Share

Bab 4

Author: Ohne
Ternyata Haydar benar-benar hidup kembali!

Semua yang dikatakan deretan komentar itu benar!

Mengingat tiga bulan terakhir, Elen dan Gery telah bersekongkol mempermainkanku, membuatku seperti orang bodoh yang terus mereka permainkan.

Aku tidak kuasa menahan rasa perih di mataku.

Tanpa sadar, kakiku melangkah menuju Haydar.

“Denisha!”

Gery menarik tanganku lalu memaksakan jemarinya bertaut dengan jemariku.

Di mata orang lain, kami benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang begitu mesra.

“Aku sudah tahu kamu pasti akan datang. Kamu masih mencintaiku.”

Aku menatap mata Haydar.

Gigiku bergemeletuk menahan gemetar, tetapi aku sama sekali tidak punya tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman Gery.

“Gery, kamu sudah gila, ya? Aku sama sekali nggak pernah menyetujui ....”

Dia mencengkeram bahuku begitu kuat sampai rasanya tulangku hampir remuk. Namun, dia tetap tersenyum.

Dia benar-benar terlihat seperti seorang suami lembut yang sedang berbisik mesra kepada istrinya.

“Sudahlah, nurut saja. Kita ‘kan sebentar lagi menikah.”

Dia menyeretku ke atas panggung. Aku menoleh, berharap bisa meminta bantuan Haydar.

Karena selama ini dia terus berada di sisiku, dia pasti tahu bahwa semua ini bukan keinginanku.

Aku tidak ingin mati.

“Haydar ....”

Namun, baru saja aku menoleh, Elen langsung maju dan menghalangi pandanganku.

“Kamu sudah kehilangan akal, ya? Haydar sudah meninggal. Sekarang suamimu itu Gery.”

Gery dan Elen membawaku naik ke atas panggung.

Haydar tetap berdiri di tengah kerumunan, diam-diam menatapku.

Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi, tetapi sekujur tubuhku terasa dingin.

Dia tidak memercayaiku. Wajar saja, Gery dan Elen memainkan sandiwara mereka dengan begitu meyakinkan. Bagaimana mungkin dia akan memercayaiku?

Tetapi, aku tidak ingin mati.

Aku mengerahkan seluruh tenagaku. Kugertakkan gigi sekuat tenaga sampai mulutku berdarah, lalu kudorong Gery dan Elen dengan sekuat tenaga.

“Aku nggak mau menikah!”

“Denisha!” Elen langsung membentakku dengan suara tinggi.

“Sudahlah, jangan terus-terusan bikin masalah. Kamu sudah hamil lebih dari tiga bulan. Memangnya kamu tega membiarkan anakmu lahir tanpa ayah?”

Pandangan mataku seketika menggelap, kepalaku berdengung. Aku menatap Elen dengan tak percaya.

“Omong kosong apa yang kamu katakan?”

“Aku sama sekali nggak hamil!”

Ibu Elen menghela napas mendengar perkataanku.

“Denisha, kenapa kamu bohong begitu? Kemarin Ibu ‘kan baru membawamu cek USG. Hasilnya masih ada, kok.”

Hasil USG langsung ditampilkan di layar besar.

Sebelum aku sempat berbicara, suasana di tempat itu langsung gempar.

“Haydar baru meninggal tiga bulan, tapi dia sudah hamil hampir empat bulan. Itu berarti saat masih bersama Haydar, dia diam-diam sudah main belakang dengan pria ini, ‘kan?”

“Benar-benar nggak tahu malu. Kok dia masih tega mengambil warisan sebanyak itu dari Pak Haydar?”

“Kalau Pak Haydar sampai tahu soal ini, saking marahnya bisa-bisa dia hidup lagi dan mencincik perempuan itu sampai hancur!”

Berbagai makian dan suara orang-orang yang mencibir terus terdengar di telingaku.

Aku berusaha membela diri dengan suara keras.

Bahkan saat aku memukuli perutku sendiri untuk membuktikan bahwa aku tidak hamil, mereka tetap tidak berhenti.

Tak seorang pun mau mendengarkan penjelasanku.

“Sayang, aku mohon. Aku yang salah karena membuatmu marah. Jangan sakiti anak kita.”

Gery berlutut di hadapanku dengan mata memerah, begitu lihai memainkan sandiwaranya.

Melihatku hanya menunduk tanpa berkata apa-apa, Ibu langsung menghampiriku dan menamparku.

“Kamu sudah cukup, belum?”

“Sudah hamil begini, masih juga mau bikin keributan. Sampai kapan? Apa belum cukup bikin kita malu?”

“Dengan kelakuanmu yang nggak tahu malu seperti ini, untung masih ada Gery yang mau menerimamu!”

