共有

Bab 344

作者: Millanova
last update 公開日: 2026-04-11 20:13:06

"Anton... ini aku."

Suara gemerisik statis dari sambungan telepon terenkripsi itu terhenti selama satu detik, digantikan oleh tarikan napas tertahan dari seberang sana.

"Pak Arka?" Suara Anton terdengar cepat, memancarkan kelegaan sekaligus kesiagaan profesional tingkat tinggi. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Ya. Ini sangat urgent."

Suara bariton Arka memecah keheningan pagi yang masih menyisakan embun.

Pria itu berdiri tegap membelakangi dinding kaca floor-to-ceiling yang menampilkan lanskap hija
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 344

    "Anton... ini aku."Suara gemerisik statis dari sambungan telepon terenkripsi itu terhenti selama satu detik, digantikan oleh tarikan napas tertahan dari seberang sana."Pak Arka?" Suara Anton terdengar cepat, memancarkan kelegaan sekaligus kesiagaan profesional tingkat tinggi. "Ada yang bisa saya bantu?""Ya. Ini sangat urgent."Suara bariton Arka memecah keheningan pagi yang masih menyisakan embun.Pria itu berdiri tegap membelakangi dinding kaca floor-to-ceiling yang menampilkan lanskap hijau pepohonan dan siluet Gunung Salak yang diselimuti kabut. Angin sejuk dari pendingin ruangan menyapu kulitnya, sebuah kontras yang sangat ekstrem dibandingkan dengan udara pengap rumah petaknya di Ciloto dua belas jam yang lalu.Singkat cerita, malam itu juga Arka telah membawa keluarganya keluar dari desa tersebut. Ia mengemudikan SUV hitam Victor menembus kegelapan, membelah jalanan puncak hingga akhirnya mereka tiba di salah satu Presidential Suite di sebuah hotel bintang lima paling eksklus

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 343

    Di dalam rumah petak yang temaram itu, isak tangis Nia perlahan mereda, menyisakan helaan napas lega yang panjang. Ia membiarkan Arka menuntunnya duduk di tepi ranjang bambu. Tangannya dengan lembut menyentuh sudut bibir suaminya yang masih menyisakan bercak darah kering, seolah ingin memastikan bahwa pria di hadapannya benar-benar nyata dan bernyawa."Lalu... bagaimana, Mas? Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Nia pelan. Matanya yang sembap menatap lekat sepasang manik hitam legam milik Arka, mencari kepastian di tengah pusaran badai yang baru saja mereka lewati.Arka menggenggam tangan istrinya, mencium punggung tangan itu dengan lembut. Namun, saat ia mulai berbicara, aura hangat seorang suami seketika berganti menjadi kalkulasi dingin sang Mastermind."Aku akan mengeksekusi mereka, Nia. Tapi tidak dengan cara murahan seperti membuang mayat mereka ke dasar jurang atau menembak kepala mereka di ruang bawah tanah," ucap Arka, suaranya terdengar sangat tenang namun mematikan.Arka me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 242

    Umpatan kasar Arya Barata menggema, memantul di dinding beton bunker yang dingin. Namun, Arka hanya menatap pamannya itu dengan kebosanan yang mematikan, sama sekali tidak terpancing oleh kemarahan sang pecundang yang sudah tak bertaring. Kematian terlalu cepat dan terlalu mudah bagi para pengkhianat ini.Arka mengalihkan pandangannya dari Arya, lalu menoleh ke arah Victor yang masih berdiri menunggu instruksi eksekusi."Begini saja, Victor. Kita tahan dulu mereka hidup-hidup," ucap Arka. Suara baritonnya kembali tenang, kembali ke mode seorang Mastermind yang sedang menyusun strategi jangka panjang. "Aku ingin tahu siapa yang akan mencari dan kebingungan ketika empat petinggi Barata Group ini mendadak hilang ditelan bumi. Aku ingin tahu lebih banyak, siapa saja pion-pion lain di perusahaan yang terlibat dengan mereka ini.""Baik, Bos," jawab Victor patuh, menganggukkan kepalanya dengan tegas.Arka merogoh saku celana komprangnya, mengeluarkan ponsel yang layarnya sedikit retak. Ia me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 241

