Share

Bab 4

Author: Anonima
Namun, yang membuatku memalukan bukan hanya sebatas itu saja.

Penyakit Ibu tidak bisa ditunda lagi, sehingga aku tidak punya pilihan selain berkompromi.

Di depan kamera ponsel, aku mengunggah video klarifikasi ke platform video. Aku mengakui sendiri bahwa akta nikah itu adalah hasil editan.

Aku juga mengatakan bahwa bukti-bukti pemalsuan akademik itu adalah rekayasa yang kubuat sendiri.

Semua itu kulakukan karena aku iri dengan bakat dan prestasi Yolanda.

Semua itu juga kulakukan karena aku terlalu terobsesi mencintai Daniel, tetapi tidak bisa mendapatkan hatinya.

Itulah sebabnya aku melakukan semua hal gila itu.

Hingga saat ini, kolom komentar di bawah video klarifikasi itu masih dipenuhi dengan kata-kata kotor dan hinaan yang ditujukan kepadaku. Sebagian besar berasal dari buzzer yang disewa oleh klan dan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya.

[Nona, apa kamu sudah gila karena terobsesi pada pria? Bisa-bisanya kamu memalsukan akta nikah!]

[Dasar sakit jiwa! Beraninya memfitnah orang baik seperti Dokter Yolanda sebagai selingkuhan. Benar-benar menyedihkan.]

[Wanita seperti ini harus diblokir! Memfitnah seorang dokter itu benar-benar sudah gila!]

[Dokter Yolanda sudah menyelamatkan begitu banyak orang. Atas dasar apa kamu mencelakainya seperti itu?]

[Ayo kita lakukan penggalangan dana. Aku sumbang 200 ribu. Siapa yang mau menamparnya biar dia sadar?]

[Aku sumbang 400 ribu.]

[Aku juga ikut. Pelacur jahat kayak gini emang mesti dikasih pelajaran!]

Selama masa itu, pikiranku kacau balau dan aku hidup seperti mayat hidup.

Setiap hari, aku menjalani hidup dalam penghinaan dan penderitaan yang luar biasa.

Aku hanya bisa melarikan diri dan sembunyi di apartemen, sambil menjaga Ibu yang sedang sakit.

Mungkin karena kondisiku yang tampak begitu kuyu, Ibu pun menyadari ada sesuatu yang tidak beres, meski aku sudah menjauhkannya dari internet.

Sambil berbaring di tempat tidur, Ibu menggenggam tanganku dengan tangannya yang lemah.

"Samantha, Ibu minta maaf padamu."

"Kalau bukan demi mengobati Ibu, kamu nggak perlu menanggung penderitaan sebesar ini."

Aku menggelengkan kepala. Air mataku mengalir deras tanpa bisa dibendung.

"Bu, jangan bicara begitu. Aku yang nggak berguna."

Ibu menghela napas panjang, lalu mulai bercerita tentang masa laluku dengan Daniel.

Cinta di masa muda selalu menjadi yang paling murni.

Sepuluh tahun yang lalu, Daniel tiga tahun lebih tua dariku. Meski keturunan luar negeri, saat itu Daniel belum diakui secara resmi oleh Klan Fletcher. Daniel seorang anak haram yang sedang menempuh studi pascasarjana di sebuah universitas riset swasta elite.

Daniel bertemu denganku di sebuah seminar medis.

Waktu itu, aku baru masuk kuliah. Namun, aku sudah mempresentasikan sebuah makalah tentang pengobatan kanker di seminar tersebut.

Daniel terpikat oleh bakatku dan mulai mendekatiku.

Dia membantuku merapikan data eksperimen dan sering menjaga tempat duduk untukku di perpustakaan pusat di kampus.

Daniel juga selalu membawakan donat dan kopi saat aku bergadang untuk penelitian.

Sampai suatu hari, aku diincar oleh beberapa preman jalanan di taman kampus.

Mereka komplotan preman dari geng asal luar negeri di sekitar sana, yang memang khusus mengganggu mahasiswi.

Demi melindungiku, Daniel dipukuli mereka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Manka.

Tiga tulang rusuknya patah dan ada bekas luka di wajahnya.

Setelah kejadian itu, kami pun menjalin hubungan begitu saja.

Saat itu, Daniel belum diakui kembali oleh klannya. Dia masih seorang mahasiswa pascasarjana miskin yang bekerja di kedai kopi hingga larut malam, demi membayar biaya kuliah.

Ibukulah yang selalu membantunya, bahkan membiayai pendidikannya sampai selesai.

Ibu bahkan meminjamkan uang kepada Daniel agar dia bisa mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kampus.

Namun, kini, kebaikan hati Ibu di masa lalu sudah berubah menjadi pisau tajam yang menusuk dirinya sendiri.

