Share

Resmi Berpisah

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-10-25 18:00:05

Mendengar bunyi ketukan tersebut, Sabiya segera berjalan pelan-pelan. Pergelangan kakinya masih berdenyut nyeri, memaksanya untuk sedikit menyeret langkah di atas lantai.

Ketika ia membuka pintu, tampak Bibi Elma berdiri dengan napas sedikit memburu. Wanita itu masih memakai apron.

"Bibi Elma, siapa tamu yang datang?" tanya Sabiya dengan dahi berkerut.

Bibi Elma menoleh sedikit ke arah ruang tamu sebelum kembali menatap majikannya.

"Mereka bilang mereka adalah pengacara utusan dari Tuan Roman."
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pelindung Sejati

    Tanpa menunda lagi, Sabiya bergegas menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya."Halo, Kak Jetro? Bagaimana kabarmu?” sapa Sabiya lembut.Di seberang sambungan, Sabiya bisa mendengar langkah kaki Jetro yang berderap di atas lantai. Sepertinya, pria itu sedang berjalan tergesa-gesa menyusuri sebuah lorong."Maaf kalau aku mengganggu kesibukanmu. Aku hanya ingin memberitahu bahwa aku baru saja menerima dokumen dari pengadilan," ucap Sabiya dengan nada yang sangat hati-hati. Ia tidak ingin melukai perasaan pria itu lebih jauh. "Kakak sudah menerimanya juga?"Langkah kaki di seberang sana berhenti. Terdengar embusan napas berat sebelum Jetro membalas ucapannya."Aku sudah menerimanya juga, Sabiya," jawab Jetro dengan nada datar. "Tapi persetan dengan surat cerai itu. Aku lebih senang karena mengetahui kau baik-baik saja."Sabiya tertegun sejenak. "Kakak tahu apa yang terjadi?""Tentu saja," rutuk Jetro dengan nada frustrasi. "Kemarin, Ares mengirimkan pesan singkat pa

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Resmi Berpisah

    Mendengar bunyi ketukan tersebut, Sabiya segera berjalan pelan-pelan. Pergelangan kakinya masih berdenyut nyeri, memaksanya untuk sedikit menyeret langkah di atas lantai.Ketika ia membuka pintu, tampak Bibi Elma berdiri dengan napas sedikit memburu. Wanita itu masih memakai apron."Bibi Elma, siapa tamu yang datang?" tanya Sabiya dengan dahi berkerut.Bibi Elma menoleh sedikit ke arah ruang tamu sebelum kembali menatap majikannya."Mereka bilang mereka adalah pengacara utusan dari Tuan Roman."Mata Sabiya sedikit melebar. Untuk apa pengacara Roman mencarinya di tengah situasi yang masih serba kacau ini?Melihat keraguan di wajah Sabiya, Bibi Elma dengan cepat menawarkan diri."Apa Nyonya mau saya bantu menemui mereka, atau saya suruh mereka menunggu sampai Nyonya merasa lebih baik?""Tidak perlu," tolak Sabiya halus. “Aku akan menemui mereka sendiri. Bibi Elma bisa kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan.""Baik, Nyonya."Setelah Bibi Elma menunduk hormat dan berlalu menuju area

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menanti Kepulangannya

    Usai berdoa bersama, Sabiya membantu Ares dan Altair bersiap ke sekolah dengan perasaan yang lebih tenang. Ia memakaikan seragam, menemani sarapan, serta memastikan semua peralatan sekolah mereka lengkap.Tepat pukul tujuh pagi, Zavier dan tiga orang pengawal sudah menunggu di depan pintu apartemen. Mereka akan mengantar si kembar ke sekolah dengan pengamanan ketat. Kemudian, mereka akan membawa pulang mobil Sabiya yang masih tertinggal di vila.Sabiya melepas kepergian anak-anaknya, melambaikan tangan hingga punggung mereka tak terlihat lagi di koridor.Setelah suasana apartemen kembali sepi, Sabiya berjalan perlahan menuju kamarnya. Ia baru saja duduk di tepi ranjang saat ponselnya berdering nyaring.Layar ponsel menampilkan nama Nyonya Vivian, sang pemilik Elegance Jewelry. Sabiya segera merapikan rambutnya sedikit, lalu menekan tombol terima untuk panggilan video tersebut.Wajah Nyonya Vivian muncul di layar. Wanita karier yang biasanya selalu tampil elegan itu terlihat cemas."Ro

