Share

Bab 127

Author: Mommy_Ar
last update Last Updated: 2025-10-14 11:52:49

Hari demi hari berganti, minggu berlari mengejar bulan. Waktu berjalan cepat, nyaris tanpa mereka sadari.

Pernikahan Rafi dan Marsha yang awalnya hanya disatukan oleh keputusan tergesa dan emosi sesaat… perlahan berubah menjadi kisah yang tenang, stabil, dan, anehnya indah.

Marsha yang dulu sempat membayangkan rumah tangganya akan penuh ketegangan dan pertengkaran, kini mulai menikmati ritme barunya.

Setiap pagi ia terbiasa bangun lebih awal, menyiapkan sarapan sederhana, lalu duduk berhadapan dengan Rafi di meja makan sambil mendengarkan berita pagi.

Kadang mereka tidak banyak bicara, tapi keheningan itu tidak lagi terasa canggung. Ada kenyamanan yang tumbuh pelan-pelan di antara mereka.

Rafi pun tak pernah memaksa Marsha untuk berubah atau melakukan hal yang tak ia inginkan. Ia membiarkan hubungan mereka mengalir seperti air tidak tergesa, tidak menuntut, tapi terus mengalir ke arah yang semakin dalam.

Mereka sepakat sejak awal untuk tidur di kamar terpisah. Bukan karena benci, t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mommy_Ar
wkwkwkkwkw
goodnovel comment avatar
enur .
gimana y masakan Marsya x ini ?? apa akan sama seperti percobaan2 yg dulu ,, hihihi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 103 s2

    Rafi menatap putranya lekat-lekat. “Nyatanya dia memang suka sama kamu. Dan karena itu, dia yang menyuruh Vania menyamar jadi Mikha. Supaya posisinya aman, supaya tidak ada yang menghalangi dia mendekati kamu.” Kata-kata itu seperti pukulan telak bagi Miko. Dadanya terasa berat. Ingatannya berputar cepat, memutar ulang kejadian-kejadian kecil yang dulu ia anggap sepele. Sikap Adel yang selalu ingin tahu, caranya terlalu sering ikut campur, tatapannya yang kadang terasa aneh semua itu kini terasa masuk akal. Miko terdiam lama, mencoba mencerna semuanya. Tanpa sadar, bayangan Dinda muncul di kepalanya. Dinda yang dulu berkali-kali memperingatkannya. Dinda yang mengatakan bahwa Adel bukan gadis sebaik yang terlihat. Dinda yang sering cemburu setiap kali ia pulang sekolah dibonceng Adel, sampai berkali-kali memilih putus karena merasa tidak didengarkan. Saat itu Miko tidak percaya. Ia mengira Dinda hanya berlebihan, terlalu posesif, terlalu manja. Kini, saat semua terbong

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 102 s2

    Sepulang sekolah, langkah Miko terasa jauh lebih berat dari biasanya. Seragamnya masih rapi, tas masih menggantung di bahu, tapi pikirannya sudah berlari lebih dulu ke satu tempat rumah sakit. Dadanya berdebar tanpa alasan yang jelas, seolah ada firasat yang sejak tadi menekan dari dalam. Begitu pintu ruang perawatan dibuka, Miko sontak terhenti. Matanya membola. Kayla sudah sadar. Gadis itu setengah duduk di atas brankar, wajahnya masih pucat namun matanya terbuka dan hidup. Di sampingnya, Marsha tengah menyuapi potongan buah dengan gerakan lembut, penuh kesabaran. Sementara di sofa dekat jendela, Rafi duduk tenang sambil menatap layar ponselnya, sesekali melirik ke arah Kayla. Pemandangan itu membuat Miko bingung sekaligus terkejut. “Mama sama Papa ngapain di sini?” tanya Miko spontan, suaranya sedikit tertahan. Rafi mendongak, menatap putranya sekilas sebelum menjawab santai, “Kamu baru p