Ibu tidak tahu apa yang sedang dihadapi oleh putrinya ini.

Ibu juga tidak tahu bahwa anak yang dahulu dia anggap seperti anaknya sendiri, kini memperlakukan kami dengan cara yang paling kejam.

Aku menatap wajah Ibu yang makin terlihat kuyu. Hatiku rasanya seperti diiris-iris pisau.

Aku berpikir, biarlah seperti ini saja.

Setidaknya, aku masih punya Ibu.

Setidaknya, aku belum kehilangan segalanya.

Selama Ibu masih ada, aku masih punya alasan untuk terus bertahan hidup.

Namun, Tuhan sepertinya suka mempermainkan orang-orang yang malang.

Dia bahkan tidak mau menyisakan sedikit saja harapan terakhir ini bagiku.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 17

    Epilog.Musim gugur kembali tiba.Aku kembali ke negaraku seorang diri untuk berziarah.Makam Ibu terletak di sebuah pemakaman yang tenang di kampung halamanku.Di depan makam penuh bunga-bunga.Aku menyewa orang untuk membersihkannya secara rutin, jadi makam itu selalu bersih.Sambil berlutut di depan makam, aku berbisik pelan, "Bu, aku baik-baik saja sekarang.""Penelitianku sudah menyelamatkan banyak orang.""Aku sudah menemukan kembali diriku dan menemukan makna dari hidup ini.""Ibu nggak perlu lagi mengkhawatirkanku."Angin sepoi-sepoi berembus, menyibakkan rambut panjangku.Rasanya seperti Ibu sedang membelai kepalaku dengan lembut.Setelah selesai ziarah, aku berkendara melewati pusat Kota Briel.Saat sedang menunggu lampu merah di sebuah persimpangan, aku melihat sosok yang tidak asing.Daniel.Dia duduk di kursi roda, meringkuk sendirian di balik bayang-bayang sudut jalan, dengan sehelai selimut lusuh menutupi tubuhnya.Angin musim gugur Kota Briel menerbangkan dedaunan yang

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 16

    Satu tahun kemudian.Terapi genku berhasil melewati uji klinis fase ketiga.Terapi ini diakui oleh dunia medis internasional sebagai terobosan besar dalam pengobatan kanker.Baik badan pengawas obat luar negeri maupun badan pengawas obat dan makanan di negaraku, sudah menyetujui terapi ini.Banyak rumah sakit mulai menerapkan metode ini dan sudah menyelamatkan banyak nyawa pasien.Berkat hal ini pula, aku menerima berbagai penghargaan medis internasional yang akan datang.Saat berdiri di podium penghargaan di luar negeri, aku teringat Ibu.Jika dia masih ada, dia pasti akan sangat bangga kepadaku.Bu, aku berhasil.Aku tidak mengecewakan harapanmu.Setelah upacara penghargaan selesai, aku kembali ke Kota Jacinda.Di taman vila, bunga mawar yang ditanam Ellen sedang mekar dengan indahnya.Aku duduk di bangku taman, menyaksikan matahari terbenam.Ponselku berdering.Itu telepon dari Ruth."Samantha, ada kabar untukmu.""Daniel sudah keluar dari penjara."Aku terdiam sejenak. "Dia sempat

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 15

    Enam bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan besar.Proyek terapi gen kanker itu, setelah berkali-kali melalui eksperimen dan analisis data ….Akhirnya memasuki tahap uji klinis.Direktur pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda sangat puas dengan hasil kerjaku.Dia juga merekomendasikanku untuk menghadiri sebuah konferensi medis internasional, yaitu Konferensi Penelitian Kanker yang diadakan di Kota Pelagia."Dokter Samantha, penelitianmu sangat berharga."Direktur itu adalah seorang profesor tua dari luar negeri yang ramah. Dia berkata dengan tulus, "Aku yakin kalau terapi ini berhasil, akan menyelamatkan banyak nyawa.""Kamu harus memberitahukan kepada banyak orang mengenai pencapaianmu ini."Aku mengangguk dan menerima saran itu.Konferensi itu diadakan di Kota Pelagia.Saat aku berdiri di atas podium universitas riset publik bergengsi di Kota Pelagia dan mempresentasikan hasil penelitianku kepada para pakar medis dari seluruh dunia ….Tiba-tiba, aku teringat kejadian