Pipiku terasa panas dan perih.

Saat itu aku baru sadar, sebanyak apa pun aku menjelaskan, semua itu tidak akan ada gunanya.

Elen hanya ingin Haydar melihatku sebagai perempuan yang tidak setia, supaya dia membunuhku dan setelah itu dia bisa menjadi Nyonya Airlangga yang baru.

Gery mencintai Elen, jadi tentu saja apa pun yang dikatakannya akan dianggap benar olehnya.

Ibu kandungku sendiri menyimpan dendam karena aku tidak memberinya uang untuk adikku. Hanya demi satu miliar rupiah, dia tega menjualku begitu saja.

Sedangkan Haydar, menyaksikan sendiri istrinya mengkhianatinya.

Mereka semua hanya menginginkan satu hal.

Tidak ada satu pun yang akan memercayaiku, apalagi peduli kepadaku.

Di tengah keributan itu, Haydar yang mengenakan masker berjalan menghampiriku.

Aku teringat perkataan dalam deretan komentar, mimpi itu, dan rasa tercekik yang kurasakan.

Tubuhku mulai gemetar tanpa bisa kukendalikan.

“Kenapa kamu nggak percaya denganku? Aku kira kamu sudah meninggal. Aku dan Gery itu ....”

Matanya memerah, urat-urat merah di sana tampak menegang.

Dia mengangkat tangannya yang dipenuhi urat menonjol, lalu mengusap pipiku sambil berkata pelan,

“Selamat.”

Tangannya langsung mencengkeram leherku kuat-kuat. Tatapannya begitu dingin hingga membuatku merinding.

Rasa sesak yang sudah kukenal kembali menyerang. Aku mencengkeram pergelangan tangannya erat-erat dan mengerahkan seluruh tenaga untuk mengucapkan satu kalimat.

Seketika, wajah semua orang berubah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 8

    “Aku percaya padamu.”Tiga kata sederhana itu akhirnya membuat ketegangan yang sejak tadi kurasakan mereda.Seluruh tubuhku seakan kehilangan tenaga. Aku terhuyung lalu berpegangan pada dinding, seperti orang yang baru saja diangkat dari dalam air.Elen dan Gery benar-benar putus asa.Mereka masih ingin mengatakan sesuatu untuk membela diri, tetapi Haydar tidak memberi mereka kesempatan.“Buang saja mereka ke pegunungan.”Gery begitu ketakutan sampai wajahnya pucat pasi. Dia merangkak dengan panik dan berlutut di hadapan Haydar.“Pak Haydar, Elen yang menyuruhku. Dia yang menyuruhku menjebak Denisha. Aku nggak ada hubungannya dengan semua ini!”Elen menjerit sambil menarik-narik Gery.“Diam! Aku nggak melakukan apa-apa!”Demi menyelamatkan nyawanya sendiri, Gery memilih mengorbankan cintanya.Dia menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apa pun.“Pak Haydar, ampuni aku. Tolong ampuni aku!”Melihat Haydar tetap diam, Gery kembali berlutut di hadapanku dan berkali-kali membenturkan kep

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 7

    Aku tahu selama tiga bulan ini, dia terus berada di sisiku dan hatinya pasti sudah terluka.Sekali kepercayaan hancur, tidak mudah untuk mendapatkannya kembali.Tetapi aku tidak punya pilihan lain selain mengambil risiko.Dan untungnya, kali ini aku berhasil.Dia menyuruh asistennya mengantarku ke rumah mewah. Sementara itu, dia sendiri pergi ke toko kue.Toko kue itu dilengkapi kamera pengawas. Rekamannya masih mungkin dipulihkan. Aku juga sudah memberi tahu Haydar bahwa aku baru mengenal Gery setelah kematiannya. Sekalian, aku meminta Haydar menyelidiki Gery.Setengah jam kemudian, Elen kembali datang.Dia membawa sebuah koper dan menyodorkannya ke tanganku.“Aku sudah mengalihkan perhatian kepala pelayan dan para pengawal. Denisha, aku tahu kamu sengaja batalkan pernikahan karena setelah melihat Haydar hidup kembali, kamu takut dia akan menyakitimu.”“Orang yang selama ini kamu cintai adalah Gery. Di dalam koper ini ada uang yang sudah kukumpulkan selama bertahun-tahun, juga beberap

