Share

Bab 4

Penulis: Aulita
Melihat keadaanku yang tragis, mereka semua terkejut dan langsung merinding.

"Ya Tuhan, kenapa kamu dipukuli mereka sampai begini! Ini sudah keterlaluan! Apa kalian nggak tahu ini tindakan melanggar hukum!"

Mendengar ini, Filbert terkekeh. Dia berjalan santai ke sisiku dan berkacak pinggang.

"Kalian kira kalian itu siapa hingga berani ikut campur dalam urusanku! Memangnya kalian nggak tahu? Di kota ini, Keluarga Jahardi adalah penegak hukum! Aku ini tunangan dari pemimpin Keluarga Jahardi! Kalau pecundang rendahan seperti kalian masih berani membelanya, percayalah, aku akan buat seluruh keluarga kalian menderita!"

Kata-kata ini berhasil mengintimidasi orang-orang di sekitar, tetapi sama sekali tidak mempan terhadap atasanku. Dia adalah orang yang melihat Arabella tumbuh besar. Dia tidak percaya bahwa kakakku akan menikahi pria seperti Filbert. Jadi, dia menghubungi nomor kakakku.

"Bella, Kenneth sudah ditindas! Cepat kembali ke perusahaan sekarang juga!"

Melihat ini, ayah Filbert merebut ponsel atasanku, lalu membantingnya ke lantai tanpa mengatakan apa pun. Dalam seketika, ponsel itu hancur berkeping-keping.

Dia berbicara sambil tersenyum mengejek, "Jangan sok hebat! Lihat saja penampilanmu yang lusuh, kamu itu pekerja yang kabur dari pabrik mana, sih! Beraninya kamu sok mau dekati Bu Arabella! Satpam! Beri para gelandangan ini pelajaran! Kalau nggak, kalian nggak perlu datang kerja lagi mulai besok!"

Melihat eksekutif senior telah berbicara, para pekerja itu tentu saja tidak berani menunda waktu lagi. Mereka berjalan ke arah kami dengan tampang mengancam sambil mengacungkan tongkat listrik.

"Apa kalian semua sudah gila! Kalau berani menyentuh kami hari ini, kalian akan habiskan sisa hidup kalian di penjara!"

Rekan-rekanku melindungiku di belakang mereka dan menatap para satpam dengan dingin.

Namun, mereka yakin kami hanyalah orang biasa tanpa kekuatan atau pengaruh. Pemimpin mereka langsung mengangkat tongkat listrik dan mengayunkannya ke wajah salah satu rekanku.

"Ah!"

Setelah berteriak kesakitan, dia jatuh ke lantai dengan wajahnya berlumuran darah. Sudut bibirnya dipukul sampai berdarah dan koyak, sedangkan tubuhnya kejang-kejang tak terkendali.

Meskipun begitu, rekan-rekanku yang lain tetap melindungiku dengan baik.

"Setelah kasih pelajaran ke sekelompok sampah seperti kalian, aku akan lapor kepada Bu Arabella bahwa ada orang yang pakai namanya untuk mengintimidasi orang di luar! Pada saat itu, kalian dan seluruh keluarga kalian akan diusir dari kota ini!"

Beberapa satpam itu menyerang kami dan berhasil mengamankan rekan-rekan kerja yang mengadang di depanku. Atasanku bergegas maju untuk menghentikan mereka, tetapi dipukul dengan tongkat listrik hingga jatuh ke lantai. Bau daging terbakar memenuhi seluruh aula.

Ternyata para bajingan tak berperasaan ini menaikkan tegangan ke pengaturan tertinggi!

Aku berjuang untuk tetap sadar dan menopang tubuh bagian atasku. Namun, seseorang malah mencengkeram leherku dari belakang.

Filbert berdiri di depanku dan tersenyum jahat.

"Sudah lihat, bajingan miskin? Bukan cuma kamu, tapi juga ayahmu dan rekanmu. Aku bisa hancurkan kalian semua semudah menghancurkan semut!"