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 14

    Daniel berdiri di depan pintu sepanjang malam.Keesokan paginya, Ellen memberitahuku bahwa dia akhirnya pergi.Namun, sebelum pergi, Daniel meninggalkan sepucuk surat.Saat Ellen menyerahkannya kepadaku, aku merasa ragu untuk waktu yang lama.Akhirnya, aku tetap membukanya.Surat itu sangat panjang.Daniel menuliskan secara terperinci semua hal yang terjadi selama bertahun-tahun ini.Daniel menuliskan bagaimana dia merangkak selangkah demi selangkah di dalam klan, hingga akhirnya mencapai posisinya yang sekarang.Dia menuliskan bagaimana perasaannya terhadap Yolanda berubah, dari yang semula begitu terobsesi menjadi rasa muak.Daniel juga menuliskan betapa dia sangat menyesal setelah mengetahui kematian Ellis.Daniel menuliskan bahwa setelah dicopot oleh keluarganya, barulah dia menyadari apa yang sudah hilang darinya.Paragraf terakhirnya berbunyi seperti ini:[Samantha, aku tahu, aku nggak punya hak untuk memohon pengampunanmu.][Setiap hal yang sudah kulakukan, sudah lebih dari cuku

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 13

    Tiga bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan yang luar biasa.Setiap pagi, aku bekerja di pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda ini.Sore harinya, aku berjalan-jalan di sepanjang tepian Danau Jacinda, atau pergi ke kafe terdekat untuk membaca buku.Malam harinya, aku kembali ke rumah dan melanjutkan proyek penelitianku sendiri.Aku sedang meneliti terapi gen kanker jenis baru.Ini adalah proyek yang sudah kumulai bertahun-tahun lalu di kampus, tetapi sempat terhenti karena menikah.Sekarang, akhirnya aku memiliki waktu dan tenaga untuk melanjutkannya kembali.Rekan-rekan di pusat penelitian sangat ramah.Mereka tidak mengetahui masa laluku dan hanya menganggapku peneliti biasa.Tidak ada yang memandangku dengan tatapan yang aneh.Juga tidak ada yang membicarakanku diam-diam.Rasanya sungguh menyenangkan.Suatu sore, saat aku sedang menganalisis data di laboratorium ….Tiba-tiba, aku menerima telepon dari Ellen."Nyonya Samantha, ada pria dari negara Anda yang mencari An

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 12

    Sudut Pandang Samantha.Di Kota Jacinda, di Negara Soran.Aku berdiri di balkon sebuah vila di tepi Danau Jacinda dan memandangi pegunungan di kejauhan.Udaranya begitu segar, hingga membuatku ingin menangis.Ponselku terus-menerus menampilkan notifikasi berita.[Perusahaan Farmasi Fletcher Terjerat Skandal, Harga Saham Anjlok 40% dalam Sehari][Dokter Yolanda Roger terungkap melakukan penipuan akademik. Asosiasi medis di negara ini membatalkan kualifikasi pencalonannya sebagai anggota dewan.][Kantor Pajak memastikan Yayasan Yolanda Roger menyalahgunakan dana lebih dari sepuluh juta dolar dan diduga terlibat dalam pencucian uang.][Badan investigasi utama negara menyelidiki keterlibatan Klan Fletcher dalam pelanggaran Undang-Undang sindikat kejahatan terorganisir dan kolusi ilegal, serta kasus kematian akibat malapraktik medis.]Aku menatap berita-berita itu dengan tenang. Namun, di dalam hati, tidak ada rasa puas seperti yang kubayangkan sebelumnya.Aku hanya merasa ... semuanya akhi

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 7

    Masa lalu bagaikan asap, berlalu dan lenyap begitu saja.Sebelum menaiki pesawat, aku duduk di kedai kopi yang ada di bandara Kota Lysia.Aku mulai melakukan persiapan terakhirku.Bagaimanapun, aku bukanlah tipe orang yang rela ditindas begitu saja.Selama bertahun-tahun ini, sebagai "istri pajangan

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 6

    Hari itu, aku berlutut di depan ranjang rumah sakit, menangis tanpa daya untuk waktu yang sangat lama ….Air mataku sudah mengering, tenggorokanku juga sudah serak, tetapi aku tetap tidak bisa berhenti menangis.Perawat yang selama ini merawat Ibu, menyampaikan pesan terakhir Ibu kepadaku dengan mat

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 5

    Saat menerima kabar bahwa ibuku dalam kondisi kritis, aku bergegas menuju rumah sakit pendidikan seperti orang kesurupan.Mobil yang kupesan lewat aplikasi terjebak macet di jalan raya utama selama setengah jam, sehingga membuatku gemetar karena cemas.Melihat keadaanku, sopir itu berbaik hati dan b

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 3

    Setelah kejadian itu, kami benar-benar putus hubungan. Daniel hampir tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumah yang sebelumnya disebut "rumah" itu.Satu-satunya cara bagiku untuk mengetahui kehidupan Daniel sekarang adalah lewat media sosial Yolanda.Yolanda sering mengunggah foto-foto saat melak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status