LOGINSuamiku, Ferdi Limanta, adalah seorang ahli saraf otak. Demi bisa hidup bersama dengan rekan wanitanya, dia bekerja tanpa tidur dan tanpa istirahat di laboratorium selama tiga bulan. Akhirnya, dia berhasil mengembangkan obat khusus yang dapat membuat seseorang kehilangan ingatan. Suatu hari, tanpa sengaja aku melihat akun WhatsApp web-nya yang lupa dia keluarkan dari tabletnya beserta riwayat percakapannya. [Ferdi, sebenarnya sampai kapan kita baru bisa bersama secara terang-terangan?] [Sayang, tunggu bentar lagi. Kalau vitaminnya udah kutukar sama obat itu dan dia kehilangan ingatan, pasti dia sendiri yang bakal ngajak cerai. Jadi aku juga nggak kena cap buruk.] Seketika, tubuhku terasa sedingin es. Rupanya, dia bahkan rela menghapus semua kenangan kami demi meninggalkanku. Kalau begitu, akan aku kabulkan keinginan kalian. Namun, ketika aku benar-benar mulai melupakan hari-hari istimewa kami satu per satu, Ferdi malah jadi panik dan bertanya, "Shania, gimana kamu bisa lupain semua hal tentang aku?"
View More"Sejujurnya, aku udah nggak terlalu ingat masa lalu kita."Mendengar ucapanku, kedua matanya memerah, tetapi dia masih berusaha tersenyum."Shania, kali ini aku datang buat ngakuin sesuatu sama kamu. Aku nggak berharap kamu maafin aku, tapi menurutku kamu berhak tahu kebenarannya.""Enam bulan lalu, aku pernah kasih kamu obat yang aku bilang vitamin, kamu masih ingat?""Sebenarnya itu bukan vitamin, tapi obat yang sengaja aku kembangin untuk bikin orang kehilangan ingatan jangka pendek. Obat itu bahkan belum diumumkan ke publik oleh laboratorium."Sambil berbicara, dia menundukkan kepalanya perlahan.Suaranya mulai terdengar berat."Aku lakuin semua itu karena saat itu aku merasa udah jatuh cinta sama orang lain. Tapi kamu pernah sangat berjasa buatku, jadi aku nggak sanggup ngajuin cerai secara langsung.""Karena itu aku kepikiran cara ini. Obat itu bisa bikin ingatanmu selama tujuh tahun hilang, tepat kembali ke masa sebelum kita nikah.""Kamu percaya banget sama aku. Kamu minum obat
Produk ini secara khusus ditujukan bagi kelompok paruh baya hingga lanjut usia yang memiliki kondisi fisik lemah. Selain itu, ramuan tersebut juga disesuaikan dengan iklim setempat serta kebiasaan makan masyarakat sekitar.Dari situ, racikan yang kubuat terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih matang.Setelah melalui uji klinis berskala besar di rumah sakit, aku terus melakukan penyempurnaan dan penyesuaian berulang kali.Pada akhirnya, aku berhasil mengembangkan resep obat tradisional yang paling cocok untuk kondisi tubuh lansia di daerah setempat.Khasiatnya sangat efektif bagi penderita rematik.Karena aku terus melakukan pengobatan gratis, ditambah kabar dari mulut ke mulut di antara warga,namaku mulai sedikit terkenal di daerah setempat.Bahkan ada wartawan yang datang untuk mewawancaraiku.Awalnya aku agak ragu.Tujuan awalku datang ke sini hanya ingin menjalani hidup dengan tenang.Namun, para wanita di sini semua mendorongku untuk menerima wawancara itu.Jadi akhirnya aku
Aku membeli nomor lokal baru.Selama beberapa hari ini, selain mengobrol dengan orang-orang di penginapan, aku juga sering keluar berjalan tanpa tujuan.Tempat ini entah kenapa mampu membuat hati menjadi tenang.Di wajah setiap orang terpancar senyum yang hangat dan menenangkan.Secara jujur, kehidupan materi mereka sebenarnya tidak bisa dibilang berlimpah.Tapi di tengah keindahan alam yang seperti lukisan ini, semua penilaian dunia perlahan memudar dan tak lagi penting.Selama bertahun-tahun ini aku memang tidak bekerja, tetapi setelah laboratorium medis Ferdi mulai menghasilkan keuntungan, dia pernah memberiku sebagian dividen.Aku menggunakan uang itu untuk berinvestasi dan memperoleh cukup banyak keuntungan.Selain itu, aku juga rutin mengirim artikel ke sebuah majalah sehingga memiliki penghasilan sendiri dari honor tulisan.Setelah mengunjungi beberapa desa, aku membuat sebuah keputusan.Aku akan melakukan pengobatan gratis.Sebenarnya dibanding Ferdi, kecintaanku pada dunia med
Aku hanya bisa menelusuri album foto lama dan mencarinya perlahan satu per satu.Dulu, karena dia terlalu sibuk bekerja hingga tak bisa makan teratur, aku selalu berusaha membuatkan bekal khusus untuknya dengan penuh perhatian. Semua kenangan indah itu kusimpan di ponselku.Pukul tujuh malam, aku meneleponnya.Belum lagi sempat berbicara, aku sudah mendengar suara manja Laras dari seberang sana."Kamu nggak boleh angkat telepon. Pokoknya aku belum cukup senang, sini kasih ke aku."Setelah suara berdesir samar terdengar beberapa saat, barulah Ferdi mulai berbicara, "Shania, hari ini ada urusan di laboratorium, aku nggak pulang. Ada apa?"Aku menatap meja penuh makanan kesukaannya lalu menutup telepon dengan pasrah.Aku tidak bisa bilang ini rasa kecewa, hanya ada sedikit rasa iba dan penyesalan untuknya.'Ferdi.''Ini kesempatan terakhir yang bisa aku beri padamu.' Setelah menutup telepon, aku sama sekali tidak terpengaruh dan menikmati hidangan itu dengan tenang.Sebenarnya banyak maka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.