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 6

    “Diam!”Aku meninggikan suara dengan gemetar.Gery menyeringai, lalu tanpa tahu diri melanjutkan, “Pak Haydar, bagaimanapun juga, aku dan Denisha baru saling kenal. Jelas nggak bisa dibandingkan dengan hubungan kalian yang sudah terjalin sejak kecil.”“Kalau ada yang belum kupahami, mungkin Pak Haydar bisa mengajariku.”“Haydar, aku juga nggak tahu kenapa aku bisa hamil. Tapi kamu harus percaya sama aku, aku benar-benar nggak pernah ....”Aku buru-buru mendekati Haydar untuk menjelaskan semuanya.Namun, begitu dia mundur selangkah, hatiku seakan tertusuk.“Waktu pergi dinas, aku meneleponmu sampai enam kali, tapi kamu nggak mengangkatnya. Katamu waktu itu kamu sudah tidur.”Gery terkekeh.“Oh, waktu itu aku dengar. Cuma kami berdua memang nggak mengangkatnya.”“Gery, kamu sebegitu percaya dirinya?”Aku menatapnya dengan sinis.“Memangnya apa yang kamu punya sampai merasa bisa menandingi Haydar? Kamu nggak setampan dia, nggak sekaya dia. Bahkan waktu mau beli rumah mewah saja, kamu samp

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 5

    “Apa kamu bilang?”Haydar tiba-tiba melepaskan tangannya.Aku terjatuh sambil memegangi tenggorokan yang terasa sakit, terus terbatuk-batuk, bahkan belum sempat mengatakan apa-apa.Gery langsung menghampiri dan membentakku.“Jangan asal bicara! Hari ini pernikahan kita, ada begitu banyak kerabat di sini!”“Gery, memang apa yang kamu takuti?”Aku menunjuk Elen.“Yang sudah kamu dan dia lakukan itu, memangnya kalian pikir nggak akan pernah ketahuan?”Sekilas, mata Elen menunjukkan sedikit rasa tersakiti.“Denisha, kamu bicara apa sih? Sebanyak apa pun yang aku dan Gery lakukan, itu semua demi kebaikanmu.”Aku bangkit berdiri dan berkata dengan tegas, kata demi kata.“Sudah ku bilang, itu hasil USG Elen!”“Selama dua hari ini aku terus dikurung ibuku di loteng. Aku sampai harus mencongkel kunci dengan kawat supaya bisa keluar. Lihat, bahkan masih ada darahku di sini. Aku juga sama sekali nggak pernah pergi ke rumah sakit.”Aku mengulurkan telapak tanganku yang dipenuhi luka.Elen mendadak

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 4

    Ternyata Haydar benar-benar hidup kembali!Semua yang dikatakan deretan komentar itu benar!Mengingat tiga bulan terakhir, Elen dan Gery telah bersekongkol mempermainkanku, membuatku seperti orang bodoh yang terus mereka permainkan.Aku tidak kuasa menahan rasa perih di mataku.Tanpa sadar, kakiku melangkah menuju Haydar.“Denisha!”Gery menarik tanganku lalu memaksakan jemarinya bertaut dengan jemariku.Di mata orang lain, kami benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang begitu mesra.“Aku sudah tahu kamu pasti akan datang. Kamu masih mencintaiku.”Aku menatap mata Haydar.Gigiku bergemeletuk menahan gemetar, tetapi aku sama sekali tidak punya tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman Gery.“Gery, kamu sudah gila, ya? Aku sama sekali nggak pernah menyetujui ....”Dia mencengkeram bahuku begitu kuat sampai rasanya tulangku hampir remuk. Namun, dia tetap tersenyum.Dia benar-benar terlihat seperti seorang suami lembut yang sedang berbisik mesra kepada istrinya.“Sudahlah,

  • Setelah Memutuskan Menikah Lagi   Bab 3

    Aku tersenyum tipis.Raut wajah Elen pun terlihat jauh lebih tenang.“Ke depannya, kamu sama Gery sudah jadi suami istri. Kita juga sudah satu keluarga. Soal cicilan rumah, siapa pun yang bayar, toh sama saja.”Gery ikut tersenyum. “Iya. Kita sudah satu keluarga. Jangan mempermasalahkan hal-hal seperti ini sampai segitunya.”“Lagipula, soal Haydar, sudahlah. Kamu juga sudah lama nggak tahan karena dia terus mengatur hidupmu. Sekarang dia sudah meninggal. Seharusnya kamu senang, ‘kan? Setidaknya, sekarang nggak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk bersama.”[Istrinya malah pakai uang sendiri buat menghidupi pria lain. Mantan suaminya pasti naik darah.][Sudah, lebih baik kamu jangan cari mati lagi. Cepat usir mereka berdua.]“Sudah selesai bicaranya?”Gery tertegun sejenak, lalu mengangguk.Detik berikutnya, tanganku melayang dan sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.Elen langsung menjerit kaget. Begitu dia hendak bicara, satu tamparan kembali mendarat di wajahnya.“Kalian me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status