Share

Bab 134. SPSG

Author: Asri Faris
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-30 09:57:16

Aksa tidak bisa tidur setelah panggilannya terputus. Niat hati mau membuat obrolan agar bisa lebih dekat, eh malah suara Saga yang terdengar di sebrang.

"Apa mereka satu kamar? Nggak mungkin, Nada bukan perempuan seperti itu. Apalagi sekarang terlihat sedang berhijrah," gumam Aksa kepikiran.

Jujur, dia kecewa kalau seandainya benar, haruskah dia merasa sakit untuk yang kedua kalinya karena merasa ditinggalkan.

"Kenapa Saga bilang belum bercerai, bukankah mereka sudah pisah lama. Nada juga me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Fatiya Hasna
Menurutku Nada bukan egois, dia hanya takut dgn rasa sakit yang dulu, makannya dia mempertimbangkan keputusannya harus benar² matang. Disini aku idak mau terlalu menyalahkannya Nada, karena dia menyimpan trauma akibat luka lama walaupun sudah sembuh dan sudah memaafkan tapi untuk menerima itu sulit.
goodnovel comment avatar
Suryat
jangan egois Nad,pikirkan juga perasaan anakmu..
goodnovel comment avatar
Liyan Damiyanti
iya nada udh lah kasih kesempatan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 225. SPSG

    "Rileks sayang, kenapa tegang begitu." "Aku ... sedikit takut Mas, hehe .... " Nada nyengir. "Takut? Memangnya aku menyeramkan?" "Nggak, tapi kan ini perdana, lagian baru banget kemarin kan aku lahiran, Mas udah minta aja." "Kan udah bersih nifas, memangnya harus nunggu berapa lama lagi." "Tiga bulan mungkin, atau lima bulan," jawab Nada tersenyum. "Itu mah udah punya adik lagi Azel. Becanda, tenang ya, aku bakalan pelan kok," kata pria itu menenangkan. Karena wajah Nada menegang dan memelas, akhirnya Saga ajak ngobrol dulu ngalor ngidul biar suasana tidak kaku lagi. "Dek, I love you," ucap Saga mengecup bibirnya sekilas. Nada terdiam sejenak, membalas tatapannya yang lekat. Jelas pria ini menginginkan dirinya. "I love you too Mas Saga," balas Nada tumben sekali mengikrarkan perkataan manis itu. Hati Saga langsung membuncah, mendekat rapat menyapa bibirnya. Menyatu dengan lembut, penuh perasaan dan cinta. Nada hanya mampu memejam saat suaminya menyentuhnya semakin dal

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 224. SPSG

    Kelahiran putri kedua mereka semakin menyempurnakan kebahagiaan keluarga kecil mereka. Pak Saga juga selalu membantu mengurus si kecil dan Zea setiap kali di rumah. Sedang menikmati menjadi bapak-bapak asuh selain kesibukannya di kantor. "Sayang, nanti jalan yuk!" ajak pria itu sepertinya butuh waktu berdua. "Jalan ke mana?" tanya Nada bingung. Tumben suaminya mengajak keluar. "Berdua aja, quality time gitu. Udah bersih kan? Tadi aku lihat kamu sholat.""Emang iya, sudah dari kemarin. Tapi kan belum di KB Mas.""Ya udah nanti sekalian keluar. Anak-anak dititip sama mama dulu.""Nggak apa-apa gitu?""Nggak apa banget dong, kan ada Mama Hira dan Bik Surti juga yank. Nanti kita singgah ke hotel.""Ish, ngapain jauh-jauh ke hotel. Di rumah juga bisa, lagian aku masih takut. Masih sabar kan?""Takut digigit enak ya Dek, nggak dong Dek, masa harus nunggu lagi. Hampir empat puluh hari loh ini. Nanti malam ya.""Nggak janji, ngomong ke mamanya gimana. Masa pergi sampai lama.""Ya perginya

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 223. SPSG

    "Kan bilangnya kalau sudah beres ASI Dek, berati masih lama lah dia tahun lagi. Warisan Papa Bian terlalu banyak, kalau bukan buat cucunya mau buat siapa. Harus ada penerus yang nantinya akan menjadi pemimpin di tahta perusahaan papanya." Benar juga, mengingat Nyonya Zee cuma punya satu putra. Makanya beliau khawatir sekali pas mereka berpisah dan hampir bercerai. Takut putranya tidak bisa move on dan trauma dengan pernikahan. Kan bisa gawat kalau tidak ada generasi penerusnya. "Kalau masih lama, bahasnya tahun depan aja." "Dimulai dari sebulan kemudian dong Dek, kan harus KB dulu, emangnya mau los aja ya." "Ish, jangan dong, kasihan Azel dan Zea, nanti rebutan bundanya." "Nanti dicariin baby sitter ya, satu anak satu pengasuh. Biar kamu nggak terlalu capek." "Nggak usah Mas, aku mau rawat anakku sendiri. Lagian aku ini kan nganggur," tolak Nada merasa belum perlu. Dia lebih suka anak-anak kepegang sendiri, apalagi dirinya memang full di rumah. Jadi belum perlu baby sitter untu