Aku menggertakkan gigi dan memelototinya dengan menantang. Darah sudah mengaburkan pandanganku. Aku meronta mati-matian, tetapi kepalaku malah dihantam dengan tongkat listrik. Dalam sekejap, aku roboh ke lantai seperti boneka yang talinya putus.

Berhubung kehilangan banyak darah, aku tidak punya kekuatan lagi. Pandanganku mulai kabur, sedangkan napasku juga perlahan melemah.

Tiba-tiba, kerumunan menjadi kacau. Arabella yang berwajah muram menerobos kerumunan dengan panik.

Filbert menoleh ke arah itu. Dalam sekejap, ekspresi jahat dan kejamnya menghilang dan digantikan oleh senyum berseri-seri.

"Bu Arabella! Akhirnya kamu kembali juga! Tadi, ada seorang gigolo nggak tahu malu yang mau merayumu. Aku sudah memberinya pelajaran!"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 8 

    Pada malam kepulanganku ke dalam negeri, kakakku sudah menunggu di bandara dengan mobilnya. Saat melihatku, kilatan tak percaya terpancar di matanya."Ya Tuhan, Kenneth, kamu benar-benar lebih tampan dari sebelumnya!" Aku tersenyum lebar dan memasukkan koperku ke bagasi.Dalam perjalanan pulang, kakakku membahas tentang Filbert lagi."Kenneth, waktu kamu tinggal di luar negeri, ayah Filbert meninggal. Dengar-dengar, setelah dia dipenjara, istrinya kabur dengan pria lain. Berita tentang Filbert juga sepenuhnya disegel. Jadi, dia mengalami gangguan mental dan membenturkan kepalanya di sel penjara. Kamu nggak tahu betapa mengerikannya pemandangan itu. Katanya, kepalanya hancur lebur dan dia meninggal di tempat." Ayahku tersenyum sinis, lalu mengejek, "Mampus! Kematian justru terasa bagaikan hukuman ringan buat orang sepertinya! Dia seharusnya merasakan setiap bentuk penyiksaan yang ada di dunia!" Ibuku merasa agak bingung setelah mendengar ucapan kakakku. Dia bertanya dengan ragu, "Gim

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 7

    Kakakku yang memasang tampang jijik menutup hidungnya, lalu menendang perut Filbert tanpa ampun. Filbert menjerit kesakitan dan memuntahkan seteguk darah. Namun, itu belum cukup. Kebencian sudah menguasai pikiran kakakku. Dia mengambil pipa baja di samping dan menusukkannya ke telapak tangan Filbert.Setelah menjerit kesakitan beberapa kali berturut-turut, Filbert akhirnya kehilangan seluruh tenaganya. Pandangannya menjadi gelap dan dia tidak sadarkan diri.Aku mengulurkan tangan untuk menghentikan Arabella dan mencoba mengembalikan sisa akal sehatnya."Kak, sudah cukup. Kalau kamu terus memukulnya, dia akan mati. Aku nggak mau kamu berakhir di penjara seperti mereka." Tubuhnya menegang dan matanya terlihat merah saat menoleh ke arahku."Kenneth, maaf, Kakak datang terlambat. Kalau aku nggak pergi hadiri acara bisnis, kamu nggak akan disiksa sampai seperti ini oleh dua pecundang ini," katanya. Air mata penyesalan mengalir di wajahnya."Jangan khawatir, Kakak pasti akan carikan dokter

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 6

    "Cuma jeblosin bajingan seperti kalian ke penjara nggak akan cukup untuk meredakan amarahku. Sebelum itu, aku harus buat kalian rasakan penderitaan yang kalian timbulkan pada Kenneth beribu-ribu kali lipat dulu!" Arabella melambaikan tangannya, lalu para pengawal di belakangnya langsung menyerbu maju. Mereka mengabaikan permohonan ampun Filbert dan ayahnya, lalu mengikat dan memasukkan mereka ke mobil.Sementara itu, aku sudah pingsan akibat luka yang terlalu parah.Ketika membuka mata lagi, aku sudah terbaring di vila Keluarga Jahardi.Melihatku sudah sadar, ibuku langsung menangis tak terkendali. "Kenneth, akhirnya kamu sadar juga! Kamu sudah nggak sadarkan diri selama tiga hari!" Dia menggenggam tanganku erat-erat. Wajahnya terlihat lesu, seolah-olah dia sudah tidak tidur selama beberapa hari berturut-turut."Ibu, aku baik-baik saja. Kakak di mana?" Aku memaksakan diri untuk duduk di tempat tidur. Ayahku yang mendengar suara dari dalam kamar buru-buru membuka pintu."Putraku saya

