Share

Bab 173

Author: Millanova
last update publish date: 2026-01-21 18:20:38

Sore itu, Arka pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. Matahari belum sepenuhnya terbenam saat mobil sedan hitamnya memasuki pekarangan rumah.

Nia menyambutnya di depan pintu utama. Perutnya yang besar membuatnya tidak bisa lagi berdiri terlalu lama, jadi dia duduk di kursi teras sambil mengelus perutnya.

"Assalamualaikum, Ayah," sapa Nia hangat saat Arka turun dari mobil.

Wajah lelah Arka seketika sirna. Dia berjalan cepat menghampiri istrinya, berlutut satu kaki untuk mencium perut buncit i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Naufal Rifqi
astaga Arka bikin saya senyum² sendiri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 241

    Pertanyaan mematikan Victor menggantung di udara bunker yang dingin dan lembap. Kata 'eksekusi' meluncur begitu saja dengan nada datar, namun efeknya setara dengan bom atom bagi keempat tawanan yang sedang berlutut.Arogansi dan rasa superioritas yang selama ini menjadi jubah keluarga Barata hancur lebur tanpa sisa. Dinding penyangkalan mereka runtuh. Di bawah cahaya lampu putih yang menyilaukan, mereka bukan lagi konglomerat ibukota yang tak tersentuh; mereka hanyalah manusia biasa yang dihadapkan pada teror kematian.Tiba-tiba, ruang bawah tanah itu dipenuhi oleh suara isak tangis dan rintihan yang menyedihkan.Clara menangis sesenggukan, riasan mahalnya luntur oleh air mata keputusasaan. Tante Maya yang selalu tampil anggun kini gemetar hebat, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tak sanggup menatap mata Arka. Dimas menggigit bibirnya hingga berdarah, mengutuk nasibnya dalam diam.Namun, yang paling mengejutkan adalah Arya Barata.Pria tua yang beberapa menit lalu berdiri angku

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 340

    Suara napas yang memburu dan erangan tertahan memenuhi ruang bawah tanah yang pengap itu.Arka berdiri tegak di tengah ruangan. Ia memandangi keempat sosok berpakaian mewah yang kini berlutut tak berdaya di atas lantai semen yang dingin, kedua tangan mereka terikat erat oleh cable ties di belakang punggung.Darah masih mengering di sudut bibir Arka, dan tubuhnya yang dibalut pakaian kuli usang itu terasa nyeri akibat pukulan bertubi-tubi sebelumnya. Namun, saat menatap Arya, Maya, Dimas, dan Clara yang kini menatapnya dengan campuran antara teror dan ketidakpercayaan, seulas senyum kepuasan perlahan terukir di wajah Arka.Itu adalah senyum seorang raja yang baru saja merebut kembali kerajaannya dari para pengkhianat."Ternyata benar dugaanku tentang skenario paling busuk yang akan terjadi," suara bariton Arka memecah keheningan yang mencekam. Ia melangkah perlahan, mengitari keempat tawanannya layaknya predator yang sedang mengamati mangsanya. "Instingku memang tidak pernah salah."Ar

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 339

    Dentang keras baja yang beradu dengan besi solid membelah udara bunker.Bunyinya begitu tajam hingga ngilunya merambat ke dasar gigi. Bunga api keemasan memercik liar di udara selama sepersekian detik, menerangi wajah-wajah di sekeliling kursi eksekusi itu.Namun, tidak ada cipratan darah yang menodai lantai semen. Tidak ada jeritan daging yang terkoyak, apalagi raungan kesakitan.Alih-alih pergelangan tangan Arka yang terputus, satu-satunya benda yang jatuh menghantam lantai adalah dua potong tali nilon cable ties hitam yang terbelah dua dengan potongan yang terlampau rapi. Ayunan golok Victor yang dari luar terlihat dipenuhi niat membunuh ternyata dikalkulasi dengan presisi tingkat milimeter untuk satu tujuan tunggal: membebaskan targetnya.Keheningan yang sangat pekat dan ganjil langsung menyergap ruangan itu.Clara, Arya, Maya, dan Dimas membeku layaknya patung lilin. Otak mereka, yang sudah terprogram untuk melihat pertumpahan darah, mendadak mengalami korsleting. Ada jeda sekita

