Share

30

last update publish date: 2026-05-31 07:00:26

"Naura, are you okay?"

Mahendra menatap Naura yang kembali melamun setelah menceritakan kisah panjang tentang suaminya, Farhan. Tatapan wanita itu kosong, seolah pikirannya sedang berada di tempat lain.

"Oh, maaf sekali, Mahendra. Aku malah melamun dan membuatmu tidak nyaman lagi."

Naura mencoba mengusir kecanggungan di antara mereka. Ia mengambil gelas minumnya dan meneguk beberapa teguk air sebelum kembali menyentuh makanannya.

"It's okay. Kalau kamu suda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   53

    Setelah Mahendra dan Gibran meninggalkannya seorang diri di teras, Naura tetap duduk mematung.Tatapannya kosong mengarah ke taman, tetapi pikirannya kembali pada kejadian sehari sebelumnya.Semua terasa begitu nyata, sekaligus seperti mimpi buruk yang tidak pernah ia bayangkan.Ia memejamkan mata.Dalam benaknya, suara tepuk tangan para tamu kembali terdengar.Farhan baru saja mengakhiri pidatonya dengan penuh percaya diri.Kemudian ia memberikan isyarat kepada Nadya untuk naik ke atas panggung dan melanjutkan sambutan.Saat Nadya baru mengucapkan beberapa kata pembuka.Tiba - tiba layar LED raksasa berkedip.Ruangan yang semula dipenuhi tepuk tangan mendadak hening.Kemudian muncul sebuah judul besar dengan latar hitam dan tulisan merah menyala."PERSELINGKUHAN SEORANG KOMISARIS, TOMI, DENGAN WANITA SIMPANANNYA HINGGA HAMIL."Setelah judul itu muncul, satu per satu foto dan

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   52

    Sinar matahari yang masuk melalui jendela membuat Naura perlahan membuka matanya. Beberapa saat ia hanya menatap langit-langit kamar tamu, berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Lalu semua kejadian itu kembali berputar di kepalanya. Acara peluncuran proyek. Tayangan di layar LED. Tatapan para tamu. Dan rasa sakit yang selama ini berusaha ia pendam. Naura mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya bangkit dari tempat tidur. Di sisi ranjang telah tersedia satu set pakaian ganti, lengkap dengan perlengkapan mandi dan sandal. Di atasnya terdapat secarik kertas kecil. «Silakan dipakai. Semoga ukurannya pas. Kalau ada yang kurang, beri tahu ART. Mahendra» Naura tersenyum tipis. "Terima kasih." gumamnya pelan. Ia pun segera membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah merasa sedikit lebih segar, Naura keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dari ruang keluarga, ia melihat Mahendra sedang duduk di depan laptop. Beberapa dokumen terbuka di layar, sementa

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   51

    Malam semakin larut. Ballroom yang beberapa jam lalu dipenuhi para tamu kini hampir kosong. Hanya tersisa petugas kepolisian, tim keamanan, dan beberapa panitia yang masih membereskan kekacauan. Farhan duduk di salah satu kursi sambil memegang ponselnya. Sudah entah berapa kali ia mencoba menghubungi Naura. Namun hasilnya tetap sama. Tidak ada jawaban. "Farhan." Suara Tomi membuyarkan lamunannya. "Apa polisi sudah menemukan Bagas?" Farhan menggeleng pelan. "Belum, Pa." Tomi mengembuskan napas kasar. "Kurang ajar! Dia sengaja menghancurkan keluarga kita." Farhan tidak menanggapi. Baginya, saat ini ada hal yang lebih penting. "Pa Naura belum bisa dihubungi." Tomi menoleh. "Mungkin dia sudah pulang." "Aku sudah menelepon

