ログインTohawi, seorang pengangguran yang hidupnya penuh kesialan, tiba-tiba terpanggil ke dunia Aetheris sebagai pahlawan. Akankan seseorang yang pengangguran dapat menjadi pahlawan?
もっと見る조선의 남단.
그 끝을 알 수 없이 펼쳐진 옥빛 바다가 무겁게 일렁이는 남해의 끄트머리.
바람이 불면 살갗을 베어낼 듯 거친 물살을 사이에 둔 채, 마치 거대한 거울을 마주 보듯 우뚝 서 있는 두 개의 땅덩어리가 있었으니,
세간 사람들은 그 기구한 형상을 가리켜 ‘쌍둥이 섬’이라 칭했다.
그 섬들에는 각기 다른 허울을 뒤집어쓴 인간 군상들이 똬리를 틀고 있었다.
본섬에는 양반이라는 알량하고 허울 좋은 가죽을 뒤집어쓴 박 진사 일가가 득세했고,
뱃길로 꼬박 반나절을 헤쳐 가야 닿는 친정 섬에는 기세등등한 최씨 부인의 일가가 군림하고 있었다.
이 쌍둥이 섬을 품은 바다는 평소 여인의 비단결처럼 잔잔하고 어여뻤으나,
한 번 하늘이 노하여 풍랑이 이는 날이면 세상을 집어삼킬 듯 잔인한 이빨을 여지없이 드러내는 변덕스러운 물길이었다.
서로를 노려보듯 마주 선 두 섬의 한가운데.
오직 성난 파도와 길 잃은 바닷새만이 잠시 머물다 가는 척박한 무인도 하나가 기괴한 고요 속에 웅크리고 있었다.
계절은 어느덧 동짓달의 냉기를 밀어내고 대지 위로 끈적한 기운이 스멀스멀 피어오르는 늦은 봄날이었다.
하늘은 아침나절부터 무언가 불길한 징조를 품은 듯, 납덩이처럼 무겁게 내려앉았고,
당장이라도 뱃속에 품은 축축한 욕망을 쏟아낼 듯, 잔뜩 찌푸린 얼굴을 하고 있었다.
마치 먹물을 엎질러 놓은 듯, 짙고 어두운 회색빛 바다 위로,
외로운 거룻배 한 척이 위태롭게 물살을 가르며 친정 섬을 향해 느릿한 항해를 이어가고 있었다.
본디 뼈대 있는 반가의 안방마님이 친행(親行)을 나설 적에는,
집안의 기둥인 지아비가 마땅히 동행하거나 신분이 확실하고 번듯한 사공을 대동하여 모시는 것이 조선의 지엄한 예법이거늘.
뼛속 깊은 곳까지 허례허식과 양반의 위선에 찌들어 있으면서도,
사타구니 사이의 옹색한 물건만큼이나 심약하고 비겁했던 박 진사는, 그 알량한 몸에 궂은 날씨의 바닷바람이 닿는 것조차 두려워했다.
그리하여 제 지어미이자 정실부인을 한낱 천한 머슴 손에 내맡겨 버리는 끔찍한 어리석음을 범하고 말았던 것이다.
“삼석이 네 이놈, 네 놈이 힘이 장사이니 마님을 무사히 뫼시고 다녀오거라.”
“나는 오늘 향교에 다녀올 터이니.”
뒷짐을 지고 내뱉은 그 가볍고도 비겁한 사내의 한마디가.
훗날 쌍둥이 섬 전체를 타락의 수렁으로 몰아넣을 지독한 쾌락의 서막을 열어젖히게 될 줄은, 그 순간 천지신명조차 알지 못했을 터였다.
출렁이는 거룻배 한가운데.
화려한 비단 요를 깔고 다소곳하게 정좌하고 있는 여인.
그녀가 바로 껍데기뿐인 양반 박 진사의 지어미, 인영이었다.
그녀의 나이 올해 스물여덟.
풋풋하고 설익은 계집의 티를 완전히 벗어던지고, 여인으로서 뿜어낼 수 있는 농염한 진액이 툭 치면 뚝뚝 떨어질 듯 무르익은 나이였다.
