Share

Bab 3

Penulis: Aulita
Ujung pena yang tajam menembus telapak tanganku hampir dalam seketika. Darah mengalir deras dari luka tersebut. Aku menjerit dan wajahku sangat terdistorsi saking sakitnya.

Aku bisa mendengar jelas suara saraf tanganku yang diinjak sampai putus. Kemudian, dia merebut map dokumen dari tanganku dan merobeknya hingga hancur di depan semua orang. Setelah itu, dia baru menghantamkan serpihan-serpihannya ke wajahku.

"Dasar pecundang nggak berpendidikan! Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu untuk ajari kamu apa arti dari jangan mengincar apa yang bukan milikmu!"

Setelah itu, anak buahnya mengangkatku ke udara lagi. Akibat tendangan sebelumnya, tubuh bagian bawahku sudah berlumuran darah.

Kepalaku terkulai lemas. Aku mengira Filbert akan berhenti menyiksaku. Tak disangka, dia memerintahkan anak buahnya untuk membawaku ke lobi perusahaan.

Resepsionis dan pejalan kaki yang lewat di luar terkejut melihat pemandangan ini. Beberapa orang yang tidak tahu apa-apa bertanya apa yang telah terjadi.

Filbert hanya terkekeh, lalu mengamatiku dengan dingin.

"Asisten baru ini nggak tahu aturan perusahaan dan mencoba merayu bos di hari pertamanya. Aku cuma memberinya sedikit pelajaran."

Beberapa orang yang lewat tidak tahan melihatnya. Sembari menuduhku menggunakan cara tercela, mereka juga menyarankan untuk mengakhiri masalah ini.

"Sudah cukup. Orang yang nggak tahu mungkin akan mengira kamu itu suami sah yang menghajar selingkuhan istri! Kalian sama-sama rekan kerja. Menyiksa orang seperti ini benar-benar keterlaluan!"

Tanpa diduga, Filbert tidak marah. Sebaliknya, dia malah tertawa. Dia menertawakan kebutaan mereka.

"Kalian tahu aku siapa? Ayahku adalah eksekutif senior perusahaan ini. Aku satu-satunya pria yang pantas mendampingi Bu Arabella! Pernikahanku dengan putri Keluarga Jahardi sudah pasti. Memangnya ini bukan kasus suami sah yang menghajar selingkuhan istri?"

Mendengar Filbert berkata seperti itu, tidak ada yang berani berbicara lagi. Bagaimanapun juga, Keluarga Jahardi adalah keberadaan yang nyaris tak tersentuh di seluruh provinsi. Sementara itu, kakakku, Arabella Jahardi, adalah pemegang kendali Keluarga Jahardi saat ini.

Hanya saja, mereka tidak tahu bahwa Keluarga Jahardi memiliki seorang putra yang tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan umum.

Awalnya, ayahku hendak mewariskan Grup Jahardi kepadaku. Sayangnya, aku menolak untuk mengambil alih perusahaan. Aku memfokuskan seluruh perhatianku pada penelitian ilmiah supaya bisa mengabdi kepada negara.

Ini juga merupakan alasan kenapa selama tujuh tahun penuh, tidak ada media yang pernah secara terbuka mengumumkan bahwa Keluarga Jahardi bukan hanya memiliki seorang putri.

Filbert jelas juga tidak mengetahui hal ini. Melihat kerumunan yang makin besar di depan perusahaan, dia malah diam-diam merasa senang.

"Asal kamu tahu, bukan cuma aku, bahkan Bu Arabella juga membenci gigolo yang mencoba menaiki tangga sosial sepertimu. Berhubung kamu berani menodai tunanganku, kamu pasti akan menghilang dari kota ini!"

Selama perdebatan, seorang eksekutif senior mengetahui situasi tersebut dan bergegas ke lobi. Melihatku berlutut di luar perusahaan dengan tampang berantakan, dia sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia tersenyum dan memuji Filbert.

"Putraku benar-benar hebat. Sebelum bergabung dengan Keluarga Jahardi, kamu sudah tahu harus menyingkirkan segala halangan. Setelah kamu jadi bagian dari Keluarga Jahardi, Ayah juga akan kecipratan untung!"

