Compartir

Perangkap

Autor: Risca Amelia
last update Fecha de publicación: 2026-08-28 18:15:19

Selepas mengantar Ares dan Altair, kendaraan yang dinaiki Sabiya dan Dominic melaju ke jalan raya kota Denver yang padat. Jarak dari sekolah menuju distrik Caspia membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit perjalanan.

Dominic lebih dulu mencairkan suasana dengan suara baritonnya yang tenang.

"Nona Rosella, bisa jelaskan tentang lini produk yang akan dipasarkan di Flagship Boutique? Perhiasan jenis apa saja yang menjadi keunggulan butik ini?"

"Tentu saja, Tuan Dominic," jawab Sabiya lancar
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Clover
waduh. Rosella kayaknya mau diculik buat mancing Roman & Metro nih
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menuju Peperangan

    Angin malam Lisea berembus membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Udara beku itu menyapu halaman berkerikil di luar penginapan, yang kini beralih fungsi menjadi markas sementara klan Valeriano. Di bawah pendar temaram lampu jalan, sebuah mobil berwarna hitam berkaca gelap telah disiapkan.Roman berjalan keluar dari pintu utama penginapan. Setiap kali telapak kaki kanannya menjejak tanah, rasa ngilu yang menusuk kembali mendera.Meski begitu, Roman menganggap remeh semua penderitaan fisik itu. Ia tidak membiarkan satu pun kelemahan terlihat di mata lawannya.Di belakang Roman, Dante berlari kecil menghampiri sang bos. "Tuan Roman, saya baru saja mendapat konfirmasi dari Steven, Sebastian, dan juga Zavier,” lapor Dante.“Operasi Senyap Tiga Lapis sudah mulai berjalan sesuai rencana. Sedangkan Zavier sedang dalam perjalanan menyusul Nyonya Sabiya. Dia berhasil mendapatkan alamat vila, tempat Nyonya Sabiya melakukan kunjungan kerja.”Roman menghentikan langkahnya sejenak. Di dalam hati

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menyelamatkan Mama

    Altair dan Ares masih berada di dalam kamar mereka. Buku-buku catatan dan lembar tugas sekolah sudah dimasukkan ke tas, menandakan bahwa rutinitas belajar mereka telah selesai.Ares meregangkan kedua lengannya ke atas sambil menguap lebar, lalu melompat turun dari kursi belajar. Tanpa membuang waktu, bocah berusia lima tahun itu menyambar tablet miliknya dan duduk di atas karpet.Jemari kecil Ares bergerak lincah menekan layar, membuka aplikasi game sepak bola favoritnya untuk melepas penat.Di sisi lain meja, Altair menunjukkan gestur yang jauh berbeda. Bocah cerdas berwajah mirip Roman itu tidak tertarik pada permainan digital. Dengan rasa penasaran yang bergelayut di benaknya, Altair justru membuka laptop. Ia mengetik cepat pada keyboard, memasukkan kata kunci “Kota Lisea” ke pencarian browser internet.Bocah cilik itu terpaku menatap layar, membaca satu per satu informasi mengenai kota yang menjadi tempat tujuan sang ayah.Tok! Tok! Tok!Bunyi ketukan pintu kamar yang terdengar c

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Cari Istriku Sekarang Juga!

    “Dante, kenapa kau ada di sini?” tanya Roman.Melihat kehadiran asisten pribadinya di Lisea, kening Roman berkerut dalam. Raut wajahnya dipenuhi tanda tanya besar.“Bukankah aku memberimu perintah untuk tetap berada di Denver dan menjaga keselamatan Sabiya?" tegur Roman dengan nada berat dan tajam. Mendengar bentakan bosnya, Dante langsung menundukkan kepala dalam-dalam. Wajahnya memancarkan rasa bersalah yang amat sangat, bercampur dengan ketakutan."Maafkan saya, Tuan Roman," lapor Dante dengan suara sedikit gemetar. "Nyonya Sabiya yang meminta saya untuk segera menyusul Anda ke Lisea. Nyonya sangat khawatir dengan keselamatan Anda di sini, dan memaksa saya pergi untuk menambah kekuatan perlindungan Anda,” jelas Dante apa adanya.Keheningan sontak melanda seluruh ruangan. Steven dan Sebastian saling berpandangan dengan wajah pucat, menyadari bencana apa yang baru saja terjadi.Bagi Roman, penjelasan Dante bukanlah sebuah bentuk kesetiaan, melainkan sebuah petaka yang paling ia hin

