Penjara Cinta Tuan Melvin

Penjara Cinta Tuan Melvin

last updateHuling Na-update : 2026-07-29
By:  Luna PanumbraIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
5Mga Kabanata
4views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Erin Ourora Carolien Ferdinad terjebak dalam pernikahan dengan laki-laki yang tidak pernah masuk dalam daftar rencana masa depannya. Ia ingin lari dengan membuat rencana sempurna untuk bisa berpisah, namun tanpa dia sadari jika laki-laki yang menjadi suaminya Melvin Nathaniel mengawasi semua sisi kehidupannya dan membuatnya terpenjara akan cinta laki-laki itu. Mampukah Erin lepas dari pernikahan yang tidak dia inginkan atau justru terpenjara cinta dari Melvin? Jangan lupakan Eilen, wanita sempurna dari masa lalu Melvin yang siap kembali pada laki-laki yang begitu dia cintai.

view more

Kabanata 1

Bab. 1 Menolak Perjodohan

 “Erin, ada yang ingin Dad sampaikan,” ujar Rio memulai. 

Rio memulai pembicaraanya setelah melirik ke arah istrinya untuk meminta persetujuan. Erin yang mendengar ucapan sang Dad langsung meletakkan sendoknya. Dia paham jika sesuatu yang penting akan disampaikan kepadannya. 

“Dad ingin mengatakan apa?” tanyanya dengan raut wajah penasaran. 

“Kamu ingat dengan Melvin? Anak Uncle Bima?” lanjut Rio. 

Erin mengangguk pelan. Tentu saja dia ingat, dia tidak mungkin lupa dengan orang yang bernama Melvin. Kenang buruk yang diberikan anak sahabat kedua orang tuannya. 

“Dia akan segerah menikah,” lanjut Rio lagi. 

“Oh.” Erin tersenyum tipis. “Kasihan sekali yang akan menjadi istrinya, dia kan orangnya menyebalkan,” batinya mengumpati.“Selamat untuk mereka,” ujar Erin. “Haa aku pikir Dad akan mengatakan apa,” bantinya lagi.

Wajahnya sudah serius. Ternyata hanya sebuah informasi yang tidak ada manfaatnya dan juga tidak penting untuk dia ketahui. Erin kembali meraih sendok yang tadi ia letakkan untuk melanjtkan makan malamnya.

“Bukan mereka Erin, tapi kamu.”

“Dag!”

 “Apa!” sendok yang tadi Erin ambil kembali ketempatnya semula. Jatuh dengan dentingan piring bersamaan dengan suara teriaknnya. 

Erin tidak sadar beteriak. Dia kaget dengan apa yang baru dia dengar. Bahkan secara spontan Erin berdiri saking kagetnya dengan ucapan yang baru saja disampaikan oleh Daddynya. 

“Tidak mungkin! Dad pasti bercanda, kan?” Setelah mengucapkannya, Erin mengalihkan tatapannya menuju sang Mommya Bianca, meminta persetujuan jika apa yang baru dikatakan oleh Dadnya hanya sebuah candaan. 

“Dad mu benar sayang. Kami akan menjodohkanmu dengan Melvin.”

Mendengar jawaban sang Mommy, membuat kedua netra Erin seketika memanas dan tidak menunggu waktu lama, cairan bening sudah jatuh dari kedua netranya membasahi pipinya. Antara marah dan bingung, itu yang dirasakana oleh Erin saat ini, kenapa tiba-tiba kedua orang tuannya mengingkan dia menikah dengan Melvin, laki-laki yang paling tidak dia sukai. 

“Dad, Erin tidak mau,” tolak Erin dengan suara bergetar. 

Rio tidak tega, melihat apa yang terjadi dengan putrinya, tapi dia harus melakukan ini, demi kebaikan putrinya sendiri. Laki-laki itu beranjak dari tempatnya, lalu mendekat ke arah putrinya. Rio meraih tangan Erin dan mengajaknya duduk kembali. 