Aku memelototi ayah dan anak di hadapanku sambil tersenyum sinis. Kemudian, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk membantah, "Lanjut mimpi saja! Setelah apa yang kalian lakukan padaku hari ini, jangan harap kalian bisa menginjakkan kaki di pintu Keluarga Jahardi seumur hidup kalian!"

Mendengar ini, pria itu langsung marah dan menendangku hingga aku jatuh ke lantai. Dia menggunakan tangannya yang gemuk untuk melayangkan tamparan bertubi-tubi ke wajahku.

Aku ditampar sampai gendang telingaku pecah dan bibirku robek. Hingga suara mereka makin samar dan yang tersisa hanyalah dengungan yang menusuk di telingaku.

"Beraninya kamu bicara seperti itu padaku! Kurasa kamu sudah bosan hidup!"

Seusai berbicara, dia hendak memukulku lagi. Namun, beberapa orang berseragam kerja bergegas berjalan menembus kerumunan dan menghentikannya.

"Kenneth!"

Aku membuka mata, lalu memandang ke arah itu dengan lemah dan menemukan atasanku telah datang dengan membawa beberapa rekan kerjaku.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 8 

    Pada malam kepulanganku ke dalam negeri, kakakku sudah menunggu di bandara dengan mobilnya. Saat melihatku, kilatan tak percaya terpancar di matanya."Ya Tuhan, Kenneth, kamu benar-benar lebih tampan dari sebelumnya!" Aku tersenyum lebar dan memasukkan koperku ke bagasi.Dalam perjalanan pulang, kakakku membahas tentang Filbert lagi."Kenneth, waktu kamu tinggal di luar negeri, ayah Filbert meninggal. Dengar-dengar, setelah dia dipenjara, istrinya kabur dengan pria lain. Berita tentang Filbert juga sepenuhnya disegel. Jadi, dia mengalami gangguan mental dan membenturkan kepalanya di sel penjara. Kamu nggak tahu betapa mengerikannya pemandangan itu. Katanya, kepalanya hancur lebur dan dia meninggal di tempat." Ayahku tersenyum sinis, lalu mengejek, "Mampus! Kematian justru terasa bagaikan hukuman ringan buat orang sepertinya! Dia seharusnya merasakan setiap bentuk penyiksaan yang ada di dunia!" Ibuku merasa agak bingung setelah mendengar ucapan kakakku. Dia bertanya dengan ragu, "Gim

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 7

    Kakakku yang memasang tampang jijik menutup hidungnya, lalu menendang perut Filbert tanpa ampun. Filbert menjerit kesakitan dan memuntahkan seteguk darah. Namun, itu belum cukup. Kebencian sudah menguasai pikiran kakakku. Dia mengambil pipa baja di samping dan menusukkannya ke telapak tangan Filbert.Setelah menjerit kesakitan beberapa kali berturut-turut, Filbert akhirnya kehilangan seluruh tenaganya. Pandangannya menjadi gelap dan dia tidak sadarkan diri.Aku mengulurkan tangan untuk menghentikan Arabella dan mencoba mengembalikan sisa akal sehatnya."Kak, sudah cukup. Kalau kamu terus memukulnya, dia akan mati. Aku nggak mau kamu berakhir di penjara seperti mereka." Tubuhnya menegang dan matanya terlihat merah saat menoleh ke arahku."Kenneth, maaf, Kakak datang terlambat. Kalau aku nggak pergi hadiri acara bisnis, kamu nggak akan disiksa sampai seperti ini oleh dua pecundang ini," katanya. Air mata penyesalan mengalir di wajahnya."Jangan khawatir, Kakak pasti akan carikan dokter