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Strategi Tempur

    Selepas keluar dari rumah sakit, Roman berkumpul dengan anak buahnya di sebuah penginapan yang mereka sewa di pinggiran kota Lisea.Roman duduk bersandar dengan napas yang dikendalikan. Ia berusaha mengabaikan rasa nyeri pada kakinya, yang baru saja ditanamkan pelat titanium beberapa jam lalu.Dengan raut wajah sedingin balok es, pria itu memandang layar laptop yang menampilkan peta topografi wilayah Lisea.Tiba-tiba, nada dering nyaring memecah keheningan yang mencekam. Ponsel cadangan yang digunakan Roman untuk berkomunikasi dengan pihak penculik bergetar.Steven dan Sebastian, yang duduk di seberang Roman, serempak menahan napas.Tanpa ragu sedetik pun, Roman meraih ponsel tersebut dan menekan tombol hijau.Ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, membiarkan pihak seberang berbicara lebih dulu.Dari balik sambungan, terdengar suara serak seorang pria."Roman Valeriano, kuharap kakimu sudah cukup kuat untuk berjalan. Karena sekarang, di sekita

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mencari Jalan Keluar

    “Wanita iblis itu, Regina, dia menyingkirkan mamaku dan membuangku ke panti asuhan. Dia juga membuat kakiku cacat,” desis Dominic, rahangnya mengetat keras hingga otot-otot di pipinya menonjol."Aku terpaksa tumbuh dalam penderitaan, kelaparan, dan kegelapan di panti asuhan. Sementara Roman hidup bergelimang harta, dihormati sebagai tuan muda Valeriano, dan mendapatkan semua hal yang seharusnya menjadi milikku!"Sabiya menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berusaha merapatkan tubuhnya ke tiang kanopi ranjang."Sekarang saatnya aku mengambil kembali semua hakku yang direnggut oleh Regina dan Roman," tukas Dominic dengan nada dingin.Tanpa memedulikan tatapan ngeri Sabiya, Dominic tiba-tiba mengubah ekspresinya menjadi tenang. Ia tersenyum dingin, lalu dengan sengaja mengusap permukaan gaun putih yang membalut tubuh Sabiya.Sentuhan itu terasa begitu menjijikkan bagi Sabiya, membuat tubuhnya merinding hebat."Jangan sentuh aku!" teriak Sabiya tertahan.Dominic mengabaikannya. Ia merogoh sa

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dua Pilihan Maut

    Kelopak mata Sabiya terasa berat, saat ia memaksa dirinya untuk siuman. Di luar, cahaya matahari sudah berganti dengan cakrawala senja, dan udara semakin dingin.Ketika kesadarannya perlahan terkumpul, Sabiya mendapati dirinya terbaring di atas ranjang berhias kelambu putih. Cahaya dari lampu gantung di kamar menjadi satu-satunya penerang di dalam ruangan tersebut.Masih sedikit linglung, Sabiya mencoba menggerakkan tubuhnya untuk duduk. Namun, ia langsung terhempas lagi ke atas kasur, sebab kedua pergelangan kakinya terikat oleh borgol.Saat itulah tatapan Sabiya memandangi tubuhnya sendiri.Pakaian kerja yang ia kenakan telah lenyap. Sebagai gantinya, sebuah gaun malam berwarna putih membalut tubuhnya dengan sangat pas.Sensasi terhina dan ngeri langsung merayap di punggung Sabiya. Siapa yang telah mengganti pakaiannya ketika ia tidak sadarkan diri?Dengan kalut, Sabiya meraba bagian depan tubuhnya. Tidak ada tanda-tanda pelecehan maupun kekerasan."Anda sudah sadar, Nona Rosella?"

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status