Share

Kakak Angkat yang Dipuja

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-10-16 17:50:19
Selesai membaca satu halaman novel, Sabiya mengangkat pandangan dan menatap wanita di sampingnya dengan kening berkerut.

"Nona Violet, deskripsi perhiasan ini terkesan sangat kelam. Apakah Anda yakin ingin membuat bentuk perhiasan semacam ini untuk kakak ipar Anda?"

Wanita itu mengangguk pasti. Senyuman di bibirnya semakin melebar memancarkan aura yang sulit diartikan oleh Sabiya.

"Ya. Aku sangat serius, Rosella. Gunakan berlian hitam dengan ukiran duri mawar yang melilit," jawab wanita itu tena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
aqillap621
pasti kakanya dominic
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pertemuan yang Mengharukan

    Berbeda dengan Dominic, suasana tegang perlahan mencair bagi Sabiya. Wanita itu menoleh ke belakang untuk kesekian kalinya. Melalui kaca jendela mobil, ia tidak lagi melihat sorot lampu mobil yang mengejar mereka. Yang terlihat hanyalah deretan lampu jalanan serta mobil-mobil penduduk lokal yang melaju santai.Sabiya mengembuskan napas panjang. Udara yang sedari tadi terasa mencekik tenggorokannya kini seakan terlepas. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya yang terasa pening ke jok kulit mobil. Kelegaan yang luar biasa besar membanjiri dadanya. Akhirnya, ia berhasil. Ia selamat dari cengkeraman pria psikopat itu."Kita sudah aman, Nyonya Sabiya," ucap Zavier memecah keheningan. Nada suara pria itu kembali tenang dan sopan. "Dominic tidak akan berani mengikuti kita sampai ke sini. Kamera pengawas kota dan patroli polisi terlalu banyak."Sabiya mengangguk lemah, mengusap wajahnya yang kuyu dengan kedua tangan. "Terima kasih, Zavier. Jika kalian tidak datang tepat waktu... aku tid

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mencari Sekutu

    Angin malam di perbukitan seakan terbelah oleh deru mesin bertenaga tinggi.Mobil yang dikemudikan oleh Zavier melesat bak peluru yang baru saja dimuntahkan dari larasnya. Ban mobil berdecit tajam, bergesekan dengan aspal jalanan berkelok yang diterangi cahaya bulan.Di kursi depan, tepat di samping Zavier, Sabiya duduk dengan napas yang memburu. Jantungnya berdebar-debar, memompa adrenalin yang masih tersisa dari pelariannya di vila.Sementara di kursi belakang, tiga orang pengawal rekan Zavier duduk bersiaga dengan senjata di tangan.Sesekali, Sabiya menoleh melalui kaca spion samping. Netranya membelalak cemas saat melihat sepasang lampu sorot yang menyilaukan terus membuntuti mereka dengan kecepatan tinggi.Itu adalah mobil Dominic Sterling. Pria itu menolak melepaskan mangsanya begitu saja."Zavier, Dominic mengejar kita! Jaraknya semakin dekat!" seru Sabiya sembari mencengkeram sabuk pengamannya."Tetap tenang dan berpegangan yang kuat, Nyonya," jawab Zavier dari kursi kemudi.F

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kepedihan Mendalam

    Regina menangkap pemandangan mematikan tersebut dengan sudut matanya.Di dalam otak wanita yang biasanya dipenuhi ambisi kekuasaan itu, waktu seolah menyusut. Tidak ada ruang untuk berpikir. Tidak ada jeda untuk menimbang untung dan rugi.Naluri seorang ibu mendadak muncul pada detik-detik terakhir.Dengan sisa tenaga dari raganya yang sudah melemah, Regina memutar posisi secepat mungkin. Ia melempar seluruh bobot tubuhnya untuk menutupi punggung Roman.BAM!Peluru berkecepatan tinggi tidak menghantam Roman, melainkan menembus punggung kiri Regina. Hantamannya membuat perempuan paruh baya itu terlempar ke depan.Roman yang sedang bersiap membalas tembakan, terkejut bukan main. Ia merasakan benturan keras menimpa punggungnya, disertai oleh semburan cairan merah.Refleks, Roman berbalik dan menangkap tubuh ibunya yang merosot jatuh."Mama!"Manik abu-abu Roman membelalak lebar.Di dalam pelukannya, Regina terkulai lemas. Napasnya tersengal-sengal dengan darah segar yang mengaliri sudut

