Share

Bab 6

Penulis: Anonima
Hari itu, aku berlutut di depan ranjang rumah sakit, menangis tanpa daya untuk waktu yang sangat lama ….

Air mataku sudah mengering, tenggorokanku juga sudah serak, tetapi aku tetap tidak bisa berhenti menangis.

Perawat yang selama ini merawat Ibu, menyampaikan pesan terakhir Ibu kepadaku dengan mata memerah.

"Ibumu terus-menerus memanggil namamu di saat-saat terakhirnya."

"Dia bilang, apa pun alasan yang bikin kamu nggak bisa datang, dia sama sekali nggak menyalahkanmu."

"Ibumu cuma berharap kamu bisa hidup bahagia bersama suamimu."

"Ibumu juga bilang, Daniel itu anak yang baik. Dia nggak salah menilai orang waktu itu."

"Ibumu memintamu untuk nggak menyalahkan Daniel dan menghargainya dengan baik."

Mendengar kata-kata itu, hatiku rasanya seperti tercabik-cabik.

Ibu tidak mengetahui kebenarannya sampai akhir hayatnya.

Sampai ajal menjemput, Ibu tetap mengira Daniel adalah orang yang baik.

Sampai menutup mata, Ibu masih terus memikirkan kebahagiaanku.

Namun, diriku?

Aku bahkan tidak sempat melihatnya untuk yang terakhir kalinya.

Aku menggenggam tangan Ibu yang sudah dingin, duduk terpaku di lantai dan terdiam untuk waktu yang sangat lama.

Apa yang terjadi setelah itu, sudah tidak begitu kuingat dengan jelas.

Kembali ke kampung halaman, melakukan kremasi, lalu melakukan upacara pemakaman.

Semuanya terasa seperti dalam mimpi.

Semua tahapan acara, kuselesaikan seperti robot, dengan hatiku yang terasa begitu hampa.

Terakhir, aku terduduk di rumah duka yang sederhana.

Di sekeliling tidak ada orang, tidak ada satu pun yang datang melayat.

Itu karena Klan Fletcher sudah menyebarkan ancaman ….

Siapa pun yang berani menghadiri pemakaman ibunya Samantha Reagan, berarti menentang Klan Fletcher dan menentang seluruh dunia ilegal Kota Briel.

Bahkan, tetangga-tetangga yang sebelumnya akrab dengan Ibu, tidak ada satu pun yang berani menampakkan diri.

Aku menjaga jenazah Ibu seorang diri, lalu menghubungi Daniel untuk yang terakhir kalinya.

Setidaknya, dia harus datang melihat sosok yang pernah menyokong hidupnya.

Setidaknya, dia harus datang untuk mengantarkan Ibu ke peristirahatan terakhirnya.

Saat telepon tersambung, aku baru menyadari bahwa suaraku sudah serak tidak karuan.

Dengan sekuat tenaga, aku mengucapkan kata-kata pada Daniel, "Ibu … udah meninggal."

Namun, yang terdengar di telepon justru suara Yolanda yang lembut dan manis.

"Oh, kasihan sekali."

"Tapi, Daniel sekarang nggak ada waktu untuk menemuimu."

"Dia sedang menemaniku menghadiri pertemuan penting yang diselenggarakan bersama oleh asosiasi medis negara dan yayasan klan."

"Kami baru saja melakukan demonstrasi operasi dan sekarang bersiap pergi ke pesta sampanye untuk merayakannya."

"Siapa yang menelepon?" Terdengar suara Daniel.

Nada bicaranya begitu santai, bahkan terdengar ada tawa di sana.

Jelas sekali suasana hatinya sedang begitu baik.

Aku menutup telepon dengan perasaan mati rasa.

Aku pun berlutut di depan rumah duka selama tiga hari tiga malam penuh, tanpa tidur sedikit pun.

Di dalam benakku, kenangan-kenangan tentang Ibu saat masih hidup terus berputar.

Bagaimana Ibu hidup begitu hemat demi membiayai kuliahku.

Bagaimana Ibu menjagaku sepanjang malam saat aku sedang sakit.

Bagaimana Ibu selalu menjadi orang pertama yang membelaku saat aku ditindas.

Sementara aku, bahkan tidak sempat melihatnya untuk yang terakhir kalinya.

Setelah itu, aku kembali ke Kota Briel dengan perasaan tenang.

Aku membeli tiket pesawat, mengurus aset dan membereskan segala urusan.

Serta ... setuju untuk bercerai dengan Daniel.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 17

    Epilog.Musim gugur kembali tiba.Aku kembali ke negaraku seorang diri untuk berziarah.Makam Ibu terletak di sebuah pemakaman yang tenang di kampung halamanku.Di depan makam penuh bunga-bunga.Aku menyewa orang untuk membersihkannya secara rutin, jadi makam itu selalu bersih.Sambil berlutut di depan makam, aku berbisik pelan, "Bu, aku baik-baik saja sekarang.""Penelitianku sudah menyelamatkan banyak orang.""Aku sudah menemukan kembali diriku dan menemukan makna dari hidup ini.""Ibu nggak perlu lagi mengkhawatirkanku."Angin sepoi-sepoi berembus, menyibakkan rambut panjangku.Rasanya seperti Ibu sedang membelai kepalaku dengan lembut.Setelah selesai ziarah, aku berkendara melewati pusat Kota Briel.Saat sedang menunggu lampu merah di sebuah persimpangan, aku melihat sosok yang tidak asing.Daniel.Dia duduk di kursi roda, meringkuk sendirian di balik bayang-bayang sudut jalan, dengan sehelai selimut lusuh menutupi tubuhnya.Angin musim gugur Kota Briel menerbangkan dedaunan yang

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 16

    Satu tahun kemudian.Terapi genku berhasil melewati uji klinis fase ketiga.Terapi ini diakui oleh dunia medis internasional sebagai terobosan besar dalam pengobatan kanker.Baik badan pengawas obat luar negeri maupun badan pengawas obat dan makanan di negaraku, sudah menyetujui terapi ini.Banyak rumah sakit mulai menerapkan metode ini dan sudah menyelamatkan banyak nyawa pasien.Berkat hal ini pula, aku menerima berbagai penghargaan medis internasional yang akan datang.Saat berdiri di podium penghargaan di luar negeri, aku teringat Ibu.Jika dia masih ada, dia pasti akan sangat bangga kepadaku.Bu, aku berhasil.Aku tidak mengecewakan harapanmu.Setelah upacara penghargaan selesai, aku kembali ke Kota Jacinda.Di taman vila, bunga mawar yang ditanam Ellen sedang mekar dengan indahnya.Aku duduk di bangku taman, menyaksikan matahari terbenam.Ponselku berdering.Itu telepon dari Ruth."Samantha, ada kabar untukmu.""Daniel sudah keluar dari penjara."Aku terdiam sejenak. "Dia sempat

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 15

    Enam bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan besar.Proyek terapi gen kanker itu, setelah berkali-kali melalui eksperimen dan analisis data ….Akhirnya memasuki tahap uji klinis.Direktur pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda sangat puas dengan hasil kerjaku.Dia juga merekomendasikanku untuk menghadiri sebuah konferensi medis internasional, yaitu Konferensi Penelitian Kanker yang diadakan di Kota Pelagia."Dokter Samantha, penelitianmu sangat berharga."Direktur itu adalah seorang profesor tua dari luar negeri yang ramah. Dia berkata dengan tulus, "Aku yakin kalau terapi ini berhasil, akan menyelamatkan banyak nyawa.""Kamu harus memberitahukan kepada banyak orang mengenai pencapaianmu ini."Aku mengangguk dan menerima saran itu.Konferensi itu diadakan di Kota Pelagia.Saat aku berdiri di atas podium universitas riset publik bergengsi di Kota Pelagia dan mempresentasikan hasil penelitianku kepada para pakar medis dari seluruh dunia ….Tiba-tiba, aku teringat kejadian

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 14

    Daniel berdiri di depan pintu sepanjang malam.Keesokan paginya, Ellen memberitahuku bahwa dia akhirnya pergi.Namun, sebelum pergi, Daniel meninggalkan sepucuk surat.Saat Ellen menyerahkannya kepadaku, aku merasa ragu untuk waktu yang lama.Akhirnya, aku tetap membukanya.Surat itu sangat panjang.Daniel menuliskan secara terperinci semua hal yang terjadi selama bertahun-tahun ini.Daniel menuliskan bagaimana dia merangkak selangkah demi selangkah di dalam klan, hingga akhirnya mencapai posisinya yang sekarang.Dia menuliskan bagaimana perasaannya terhadap Yolanda berubah, dari yang semula begitu terobsesi menjadi rasa muak.Daniel juga menuliskan betapa dia sangat menyesal setelah mengetahui kematian Ellis.Daniel menuliskan bahwa setelah dicopot oleh keluarganya, barulah dia menyadari apa yang sudah hilang darinya.Paragraf terakhirnya berbunyi seperti ini:[Samantha, aku tahu, aku nggak punya hak untuk memohon pengampunanmu.][Setiap hal yang sudah kulakukan, sudah lebih dari cuku

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 13

    Tiga bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan yang luar biasa.Setiap pagi, aku bekerja di pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda ini.Sore harinya, aku berjalan-jalan di sepanjang tepian Danau Jacinda, atau pergi ke kafe terdekat untuk membaca buku.Malam harinya, aku kembali ke rumah dan melanjutkan proyek penelitianku sendiri.Aku sedang meneliti terapi gen kanker jenis baru.Ini adalah proyek yang sudah kumulai bertahun-tahun lalu di kampus, tetapi sempat terhenti karena menikah.Sekarang, akhirnya aku memiliki waktu dan tenaga untuk melanjutkannya kembali.Rekan-rekan di pusat penelitian sangat ramah.Mereka tidak mengetahui masa laluku dan hanya menganggapku peneliti biasa.Tidak ada yang memandangku dengan tatapan yang aneh.Juga tidak ada yang membicarakanku diam-diam.Rasanya sungguh menyenangkan.Suatu sore, saat aku sedang menganalisis data di laboratorium ….Tiba-tiba, aku menerima telepon dari Ellen."Nyonya Samantha, ada pria dari negara Anda yang mencari An

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 12

    Sudut Pandang Samantha.Di Kota Jacinda, di Negara Soran.Aku berdiri di balkon sebuah vila di tepi Danau Jacinda dan memandangi pegunungan di kejauhan.Udaranya begitu segar, hingga membuatku ingin menangis.Ponselku terus-menerus menampilkan notifikasi berita.[Perusahaan Farmasi Fletcher Terjerat Skandal, Harga Saham Anjlok 40% dalam Sehari][Dokter Yolanda Roger terungkap melakukan penipuan akademik. Asosiasi medis di negara ini membatalkan kualifikasi pencalonannya sebagai anggota dewan.][Kantor Pajak memastikan Yayasan Yolanda Roger menyalahgunakan dana lebih dari sepuluh juta dolar dan diduga terlibat dalam pencucian uang.][Badan investigasi utama negara menyelidiki keterlibatan Klan Fletcher dalam pelanggaran Undang-Undang sindikat kejahatan terorganisir dan kolusi ilegal, serta kasus kematian akibat malapraktik medis.]Aku menatap berita-berita itu dengan tenang. Namun, di dalam hati, tidak ada rasa puas seperti yang kubayangkan sebelumnya.Aku hanya merasa ... semuanya akhi

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 7

    Masa lalu bagaikan asap, berlalu dan lenyap begitu saja.Sebelum menaiki pesawat, aku duduk di kedai kopi yang ada di bandara Kota Lysia.Aku mulai melakukan persiapan terakhirku.Bagaimanapun, aku bukanlah tipe orang yang rela ditindas begitu saja.Selama bertahun-tahun ini, sebagai "istri pajangan

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 5

    Saat menerima kabar bahwa ibuku dalam kondisi kritis, aku bergegas menuju rumah sakit pendidikan seperti orang kesurupan.Mobil yang kupesan lewat aplikasi terjebak macet di jalan raya utama selama setengah jam, sehingga membuatku gemetar karena cemas.Melihat keadaanku, sopir itu berbaik hati dan b

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 2

    Di ruang tunggu VIP Bandara Internasional Kota Lysia, layar LCD raksasa sedang menayangkan laporan khusus dari sebuah jaringan berita. Dalam tayangan tersebut, Yolanda yang mengenakan jas putih bersih sedang melakukan wawancara eksklusif, dengan latar belakang logo Perusahaan Farmasi Fletcher."Dokt

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 1

    Suasana menjadi hening untuk waktu yang lama. Daniel menutup map tersebut, lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kulit asli luar negeri yang mahal itu. Dia mengambil pemotong untuk memotong ujung cerutu luar negerinya, lalu menyalakannya perlahan-lahan. Di balik kepulan asap yang membubung,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status