Share

BAB 69

Author: Rosela2505
last update publish date: 2026-10-04 04:33:49

TUJUH TAHUN YANG TERLALU LAMA

Ia mengepalkan tangannya dan mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu mungkin hanya kebetulan. Namun, sebelum pikirannya berhasil menemukan alasan lain, suara Erik kembali terdengar dari meja tersebut.

“Aku sudah menunggu tujuh tahun.”

Ardi langsung mengangkat wajah.

Tujuh tahun?

Angka tersebut membuat tubuhnya terasa kaku. Ia menatap Erik dengan tatapan tidak percaya karena tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 71

    7 TAHUN YANG SAMA Ardi masih duduk di atas kasurnya dengan ponsel yang masih berada di tangannya, meskipun layar perangkat itu sudah lama tidak lagi ia perhatikan. Pikirannya justru kembali membawanya ke masa kuliah, ketika dirinya dan Erik memang cukup dekat. Mereka sering bertemu, terkadang mengerjakan tugas bersama, makan di tempat yang sama, bahkan beberapa kali berbicara hingga larut malam mengenai rencana masing-masing setelah lulus.Erik bukan tipe orang yang mudah menceritakan perasaannya kepada orang lain. Namun, ada satu malam yang sampai sekarang masih diingat Ardi. Saat itu, mereka duduk berdua di sebuah tempat makan sederhana yang berada tidak jauh dari kampus. Erik terlihat berbeda dari biasanya karena lebih banyak diam dan sesekali hanya menatap jalanan di depan mereka. Ardi yang merasa penasaran akhirnya bertanya, “Kau kenapa?”Erik hanya tersenyum dan menjawab singkat, “Tidak apa-apa.”“Bohong.”Erik tertawa ke

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 70

    PENGGEMAR RAHASIARumah baru Naila terasa jauh lebih tenang dibandingkan rumah yang pernah ia tinggali bersama Ardi. Rumah itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membuatnya merasa nyaman karena setiap sudutnya perlahan mulai dipenuhi barang-barang yang ia pilih sendiri. Tidak ada lagi perabot yang harus disesuaikan dengan keinginan orang lain, tidak ada suara yang memanggilnya hanya ketika membutuhkan sesuatu, dan tidak ada pula perasaan bahwa dirinya harus selalu bertanggung jawab atas kehidupan banyak orang.Malam itu, Naila baru saja sampai di rumah setelah seharian berada di kantor. Begitu membuka pintu, ia melihat sebuah buket bunga besar yang diletakkan di depan teras sehingga langkahnya langsung terhenti. Ia menatap buket tersebut dengan heran. Bunga-bunga itu tersusun begitu rapi, warnanya lembut dan terlihat segar, bahkan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan kiriman-kiriman sebelumnya.Tidak ada nama pengirim, hanya sebuah kart

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 69

    TUJUH TAHUN YANG TERLALU LAMA Ia mengepalkan tangannya dan mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu mungkin hanya kebetulan. Namun, sebelum pikirannya berhasil menemukan alasan lain, suara Erik kembali terdengar dari meja tersebut. “Aku sudah menunggu tujuh tahun.” Ardi langsung mengangkat wajah. Tujuh tahun? Angka tersebut membuat tubuhnya terasa kaku. Ia menatap Erik dengan tatapan tidak percaya karena tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Lebih mengejutkan lagi, angka tersebut sama dengan lamanya pernikahan Naila dan dirinya. Tujuh tahun. Angka yang sama dengan waktu yang pernah disebut oleh pria misterius melalui telepon kepada Naila. Ingatan lama tiba-tiba muncul kembali dalam benaknya. Ketika masih bersama Naila, pernah ada masa ketika perempuan itu menerima saran mengenai saham dari seorang teman. Saat itu, Ardi tidak pernah merasa perlu menge

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 68

    RAHASIA ERIKErik.Pria itu sedang duduk bersama beberapa orang dan tampak sedang membicarakan sesuatu dengan serius. Ardi mengenali dua orang yang berada di meja tersebut sebagai kolega bisnis yang pernah beberapa kali ia lihat dalam acara perusahaan. Mereka berbicara dengan suasana yang cukup serius, sementara Erik sesekali tersenyum dan menanggapi pembicaraan mereka dengan tenang.Ardi memilih berdiri agak jauh agar tidak langsung terlihat.“Berarti benar dia masih bekerja di Nexora,” gumamnya dalam hati.Ia baru saja hendak mendekat ketika salah seorang pria di meja itu mulai berbicara kepada Erik.“Selamat siang, Pak Erik. Bagaimana hari Anda?”Ardi mengangguk kecil sambil memperhatikan dari kejauhan.“Pantas saja aku melihatnya bersama Naila.”Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih jauh, arah pembicaraan di meja tersebut tiba-tiba berubah. Salah seorang kolega Erik menatapnya dengan ekspresi ser

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 67

    SIAPA ERIK? Setelah keluar dari gedung Nexora Group, Ardi tidak langsung pulang. Ia berjalan beberapa langkah menuju area parkir, tetapi kemudian berhenti di dekat trotoar dan menoleh ke belakang. Gedung tinggi yang berdiri megah di hadapannya tampak begitu berbeda dari apa yang ia ingat tentang Nexora beberapa tahun lalu. Namun, bukan perubahan perusahaan itu yang terus memenuhi pikirannya, melainkan pemandangan yang baru saja ia saksikan di dalam lobby.Naila tertawa bersama Erik.Bukan senyum basa-basi yang biasa ia lihat ketika Naila sedang berbicara dengan rekan bisnis, bukan pula ekspresi dingin yang perempuan itu tunjukkan kepadanya beberapa menit sebelumnya. Ada sesuatu yang berbeda dari cara Naila berada di dekat Erik. Perempuan itu terlihat santai, seolah tidak perlu menjaga sikap atau menyembunyikan perasaannya ketika berada di samping pria tersebut.Yang paling mengganggu pikiran Ardi adalah ketika Naila tiba-tiba menggenggam tangan Erik dan meminta pria itu untuk tidak p

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 66

    AKU SUDAH SELESAI DENGANMU part 2 Ardi hanya mengangguk kecil, kemudian kembali mengarahkan pandangannya kepada Naila. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi keberadaan Erik membuatnya merasa seolah ada jarak yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. “Aku sebenarnya datang untuk bertemu Naila,” katanya akhirnya. Mendengar itu, Erik melihat jam tangannya. “Kalau begitu, aku pergi dulu.” Erik baru saja hendak melangkah ketika tiba-tiba Naila meraih tangannya dan menahannya. Gerakan tersebut membuat Ardi terdiam. Naila menggenggam tangan Erik dengan begitu santai, seolah apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkan. Erik sendiri terlihat sedikit terkejut dan menoleh kepadanya. “Kau yakin?” tanyanya. Naila mengangguk. “Tidak perlu pergi. Aku tidak punya alasan untuk meninggalkanmu ha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status