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   50

    Mobil melaju meninggalkan lokasi acara yang telah berubah menjadi kekacauan.Sejak keluar dari ballroom, Naura sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun.Tatapannya kosong.Wajahnya pucat.Bahkan buket bunga yang tadi dibawanya kini hanya tergeletak di kursi belakang mobil.Mahendra beberapa kali melirik ke arah Naura."Naura."Tidak ada jawaban.Ia hanya menatap lurus ke depan, seolah pikirannya masih tertinggal di dalam ballroom.Mahendra menghela napas pelan.Ia tahu wanita itu sedang mengalami syok yang luar biasa.Akhirnya, Mahendra memutuskan untuk tidak mengantar Naura kembali ke rumah Farhan.Ia membelokkan mobil menuju rumah pribadinya.---Beberapa puluh menit kemudian.Mobil berhenti di halaman rumah Mahendra.Begitu turun dari mobil, beberapa ART segera menghampiri."Selamat siang, Tuan."Mahendra langsung

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   49

    Farhan berdiri tegak di belakang podium. Ia menarik napas pelan sebelum mulai memberikan sambutannya."Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih atas kehadiran Anda semua pada acara hari ini."Tatapannya menyapu seluruh ballroom yang dipenuhi para tamu undangan."Hari ini merupakan hasil kerja keras banyak pihak. Saya mewakili PT Nusantara Megah Karya mengucapkan terima kasih kepada seluruh investor, rekan bisnis, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung hingga proyek ini dapat memasuki tahap pelaksanaan."Tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan.Farhan melanjutkan pidatonya dengan menjelaskan visi perusahaan, harapan terhadap proyek yang sedang dijalankan, serta pentingnya kerja sama antarpihak.Di meja tamu, Tomi mengangguk puas.Diah tersenyum bangga melihat putranya berbicara dengan penuh percaya diri.Sementara itu, Naura hanya mendengarkan dalam diam.Sesekali pandangannya beralih ke

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   48

    Mobil yang dikendarai Farhan akhirnya memasuki area lokasi acara.Sejak tiba di gerbang utama, suasana sudah terlihat sangat ramai. Para tamu undangan, rekan bisnis, investor, dan awak media mulai berdatangan.Farhan turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Naura.Naura menerima uluran tangan suaminya tanpa banyak bicara.Keduanya berjalan berdampingan menuju pintu masuk.Di sana, Nadya yang bertugas sebagai penerima tamu langsung menyambut mereka dengan senyum profesional."Hei, akhirnya kalian datang juga."Naura membalas senyum itu."Ternyata kamu yang menjadi penerima tamu."Nadya mengangguk."Iya. Hari ini tugasku menyambut para tamu undangan."Naura mengulas senyum tipis."Kalau begitu, selamat ya untukmu dan Mas Farhan. Kalian sudah bekerja keras selama berbulan-bulan demi proyek ini.""Terima kasih," jawab Nadya.Meski tersenyum, tatapan mata Nad

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   47

    Pagi hari yang menjadi hari pelaksanaan proyek akhirnya tiba.Sinar matahari menembus tirai kamar tamu yang sejak dua minggu terakhir menjadi tempat tidur Naura.Baru saja ia selesai mandi, ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Mahendra.«Selamat pagi, Na

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   43

    Keesokan paginya, Farhan bangun lebih awal dari biasanya.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia berniat mengantar Naura ke kampus.Meski hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja, setidaknya ia ingin mencoba memperbaiki sedikit demi sedikit apa yang telah rusak.

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   42

    "Farhan, apa kamu tidak akan menginap lagi?"Nadya menatap Farhan yang mulai membereskan berkas-berkas di atas meja.Farhan menghentikan pekerjaannya sejenak."Aku harus pulang."Nadya mengernyit."Pulang?""Iya.""Kamu serius?"

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   41

    Sore harinya, setelah menyelesaikan beberapa urusan di kampus, Naura memutuskan menemui Arga di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai.Begitu tiba, ia langsung melihat pria itu sudah duduk di sudut ruangan dengan beberapa berkas di atas meja.Naura menarik kursi di hadapannya lal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status