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 222. SPSG

    Setelah berjuang beberapa jam dengan rasa sakit dan mules-mules tidak karuan. Akhirnya bayi berjenis perempuan itu lahir ke dunia dengan selamat. Saga yang mendampinginya menangis haru melihat perjuangan istrinya. Betapa dia sangat mengkhawatirkan perempuan yang begitu berarti dalam hidupnya tadi saat berjuang demi keturunannya. Pria itu tak henti-hentinya mengucap syukur setelah anak itu lahir. "Terima kasih sudah berjuang, bunda hebat," ucap Saga mencium istrinya dengan perasaan penuh cinta. Nada hanya mengangguk saja, masih lemes setelah mengeluarkan semua kekuatan dan tenaganya. Rasanya tubuh itu terasa begitu lelah. Selesai ditangani, Nada dan bayinya dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah semuanya terpantau aman, mereka baru dipindahkan ke ruang nifas. Saga langsung mengabari kedua orang tuanya. Ibu mertuanya dan orang-orang terdekatnya dengan bahagia. Dia senang sekali akhirnya kelahiran anak kedua mereka berjalan dengan lancar. Bu Zeevanka dan suaminya langsung bergegas

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 221. SPSG

    Pulang-pulang bawa belanjaan sebegitu banyak, Saga saja sampai keheranan. Dia tidak masalah sama sekali, toh yang dia beli untuk keperluan calon anak mereka. Cuma tumben banget belanja banyak tidak nungguin suami. "Donaturnya mama, Mas, tiba-tiba banget ambil ini ambil itu, pokoknya kalau yang beliau suka digas aja. Aku udah nolak jangan dibayarin, eh mama malah bilang tidak apa-apa, rezeki cucu. Kan jadinya aku nggak enak kalau begini.""Bener kata mama, rezeki cucu sultan, uang mama lebih banyak daripada uang aku sayang, tenang jangan ngerasa nggak enak.""Uang dari Mas masih utuh dong.""Wah ... kamu seneng kalau yang ini, tapi nggak apa-apa, kalau istrinya Pak Saga itu memang harus seneng kaya gini."Rasanya seperti baru pulih dari rasa sakit kemarin, sudah banyak sekali kejutan tak terduga. Dia harus banyak bersyukur mendapatkan limpahan kasih sayang dan materi. "Ini aku cuci dulu yank, terus disimpan di lemari khusus buat calon anak kita."Baru mau tujuh bulan sudah seheboh in

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 220. SPSG

    "Aamiin ... Bunda aminin ya." "Aamiin juga, ayah aminin, semoga apa yang menjadi cita-cita Zea terkabul." "Ayah berangkat ya, nanti ke dokter sama Bunda," ucap Pak Saga mencium pipi Zea yang chuby. Gadis kecil itu mengangguk patuh, lalu melambaikan tangannya. "Hati-hati Mas!" ucap Nada mengantar sampai depan. Pamitan romantis seperti biasanya. Pria itu selalu mengelus perut istrinya yang sudah membuncit, seolah berpamitan dengan calon anaknya juga. "Nanti pesan taksi saja ya, jangan pakai motor. Maaf hari ini tidak bisa membersamai kalian."Sepertinya ke depannya Pak Saga perlu supir khusus untuk mengantar istri dan anaknya kalau mau ke mana-mana. Biar tidak repot, belum lagi dirinya super sibuk tidak bisa mesti mengantar. Biar Nada juga tidak repot, ada yang anter jemput Zea sekolah dan mengaji. "Iya Mas, aku patuh," jawab Nada membuat Pak Saga tersenyum lega. Hamil besar membuat paksu makin protektif. Dia langsung masuk setelah mobil Pak Saga berlalu dari pandangannya.

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 211. SPSG

    "Bentar deh, kok bisa kak Zian tiba-tiba kenal kamu?" tanya Raisa penasaran. Pasalnya dia tak pernah mendengar selentingan hubungan mereka. Kenapa tiba-tiba mau berlabuh di pelaminan. Jangan sampai dia menjadi korban seperti dirinya. "Pertama-tama, aku mau jelasin, jangan pada kaget tapi kita ko

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 209. SPSG

    Nada tidak bisa langsung mengiyakan, dia bisa pergi setelah mendapatkan izin dari suami. Apalagi kalau sore harus mengantar jemput anak ke TPQ. Padahal kangen juga ngumpul di luar sama dua bestinya, tapi ya mau bagaimana lagi. Keadaannya yang tidak memungkinkan saat ini. Semenjak menikah dan puny

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 215. SPSG

    "Mas, tolongin, nggak cukup ini gimana?" keluh Nada saat mencoba dress yang baru dijahit. Tubuh wanita itu semakin melar, jadinya kesempitan. Padahal pas ukur sudah dilonggarin. "Waduh, kamu nambah gemoy Dek, ini sih beneran sempit, jangan dipaksain masuk. Nanti kamu nggak nyaman." "Terus gima

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 205. SPSG

    Ini adalah pertama kali Saga mengajak keluarga kecilnya bertamasya di luar. Mereka jarang sekali berlibur, hampir tidak pernah. Jadi kasihan dengan Zea dan istrinya. Memang harus disempatkan demi menyenangkan anak dan istrinya. Mumpung akhir pekan, butuh suasana baru sebelum akhirnya bertemu den

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status