반듯하게 쪽 찐 머리에 꽂힌 옥비녀처럼 겉모습은 범접할 수 없는 기품이 넘치고 단정했으나,
백옥같이 하얗고 투명한 살결과 그에 대비되는 붉은 입술은,
마주치는 이의 애간장을 속절없이 녹여버리는 처연하고도 짙은 색기(色氣)를 은밀하게 품고 있었다.
예법에 맞추어, 아무리 두꺼운 명주 저고리로 겹겹이 여며도 도무지 숨길 수 없이 솟구치는 젖가슴의 아찔한 굴곡.
그리고 그저 얌전히 앉아 있음에도 치마폭을 꽉 채우며 내리누르는 탐스러운 엉덩이의 무게감은,
그녀가 하늘이 내린 희대의 요부(妖婦)로 타고났음을 암시하는 무언의 표식이었다.
그러나 인영이 지닌 진정 치명적이고 위험한 비밀은, 겉으로 드러난 그 탐스러운 육체의 곡선에 머물지 않았다.
고매하고 정숙한 요조숙녀의 가죽을 뒤집어쓴 그 아래,
그녀의 가장 깊고 은밀한 뱃속 심연에는
제 자신조차 주체하지 못할 만큼 뜨거운 음기(陰氣)가 마치 휴화산의 용암처럼 지독하게 들끓고 있었다.
허약하고 소심하기 짝이 없는 지아비와의 잠자리는, 그녀에게 늘 가뭄에 쩍쩍 갈라져 타들어 가는 논바닥과도 같은 고통이었다.
사내의 양물이 주는 진정한 삽입의 쾌락은커녕,
그저 얕은 시늉만 내다 허무하게 고개를 푹 숙여버리는 빈약한 품 안에서,
인영의 굶주린 옥문은 단 한 번도 시원하게 해갈된 적이 없었다.
밤마다 허벅지를 비비고 입술을 깨물며 억눌러야 했던 처절한 암컷의 본능은,
해가 뜨고 나면 기묘하고도 배덕적인 일탈의 형태로 뒤틀려 표출되곤 했다.
인영은 양반가 안방마님으로서 지켜야 할 체면 따위는 어두운 장롱 속에 내던진 지 오래였다.
친행을 떠나는 오늘도, 그녀의 얇은 명주 치마 아래로는 여인네가 마땅히 갖춰 입어야 할 다리속곳도 존재하지 않았다.
치부를 가장 먼저 가려야 할, 그 한 뼘의 무명천조차 없는 맨살이었다.
당연히 그 위에 겹쳐 입어야 할 속바지 역시 존재하지 않았다.
치마폭 아래는 오직 날것, 그대로의 맨살뿐이었다.
거친 물살에 배가 미세하게 출렁일 때마다,
보드라운 명주 치맛자락이 하얀 허벅지 안쪽 연한 살결과 굳게 닫힌 옥문의 어귀를 뱀처럼 스치고 지나갔다.
세상 그 누구도 알지 못하는 아찔하고도 은밀한 아랫도리의 노출.
습한 바닷바람이 치마 밑으로 스며들어 은밀한 그곳의 숱 많은 거웃을 간지럽히고 지나갈 때마다,
인영은 등골을 타고 찌릿하게 오르는 배덕감에 흠뻑 젖어 홀로 아랫배를 움찔거리며 쾌감을 삭여야만 했다.
“흐읍, 으차!”
인영의 그 몽롱하고도 음탕한 상념을 벼락처럼 찢어발긴 것은,
뱃머리에서 묵묵히 등을 보인 채 노를 젓고 있는 거대한 사내,
머슴 삼석의 탁한 기합 소리였다.