    Pertanyaan mematikan Victor menggantung di udara bunker yang dingin dan lembap. Kata 'eksekusi' meluncur begitu saja dengan nada datar, namun efeknya setara dengan bom atom bagi keempat tawanan yang sedang berlutut.Arogansi dan rasa superioritas yang selama ini menjadi jubah keluarga Barata hancur lebur tanpa sisa. Dinding penyangkalan mereka runtuh. Di bawah cahaya lampu putih yang menyilaukan, mereka bukan lagi konglomerat ibukota yang tak tersentuh; mereka hanyalah manusia biasa yang dihadapkan pada teror kematian.Tiba-tiba, ruang bawah tanah itu dipenuhi oleh suara isak tangis dan rintihan yang menyedihkan.Clara menangis sesenggukan, riasan mahalnya luntur oleh air mata keputusasaan. Tante Maya yang selalu tampil anggun kini gemetar hebat, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tak sanggup menatap mata Arka. Dimas menggigit bibirnya hingga berdarah, mengutuk nasibnya dalam diam.Namun, yang paling mengejutkan adalah Arya Barata.Pria tua yang beberapa menit lalu berdiri angku

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 340

    Suara napas yang memburu dan erangan tertahan memenuhi ruang bawah tanah yang pengap itu.Arka berdiri tegak di tengah ruangan. Ia memandangi keempat sosok berpakaian mewah yang kini berlutut tak berdaya di atas lantai semen yang dingin, kedua tangan mereka terikat erat oleh cable ties di belakang punggung.Darah masih mengering di sudut bibir Arka, dan tubuhnya yang dibalut pakaian kuli usang itu terasa nyeri akibat pukulan bertubi-tubi sebelumnya. Namun, saat menatap Arya, Maya, Dimas, dan Clara yang kini menatapnya dengan campuran antara teror dan ketidakpercayaan, seulas senyum kepuasan perlahan terukir di wajah Arka.Itu adalah senyum seorang raja yang baru saja merebut kembali kerajaannya dari para pengkhianat."Ternyata benar dugaanku tentang skenario paling busuk yang akan terjadi," suara bariton Arka memecah keheningan yang mencekam. Ia melangkah perlahan, mengitari keempat tawanannya layaknya predator yang sedang mengamati mangsanya. "Instingku memang tidak pernah salah."Ar

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 339

    Dentang keras baja yang beradu dengan besi solid membelah udara bunker.Bunyinya begitu tajam hingga ngilunya merambat ke dasar gigi. Bunga api keemasan memercik liar di udara selama sepersekian detik, menerangi wajah-wajah di sekeliling kursi eksekusi itu.Namun, tidak ada cipratan darah yang menodai lantai semen. Tidak ada jeritan daging yang terkoyak, apalagi raungan kesakitan.Alih-alih pergelangan tangan Arka yang terputus, satu-satunya benda yang jatuh menghantam lantai adalah dua potong tali nilon cable ties hitam yang terbelah dua dengan potongan yang terlampau rapi. Ayunan golok Victor yang dari luar terlihat dipenuhi niat membunuh ternyata dikalkulasi dengan presisi tingkat milimeter untuk satu tujuan tunggal: membebaskan targetnya.Keheningan yang sangat pekat dan ganjil langsung menyergap ruangan itu.Clara, Arya, Maya, dan Dimas membeku layaknya patung lilin. Otak mereka, yang sudah terprogram untuk melihat pertumpahan darah, mendadak mengalami korsleting. Ada jeda sekita

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 299

    "Bagaimana, Mas? Datanya sudah bisa dibuka?"Suara Sulastri memecah keheningan pagi Ciloto yang masih diselimuti kabut. Pertanyaan itu meluncur bersamaan dengan desis nyaring dari wajan di atas kompor.Pagi itu, dapur kecil di rumah kontrakan mereka terasa lebih hangat. Sinar matahari pucat mengint

    last update最終更新日 : 2026-04-05
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 271

    "Adhiguna harus hancur, Anton. Runtuh seburuk-buruknya," desis Arka. "Clara sangat mengenal insting bisnisku. Dia tahu Adhiguna adalah nyawaku. Jika aku mendadak tewas kecelakaan saat perusahaanku sedang di puncak kejayaan... otak liciknya akan mencium kejanggalan. Dia tidak akan berhenti mencari j

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 274

    "Bapak! Bapak! Tadi Gendhis main perosotan yang tinggi bangeeet! Terus Gendhis nggak takut!"Pintu depan berderit terbuka. Gendhis berlari masuk dengan seragam TK kotak-kotak hijau yang sedikit kusut, ransel bermotif kepik bergoyang di punggungnya. Napasnya terengah-engah, namun sepasang matanya be

    last update最終更新日 : 2026-04-03
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 275

    Malam di Ciloto menusuk hingga ke tulang. Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah sembilan, tetapi di luar sana, suasana sudah sesunyi tengah malam. Kabut turun perlahan dari lereng Gunung Gede, menelan lampu-lampu jalan hingga hanya tersisa piringan cahaya buram di kejauhan. Suara jangkrik dan

    last update最終更新日 : 2026-04-03
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status