Share

Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan
Author: Aulita

Bab 1

Author: Aulita
"Pria itu benar-benar bernyali. Berani-beraninya dia incar Bu Arabella. Dia benar-benar sial karena sudah menyinggung Filbert."

"Dia mungkin belum tahu, meski Filbert cuma seorang pekerja magang, ayahnya itu eksekutif senior perusahaan. Semua pria yang mencoba merayu Bu Arabella sebelumnya akhirnya diusir dalam keadaan tragis!"

Para karyawan di sekitar tak berhenti berbisik.

Filbert menatapku dengan sombong dan penuh peremehan. Pada detik berikutnya, dia mencengkeram rambutku dan mengangkatku dari lantai dengan kasar. Rasa sakit yang menusuk membuat kakiku lemas, dan aku secara refleks mengerang. Namun, yang kudapatkan sebagai balasan adalah tamparan keras lainnya.

"Kamu itu pria dewasa, tapi malah teriak begitu genit. Siapa yang mau coba kamu rayu? Asal kamu tahu, Bu Arabella lagi hadiri acara bisnis di luar hari ini. Dia nggak ada di kantor. Sebaiknya kamu singkirkan pikiran mesummu itu. Kalau aku nggak melumpuhkanmu hari ini, jangan panggil aku Filbert!"

Aku menahan amarahku. Baru saja aku hendak menjelaskan, ponselku yang jatuh ke samping tiba-tiba berdering. Setelah melihat layar ponsel dengan jelas, aku menyadari yang menelepon adalah atasanku. Aku mencoba meraihnya, tetapi Filbert merebut ponsel itu terlebih dahulu. Di depan seluruh karyawan perusahaan, dia menyalakan speaker.

"Kenneth, kamu sudah sampai dan ketemu sama Bella?"

Mendengar panggilan itu, Filbert seketika murka. Dia meraung histeris ke arah ponsel, "Dasar bajingan tua! Apa kamu sudah gila karena terlalu miskin? Berani-beraninya kamu suruh anakmu untuk merayu Bu Arabella! Memangnya Bella itu panggilan yang pantas diucapkan sampah masyarakat sepertimu?"

Atasanku langsung terkejut mendengar penghinaan itu. Sebelum dia sempat menyahut, Filbert tiba-tiba menutup telepon.

"Filbert, ngapain kamu omong kosong sama dia? Lihat wajahnya yang licik, dia mungkin cuma anak orang miskin yang dengar Bu Arabella lagi cari asisten dan berharap bisa nikah sama Bu Arabella."

Anak buah Filbert yang berdiri di samping berkacak pinggang dan mengamatiku dengan tampang penuh ejekan.

Aku menahan rasa sakit yang luar biasa di kulit kepalaku dan mulai menjelaskan dengan suara gemetar. "Nggak, aku datang bukan untuk melamar posisi asisten."

Namun, sebelum aku selesai berbicara, secangkir teh panas mendidih tiba-tiba disiramkan ke wajahku. Rasa sakit yang membakar, seolah ditusuk jarum, segera menyebar ke seluruh tubuhku. Aku jatuh ke lantai dan menggeliat kesakitan. Dalam sekejap, lepuhan-lepuhan besar dan kecil langsung muncul di kulitku yang terluka.

Melihat ini, orang-orang yang menyaksikan bukan hanya tidak membantu, malah tertawa terbahak-bahak.

"Filbert, ngapain kamu siram dia? Gigolo sepertinya mungkin akan berpura-pura kasihan di depan Bu Arabella dengan tampang basah kuyupnya."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 8 

    Pada malam kepulanganku ke dalam negeri, kakakku sudah menunggu di bandara dengan mobilnya. Saat melihatku, kilatan tak percaya terpancar di matanya."Ya Tuhan, Kenneth, kamu benar-benar lebih tampan dari sebelumnya!" Aku tersenyum lebar dan memasukkan koperku ke bagasi.Dalam perjalanan pulang, kakakku membahas tentang Filbert lagi."Kenneth, waktu kamu tinggal di luar negeri, ayah Filbert meninggal. Dengar-dengar, setelah dia dipenjara, istrinya kabur dengan pria lain. Berita tentang Filbert juga sepenuhnya disegel. Jadi, dia mengalami gangguan mental dan membenturkan kepalanya di sel penjara. Kamu nggak tahu betapa mengerikannya pemandangan itu. Katanya, kepalanya hancur lebur dan dia meninggal di tempat." Ayahku tersenyum sinis, lalu mengejek, "Mampus! Kematian justru terasa bagaikan hukuman ringan buat orang sepertinya! Dia seharusnya merasakan setiap bentuk penyiksaan yang ada di dunia!" Ibuku merasa agak bingung setelah mendengar ucapan kakakku. Dia bertanya dengan ragu, "Gim

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 7

    Kakakku yang memasang tampang jijik menutup hidungnya, lalu menendang perut Filbert tanpa ampun. Filbert menjerit kesakitan dan memuntahkan seteguk darah. Namun, itu belum cukup. Kebencian sudah menguasai pikiran kakakku. Dia mengambil pipa baja di samping dan menusukkannya ke telapak tangan Filbert.Setelah menjerit kesakitan beberapa kali berturut-turut, Filbert akhirnya kehilangan seluruh tenaganya. Pandangannya menjadi gelap dan dia tidak sadarkan diri.Aku mengulurkan tangan untuk menghentikan Arabella dan mencoba mengembalikan sisa akal sehatnya."Kak, sudah cukup. Kalau kamu terus memukulnya, dia akan mati. Aku nggak mau kamu berakhir di penjara seperti mereka." Tubuhnya menegang dan matanya terlihat merah saat menoleh ke arahku."Kenneth, maaf, Kakak datang terlambat. Kalau aku nggak pergi hadiri acara bisnis, kamu nggak akan disiksa sampai seperti ini oleh dua pecundang ini," katanya. Air mata penyesalan mengalir di wajahnya."Jangan khawatir, Kakak pasti akan carikan dokter

