in closet untuk mengambilkan baju ganti suaminya. Meski masih kesal tapi ia tetap melayani Arthur dengan baik.

Saat Rose sedang memilih baju ganti untuk Arthur, tangannya terhenti ketika tubuhnya di peluk dari belakang oleh Arthur.

“Jangan kesal lagi ya Sayang. Apa yang aku lakukan itu demi kebaikan kamu. Kalau kamu masih kesal, nanti triplets juga bisa merasakan kekesalan Mamanya,” bisik Arthur dengan pelan.

Rose menghela napas. Lalu ia membalik tubuhnya hingga berhadapan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
yaah bnran Jessica kabur yaa dr tmpt rehab ? lagian knp ga dilenyapin aja sih dr awal, ato dipenjarakan aja tuh jalang . yakin bgt deh wkt di supermarket pasti dia liat Arthur jg mknya cpt bgt ngilangnya . untung Arthur liat n' lgsg ngecek . smoga ga knp² deh dgn Rose n' triplet .
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 282

    "Ice creamnya enak banget. Selalu enak sejak pertama buka," ucap Rose sembari menikmati rasa manis dan dingin ice cream yang ada di dalam mulutnya.Setelah dari butik C&G, Arthur dan Rose langsung ke Mall karena Rose ingin makan ice cream kesukaannya yang memang hanya buka di Mall itu saja. Ice cream homemade dan sekarang sudah sangat terkenal meski hanya membuka satu cabang saja karena ownernya ingin fokus di satu oulite saja demi memastikan citarasanya tetap terjaga."Bumil bahagia banget bisa makan ice cream," ucap Arthur yang melihat wajah bahagia Rose."Iya dong. Mumpung bisa makan ice cream meski tidak bisa banyak. Papa benarang nggak mau coba. Ini enak loh. Coba deh, Pa." Rose menyuapi Arthur dengan ice cream rasa alpukat miliknya. Rose memang memilih rasa alpukat, cokelat dan cempedak. Untuk rasa cempedak tidak selalu ready setiap hari karena tergantung musim buah itu.Ice ini memang menggunakan buah asli jadi rasanya buahnya lebih kuat."Gimana, Pa? Enak kan?" tanya Rose.A

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 281

    "Kamu meragukan nama besar suami kamu, Sayang?""Ihhh... bukan begitu. Tapi aku kan nggak nyangka saja Papa bisa membeli tanah ini. Aku tahu kok seberapa besar nama Bramasta. Kan yang punya orang Kalimantan, jauh loh dari Jakarta. Gimana Papa mencari kontak yang punya tanah ini?"Rose masih penasaran bagaimana suaminya bisa membeli tanah yang terkenal susah untuk di jual karena pemiliknya masih sayang dengan tanahnya. Lokasinya memang sangat strategis dan ia yakin suaminya membelinya dengan harga yang mahal."Pemilik tanah ini masih saudara dari kolega bisnisku, Sayang. Jadi semuanya dimudahkan," jawab Arthur."Pasti harganya mahal kan, Pa?"Arthur mengusap kepala istrinya dengan lembut. "Berapa pun harganya jika memang digunakan untuk hal baik, aku nggak mempermasalahkan itu. Ayo kita keluar sekarang," ajak Arthur.Ia langsung keluar dari dalam mobil dan langsung mengitari belakang mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya."Terima kasih, Papa." Rose tersenyum ke arah suaminy

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 280

    Hari ini Arthur mengajak Rose untuk pergi ke tempat dimana perpustakaan milik Rose yang sedang di bangun. Arthur memang sengaja mengajak istrinya ke sana sekedar melihat progres pembangunan perpustakaan itu. Mumpung hari sabtu dan ia tidak berangkat ke kantor sekaligus ingin mengajak istrinya jalan-jalan karena beberapa kali Rose sudah mengadu padanya jika gadis itu bosan di rumah terus.Tentu saja Arthur berusaha untuk tidak membuat istrinya bad mood. Maklum saja mood ibu hamil itu sangat sensitif dan Arthur tidak ingin buruknya mood istrinya akan berpengaruh pada kesehatan Rose dan janinnya."Pa, masih jauh letak perpustakaannya?" tanya Rose karena sudah dua puluh menit mereka di jalan dan belum juga tiba di lokasi perpustakaan yang dihadiahkan oleh Arthur padanya di bangun.Arthur tersenyum saja karena ia memang ingin memberi kejutan pada istrinya yang memang belum pernah ke lokasi pembangunan perpustakaan itu.Pria itu masih merahasiakan lokasi pembangunan perpustakaan itu."Papa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 279