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 6

    "Cuma jeblosin bajingan seperti kalian ke penjara nggak akan cukup untuk meredakan amarahku. Sebelum itu, aku harus buat kalian rasakan penderitaan yang kalian timbulkan pada Kenneth beribu-ribu kali lipat dulu!" Arabella melambaikan tangannya, lalu para pengawal di belakangnya langsung menyerbu maju. Mereka mengabaikan permohonan ampun Filbert dan ayahnya, lalu mengikat dan memasukkan mereka ke mobil.Sementara itu, aku sudah pingsan akibat luka yang terlalu parah.Ketika membuka mata lagi, aku sudah terbaring di vila Keluarga Jahardi.Melihatku sudah sadar, ibuku langsung menangis tak terkendali. "Kenneth, akhirnya kamu sadar juga! Kamu sudah nggak sadarkan diri selama tiga hari!" Dia menggenggam tanganku erat-erat. Wajahnya terlihat lesu, seolah-olah dia sudah tidak tidur selama beberapa hari berturut-turut."Ibu, aku baik-baik saja. Kakak di mana?" Aku memaksakan diri untuk duduk di tempat tidur. Ayahku yang mendengar suara dari dalam kamar buru-buru membuka pintu."Putraku saya

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 5 

    Arabella berhenti di depanku. Saat melihatku yang sekarat tergeletak di genangan darah, tatapan paniknya berubah menjadi amarah dan kebencian."Pria yang kamu bilang mencoba merayuku itu dia?" tanya Arabella dengan dingin.Filbert mengangguk dengan kuat, lalu mencondongkan tubuh ke depan dan hendak memeluk Arabella."Dia orangnya, Bu Arabella! Demi membantumu menyingkirkan sampah, aku memukulnya sampai tanganku sakit. Bajingan miskin itu masih berani bilang dia datang bukan untuk merayumu. Jelas-jelas, aku melihat informasi kontakmu di bagian paling atas ponselnya!" Saat berbicara sampai setengah, Filbert menyadari tubuh Arabella gemetar."Bu Arabella, ada apa? Apa hukuman mereka masih belum cukup berat? Kalau kamu nggak senang, aku bisa ...." Sebelum Filbert selesai bicara, Arabella tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dengan satu perintah singkat, pengawal di sampingnya langsung menendang Filbert. Filbert melayang beberapa meter sebelum kepalanya menghantam pot bunga di meja resepsi

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 4

    Melihat keadaanku yang tragis, mereka semua terkejut dan langsung merinding."Ya Tuhan, kenapa kamu dipukuli mereka sampai begini! Ini sudah keterlaluan! Apa kalian nggak tahu ini tindakan melanggar hukum!"Mendengar ini, Filbert terkekeh. Dia berjalan santai ke sisiku dan berkacak pinggang."Kalian kira kalian itu siapa hingga berani ikut campur dalam urusanku! Memangnya kalian nggak tahu? Di kota ini, Keluarga Jahardi adalah penegak hukum! Aku ini tunangan dari pemimpin Keluarga Jahardi! Kalau pecundang rendahan seperti kalian masih berani membelanya, percayalah, aku akan buat seluruh keluarga kalian menderita!"Kata-kata ini berhasil mengintimidasi orang-orang di sekitar, tetapi sama sekali tidak mempan terhadap atasanku. Dia adalah orang yang melihat Arabella tumbuh besar. Dia tidak percaya bahwa kakakku akan menikahi pria seperti Filbert. Jadi, dia menghubungi nomor kakakku."Bella, Kenneth sudah ditindas! Cepat kembali ke perusahaan sekarang juga!"Melihat ini, ayah Filbert mereb

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 3

    Ujung pena yang tajam menembus telapak tanganku hampir dalam seketika. Darah mengalir deras dari luka tersebut. Aku menjerit dan wajahku sangat terdistorsi saking sakitnya.Aku bisa mendengar jelas suara saraf tanganku yang diinjak sampai putus. Kemudian, dia merebut map dokumen dari tanganku dan merobeknya hingga hancur di depan semua orang. Setelah itu, dia baru menghantamkan serpihan-serpihannya ke wajahku."Dasar pecundang nggak berpendidikan! Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu untuk ajari kamu apa arti dari jangan mengincar apa yang bukan milikmu!"Setelah itu, anak buahnya mengangkatku ke udara lagi. Akibat tendangan sebelumnya, tubuh bagian bawahku sudah berlumuran darah.Kepalaku terkulai lemas. Aku mengira Filbert akan berhenti menyiksaku. Tak disangka, dia memerintahkan anak buahnya untuk membawaku ke lobi perusahaan.Resepsionis dan pejalan kaki yang lewat di luar terkejut melihat pemandangan ini. Beberapa orang yang tidak tahu apa-apa bertanya apa yang telah terjadi.F

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status