"Erin." Suara itu keluar dari mulut Rio sambil membelai rambut panjang putrinya. 

Erin seketika menatap laki-laki yang begitu ia sayangi di dunia ini. Lelehen air matanya membasahi kedua pipinya putinya yang sudah memarah, dia ingin mengusap, tapi Dadnya lebih dulu melakukannya. Bukannya berhenti, tapi justru cairan bening itu soal berlomba keluar dari netranya. 

"Maafkan Dad," ucap Rio dengan nada rasa bersalah,  "Dad terpaksa melakukan ini," lanjutnya lagi. 

Erin, gadis itu menampilkan raut wajah bingung. Tentu saja dia begitu, pasalnya kalimat terakhir Dadnya adalah terpaksa. Kenapa? Ia penasaran dengan alasa kata terpaksa dari lak-laki di depannya ini. 

"Moonlight Hotel..." Rio menahan kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. 

Dia menatap dalam wajah sedih putrinya. Berusaha memilih kalimat tepat yang bisa dipahami oleh Erin dan menerima keputusannya nanti, tapi sebelum Rio kembali bicara Erin memilih bertanya. Erin penasaran sebenarnya ada apa, kenapa Dadnya tiba-tiba membicarakan tentang Moonlight Hotel, apa terjadi sesuatu.  

"Ada apa Dad? Kenapa dengan Moonlight Hotel?" tanya Erin penasaran bercampur cemas. Apalagi raut wajah Dadnya semakin menambah kecemasannya. 

"Sebelum kita ke sini, para pemegang saham mengadakan pertemuan," Rio memulai, Erin menyimak setiap kata yang diucapkan oleh Rio. 

Erin meremas gaun yang ada di pahannya mendengar setiap kata yang diucap Daddnya. Ia tertunduk dalam, indara pendengaranya berusaha memahami dan berfikir. Benar, dia memang harus melakukannya dan tidak ada pilihan untuk menolak. Dia tidak menyangka malam ulang tahunnya dia harus memutuskan untuk menikah dengan Melvin Nathaniel. 

“Baik Dad, aku bersediah menikah dengan Melvin.” 

“Tapi Dad, apa Erin bisa meminta syarat dalam pernikahan ini? tanya Erin dengan nada ragu, tapi meskipun begitu dia memang harus mengajukan syarat ini agar kedepannya dia bisa mengambil langkah yang  bisa menyelamatkannya. Entah apa, tapi yang jelas hanya dia yang tau.

“Apa? Rio balik bertanya dengan kening mengerut. 

***

“Erin!” suara itu membuat Erin tersentak dan membuatnya kembali tersadar setelah melamun beberapa saat, dan lebih kaget lagi saat dia menyadari jika di depannya sudah ada Melvin yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Laki-laki itu menatapnya dalam, entah apa yang dia pikirkan Erin tidak tahu. 

“Saya ulangi lagi, Erin apa kamu sudah siap mengucapkan janji pernikahanmu?” 

“Janji pernikahan? Apa benar aku  harus menikah dengan laki-laki ini?” batin Erin seolah  masih tidak terima. Erin masih berusaha mencerna situasi yang dia alami saat ini. Menerima fakta jika dia akan menjadi istri dari Melvin. 

Melvin yang juga dari tadi menunggu apa yang diperintahkan untuk Erin telihat mulai jengah, karena mulai kesal karena Erin tak kunjung mengucapkan jani pernikahan, Melvin mendekat dengan pelan lalu menunduk mendekati indra pendegaran Erin, lalu berbisik. 

“Apa kamu bisu!” 

Mata Erin seketika membelalak dengan penampilkan raut wajah kesal dengan satu kalimat dari Melvin dan dia sudah merabah akan bagaimana rumah tangganya nanti. Dia menikah dengan laki-laki yang dari dulu sampai sekarang menyebalkan di hidupnya. 

“Aku ingin mencakar wajahnya,” batin Erin kesal.             

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
5 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status