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 101 s2

    Air mata Kayla jatuh tanpa mampu ia tahan. Pertanyaan itu meluncur dari bibirnya dengan suara bergetar, seolah ia sendiri takut mendengar jawabannya. “Jadi… benar, aku anak kalian?” ulang Kayla lirih. Dadanya naik turun tak beraturan. “Aku… aku punya orang tua?” Marsha tak sanggup lagi berdiri tegak. Lututnya melemas, ia segera mendekat dan memeluk Kayla erat-erat, seakan takut gadis itu akan menghilang jika dilepas sedetik saja. Tangisnya pecah, bukan lagi isak yang ditahan, melainkan tangisan panjang yang selama belasan tahun terpendam. “Iya, sayang…” suara Marsha serak, penuh luka dan rindu. “Kamu anak kami. Kamu putri mama. Maaf… maafkan mama yang terlalu lama kehilangan kamu.” Rafi berdiri di samping ranjang, dadanya sesak melihat dua perempuan yang paling berharga dalam hidupnya saling berpelukan dalam air mata. Tangannya gemetar saat akhirnya ikut memeluk mereka berdua, menyatukan pelukan yang terasa sangat rapuh n

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 100 s2

    Marsha menarik napas panjang sebelum melanjutkan. Tangannya yang hangat masih menggenggam jemari Kayla, seolah takut jika dilepaskan sedikit saja, gadis itu akan kembali menghilang dari hidupnya. “Kayla…” suara Marsha bergetar, bukan karena ragu, melainkan karena emosi yang menyesak dada. “Bukan itu maksud mama. Mama sama sekali tidak sedang menjodohkan kamu dengan Miko.” ‘’Mungkin, dulu iya. Karena Mama gak tahu yang sebenarnya. Maafin Mama,’’ ‘’M—maksud Tante apa? Maaf, Kayla bener bener bingung,” Kayla menelan ludah. Wajahnya pucat, bukan hanya karena sisa-sisa efek operasi, tapi juga karena kebingungan yang semakin menumpuk. Matanya bergantian menatap Marsha lalu Rafi yang berdiri tak jauh dari brankar, dengan sorot mata yang sama-sama berkaca-kaca. “Waktu kamu kecelakaan,” lanjut Marsha perlahan, memilih setiap kata dengan hati-hati, “darah di tubuh kamu berkurang s

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 99 s2

    Rafi tersentak. Ia mendekat cepat, menatap tangan Kayla yang masih berada dalam genggaman Marsha. Detik terasa berjalan sangat lambat. Lalu… kelopak mata Kayla bergetar. Sekali. Dua kali. “Ya Allah…” Rafi refleks menutup mulutnya sendiri. Perlahan, mata Kayla terbuka. Pandangannya kosong, samar, seolah dunia di depannya masih kabur. Napasnya tersengal, dadanya naik turun lebih cepat dari sebelumnya. Marsha menjerit tertahan, antara kaget dan bahagia. Tangannya langsung meraih wajah Kayla. “Kayla… Kayla, sayang… kamu dengar Mama?” suaranya gemetar, penuh harap. Kayla tidak langsung menjawab. Bibirnya bergerak pelan, namun tak ada suara yang keluar. Matanya menatap Marsha… lama… seolah sedang mencoba mengenali wajah di hadapannya. Rafi tersadar. Ia langsung berbalik dan membuka pintu. “Dokter!” serunya panik. “Dokter! Pasiennya sadar!” Tak butuh waktu lama. Dokter d

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 98 s2

    Marsha berdiri kaku di sisi ranjang rumah sakit itu. Tangannya gemetar saat perlahan menyentuh pagar besi brankar, seolah takut sentuhan sekecil apa pun akan melukai gadis yang terbaring lemah di hadapannya. Kayla. Wajah itu pucat, napasnya dibantu alat, dadanya naik turun pelan. Namun justru dalam kondisi rapuh itulah, kemiripan itu terlihat semakin jelas terlalu jelas untuk diabaikan. Garis alisnya. Bentuk hidungnya. Lekuk bibirnya yang samar meski tanpa senyum. Marsha menelan ludah dengan susah payah. “Raf…” suaranya nyaris tak terdengar. Rafi yang berdiri di belakangnya ikut menatap Kayla dengan mata yang basah. Ia tidak menjawab, karena ia tahu istrinya sedang melihat hal yang sama dengannya. Selama ini, Marsha sudah beberapa kali bertemu Kayla. Mengobrol, tertawa kecil, bahkan sempat menepuk pundak gadis itu dengan penuh kehangatan seorang ibu. Tapi semua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status