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 338

    Cahaya lampu LED berkekuatan tinggi di langit-langit bunker menyala terang benderang, menciptakan nuansa klinis yang membekukan darah. Sinar putihnya memantul tajam dari atas permukaan meja baja nirkarat di sebelah kanan Arka.Di atas meja itu, persiapan untuk sebuah eksekusi telah ditata dengan terlampau rapi. Sebuah nampan perak kosong berukuran sedang disiapkan bersisian dengan tumpukan handuk putih tebal, sebotol cairan antiseptik, dan seutas karet tourniquet medis untuk menghentikan pendarahan. Itu bukan peralatan interogasi; itu adalah instrumen bedah darurat untuk memastikan Arka tidak mati kehabisan darah sebelum matanya dicungkil keluar.Suara ketukan hak sepatu stiletto memecah keheningan yang menyesakkan tersebut. Clara melangkah maju. Langkahnya pelan, berirama angkuh, menggema di dinding-dinding beton. Ia berhenti tepat di depan Arka, mengembuskan napas hingga aroma parfum Chanel No. 5 miliknya mengudara, bertabrakan secara ganjil dengan bau karat dan debu semen di bunker

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 337

    Mobil kabin ganda itu akhirnya berhenti setelah perjalanan panjang yang mengocok perut.Di balik kain hitam pekat yang menutup matanya, Arka merasakan perubahan udara yang drastis. Hawa dingin menusuk tulang, membawa aroma semen basah, karat, dan samar-samar, jejak asap cerutu Cohiba.Suara pintu geser besi berderit berat, menggema di ruang yang terasa sangat luas.Pintu mobil ditarik kasar. Tangan Victor mencengkeram kerah bajunya, menyeret Arka keluar tanpa ampun. Sepatu bot usangnya terseret di atas lantai beton. Lebam di rusuknya berdenyut hebat akibat bantingan tadi, namun Arka mengunci rahangnya. Tak ada satu pun rintihan yang lolos.Tubuhnya didorong keras hingga terjerembap ke sebuah kursi besi. Victor bekerja dengan efisiensi mesin; melilitkan tambang kasar melingkari dada dan kaki Arka, menguncinya mati pada rangka kursi.Arka mematung. Ia menajamkan pendengaran.Denting gelas kristal yang saling beradu memecah keheningan, disusul tawa pelan. Bukan tawa menggelegar, melainka

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 336

    "Bawa dia masuk, Vic. Tinggalkan saja perempuan dungu itu di tanah."Suara Dimas terdengar sedingin lantai beton, menyayat udara malam yang sudah dipenuhi jeritan serak Nia. Tidak ada kemarahan yang meluap-luap dari intonasinya, hanya sekadar rasa muak yang pekat seakan ia baru saja menginjak bangkai hewan dan ingin segera membersihkan sepatunya.Victor, sang algojo berbadan tegap itu, tidak membuang sedetik pun. Tarikan kasarnya di kerah kaus membuat Arka terhuyung mundur, nyaris kehilangan keseimbangan. Tangan Victor yang besar dan kapalan mencengkeram kedua lengan Arka, memelintirnya ke belakang dengan sudut yang menyakitkan. Bunyi krek pelan dari sendi bahu Arka terdengar samar, disusul jeratan cable ties berbahan nilon tebal yang langsung mengikat dan menggores pergelangan tangannya hingga berdarah.Di tengah dengung tajam di telinganya akibat hantaman pelinggis beberapa menit lalu, Arka masih bisa mendengar isak tangis Nia. Suara perempuan yang selalu menatapnya dengan penuh har

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 77

    Matahari pagi menembus jendela ruang makan dengan cerah, namun atmosfer di meja makan terasa sepanas lahar gunung berapi.Arka duduk di kepala meja, menyesap kopinya dengan ketenangan yang mengerikan. Di hadapannya, piring sarapan masih utuh. Dia tidak menyentuhnya karena dia tahu, sebentar lagi na

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 74

    Nia bergerak cepat, menyisipkan bahunya di bawah lengan Clara untuk menopang tubuh majikannya yang tiba-tiba terlihat rapuh. Namun, begitu mereka melangkah menjauh dari ruang kerja dan mulai menaiki anak tangga pertama, Arka yang mengawasi dari bawah bisa melihat perubahan bahasa tubuh Clara.Bahu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 72

    Arka berdiri membelakangi ruangan, menatap taman samping melalui jendela besar sambil berbicara serius dengan Anton di telepon."Tentu, Pak Anton. Laporan audit awal akan kami kirimkan sore ini. Semua kontrak vendor sudah diamankan dan diarsip."Di belakang punggung Arka, suasana di "kantor darurat

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 60

    Pintu terbanting menutup. Beberapa detik kemudian, deru mesin Mercedes Clara terdengar menjauh dengan kecepatan tinggi.Keheningan kembali ke rumah besar itu.Arka berdiri d

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status