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Detik-detik Maut

    Bunyi letusan senjata api kembali memenuhi kompleks bekas pabrik baja.Di hadapan layar proyektor besar yang baru saja mati, atmosfer pertempuran tak dapat dihindari.Usai mendapat iming-iming hadiah besar dari Dominic, Julian dan anak buahnya menjadikan Roman sebagai target utama.Di sisi lain, daya juang Roman sendiri sudah bangkit tiga kali lipat. Melihat Sabiya telah bebas, beban terberat di pundaknya seakan terangkat.Tiba saatnya ia membalas setiap tetes darah yang tumpah malam ini.Dengan aura seorang pemimpin yang disegani, Roman memberikan komando kepada unit hantu dan tim penjinak bom."Sabiya sudah aman! Habisi mereka semua!" Mendengar instruksi tersebut, Steven dan Sebastian yang semula menyerah kini bagaikan macan yang lepas dari kandang.Namun, situasi di lapangan jauh dari kata menguntungkan.Tatkala Dominic menawan Sabiya di layar beberapa saat lalu, Roman telah memerintahkan anak buahnya untuk menyerahkan senjata demi keselamatan Sabiya.Akibatnya, saat ini pasukan e

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Perintah Keji

    Di dalam ruang kendali yang dipakai Dominic, suasana yang tadinya diliputi euforia kemenangan mendadak berubah menjadi kepanikan.Dominic berdiri terpaku di depan deretan layar monitor. Sepasang matanya yang semula menikmati setiap detik penderitaan Roman, kini membelalak lebar. Seringai di bibirnya membeku, digantikan oleh gelombang amarah yang membakar.Di salah satu layar utama yang menyorot kamar vila, gambar memperlihatkan perubahan drastis pada Sabiya.Ia tak lagi terpuruk di ranjang dalam kondisi kaki yang terbelenggu, melainkan berdiri tegak di hadapan lensa kamera. Wanita itu melambaikan tangan, jelas sedang memberikan isyarat kepada Roman di seberang sana.Namun, yang lebih membuat darah Dominic mendidih adalah keberadaan seorang pria dengan lencana serigala di sampingnya. Itu adalah ciri khas dari pengawal elit klan Valeriano."Sialan!" umpat Dominic. Ia menghantamkan kepalan tangannya ke atas meja, hingga monitor di depannya bergetar hebat."Bagaimana bisa anak buah Roman

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Aku Sudah Bebas

    Dengan mata kepalanya sendiri, Sabiya masih melihat hantaman demi hantaman yang harus diterima Roman. Pria itu tampak kesakitan, tetapi ia tidak melakukan perlawanan sama sekali.Sementara itu, Violet masih bergeming di kursi sudut ruangan. Meskipun penulis novel thriller itu sudah berhenti mengetik, ia hanya duduk mematung dengan pikiran yang berkecamuk.Isak tangis Sabiya pun terus terdengar seiring dengan kehancuran hatinya.Ia tahu bekas luka dan pukulan yang diterima Roman di Monela belum sepenuhnya pulih. Dan sekarang, pria itu malah menerima penyiksaan keji berikutnya dari Dominic.Jika keadaan ini terus dibiarkan, niscaya tubuh Roman tidak akan sanggup bertahan lebih lama.“Roman, kenapa kau mengingkari janji? Kau bilang akan pulang untuk menikahiku, tapi kau malah membiarkan dirimu disiksa oleh Dominic,” lirih Sabiya di sela-sela tangisnya.Dengan sisa tenaganya, Sabiya berusaha menggeser tubuh agar dia bisa turun dari ranjang. Saat ini, kebebasannya adalah kunci keselamatan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status