    Rose keluar kamar untuk bertemu suaminya yang sedang berada di ruang kerja. Pelan-pelan Rose turun ke bawah karena ruang kerja Arthur berada di lantai satu.Di tangannya ada ponselnya karena ia ingin menunjukkan sesuatu yang baru saja ia lihat.Tokk... Tokk... Tokk....Rose mengetuk pintu ruang kerja Arthur. Meski itu ruang kerja suaminya tapi Rose tidak ingin langsung masuk saja."Masuk..."Terdengar suara Arthur dari dalam mempersilahkannya untuk masuk. Rose pun langsung membuka pintu ruang kerja suaminya.Sementara Arthur yang di dalam ruang kerjanya, ia masih fokus dengan beberapa dokumen yang sedang ia periksa. Dokumen yang Ken kasih padanya itu memang belum sempat ia periksa saat di kantor tadi.Saat mendengar pintu ruang kerjanya di buka, ia mendongak dan terkejut melihat istrinya masuk ke ruang kerjanya.Arthur langsung berdiri dan menghampiri Rose."Sayang. Aku kira kamu sudah tidur." Arthur melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. "Kenapa jam segini be

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 278

    Alana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sejak mereka keluar dari hotel milik Bramasta grup, senyum di bibirnya tidak pernah luntur.Setelah pertunjukan kembang api selesai, Ken langsung mengajak Alana untuk pulang. Meski besok adalah hari weekend, tapi ia tahu jika Alana pasti lelah karena di kantor tadi banyak deadline yang harus gadis itu selesaikan.Ia menatap cincin yang tersemat di jari manisnya.Ken menoleh sebentar ke arah calon istrinya yang duduk di sampingnya lalu ia kembali menoleh ke depan karena ia harus fokus menyetir.Sebelah tangannya mengusap kepala Alana dengan lembut. "Bahagia banget, Sayang?" Ken tersenyum.Alana mengangguk sembari tersenyum lebar. Lalu ia mendekat ke arah Ken dan bersandar ke bahu Ken meski pria itu sedang menyetir. "Aku memang sangat bahagia karena kekasihku baru saja melamarku tadi. Karena terlalu bahagia sampai senyuman di bibirku tidak bisa aku hentikan. Mungkin nanti aku tidur sambil tersenyum," ucap Alana hingga membuat Ken tertawa.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 277

    “Alana, be my wife please.”Alana terdiam namun detak jantungnya semakin berdegup kencang. Ia tidak menyangka Ken akan melamarnya malam ini. Ia dan Ken memang sudah berkomitmen akan menjalin hubungan yang serius dan muaranya pada pernikahan. Tetapi ia tidak menyangka akan secepat ini.“Al, aku bukan pria yang mudah untuk merangkai kata-kata manis. Aku mungkin nggak pandai bikin kamu terpesona lewat kalimat-kalimat indah seperti di film atau novel,” ucap Ken dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. “Tapi aku janji satu hal sama kamu, perasaanku sangat tulus padamu, Al. Aku memang bukan pria sempurna tapi bersama kamu aku merasakan kesempurnaan itu. Aku ingin menjadi orang yang selalu ada bersama kamu dalam keadaan apapun. Al, jadilah teman hidupku dan rumah untuk aku pulang.”Alana menggigit bibirnya, menahan haru yang semakin meluap. Air mata Alana akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.“Aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersama kamu, Al. Bangun setiap pagi dengan kamu, berbagi ceri

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 128

    Rose mulai merasakan pasokan udara di paru-parunya semakin menipis hingga kemudian Arthur mengangkat bibirnya dari bibir Rose.Arthur menghapus jejak saliva di permukaan bibir Rose lalu pria itu memberikan kecupan yang bertubi-tubi sebelum pandangan matanya tertuju pada sepasang gunung kembar kesay

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 117

    Arthur membuka celana boxernya hingga menampakkan benda purbakalanya yang sudah berada dalam kondisi on fire. Volumenya yang sudah bertambah besar, berurat dan panjang.Arthur menuntun benda purbakalanya, mengusapnya berkali-kali pada pintu gerbang lembah kenikmatan Rose yang sudah dipenuhi oleh ca

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 125

    Arthur dan Rose baring sambil berpelukan. Malam ini mereka jadi menginap di hotel yang tidak jauh dari pantai yang mereka kunjungi. Dari balkon kamar hotel yang mereka pesan langsung memperlihatkan pemandangan laut yang sangat indah.Hotel ini beda dengan hotel yang Arthur pesan saat dulu mereka b

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 129

    "Tapi kali ini biarkan aku yang memegang kendali atas tubuh Papa."Rose mengabaikan rasa malunya karena kali ini ia ingin sekali bermain di atas tubuh Arthur.Arthur langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Rose. Tentu saja ia menyambut inisiatif Rose dengan sukacita. Pria itu akhirnya menjatuhk

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status