Share

Bab 275

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-03-19 23:56:44

Alana melihat penampilannya di depan cermin. Ia baru selesai siap-siap, mengaplikasikan make up tipis hingga semakin membuatnya cantik. Aslinya Alana memang cantik dan saat ini semakin cantik. Rose dan Alana, dua sahabat itu sama-sama memiliki visual yang cantik hanya saja diantara mereka berdua berbeda di aura kecantikan saja.

“Perfect,” gumamnya sambil tersenyum.

Malam ini ia di ajak Ken untuk makan malam di luar.

Alana memakai dress bewarna navy yang panjangnya di bawah lutut. Rambutnya seng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 278

    Alana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sejak mereka keluar dari hotel milik Bramasta grup, senyum di bibirnya tidak pernah luntur.Setelah pertunjukan kembang api selesai, Ken langsung mengajak Alana untuk pulang. Meski besok adalah hari weekend, tapi ia tahu jika Alana pasti lelah karena di kantor tadi banyak deadline yang harus gadis itu selesaikan.Ia menatap cincin yang tersemat di jari manisnya.Ken menoleh sebentar ke arah calon istrinya yang duduk di sampingnya lalu ia kembali menoleh ke depan karena ia harus fokus menyetir.Sebelah tangannya mengusap kepala Alana dengan lembut. "Bahagia banget, Sayang?" Ken tersenyum.Alana mengangguk sembari tersenyum lebar. Lalu ia mendekat ke arah Ken dan bersandar ke bahu Ken meski pria itu sedang menyetir. "Aku memang sangat bahagia karena kekasihku baru saja melamarku tadi. Karena terlalu bahagia sampai senyuman di bibirku tidak bisa aku hentikan. Mungkin nanti aku tidur sambil tersenyum," ucap Alana hingga membuat Ken tertawa.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 277

    “Alana, be my wife please.”Alana terdiam namun detak jantungnya semakin berdegup kencang. Ia tidak menyangka Ken akan melamarnya malam ini. Ia dan Ken memang sudah berkomitmen akan menjalin hubungan yang serius dan muaranya pada pernikahan. Tetapi ia tidak menyangka akan secepat ini.“Al, aku bukan pria yang mudah untuk merangkai kata-kata manis. Aku mungkin nggak pandai bikin kamu terpesona lewat kalimat-kalimat indah seperti di film atau novel,” ucap Ken dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. “Tapi aku janji satu hal sama kamu, perasaanku sangat tulus padamu, Al. Aku memang bukan pria sempurna tapi bersama kamu aku merasakan kesempurnaan itu. Aku ingin menjadi orang yang selalu ada bersama kamu dalam keadaan apapun. Al, jadilah teman hidupku dan rumah untuk aku pulang.”Alana menggigit bibirnya, menahan haru yang semakin meluap. Air mata Alana akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.“Aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersama kamu, Al. Bangun setiap pagi dengan kamu, berbagi ceri

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 276

    “Lagi?” tanya Alana terkejut.Ken mengangguk sembari tersenyum. “Sekarang kita makan saja dulu,” ajak Ken.Mereka pun mulai memakan makan malam yang sudah tersaji di depan mereka. “Kamu suka sama menu yang aku pesan?”Alana mengangguk beberapa kali. Setelah makanan di depannya ini masuk ke dalam mulutnya, Alana memang langsung cocok dengan citarasanya. “Enak. Aku suka. Aku bukan picky eatrer sih sebenarnya. Aku cuma nggak bisa kalau rasanya aneh di lidah. Kayak terlalu pahit, atau aneh banget sampai nggak masuk akal. Tapi selain itu, aku bisa makan apa aja,” kata Alana dengan santai.Ken terkekeh pelan, matanya tidak lepas dari wajah Alana. “Jadi kalau aku masakin sesuatu, kamu bakal mau coba?”Alana menyipitkan mata, pura-pura curiga. “Masalahnya kamu bisa masak apa dulu, Ken?”“Wah, meragukan sekali nadanya. Aku itu bisa masak loh,” ucap Ken yang pura-pura tersinggung.“Benaran kamu bisa masak? Menu apa yang kamu paling jago?”“Aku bisa masak mie instan level chef profesional.”Ala