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 5 

    Arabella berhenti di depanku. Saat melihatku yang sekarat tergeletak di genangan darah, tatapan paniknya berubah menjadi amarah dan kebencian."Pria yang kamu bilang mencoba merayuku itu dia?" tanya Arabella dengan dingin.Filbert mengangguk dengan kuat, lalu mencondongkan tubuh ke depan dan hendak memeluk Arabella."Dia orangnya, Bu Arabella! Demi membantumu menyingkirkan sampah, aku memukulnya sampai tanganku sakit. Bajingan miskin itu masih berani bilang dia datang bukan untuk merayumu. Jelas-jelas, aku melihat informasi kontakmu di bagian paling atas ponselnya!" Saat berbicara sampai setengah, Filbert menyadari tubuh Arabella gemetar."Bu Arabella, ada apa? Apa hukuman mereka masih belum cukup berat? Kalau kamu nggak senang, aku bisa ...." Sebelum Filbert selesai bicara, Arabella tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dengan satu perintah singkat, pengawal di sampingnya langsung menendang Filbert. Filbert melayang beberapa meter sebelum kepalanya menghantam pot bunga di meja resepsi

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 4

    Melihat keadaanku yang tragis, mereka semua terkejut dan langsung merinding."Ya Tuhan, kenapa kamu dipukuli mereka sampai begini! Ini sudah keterlaluan! Apa kalian nggak tahu ini tindakan melanggar hukum!"Mendengar ini, Filbert terkekeh. Dia berjalan santai ke sisiku dan berkacak pinggang."Kalian kira kalian itu siapa hingga berani ikut campur dalam urusanku! Memangnya kalian nggak tahu? Di kota ini, Keluarga Jahardi adalah penegak hukum! Aku ini tunangan dari pemimpin Keluarga Jahardi! Kalau pecundang rendahan seperti kalian masih berani membelanya, percayalah, aku akan buat seluruh keluarga kalian menderita!"Kata-kata ini berhasil mengintimidasi orang-orang di sekitar, tetapi sama sekali tidak mempan terhadap atasanku. Dia adalah orang yang melihat Arabella tumbuh besar. Dia tidak percaya bahwa kakakku akan menikahi pria seperti Filbert. Jadi, dia menghubungi nomor kakakku."Bella, Kenneth sudah ditindas! Cepat kembali ke perusahaan sekarang juga!"Melihat ini, ayah Filbert mereb

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 3

    Ujung pena yang tajam menembus telapak tanganku hampir dalam seketika. Darah mengalir deras dari luka tersebut. Aku menjerit dan wajahku sangat terdistorsi saking sakitnya.Aku bisa mendengar jelas suara saraf tanganku yang diinjak sampai putus. Kemudian, dia merebut map dokumen dari tanganku dan merobeknya hingga hancur di depan semua orang. Setelah itu, dia baru menghantamkan serpihan-serpihannya ke wajahku."Dasar pecundang nggak berpendidikan! Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu untuk ajari kamu apa arti dari jangan mengincar apa yang bukan milikmu!"Setelah itu, anak buahnya mengangkatku ke udara lagi. Akibat tendangan sebelumnya, tubuh bagian bawahku sudah berlumuran darah.Kepalaku terkulai lemas. Aku mengira Filbert akan berhenti menyiksaku. Tak disangka, dia memerintahkan anak buahnya untuk membawaku ke lobi perusahaan.Resepsionis dan pejalan kaki yang lewat di luar terkejut melihat pemandangan ini. Beberapa orang yang tidak tahu apa-apa bertanya apa yang telah terjadi.F

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status