Compartilhar

KACAU

Autor: Anonara
last update Data de publicação: 2026-10-24 23:36:14

"Bunga untuk siapa itu, Bi?” tanya Sean.

Pria itu baru saja pulang dari kantor. Berbeda dengan biasanya, malam ini Sean terlihat kacau. Rambut yang biasanya rapi jadi berantakan, tiga kancing kemeja atas sudah terbuka dengan dasi yang sudah tidak terdapat mengikat leher dan jas yang biasanya masih terpakai kini hanya disampirkan di lengan.

Aura Sean terasa lebih suram dari biasa. Suaranya juga lebih dingin dan ketus serta matanya yang menatap sinis pada buket bunga besar yang berada di atas m
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   TERTAHAN

    “Kamu tidak boleh mencintai Nael. Rasanya di sini….” Sean menunjuk dadanya. Matanya masih sayu dan suaranya serak serta lirih.. “Tidak rela kamu berdekatan dengan dia.”Guana tidak kunjung menjawab. Malas sekali menanggapi celotehan Sean yang semakin ngawur. Kalau bukan karena pria ini dicari Mike, Gyana mana mau menginjakkan kakinya di tempat sialan ini. Ruang kerja Sean masih sama seperti enam bulan lalu. Bahkan foto Tania masih menempel di dinding dengan begitu menawan. Senyumnya pun masih sama menyebalkan dengan Tania yang asli. “Udah tau nggak bisa minum banyak malah dipaksa,” sungut Gyana seraya melepaskan sepatu Sean. Sebenarnya Gyana sama sekali tidak menduga bahwa Sean masih memakai kemeja, celana dan sepatu kerjanya. Apalagi ini sudah tiga jam dari semenjak pria itu pulang dari kantor. Banyaknya gelas kosong bekas minuman beralkohol itu pun membuat Gyana berasumsi tampaknya kondisi Sean memang tidak baik. Saat pulang tadi pun, Gyana sempat heran melihat penampilan suamin

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   KACAU

    "Bunga untuk siapa itu, Bi?” tanya Sean. Pria itu baru saja pulang dari kantor. Berbeda dengan biasanya, malam ini Sean terlihat kacau. Rambut yang biasanya rapi jadi berantakan, tiga kancing kemeja atas sudah terbuka dengan dasi yang sudah tidak terdapat mengikat leher dan jas yang biasanya masih terpakai kini hanya disampirkan di lengan. Aura Sean terasa lebih suram dari biasa. Suaranya juga lebih dingin dan ketus serta matanya yang menatap sinis pada buket bunga besar yang berada di atas meja ruang tengah. Sebuah buket lily putih yang langsung mengundang curiga Sean saat melihat benda tersebut. “Dari kartu ucapannya ditujukan ke Nyonya Gyana, Tuan.” “Dari siapa?” Fiska menggeleng. “Tidak ada nama pengirimnya, Tuan.” Sean berjalan menuju meja. Rasa penasaran membuatnya ingin melihat dari dekat bunga yang ditujukan kepada istrinya tersebut. Namun, tepat saat tangannya hendak menyentuh buket bunga tersebut, suara Gyana lebih dulu menghentikan gerakan Sean. “Jangan sentuh itu,

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   PAGI YANG BURUK

    “Kamu sengaja menghindari aku lagi?” Langkah Gyana terhenti saat mendengar suara dari arah belakang. Pintu kamar baru saja tertutup, Gyana kira kamar utama yang berada tidak jauh dari kamarnya pun sudah tidak berpenghuni. Biasanya Sean sudah berangkat kerja beberapa menit yang lalu. Sama dengan pagi biasanya, Gyana keluar kamar sengaja menunggu Sean pergi kerja. Hidup dengan pria yang menjadi penyebab luka di hatinya tentu saja sangat menyiksa batin. Apalagi jika itu adalah Sean. Pria itu bahkan tidak pernah menyadari bahwa Gyana menghindarinya karena ulahnya sendiri. “Aku tidak bermaksud meninggalkanmu di tepi jalan semalam. Tania—”“Hentikan omong kosongmu. Aku tidak sudi mendengar pembelaan dari mulutmu. Semua itu tidak akan mengubah persepsiku tentang hubungan kalian,” sela Gyana ketus. Gyana sudah siap berangkat kerja. Waktunya tinggal satu jam lagi sebelum nanti bertemu dengan mitra kerjanya. Namun, Sean dengan tanpa bersalah justru menahan dirinya. Dan, seperti yang telah