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 275

    Alana melihat penampilannya di depan cermin. Ia baru selesai siap-siap, mengaplikasikan make up tipis hingga semakin membuatnya cantik. Aslinya Alana memang cantik dan saat ini semakin cantik. Rose dan Alana, dua sahabat itu sama-sama memiliki visual yang cantik hanya saja diantara mereka berdua berbeda di aura kecantikan saja.“Perfect,” gumamnya sambil tersenyum.Malam ini ia di ajak Ken untuk makan malam di luar.Alana memakai dress bewarna navy yang panjangnya di bawah lutut. Rambutnya sengaja ia gerai saja.Tadi Ken bilang akan menjemputnya pukul tujuh malam, dan saat ini baru jam enam lewat lima puluh menit.“Sepuluh menit lagi. Ken mau ajak aku makan malam dimana ya? Biasanya Ken pasti bertanya mau makan malam dimana. Mungkin kali ini Ken yang memilih sendiri tempatnya. Hmm... Semoga dress yang aku pakai cocok dengan tempat yang Ken pilih,” ucap Alana.Ia duduk di kursi yang tidak jauh dari jendela kamar, lalu ia membuka ponselnya dan melihat status Rose di aplikasi hijau.“Aku

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 274

    Rose masuk dalam walk in closet untuk mengambilkan baju ganti suaminya. Meski masih kesal tapi ia tetap melayani Arthur dengan baik.Saat Rose sedang memilih baju ganti untuk Arthur, tangannya terhenti ketika tubuhnya di peluk dari belakang oleh Arthur.“Jangan kesal lagi ya Sayang. Apa yang aku lakukan itu demi kebaikan kamu. Kalau kamu masih kesal, nanti triplets juga bisa merasakan kekesalan Mamanya,” bisik Arthur dengan pelan.Rose menghela napas. Lalu ia membalik tubuhnya hingga berhadapan dengan Arthur. Ia tatap mata hazel Arthur, mata yang membuatnya jatuh cinta pada pria itu. Ia harus mengajak Arthur bicara agar kejadian tadi tidak terulang kembali. Meski ia hanya kesal dengan suaminya tapi jika dibiarkan, Rose yakin beberapa bulan ke depan hingga ia lahiran, tidak akan dibiarkan menyentuh dapur atau melakukan apapun.“Pa, aku tuh sebenarnya senang banget mendapat perhatian yang begitu besar dari Papa. Aku tahu Papa melakukan ini juga demi kebaikanku. Papa sangat perhatian pad

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 273

    “Eh...” Salimah terkejut langsung membalik badan ke arah belakang saat mendengar seseorang mengaminkan doanya.“Kamu mengejutkan aku saja, Jaka.” Salimah mengusap dadanya karena ia benar-benar terkejut. Pasalnya tadi tidak ada Jaka di dekatnya.“Kenapa kamu harus terkejut, Salimah. Aku kan hanya mengaminkan doamu saja agar Tuhan segera mengabulkan doamu itu. Sepertinya kamu sudah ingin cepat-cepat menikah ya Salimah?” tanya Jaka.“Aku kan hanya berdoa saja. Siapa tahu Tuhan langsung mengabulkannya. Siapa yang tidak ingin menikah, Jaka. Meski aku sudah merasakan menikah itu seperti apa, tetapi tetap saja aku ingin menikah dengan orang yang tepat,” ucap Salimah.Jaka menatap ada rasa sedih yang ingin Salimah tutupi dengan senyumnya.“Memangnya kamu tidak ingin menikah, Jaka?” tanya Salimah kembali. Ia berusaha untuk tetap tersenyum. Pernikahan pertamanya memang tidak seindah kisah cinderella atau kisah tuan putri di dunia dongeng. Meski begitu ia ingin menikah kembali karena Salimah yak

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 86

    "Kamu suka, Sayang?"Rose langsung mengangguk, ia memang sangat menyukai kalung pemberian Arthur. Sederhana tapi tetap ada kesan elegannya. "Suka banget. Kalungnya cantik sekali.""Mau langsung di pakai?" tanya Arthur."Mau.. mau.." Rose mengangguk cepat.Arthur pun mengambil kalung dari kotak kec

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 80

    PRAAANG!!!Rose dan Bi Arum sontak saling pandang saat mendengar bunyi nyaring terdengar dari lantai satu."Apa itu, Bi?" tanya Rose sambil memegang dadanya karena ia terkejut."Ayo kita lihat ke bawah, Non."Bi Arum langsung mengajak Rose untuk melihat ke lantai satu. Mereka pun keluar kamar Rose

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 78

    BRAKK!Bunyi yang terdengar dari di lemari Arthur membuat Bi Arum langsung menoleh ke belakang.Tepatnya ke arah lemari itu.Arthur langsung memejamkan, namun hanya sebentar saja. Setelah itu ia juga menoleh ke arah lemari.Dalam hatinya ia mengkhawatirkan keadaan Rose di dalam sana."Loh, suara ap

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 87

    Tokk.... Tokk.... Tokkk...Arthur yang baru keluar dari kamar mandi langsung menoleh ke arah pintu kamarnya karena terdengar ketukan pintu.Ia pun langsung berjalan menuju pintu dan langsung membuka pintu kamarnya.Begitu pintu kamar terbuka, Arthur langsung terpaku dengan pemandangan di depannya.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status