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Harapan untuk Hidup

    Di balik pintu ganda berwarna putih pucat, perjuangan antara hidup dan mati sedang berlangsung.Lampu operasi menyorot terang di atas meja bedah rumah sakit Lisea. Bunyi monoton dari monitor detak jantung menjadi satu-satunya ritme yang menemani para tenaga medis.Di atas meja itu, Roman terbaring tanpa daya. Pria yang beberapa jam lalu merobohkan belasan musuh kini terlihat sangat rapuh dengan berbagai selang yang terhubung ke tubuhnya.Seorang dokter bedah senior memusatkan pandangannya pada luka tembak di bahu kanan Roman.Dengan gerakan tangan yang sangat hati-hati, ia menggunakan pinset bedah untuk menjangkau proyektil logam yang bersarang sangat dekat dengan pembuluh darah utama.Pendarahan dari luka itu terus merembes keluar. Perawat di sebelahnya dengan sigap menyeka darah dan mengganti kantong transfusi untuk kesekian kalinya."Tekanan darah pasien terus menurun, Dokter," lapor ahli anestesi. Matanya terus terpaku pada layar monitor yang menunjukkan angka vital Roman."Sediki

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Melewati Cobaan

    Merasakan kegelisahan dalam hatinya, Sabiya berjalan pelan-pelan mendekati Zavier."Zavier, apa kau mendapat kabar dari Lisea?"Zavier tersentak. Pria itu segera menoleh ke belakang, menatap Sabiya dengan sorot mata yang menyiratkan keterkejutan bercampur kegugupan.Ia buru-buru menjauhkan ponsel dari telinganya sambil menelan ludah kasar."Benar, Nyonya. Ini dari Tuan Dante. Dia menanyakan bagaimana kondisi Nyonya,” kata Zavier. “Katanya... itu adalah pesan khusus dari Tuan Roman."Mendengar nama Roman disebut, dada Sabiya terasa berdesir nyeri. Ada jeda yang sangat ganjil dalam penuturan Zavier."Lalu, bagaimana dengan kondisi Roman?" tanya Sabiya. "Apakah dia baik-baik saja? Apakah pertempuran di pabrik baja itu sudah selesai?"Alih-alih menjawab dengan cepat dan lugas, Zavier justru terdiam. Rahang pengawal tangguh itu tampak mengeras."Jawab aku, Zavier! Kenapa kau diam saja?" desak Sabiya semakin curiga. “Apa yang terjadi pada Roman?”Zavier masih membisu, tampak sangat bimbang

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pertemuan yang Mengharukan

    Berbeda dengan Dominic, suasana tegang perlahan mencair bagi Sabiya. Wanita itu menoleh ke belakang untuk kesekian kalinya. Melalui kaca jendela mobil, ia tidak lagi melihat sorot lampu mobil yang mengejar mereka. Yang terlihat hanyalah deretan lampu jalanan serta mobil-mobil penduduk lokal yang melaju santai.Sabiya mengembuskan napas panjang. Udara yang sedari tadi terasa mencekik tenggorokannya kini seakan terlepas. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya yang terasa pening ke jok kulit mobil. Kelegaan yang luar biasa besar membanjiri dadanya. Akhirnya, ia berhasil. Ia selamat dari cengkeraman pria psikopat itu."Kita sudah aman, Nyonya Sabiya," ucap Zavier memecah keheningan. Nada suara pria itu kembali tenang dan sopan. "Dominic tidak akan berani mengikuti kita sampai ke sini. Kamera pengawas kota dan patroli polisi terlalu banyak."Sabiya mengangguk lemah, mengusap wajahnya yang kuyu dengan kedua tangan. "Terima kasih, Zavier. Jika kalian tidak datang tepat waktu... aku tid

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status