Short
Hanya Sesal yang Tertinggal

Hanya Sesal yang Tertinggal

By:  ZianaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Suamiku, Ferdi Limanta, adalah seorang ahli saraf otak. Demi bisa hidup bersama dengan rekan wanitanya, dia bekerja tanpa tidur dan tanpa istirahat di laboratorium selama tiga bulan. Akhirnya, dia berhasil mengembangkan obat khusus yang dapat membuat seseorang kehilangan ingatan. Suatu hari, tanpa sengaja aku melihat akun WhatsApp web-nya yang lupa dia keluarkan dari tabletnya beserta riwayat percakapannya. [Ferdi, sebenarnya sampai kapan kita baru bisa bersama secara terang-terangan?] [Sayang, tunggu bentar lagi. Kalau vitaminnya udah kutukar sama obat itu dan dia kehilangan ingatan, pasti dia sendiri yang bakal ngajak cerai. Jadi aku juga nggak kena cap buruk.] Seketika, tubuhku terasa sedingin es. Rupanya, dia bahkan rela menghapus semua kenangan kami demi meninggalkanku. Kalau begitu, akan aku kabulkan keinginan kalian. Namun, ketika aku benar-benar mulai melupakan hari-hari istimewa kami satu per satu, Ferdi malah jadi panik dan bertanya, "Shania, gimana kamu bisa lupain semua hal tentang aku?"

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku menatap kosong riwayat percakapan di tablet itu, kepalaku terasa kebas.

Tubuhku gemetar tanpa bisa dikendalikan.

Aku membacanya berulang kali.

Sama sekali tidak berani percaya bahwa semua itu nyata.

[Ferdi, aku udah nggak sabar lagi. Aku mau berhubungan sama kamu secara terbuka, nggak sembunyi-sembunyi terus seperti ini.]

[Sayang, tunggu bentar lagi. Obat ini cuma perlu diminum beberapa bulan, lalu dia akan kehilangan ingatan tujuh tahun. Saat itu aku akan bujuk dia untuk bercerai.]

Setelah itu, isi percakapannya dipenuhi rayuan mesra yang memuakkan.

Ternyata selama setahun ini, semua hal yang tidak pernah dia katakan padaku justru dia curahkan kepada rekan kerjanya, Laras Wardana.

Sambil menahan sakit di hati, aku terus menggulir riwayat percakapan mereka.

Baru kusadari, selama beberapa bulan di laboratorium itu mereka hampir selalu bersama siang dan malam.

Siang hari mereka meneliti obat tersebut, malam harinya mereka tidur saling berpelukan.

Semua kenangan masa lalu terus berkelebat di benakku.

Banyak hal yang dulu sempat kucurigai akhirnya terbukti.

Pantas saja akhir-akhir ini dia makin sibuk di laboratoriumnya dan makin sering pulang larut malam.

Bahkan saat pulang pun dia selalu membawa ponselnya masuk ke kamar mandi dan lama tidak keluar.

Sesekali terdengar suara obrolan dari ujung telepon, tapi dia menipuku dengan mengatakan itu kolega rumah sakitnya.

Tujuh tahun tidur seranjang bersama.

Pada akhirnya kami juga berubah menjadi pasangan penuh kebencian seperti orang lain.

Sebenarnya, jika dia benar-benar ingin meninggalkanku, dia hanya perlu mengatakannya dengan jujur.

Aku tidak akan sampai memaksanya untuk tetap tinggal.

Dia ingin menyingkirkanku yang dianggapnya beban, tapi tetap tidak mau menjadi pihak yang terlihat jahat. Bahkan sampai rela membuatku kehilangan ingatan barulah dia puas.

Dadaku terasa perih berulang kali. Tanganku tanpa sadar mencengkeram tablet itu erat-erat hingga permukaannya yang dingin membuat telapak tanganku sakit.

Suara langkah kaki terdengar dari belakangku.

"Sedang lihat apa?"

Setelah mandi, Ferdi keluar dan mendapati aku masih memegang tabletnya erat. Ekspresinya langsung menegang.

Mungkin dia baru sadar kalau WhatsApp Web-nya masih tersambung.

Aku segera menenangkan diri lalu menoleh menatapnya dengan ekspresi biasa.

"Nggak apa-apa. Ponselku habis baterai, jadi aku pakai tabletmu buat lihat cuaca."

Dia buru-buru merebut tablet itu dari tanganku.

Wajahnya tampak kurang enak dilihat.

Tetapi setelah melihat akun tersebut sudah keluar, barulah ekspresinya sedikit tenang.

Dia menatapku dengan lembut.

"Kondisimu kurang baik, kalau nggak ada urusan jangan keluar rumah. Istirahat yang baik di rumah."

Saat hendak pergi, dia kembali mengingatkanku, "Oh ya, lab kami baru ngembangin vitamin baru yang sangat membantu ningkatin daya tahan tubuh. Besok aku bawa pulang, kamu harus minum teratur ya."

Aku memandangnya, menyadari ada sedikit kegelisahan yang jarang terlihat di raut wajahnya.

Hatiku terasa sesak dan pahit.

Namun aku tetap menjawab pelan dengan nada tegas, "Baiklah."

Ferdi tidak pulang lagi semalaman.

Aku berjalan mondar-mandir di dalam rumah dengan linglung.

Jemariku mengusap setiap perabot dan setiap sudut dinding rumah ini.

Tempat ini menyimpan tujuh tahun terbaik dalam hidup kami.

Saat pertama kali mengenal Ferdi, dia masih seorang mahasiswa miskin.

Aku tiga tahun lebih tua darinya, dan saat itu aku bekerja di rumah sakit tempat dia magang.

Melihat sifatnya yang tenang dan tidak suka pamer seperti pria-pria lain ....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status