Setelah hari-hari yang ia jalani di dunia ini., Tohawi memutuskan untuk menjelajahi istana Solaria untuk mengetahui persis seperti apa istana solaria. Ia berjalan melewati lorong-lorong yang panjang, menatap kagum pada patung-patung pahlawan legendaris dan lukisan-lukisan yang menggambarkan pertempuran besar. Namun, rasa kagumnya tidak bertahan lama. Saat ia memasuki sebuah aula terbuka yang tampaknya menjadi tempat latihan para ksatria dan penyihir, tatapan-tatapan sinis segera mengarah kepadanya. Para penyihir yang sedang berlatih sihir mereka berhenti sejenak, lalu saling berbisik sambil menatapnya dengan mata yang menyipit. Beberapa ksatria yang sedang mengasah pedang mereka hanya tertawa kecil, dengan nada yang menghina. Tohawi merasakan beban tatapan mereka dan mencoba mengabaikannya, tetapi bisikan-bisikan itu semakin keras. "Apakah itu benar pahlawan yang kita panggil? Terlihat lebih seperti gelandangan," seorang penyihir muda dengan jubah biru terang berkomentar, suarany
Setelah Tohawi mengisi kepalanya dengan pengetahuan dunia ini, Tohawi pun memahami dengan betul tentang dunia ini. Dunia baru ini bernama Aetheris, sebuah dunia yang penuh dengan keajaiban dan misteri. Aetheris terbagi menjadi beberapa kerajaan yang beragam, masing-masing dengan budaya dan karakteristik uniknya. Kerajaan-kerajaan ini berada dalam keadaan damai yang rapuh, selalu terancam oleh kekuatan gelap yang mengintai dari bayangan. Meskipun dunia ini sangatlah luas, dunia ini hanya memiliki lima Kerajaan. 1. Kerajaan Solaria Raja: Raja Alden Solaria adalah kerajaan yang terletak di dataran tinggi yang subur, dikenal dengan padang rumput yang luas dan langit yang selalu cerah. Penduduknya hidup dari pertanian dan peternakan. Raja Alden adalah pemimpin yang bijaksana dan adil, selalu mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Istana kerajaan terletak di ibu kota Solara, sebuah kota yang penuh dengan taman dan bangunan megah berlapis emas. 2. Kerajaan Lunaris Raja: Ratu Seraphina
“BRRAAKK!”"Selamat datang, pahlawan," Ucap Gandorf dengan suara penuh harapan. "Kau adalah pahlawan yang kami panggil. Dunia ini membutuhkanmu, dengan kekuatanmu yang unik untuk membersihkan kegelapan yang melanda kami."Tohawi terbangun dengan rasa sakit yang menyebar di seluruh tubuhnya. Ia mendapati dirinya terbaring di lantai marmer dingin di sebuah ruangan besar dengan dinding berukir dan jendela kaca berwarna. Tohawi berdiam diri sejenak lantas ia segera menyadari bahwa ia telah jatuh dari langit-langit bangunan yang seperti istana, seperti yang diharapkan oleh para penyihir. Dengan susah payah, ia bangkit berdiri, memegang punggungnya yang nyeri.Di sekelilingnya, para penyihir berdiri dengan ekspresi terkejut dan merasa kecewa. Di tengah mereka, Gandorf, penyihir tua yang memimpin pemanggilan, menatap Tohawi dengan campuran kebingungan dan kekecewaan."Huh! Apa-apaan ini? Kenapa aku harus jatuh dari langit-langit, aku pikir pemanggilaku akan
Prolog: Pemanggilan Pahlawan “Kita harus memanggil Pahlawan!” Seru sesosok raja kepada para penyihir istana. “Negeri ini butuh penyelamat! Bukan, sepertinya dunia ini yang membutuhkan pahlawan!” Suara ricuh di sebuah ruang bawah tanah istana yang gelap dan lembap, terdengar pula suara lantunan mantra sihir yang menggema melalui dinding batu kuno. Cahaya lilin yang berkedip-kedip menciptakan bayangan menakutkan di setiap sudut ruangan. Sejumlah penyihir berjubah biru berkumpul melingkari lingkaran sihir besar yang terpancar cahaya magis berwarna hijau. Di tengah lingkaran, seorang penyihir tua berdiri dengan tegak. Dialah Gandorf, pemimpin penyihir istana yang dikenal dengan kebijaksanaan dan kekuatannya. Janggut putih panjangnya berkilau terkena pantulan cahaya lilin, dan tongkat sihirnya yang berujung kristal biru bersinar terang. Dengan suara yang dalam dan penuh wibawa, Gandorf memimpin ritual pemanggilan. "Para penyihir, berkonsentrasilah! Kita memanggil pahlawan dari duni
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー