Share

Bab 5

Author: Anonima
Saat menerima kabar bahwa ibuku dalam kondisi kritis, aku bergegas menuju rumah sakit pendidikan seperti orang kesurupan.

Mobil yang kupesan lewat aplikasi terjebak macet di jalan raya utama selama setengah jam, sehingga membuatku gemetar karena cemas.

Melihat keadaanku, sopir itu berbaik hati dan berkata, "Nona, gimana kalau kamu turun dan lari aja ke sana? Kemacetan di depan parah banget."

Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintu mobil dan berlari kencang ke rumah sakit.

Namun, tepat di depan gedung apartemen, aku dikepung secara agresif oleh sekelompok orang.

Mereka sudah membocorkan identitasku dan berhasil menemukan alamatku di kampus.

Orang-orang ini mengenakan kaus bertuliskan slogan dan mengangkat papan bertuliskan "Lindungi Dokter Yolanda" dan "Hentikan Kebohongan". Mereka tampak seperti kelompok yang terorganisir.

Dengan nada sok paling benar, mereka menuntut agar aku meminta maaf kepada Yolanda.

"Samantha, dasar pembohong! Keluar kamu!"

"Di mana hati nuranimu sampai tega memfitnah orang baik seperti Dokter Yolanda?"

"Dokter Yolanda sudah menyelamatkan nyawa ibuku. Apa hakmu menyakitinya kayak gini?"

Berbagai sayuran busuk, telur busuk, bahkan kaleng minuman yang belum dibuka berjatuhan menimpaku seperti hujan.

Aku melindungi kepalaku dan berusaha sekuat tenaga untuk menerobos kerumunan itu. "Minggir! Aku mohon minggirlah! Ibuku ada di rumah sakit! Dia sedang kritis!"

Namun, tak ada satu pun dari mereka yang memedulikanku.

Seseorang mendorongku dengan keras, hingga aku jatuh tersungkur ke atas lantai beton. Lututku terbentur hebat hingga lecet dan mengeluarkan darah.

Rasa sakit yang luar biasa membuatku terkesiap. Namun, aku tidak peduli dan berusaha sekuat tenaga untuk bangun.

"Mau lewat? Kecuali kamu mengaku di depan kamera sekarang juga kalau kamu sudah bohong!"

Seorang wanita yang memimpin mereka mengacungkan ponsel tepat ke arahku. Kameranya sampai hampir menempel di wajahku, sementara kilatan lampu kameranya membuat mataku silau sampai sulit untuk dibuka.

"Cepat rekam! Biar seluruh dunia melihat wajah si pembohong ini!" Orang-orang di sekitar bersorak-sorai memanas-manasi suasana. Mereka kembali mengepungku rapat-rapat, sama sekali tidak berniat untuk membiarkanku pergi.

Demi bisa meloloskan diri, demi bisa melihat ibuku untuk yang terakhir kalinya, aku akhirnya menyerah.

Aku terduduk lemas di lantai dalam keadaan berantakan. Tanpa memedulikan darah yang mengalir di dahi, di hadapan lensa-lensa kamera yang tidak punya empati itu, aku gemetar layaknya boneka tali dan mengucapkan kata-kata yang bertentangan dengan nuraniku.

"Aku … aku sudah berbohong. Aku iri pada Yolanda."

"Foto-foto itu hasil editan dan data-datanya kukarang sendiri. Aku minta maaf kepada Yolanda Roger …."

Air mata penghinaan bercampur dengan darah mengalir masuk ke mulutku. Pada saat itu, harga diriku benar-benar diinjak-injak sampai hancur ke tanah.

Orang-orang yang merasa paling benar itu tersenyum puas, seperti baru saja memenangkan peperangan.

"Dari tadi begini kan enak?"

"Karena sikapmu dalam mengakui kesalahan cukup baik, kami memaafkanmu."

Mereka sudah mendapatkan video yang diinginkan dan membubarkan diri dengan puas, seakan baru saja menyelesaikan perbuatan mulia demi membela keadilan.

Sementara aku akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Namun, saat aku tiba dengan tergesa-gesa di rumah sakit pendidikan, semuanya sudah terlambat.

Ibuku sudah berhenti bernapas.

Ibu terbaring di ranjang rumah sakit, wajahnya pucat pasi dan tidak ada sedikit pun rona merah yang tersisa.

Dokter melepas maskernya dan menghela napas.

"Turut berdukacita."

"Pasien mengalami henti jantung setengah jam yang lalu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin."

Untuk sesaat, aku merasa seakan semua ini hanyalah mimpi yang sangat panjang.

Saat mimpi itu berakhir, aku masih menjadi gadis kecil yang tidur di pelukan Ibu.

Aku belum bertemu Daniel dan belum mengalami semua mimpi buruk ini.

Ibu masih hidup dan sehat. Kami masih bisa berjalan-jalan sambil mengobrol di tepi sungai.

Namun, kenyataan menghantamku dengan pukulan yang begitu mematikan.

Aku sudah memilih orang yang salah, hingga akhirnya, aku bahkan tidak bisa melihat ibuku untuk yang terakhir kalinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 17

    Epilog.Musim gugur kembali tiba.Aku kembali ke negaraku seorang diri untuk berziarah.Makam Ibu terletak di sebuah pemakaman yang tenang di kampung halamanku.Di depan makam penuh bunga-bunga.Aku menyewa orang untuk membersihkannya secara rutin, jadi makam itu selalu bersih.Sambil berlutut di depan makam, aku berbisik pelan, "Bu, aku baik-baik saja sekarang.""Penelitianku sudah menyelamatkan banyak orang.""Aku sudah menemukan kembali diriku dan menemukan makna dari hidup ini.""Ibu nggak perlu lagi mengkhawatirkanku."Angin sepoi-sepoi berembus, menyibakkan rambut panjangku.Rasanya seperti Ibu sedang membelai kepalaku dengan lembut.Setelah selesai ziarah, aku berkendara melewati pusat Kota Briel.Saat sedang menunggu lampu merah di sebuah persimpangan, aku melihat sosok yang tidak asing.Daniel.Dia duduk di kursi roda, meringkuk sendirian di balik bayang-bayang sudut jalan, dengan sehelai selimut lusuh menutupi tubuhnya.Angin musim gugur Kota Briel menerbangkan dedaunan yang

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 16

    Satu tahun kemudian.Terapi genku berhasil melewati uji klinis fase ketiga.Terapi ini diakui oleh dunia medis internasional sebagai terobosan besar dalam pengobatan kanker.Baik badan pengawas obat luar negeri maupun badan pengawas obat dan makanan di negaraku, sudah menyetujui terapi ini.Banyak rumah sakit mulai menerapkan metode ini dan sudah menyelamatkan banyak nyawa pasien.Berkat hal ini pula, aku menerima berbagai penghargaan medis internasional yang akan datang.Saat berdiri di podium penghargaan di luar negeri, aku teringat Ibu.Jika dia masih ada, dia pasti akan sangat bangga kepadaku.Bu, aku berhasil.Aku tidak mengecewakan harapanmu.Setelah upacara penghargaan selesai, aku kembali ke Kota Jacinda.Di taman vila, bunga mawar yang ditanam Ellen sedang mekar dengan indahnya.Aku duduk di bangku taman, menyaksikan matahari terbenam.Ponselku berdering.Itu telepon dari Ruth."Samantha, ada kabar untukmu.""Daniel sudah keluar dari penjara."Aku terdiam sejenak. "Dia sempat

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 15

    Enam bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan besar.Proyek terapi gen kanker itu, setelah berkali-kali melalui eksperimen dan analisis data ….Akhirnya memasuki tahap uji klinis.Direktur pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda sangat puas dengan hasil kerjaku.Dia juga merekomendasikanku untuk menghadiri sebuah konferensi medis internasional, yaitu Konferensi Penelitian Kanker yang diadakan di Kota Pelagia."Dokter Samantha, penelitianmu sangat berharga."Direktur itu adalah seorang profesor tua dari luar negeri yang ramah. Dia berkata dengan tulus, "Aku yakin kalau terapi ini berhasil, akan menyelamatkan banyak nyawa.""Kamu harus memberitahukan kepada banyak orang mengenai pencapaianmu ini."Aku mengangguk dan menerima saran itu.Konferensi itu diadakan di Kota Pelagia.Saat aku berdiri di atas podium universitas riset publik bergengsi di Kota Pelagia dan mempresentasikan hasil penelitianku kepada para pakar medis dari seluruh dunia ….Tiba-tiba, aku teringat kejadian

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 14

    Daniel berdiri di depan pintu sepanjang malam.Keesokan paginya, Ellen memberitahuku bahwa dia akhirnya pergi.Namun, sebelum pergi, Daniel meninggalkan sepucuk surat.Saat Ellen menyerahkannya kepadaku, aku merasa ragu untuk waktu yang lama.Akhirnya, aku tetap membukanya.Surat itu sangat panjang.Daniel menuliskan secara terperinci semua hal yang terjadi selama bertahun-tahun ini.Daniel menuliskan bagaimana dia merangkak selangkah demi selangkah di dalam klan, hingga akhirnya mencapai posisinya yang sekarang.Dia menuliskan bagaimana perasaannya terhadap Yolanda berubah, dari yang semula begitu terobsesi menjadi rasa muak.Daniel juga menuliskan betapa dia sangat menyesal setelah mengetahui kematian Ellis.Daniel menuliskan bahwa setelah dicopot oleh keluarganya, barulah dia menyadari apa yang sudah hilang darinya.Paragraf terakhirnya berbunyi seperti ini:[Samantha, aku tahu, aku nggak punya hak untuk memohon pengampunanmu.][Setiap hal yang sudah kulakukan, sudah lebih dari cuku

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 13

    Tiga bulan kemudian.Penelitianku mencapai kemajuan yang luar biasa.Setiap pagi, aku bekerja di pusat penelitian medis terbaik di Kota Jacinda ini.Sore harinya, aku berjalan-jalan di sepanjang tepian Danau Jacinda, atau pergi ke kafe terdekat untuk membaca buku.Malam harinya, aku kembali ke rumah dan melanjutkan proyek penelitianku sendiri.Aku sedang meneliti terapi gen kanker jenis baru.Ini adalah proyek yang sudah kumulai bertahun-tahun lalu di kampus, tetapi sempat terhenti karena menikah.Sekarang, akhirnya aku memiliki waktu dan tenaga untuk melanjutkannya kembali.Rekan-rekan di pusat penelitian sangat ramah.Mereka tidak mengetahui masa laluku dan hanya menganggapku peneliti biasa.Tidak ada yang memandangku dengan tatapan yang aneh.Juga tidak ada yang membicarakanku diam-diam.Rasanya sungguh menyenangkan.Suatu sore, saat aku sedang menganalisis data di laboratorium ….Tiba-tiba, aku menerima telepon dari Ellen."Nyonya Samantha, ada pria dari negara Anda yang mencari An

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 12

    Sudut Pandang Samantha.Di Kota Jacinda, di Negara Soran.Aku berdiri di balkon sebuah vila di tepi Danau Jacinda dan memandangi pegunungan di kejauhan.Udaranya begitu segar, hingga membuatku ingin menangis.Ponselku terus-menerus menampilkan notifikasi berita.[Perusahaan Farmasi Fletcher Terjerat Skandal, Harga Saham Anjlok 40% dalam Sehari][Dokter Yolanda Roger terungkap melakukan penipuan akademik. Asosiasi medis di negara ini membatalkan kualifikasi pencalonannya sebagai anggota dewan.][Kantor Pajak memastikan Yayasan Yolanda Roger menyalahgunakan dana lebih dari sepuluh juta dolar dan diduga terlibat dalam pencucian uang.][Badan investigasi utama negara menyelidiki keterlibatan Klan Fletcher dalam pelanggaran Undang-Undang sindikat kejahatan terorganisir dan kolusi ilegal, serta kasus kematian akibat malapraktik medis.]Aku menatap berita-berita itu dengan tenang. Namun, di dalam hati, tidak ada rasa puas seperti yang kubayangkan sebelumnya.Aku hanya merasa ... semuanya akhi

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 7

    Masa lalu bagaikan asap, berlalu dan lenyap begitu saja.Sebelum menaiki pesawat, aku duduk di kedai kopi yang ada di bandara Kota Lysia.Aku mulai melakukan persiapan terakhirku.Bagaimanapun, aku bukanlah tipe orang yang rela ditindas begitu saja.Selama bertahun-tahun ini, sebagai "istri pajangan

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 6

    Hari itu, aku berlutut di depan ranjang rumah sakit, menangis tanpa daya untuk waktu yang sangat lama ….Air mataku sudah mengering, tenggorokanku juga sudah serak, tetapi aku tetap tidak bisa berhenti menangis.Perawat yang selama ini merawat Ibu, menyampaikan pesan terakhir Ibu kepadaku dengan mat

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 4

    Namun, yang membuatku memalukan bukan hanya sebatas itu saja.Penyakit Ibu tidak bisa ditunda lagi, sehingga aku tidak punya pilihan selain berkompromi.Di depan kamera ponsel, aku mengunggah video klarifikasi ke platform video. Aku mengakui sendiri bahwa akta nikah itu adalah hasil editan.Aku juga

  • Serangan Balik Mematikan dari Mantan Istri   Bab 3

    Setelah kejadian itu, kami benar-benar putus hubungan. Daniel hampir tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumah yang sebelumnya disebut "rumah" itu.Satu-satunya cara bagiku untuk mengetahui kehidupan Daniel sekarang adalah lewat media sosial Yolanda.Yolanda sering mengunggah foto-foto saat melak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status