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 6

    "Cuma jeblosin bajingan seperti kalian ke penjara nggak akan cukup untuk meredakan amarahku. Sebelum itu, aku harus buat kalian rasakan penderitaan yang kalian timbulkan pada Kenneth beribu-ribu kali lipat dulu!" Arabella melambaikan tangannya, lalu para pengawal di belakangnya langsung menyerbu maju. Mereka mengabaikan permohonan ampun Filbert dan ayahnya, lalu mengikat dan memasukkan mereka ke mobil.Sementara itu, aku sudah pingsan akibat luka yang terlalu parah.Ketika membuka mata lagi, aku sudah terbaring di vila Keluarga Jahardi.Melihatku sudah sadar, ibuku langsung menangis tak terkendali. "Kenneth, akhirnya kamu sadar juga! Kamu sudah nggak sadarkan diri selama tiga hari!" Dia menggenggam tanganku erat-erat. Wajahnya terlihat lesu, seolah-olah dia sudah tidak tidur selama beberapa hari berturut-turut."Ibu, aku baik-baik saja. Kakak di mana?" Aku memaksakan diri untuk duduk di tempat tidur. Ayahku yang mendengar suara dari dalam kamar buru-buru membuka pintu."Putraku saya

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 5 

    Arabella berhenti di depanku. Saat melihatku yang sekarat tergeletak di genangan darah, tatapan paniknya berubah menjadi amarah dan kebencian."Pria yang kamu bilang mencoba merayuku itu dia?" tanya Arabella dengan dingin.Filbert mengangguk dengan kuat, lalu mencondongkan tubuh ke depan dan hendak memeluk Arabella."Dia orangnya, Bu Arabella! Demi membantumu menyingkirkan sampah, aku memukulnya sampai tanganku sakit. Bajingan miskin itu masih berani bilang dia datang bukan untuk merayumu. Jelas-jelas, aku melihat informasi kontakmu di bagian paling atas ponselnya!" Saat berbicara sampai setengah, Filbert menyadari tubuh Arabella gemetar."Bu Arabella, ada apa? Apa hukuman mereka masih belum cukup berat? Kalau kamu nggak senang, aku bisa ...." Sebelum Filbert selesai bicara, Arabella tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dengan satu perintah singkat, pengawal di sampingnya langsung menendang Filbert. Filbert melayang beberapa meter sebelum kepalanya menghantam pot bunga di meja resepsi

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 4

    Melihat keadaanku yang tragis, mereka semua terkejut dan langsung merinding."Ya Tuhan, kenapa kamu dipukuli mereka sampai begini! Ini sudah keterlaluan! Apa kalian nggak tahu ini tindakan melanggar hukum!"Mendengar ini, Filbert terkekeh. Dia berjalan santai ke sisiku dan berkacak pinggang."Kalian kira kalian itu siapa hingga berani ikut campur dalam urusanku! Memangnya kalian nggak tahu? Di kota ini, Keluarga Jahardi adalah penegak hukum! Aku ini tunangan dari pemimpin Keluarga Jahardi! Kalau pecundang rendahan seperti kalian masih berani membelanya, percayalah, aku akan buat seluruh keluarga kalian menderita!"Kata-kata ini berhasil mengintimidasi orang-orang di sekitar, tetapi sama sekali tidak mempan terhadap atasanku. Dia adalah orang yang melihat Arabella tumbuh besar. Dia tidak percaya bahwa kakakku akan menikahi pria seperti Filbert. Jadi, dia menghubungi nomor kakakku."Bella, Kenneth sudah ditindas! Cepat kembali ke perusahaan sekarang juga!"Melihat ini, ayah Filbert mereb

  • Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan   Bab 3

    Ujung pena yang tajam menembus telapak tanganku hampir dalam seketika. Darah mengalir deras dari luka tersebut. Aku menjerit dan wajahku sangat terdistorsi saking sakitnya.Aku bisa mendengar jelas suara saraf tanganku yang diinjak sampai putus. Kemudian, dia merebut map dokumen dari tanganku dan merobeknya hingga hancur di depan semua orang. Setelah itu, dia baru menghantamkan serpihan-serpihannya ke wajahku."Dasar pecundang nggak berpendidikan! Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu untuk ajari kamu apa arti dari jangan mengincar apa yang bukan milikmu!"Setelah itu, anak buahnya mengangkatku ke udara lagi. Akibat tendangan sebelumnya, tubuh bagian bawahku sudah berlumuran darah.Kepalaku terkulai lemas. Aku mengira Filbert akan berhenti menyiksaku. Tak disangka, dia memerintahkan anak buahnya untuk membawaku ke lobi perusahaan.Resepsionis dan pejalan kaki yang lewat di luar terkejut melihat pemandangan ini. Beberapa orang yang tidak tahu apa-apa bertanya apa yang telah terjadi.F

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status