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   TERJEBAK PERASAAN

    “Keterlaluan kamu!”“Argh!” Nael mengusap bahunya yang sakit karena terkena serangan mendadak dari wanita di belakangnya. Di saat Nael sedang meringis kesakitan, wanita dengan penampilan elegan di kala usia yang tidak muda lagi itu dengan santainya duduk di kursi bar menghadap dengan sang putra. “Mami kenapa sih? Anaknya tuh harusnya disayang-sayang bukan malah dipukul!” Claudia mendengus dengan mencibir sang putra melalui ekor matanya. Tidak terdapat gurat rasa bersalah di wajah cantiknya. Rasa kesal yang saat ini memenuhi rongga dada tidak cukup terlampiaskan dengan memukul Nael. “Mengapa tiba-tiba kamu batalkan dinner romantis dengan anaknya Tante Asti? Dia udah excited banget sejak seminggu lalu. Eh kamu malah seenaknya batalin H-1.” “Nael kan udah bilang kalau nggak tertarik ikut kencan buta, Mi. Mami sih ngeyel banget jadi orang tua,” sahut Nael seraya meneruskan plating yang sempat tertunda. “Dasar anak ini!” Claudia melotot dengan respon santai Nael. Hampir saja ponsel

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   RAHASIA BESAR TANIA

    Tidak ada yang berani menyela setiap kata yang terlontar. Masing-masing memilih untuk bertahan dengan isi kepala yang mulai berisik. Makan malam yang sebenarnya dilakukan untuk menambah kedekatan dua keluarga justru sebaliknya. Beberapa saat keheningan dibiarkan menyergap ruangan VIP yang didominasi warna cokelat yang dilapisi vinyl mahogany tersebut. Dehaman yang terdengar dari sudut ruangan pun memecah sunyi. Haris menaruh garpu dan sendok di atas piring lalu mengelap mulut dengan kain bersih. Kening pria paruh baya tersebut sedikit berkerut, tetapi riak wajahnya masih sangat tenang dan penuh wibawa. Saat Haris hendak bicara, tiba-tiba Dania berbisik pada Gyana. “Pergilah ke toilet dulu. Kuah supaya mengotori sedikit gaunmu.” Gyana yang tadinya menatap sang ayah lalu beralih pada sisi bajunya yang kotor. Dania benar, terdapat noda kecil di bajunya. Sebelum Haris mulai bicara, Gyana pun bangkit dari kursi. “Nenek, aku akan ke toilet. Bajuku perlu dibersihkan.” Ketegangan waja

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   KEMARAHAN

    Keheningan menyergap semua yang hadir. Bohong jika Gyana dan keluarganya tidak mengeluarkan reaksi apapun. Faktanya, dari mulai Raymond hingga Gyana semuanya berubah tegang. Hanya Haris yang tampak biasa saja. Pria itu tetap bisa menyantap daging di piring dengan tenang. Seakan-akan pengumuman yang barusan diumumkan bukanlah hal yang mengejutkan. Gyana tanpa sengaja menoleh dan menangkap sesuatu pada diri Sean. Pria yang biasanya tenang dan selalu mampu mengendalikan emosinya kini tampak diam dan panik. Jemari Sean bergerak mengetuk pahanya di bawah meja. Rahangnya tegang dan matanya tampak sedang menahan emosi yang hampir meledak. Tentu saja Gyana menjadi penasaran mengapa Sean bisa seperti itu. Mengapa Sean selalu tampak tidak senang jika ada yang mengungkit masalah sepupunya sendiri? Rahasia apa yang sebenarnya ada di dalam keluarga sesempurna Airlangga ini? “Gyana ayo makan! Jangan bengong saja. Kamu harus makan yang banyak.” Suara Nyonya Saras mengembalikan kesadaran Gyana.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status